Minggu, 14 April 2013

IDP Pariama, Guru yang Selalu Ingat Ultah Muridnya

Sudah hampir lima tahun saya lulus dari almamater kebanggan, SMF Ditkesad. Jika ada teman-teman yang belum tahu, SMF adalah Sekolah Menengah Farmasi, dan Ditkesad adalah Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Saat ini, sekolah saya telah berganti nama menjadi SMK Farmasi. Ribuan asisten apoteker telah dibentuk dari sekolah yang berdiri sejak tahun 1960-an ini, saya salah satunya. Namun sedikit berbeda dengan teman-teman, saya saat ini nyaman menggeluti dunia komunikasi dan Public Relations.

Saya bertemu dengan banyak orang yang mengagumkan dan memberi banyak pelajaran hidup. Salah satunya I Dewa Putu Pariama atau yang biasa kami sapa Pak Pariama. Pria asal Bali tersebut adalah guru Kimia di sekolah, baik Kimia Dasar, Praktikum Kimia, dan juga Kimia Anorganik. Cara mengajar beliau pun unik, gak bikin ngantuk. Beliau hanya masuk kelas, memberikan beberapa materi dan contoh soal penerapannya, kemudian selesai. Menurut saya, beliau itu sakti! Entah mengapa apa yang beliau ajarkan mudah dipahami murid-muridnya.

Pak Pariama dikenal seluruh angkatan sekolah kami, karena beliau sendiri adalah alumni almamater kami (saat itu namanya masih SAA - Sekolah Asisten Apoteker- Ditkesad). Setahu saya, beliau adalah angkatan pertama SAA Ditkesad. Tradisi sekolah kami adalah alumni yang sudah lulus dapat mengajar lagi. Tak heran jika sebagian besar guru SMK Farmasi Ditkesad adalah alumni, mulai dari angkatan Pak Pariama sampai yang lulusan tahun 2000-an. Saya pun sangat ingin suatu saat bisa berbagi ilmu dengan adik-adik di SMK Farmasi Ditkesad.

Pak Pariama (empat dari kiri, berkacamata) berfoto dengan Angkatan 37
saat Reuni Akbar SAA/SMF Ditkesad (19/1) lalu.


Pak Pariama tak hanya jago memberikan ilmu Kimia, namun beliau juga memberikan pelajaran-pelajaran hidup kepada saya. Satu perilaku beliau yang selalu saya ingat saat ini adalah : 

Pak Pariama tak pernah lupa mengucapkan ulang tahun kepada muridnya.

Saya pun heran, beliau tak pernah absen mengucapkan ulang tahun pada setiap anak-anak muridnya. Bagaimana cara beliau menghafalnya? Di sekolah ada 3 tingkat murid dengan jumlah (maksimal) 90 orang setiap angkatan. Apakah beliau menghafal 270 tanggal lahir, atau beliau membuat catatan tersendiri di agendanya? Tak hanya anak yang dikenal pintar, bandel, atau pecicilan, bahkan anak murid yang kalem pun juga mendapat ucapan ulang tahun. Saya pribadi pun selalu mendapat ucapan ultah dari beliau saat bersekolah.

Awalnya saya bingung mengapa beliau melakukan itu. Sampai pada beberapa waktu lalu saya mempelajari tentang marketing relationship dalam mata kuliah Marcomm. Salah satu yang dilakukan perusahaan dalam membina hubungan dengan customer adalah mengucapkan ulang tahun. Wow, Pak Pariama telah melakukan itu sejak lama! Mungkin beliau bermaksud membina hubungan baik dengan murid-muridnya, dan itu berhasil. Beliau menjadi guru yang disegani, dicintai, dan diingat murid-muridnya. Saya tersentil sedikit, karena saya adalah seorang yang teledor dalam membina hubungan. Bahkan, balas SMS dan email saja sering lupa. Duh, padahal kan saya calon Public Relations!

Jika ada penghargaan untuk seorang pendidik, menurut saya Pak Pariama pantas mendapatkannya. Puluhan tahun mengabdi menjadi seorang guru, beliau tetap konsisten mengajar bahkan sampai usianya yang kepala enam saat ini. Indonesia Youth Forum 2013 mendatang juga akan memberikan penghargaan untuk Youth Educator, namun tentu saja untuk pendidik dari usia muda ya! Hehehe... Semoga Pak Pariama ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi para pendidik muda dan terus konsisten mendidik generasi Indonesia sampai akhir hayatnya nanti. Tak hanya mendidik secara kognitif, namun juga memberikan teladan sikap yang positif bagi anak didiknya.

Dua hari yang lalu, saya membuka buku kenangan sekolah farmasi. Saya teringat ini bulan April dan ada seorang guru yang berulang tahun, Pak Pariama. Tepat hari ini, Pak Pariama tepat berusia 61 tahun. Tulisan ini saya persembahkan untuk beliau. Meski mungkin beliau tak membacanya, namun kita dapat mengingat kembali sosok guru yang hanya saya temui di SMF Ditkesad ini.

Selamat ulang tahun, Pak Pariama.. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan & ilmu yang Bapak berikan kepada kami :)

"Seharusnya saya memang sudah pensiun, namun saya ingin mengajar hingga akhir hayat saya"
- IDP Pariama

"Kamu boleh jadi anak bandel, tapi jangan jadi anak bodoh"
- IDP Pariama




4 komentar :

  1. Devi Yundatura14 April 2013 22.12

    Terharu aku bacanya,ntar klo aku ke pasbo aku mampir deh kerumah babe+aku bukain blok kamu biar tulisan kamu di baca sm babe..Babe pasti bangga punya murid seperti kamu wid,ayo teruskan menulisnya..berbakat kamu,hehehe..sukses ya..:)

    BalasHapus
  2. Selamat pagi Bapak/Ibu,
    Untuk memperkaya ide praktikum kimia sekolah, tinggalkan nomor telepon di martin.susanto@bratachem.com (misal: membuat detergent bubuk, sabun mandi cair, sabun cuci piring, facial wash, dan puluhan lainnya).
    Terima kasih dan salam,
    Martin Susanto

    BalasHapus
  3. wiihhh mantap semoga kelak ada the next pariama.. menjadi motivasi tersendiri bagi saya

    BalasHapus
  4. Hallo pak Pariama, apa kabar? Semoga tetap sehat, saya angkatan kedua di SAA Ditkesad, Kaoan ada reuni lagi ya. saya ingin hadir biar ketemu teman2. Salam

    BalasHapus