Selasa, 12 Februari 2013

Semester 5esuatu

Standard


Akhirnya saya keluar dari persembunyian. Hoaaaahh.....

Semester 5 ini memang luar biasa. Sangat cetar membahana badai halilintar kalau kata Princess Syahrini. Kuliahnya sih, tidak sebanyak semester sebelumnya. Biasanya saya mengambil 24 SKS dengan 9 sampai 10 mata kuliah, kali ini saya hanya mengambil 20 SKS dengan 8 mata kuliah. Sedikit kan?
Iya sih, mata kuliahnya sedikit tapi tugasnya itu lho, lebih tega dari ibu tiri, lebih sadis dari Afgan, dan lebih pedas dari Bebek Setan di Jalan Nangka kesukaan Uta. Saya sukses dibuat marathon dan begadang bermalam-malam dengan tugas-tugas kuliah.

Kebayang dong, tugas kuliahnya saja bisa bikin begadang. Bagaimana ujiannya? Wow, ini dia dahsyatnya semester 5. Semester yang dibilang senior paling berat (dan terbukti benar). Ujian Akhir Semester kali ini berhasil menguras seluruh pikiran saya sampai-sampai malas posting hahaha. Dari 8 mata kuliah, hanya satu mata kuliah yang ujian tertulis di dalam kelas yaitu Statistik Sosial. Selain itu, semuanya adalah praktikum, penelitian, atau menulis paper.

Mata Kuliah : Perencanaan Merk dan Citra
Tugas : Membuat brand dan packaging

Untuk tugas ini, saya sekelompok dengan Mas Afif Fudin dan Siti Nur Alawiyah. Bersyukur sekali karena kelompoknya kompak dan asyik. Kami membuat merk dan kemasan mainan-mainan tradisional supaya lebih catchy. Meskipun kritik sana-sini berdatangan karena tugas kami masih jauh dari sempurna, alhamdulillah semuanya dapat dipresentasikan dengan baik.

Kerjain tugas branding di Angkringan Alun-Alun


Mata Kuliah : Teknik Lobi dan Negosiasi
Tugas : Melobby dosennya

Melobby apa? Bukan lobby yang enggak-enggak, ya! Hehehe.. Kali ini mahasiswa ditantang untuk drama. Oow, kalau soal drama jangan ditanya, that’s my middle name! Saya berakting sebagai personil dari sebuah wirausaha sosial yang menawarkan kerja sama dengan korporat. Saya sukses grogi ketika ujian, soalnya... DIREKAM VIDEO! Gak tahu mengapa, setiap direkam suara atau gambar saya sering grogi.

Mata Kuliah : Metode Penelitian 1
Tugas : Membuat penelitian historis

Nah, ujian mata kuliah ini seru banget! Kami sekelas akan membuat penelitian historis dengan objek Istana Negara di Bogor dan Cipanas pada Sabtu (5/1). Sebagai pengalaman pertama kami masuk ke istana, pasti norak-norak asyik gitu, dong! Ada rasa kagum, sekaligus membayangkan enaknya jadi raja. Pantas semua orang ingin berkuasa, wong fasilitasnya keren sekali. Hehehe.. Saya pun berkhayal seandainya bisa makan siang di ruang makan presiden dengan view kolam teratai di depan istana. Wow, itu jamuan makan terindah yang pernah saya alami pasti! Sayangnya rombongan kami tidak dapat mencapai Istana Cipanas karena terlampau macet dan hujan di Puncak. Jadi kami hanya meneliti Istana Bogor saja.


Cie... Peneliti :p
Tanya jawab dengan Staff Inventori Istana
Posenya ya ampun, hehehehe..

Mata Kuliah : Desain Grafis digabung dengan Penulisan Humas
Tugas : Membuat In-house Magazine

Tugas ini mendapat peringkat ke-2 paling ngerepotin dan bikin ribet. Awalnya, saya mendapat bagian layouting saja. Namun ternyata, saya diminta untuk membantu Ayu dalam menulis liputan utama tentang Social Media untuk berbisnis serta menulis tips. Tugasnya jadi banyak, ya! Hehehe.. Ndak apa-apa, berarti amanahnya banyak. Yang paling berkesan adalah saat membuat layout-nya. Begadang sampai jam 4 pagi, saya pun akhirnya mengucap “GUE GAK MAU JADI LAYOUTER PAS KERJA NANTI”.

In Design, jodoh saya saat ujian
Mata Kuliah : Manajemen Event Organizer
Tugas : Membuat Event

Ini dia tugas ujian peringkat 1 segala-galanya. Ujian yang paling berkesan sekaligus cetar membahana mungkin sepanjang saya kuliah. Kami sekelas hanya berjumlah belasan orang, ditambah dengan adik-adik kelas di mata kuliah Protokoler dan Public Speaking alhamdulillah sukses menyelenggarakan Djadoel Fest di Blu Plaza tanggal 26 Januari 2013 lalu. Ide awal yang belum matang (karena saya mengkonsep tanpa manajemen ide), akhirnya sukses dieksekusi oleh teman-teman saya yang luar biasa. Saya pun diberi kepercayaan sebagai koordinator acara dan moderator saat segmen Bincang Komunitas. Di event ini, saya belajar banyak hal baik yang akademis, teknis, maupun moril. Luar biasa memang, mata kuliah ini.

Bisa satu panggung dengan Kang Asep Kambali
Crowd saat acara pertunjukkan musik berlangsung


Tiba saatnya tadi pagi saya mengambil IPK hasil jerih payah semester ini. I got straight A. Subhanalloh, Alhamdulillah... Bagi saya, dibalik IPK genap saya terselip amanah yang besar untuk mempertahankan kredibilitas saya. Saya selama ini ingin sekali membuktikan bahwa mahasiswa dengan IPK tinggi bukan mahasiswa yang kuper dan kuliah-pulang-kuliah-pulang. Atau sebaliknya, mahasiswa IPK-nya menurun karena kesibukan berorganisasi di luar. Saya ingin membuktikan bahwa bisa keduanya agar baik hardskill, softskill, dan attitude bisa terasah. Bahkan disamping IPK bagus, organisasi berjalan, plus juga bisa mencari pendapatan. Hehehe... (teteup ya, money oriented).


Semester 6 mendatang, saya hanya mengambil 14 SKS dengan 3 hari kuliah. Bakal jadi pengangguran semu yang terlihat lebih jelas, nih! Hehehe... Target saya di semester mendatang adalah mencari pekerjaan paruh waktu agar tidak terlihat begitu menganggur. Sekaligus menabung untuk persiapan biaya magang dan skripsi mendatang. Anyway, saya ditawari mengambil skripsi di semester ini agar bisa lulus 3,5 tahun. Namun saya menolaknya. Saya tak ingin skripsi saya menjadi prematur dan hanya melunturkan kewajiban mendapat gelar S1. Saya ingin skripsi menjadi karya yang dapat mendukung karir dan magister saya nanti.

Semangat yuk, pintu dunia nyata sudah di ambang mata!

0 komentar:

Posting Komentar