Wednesday, November 21, 2012

Ketika Perempuan Berbicara



Women love talk. Saya bersyukur banget terlahir sebagai wanita dan memiliki sisi kewanitaan dalam diri saya. Saya pernah menjadi gadis tomboy (well, I wasn’t enjoy it), saya pernah jadi gadis preman, saya pernah berkerudung panjang, saya pernah jadi gila belanja, dan saya bahagia menjadi apa diri saya saat ini. 

Berbagai metamorfosa hidup seorang anak perempuan sudah saya jalani (kecuali menjadi seorang istri dan orang tua). Satu kesamaan perempuan di segala usia dan karakter adalah, semuanya suka berbicara.
Wanita berbicara hampir di setiap waktu, entah lewat lisan dan tulisan. Makanya, wajar jika kamu mem-follow seorang perempuan di Twitter dan hampir setiap saat dia muncul di timeline. We love sharing anything, entah di publik atau orang-orang tertentu. 

Saya termasuk makhluk verbal, super-verbal malah. Hehehe.. Saya senang berkumpul, bercerita suatu hal, berpendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan pembicaraan semakin melebar juga asyik. Beruntungnya, teman-teman saya juga seperti itu. 

Teman-teman perempuan saya itu GILA! GILA karena mereka memang asyik membicarakan apapun, termasuk hal yang tabu dibicarakan oleh seorang gadis. Kita tidak pernah malu membahas tentang seks, karir, make-up, hobi, film, dan lainnya. Mungkin bagi orang lain itu aneh, tapi dengan cara itu kami bisa bertukar ide dan pendapat. 

Sehabis makan siang tadi kami berkumpul di laboratorium komunikasi sebelum lanjut ke kuliah berikutnya. Sampai Danik akhirnya membuka pembicaan tentang datang bulan yang bermasalah (bukan masalah ‘telat’ datangnya dalam arti negatif, ya!). And it reminded me about my first menstruation experience.

“Waktu gue pertama kali ‘dapet’ itu rasanya sakiiiiittt banget. Tapi gue udah tahu kalau itu namanya menstruasi. Gue baca pertama kali dari booklet Laurier, bukan dijelasin dari nyokap” ujar gue.

“Pertama kali haid, gue piker gue sakit apaaaa gitu. Eh, nyokap gue malah ketawa-ketawa” sambung Lili.

“Besoknya gue cari pembalut buat haid pertama gue. Gila, itu tuh rasanya kayak lo beli sesuatu yang penting banget buet kelanjutan hidup lo! Lamaa.. banget gue milih pembalut. Eh, ujung-ujungnya gue beli pembalut Laurier gara-gara ada hadiah tempat HP yang ada gambar boneka beruangnya” sambung saya *duh, baru sadar drama banget saya tadi siang*.

Pembicaraan pun semakin panjang dan bergulir asyik sampai dosen hadir di depan kami tanda kuliah segera dimulai.

No matter when or where, talking with gals is  always fun.

Blah.. Blah.. Blah..

NB : by the way, lagi-lagi saya menulis blog di tengah kuliah. Hehehe.. Maaf ya, bapak dosen *pasang lingkaran di atas kepala* O:-)

No comments :

Post a Comment