Selasa, 30 Juni 2009

Pria itu Sulit




Banyak yang mulai mempertanyakan status saya saat ini. Saya pun mulai merasa risih. Saya benci mendengar pertanyaan yang selalu menjurus kepada hal ini. Saya sekuat mungkin berusaha menghindar, namun terkadang saya terjebak.

Ada juga yang membandingkan saya dengan saudara saya yang mudah memperoleh lelaki yang ia inginkan. Ia begitu mudah mengikat dirinya dalam komitmen. Sedangkan saya terlalu banyak pertimbangan dan berpikir (menurutnya).

Saya tidak mencari lelaki yang sekedar ada di hidup saya namun tidak memberi arti, tidak menjadi pelajaran hidup bagi saya, tidak menjadi teladan, dan tidak menjadi orang yang siap mengkritik dan berkomunikasi dua arah dengan saya.

Saya tidak mempedulikan mereka berbicara apa walaupun sangat mengganggu telinga saya. Saya biarkan kembali hati ini mencari sendiri mana pria yang benar-benar untuk saya. Saya bahagia dengan semua yang ada di hidup saya, sahabat-sahabat saya, playlist di gadget saya, bantal guling saya (lho!), semuanya.

Saya yakin semuanya akan indah pada waktunya. Hitung mundur dimulai saat ini.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar