Senin, 11 Juni 2012

120 Pendidik Muda Berkumpul di Jakarta

Dear, friends.. Saya baru saja mengikuti sebuah event yang sangat berkesan. Ini adalah conference pertama saya, National Future Educators Conference (NFEC) 2012. Berlangsung selama 2 (dua) hari di Jakarta tanggal 9 s.d. 10 Juni 2012, NFEC diadakan oleh Youth Educator Sharing Network (Youth ESN). Youth ESN sendiri adalah wadah pendidik muda yang digagas oleh mahasiswa Sampoerna School of Education.

Logo NFEC 2012

Hey, I'm young educator now!

Awalnya, saya mendapatkan email dari kawan saya, Yosea Kurnianto, yang juga menjadi penggagas ide project NFEC 2012 ini. Saya pun mendaftarkan diri secara online, dan alhamdulillah terpilih menjadi satu dari 120 pemuda se-Indonesia yang berhasil bergabung di NFEC.

Di acara ini saya bertemu banyak sekali teman-teman dan jaringan baru. Speaker dalam acara ini pun keren-keren. Ada Kang Asep Kambali dari Komunitas Historia Indonesia, Imelda Fransisca, Edwin Haluoleo Mokodompit, Pak Setya Dharma, Miss Puti, dan lainnya. Ada 4 room topik yang bisa dipilih oleh peserta, saya pun memilih Social Character and Leadership Education. 

Berpose dengan teman-teman Social Character and Leadership Education

Mendidik bukan hanya tugas guru, ustadz, atau orang tua. Namun mendidik adalah tanggung jawab kita semua. Jika kita lihat angka partisipasi pendidikan yang dilansir oleh Biro Pusat Statistik, persentase penduduk Indonesia yang berhasil mengenyam pendidikan tinggi hanya sekitar 14%. Sedangkan dari 14% tersebut, hanya ada 1% yang menjadi aktifis. O.M.G.... I am very lucky. Namun bukan berarti saya bisa menyombongkan diri. Memikul predikat 'mahasiswa' (atau bahkan sarjana nantinya) memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Kalau bukan kita yang mencerdaskan bangsa ini, siapa lagi? Hidup berputar, masa berganti.

Partisipan NFEC (dan saat ini kami bergabung di Youth ESN) bukan hanya sekedar perkumpulan, namun keluarga. Di malam keakraban, kami semua membaur menjadi satu antara partisipan dan panita. Saling berbagi cerita dan project yang sedang kami kerjakan. Bertukar kartu nama dan nomor telepon menjadi sangat menyenangkan. Sampai pulang NFEC pun kami seperti berat sekali berpisah. Hehehe..

Meskipun NFEC telah lewat, dampaknya masih begitu terasa. Menurut Hafiz, teman baru saya di NFEC, kualitas pendidikan di masyarakat bisa dilihat dari cara berlalu-lintas. Hem.. lihatlah betapa kacaunya lalu lintas di Indonesia, terutama di Jakarta dan Bekasi. Rasanya semua orang menjelma menjadi barbarian ketika di jalan. Semuanya dilibas dan mementingkan kenyamanan diri sendiri. Setelah ikut NFEC, saya merasa malu jika marah-marah di jalan atau tidak tertib rambu lalu lintas. Lebih baik sabar sedikit, toh untuk kebaikan semua orang, bukan cuma saya. Hehehe... *tiba-tiba sok bijak gitu ya*

Pokoknya, NFEC ini one most recommended conference , deh! Persiapan panitianya TOP, speaker-nya oke punya, hubungan kekeluargaannya asyik. Kalau nanti ada NFEC 2013, harus ada junior saya yang ikut nih! Mari menyulut api semangat untuk berprestasi :)



Youth ESN.. Muda, Mendidik, Membangun Bangsa!

2 komentar :

  1. Wah keren Widy pembahasan mengenai NFEC 2012-nya! NFEC juga bakal diadain lagi loh tahun ini pada tanggal 26-26 Oktober 2014 di Jakarta. Tema-nya adalah “Youth and Post 2015: Developing Indonesia’s Best Path for Sustainable Acceleration” mengenai pentingnya agenda pembangunan pasca 2015 untuk mengatasi kemiskinan global, yuk jadi generasi pemuda yang membuat perubahan dengan menyebarkan informasi ini, kunjungi www.youth-esn.org/nfec-2014/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga suka share & rekomendasiina adik2ku ikut NFEC karena emang acaranya keren bangett... Sayangnya udah (sebentar lagi) lepas gelar mahasiswa. Hiks, gak bisa ikut lagi deh...

      Sukses yaa utk teman2 Youth ESN. Bangga pernah terlibat dalam kegiatan2nya :)

      Hapus