Rabu, 09 Januari 2013

Lebih Baik di Sini

... Rumah kita sendiriiiii.. Uwooooooouuuuu (sambil pegang sisir)

Well, saya memang hanya seorang penyanyi kaca rias professional. Tetapi menyanyi kali ini dari hati, pakai emosi, emosi isi kacang ~> sok lucu. Postingan pertama saya di tahun 2013 ini rada gak penting tapi boleh banget dibaca, hehehe..

Seminggu yang lalu ada pelatihan jurnalisme online di kampus dari Republika. Seru sih, seru banget malah! Saya memang tertarik dengan media sosial dan website untuk korporat. Saya juga suka menulis di blog atau Facebook. Saya hiperaktif di Twitter (dadah-dadah sama followers yang baca). Saya suka melepaskan kejaiman di Tumblr. Yah, semuanya buat happy-happy dan sharing aja kok!

Awalnya, saya senang banget pemimpin redaksi Republika Online, Bang One, bilang :

"Kami akan memberikan satu kanal untuk Unisma di ROL (Republika Online). Kalian bisa menulis apapun yang kalian suka. Namun, tetap melalui editor, no SARA, dan tulislah dengan kaidah bahasa yang benar"

Wow, that's great! Ini tandanya, tulisan kita bisa muncul di media dan dibaca lebih banyak orang. Republika Online juga bisa dimanfaatkan sebagai media partner untuk acara mahasiswa. Bisa buat curhat juga, curhat yang menyangkut kepentingan publik ya! Hehehe..

Dengan semangat 45 seperti nama kampus, saya pun menulis dengan penuh gairah. Apalagi, ROL memberikan kompetisi berhadiah jika tulisannya dibaca banyak orang. Jum'at malam (4/1) , saya sudah mengirim tulisan saya ke email redaksi ROL to Campus. Apa daya, sampai hari Minggu tulisan saya tak juga terbit.

Heran, bingung, penasaran, takut. Apa tulisan saya segitu jeleknya sampai tidak dimuat di media (onlie!), atau memang salah kirim email, atau masuk spam, atau gagal? Saya cek kotak terkirim, eh ada! Akhirnya saya coba mengirim ulang Minggu malam, sambil berdo'a semoga bisa segera tayang.

"Wid, tulisan lo naik nih di ROL!" kata Jessi di laboratorium komunikasi Senin (8/1) kemarin.

Saya pun langsung nyusruk saking semangatnya lihat tulisan saya sendiri. Lingkaran browser berputar-putar, tanda sedang loading. 3... 2... 1...

"LAAHHH... KOK BEGINI SIH????"

Saya terkejut dengan hasil tulisannya. Syock anafilaksis. Ini kayak bukan saya yang menulis. Mau protes bagaimana? Kalau dosen Penulisan Humas saya lihat pasti dikritik habis deh! Judulnya gak catchy banget. Mau nangis, meringis, mau pipis, yah.. apa boleh buat hati cuma bisa kinyis-kinyis.

"Baru ngerasain ya, gimana ngenesnya masuk meja editor?" ledek Bubul, salah satu anak Panglima yang masuk konsentrasi Jurnalistik. Kalau mereka sih, sudah sering menderita sindrom ngenes gara-gara editor. Hahaha..

Then, saya memutuskan tetap menulis di blog ini. Secara bisa menulis sesuka saya, tanpa editing.

I love you more, blog! xoxo

NB : Yang mau lihat bagaimana tulisan saya before and after mampir ke editor, silakan klik di bawah ini


Tidak ada komentar :

Posting Komentar