Jumat, 29 Juli 2011

Stadium General : "Gender Language & Communication"

Standard
Pria dan wanita pada dasarnya memiliki cara berbeda dalam menyelesaikan masalah. Lelaki lebih cenderung diam dan tegas, sedangkan wanita lebih cenderung berkata-kata. Mungkin beberapa dari kita seringkali mengalami kesalahpahaman dalam berkomunikasi dengan lawan jenis. Nah, tema stadium general Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa UNISMA kali ini menarik sekali. Dengan narasumber Prof. DR. Ir. Aida Vitayala S.Hubeis, kami membedah tentang bahasa dan komunikasi gender, Kamis (28/7) kemarin.

Gender sekarang bukan lagi menjadi batasan dalam melakukan kegiatan. Jika jaman dahulu, perempuan tercitrakan sebagai sesosok manusia yang bekerja di rumah, merawat dan membesarkan anak-anaknya, serta melayani suaminya, saat ini wanita sudah mengalami perubahan citra sebagai seseorang yang juga mampu berkarir dan mencari nafkah.

Pergeseran nilai ini pastinya akan menimbulkan konflik-konflik, karena hal tersebut bertentangan dengan nilai yang berlaku sebelumnya di masyarakat bahwa seorang wanita adalah ibu rumah tangga. Namun konflik bukanlah suatu hal yang dihindari, melainkan konflik harus diselesaikan dengan komunikasi. Misalnya dalam sebuah keluarga terjadi pembagian tugas sang istri yang bekerja dan sang suami yang mengurus rumah, itu bisa saja terjadi asalkan terjadi kesepakatan melalui pembicaraan pasangan suami istri tersebut. Kasus tersebut bisa juga terjadi misalnya pada rambut pendek hanya milik laki-laki (namun sekarang tidak), celana hanya untuk laki-laki, atau supir bus hanya pekerjaan laki-laki.

Civitas akademika Ilmu Komunikasi UNISMA berpose dengan Prof. Aida


Satu hal menarik yang saya pahami adalah ketika Prof. Aida mengemukakan fakta tentang saat ini yang banyak menggugat cerai adalah wanita. Menurut penelitian mengapa hal itu terjadi, karena tingkat pendidikan wanita lebih tinggi daripada pria sehingga wanita lebih sadar akan hak nya. Hal ini tentunya ditanggapi berbeda oleh berbagai orang. Ada yang menganggap "jangan cari istri yang pintar-pintar", "menikah dengan strata yang sama", atau "ini salah Ibu Kartini, karena ada emansipasi". Hehehe.. Lucu-lucu ya!

Ternyata, yang membedakan laki-laki dan perempuan saat ini hanyalah 2H dan 2M, haid, hamil, melahirkan dan menyusui. Selebihnya, mereka mempunyai hak yang sama. Kunci dalam menyelesaikan konflik antargender adalah komunikasi (teteuup..). Saya merasa beruntung sekali mempelajari ilmu komunikasi, sebuah ilmu yang terus berkembang selama manusia masih berkomunikasi. Kapan manusia tidak berkomunikasi lagi? Nah lo, tanya kenapa? Hehe..

0 komentar:

Posting Komentar