Rabu, 21 Januari 2015

Kamu Mau Punya Adik Kayak Begitu?

Standard
Hari ini saya libur sejenak setelah kemarin menangani beberapa pekerjaan dan besok akan pergi ke luar kota. Iseng-iseng saya pergi ke sekolahan dekat rumah untuk jajan. Yaa... walaupun sudah lulus kuliah, tetap saja saya doyan makanan SD yang katanya gak sehat itu lho! Hahaha... Saya masih doyan cireng isi, kentang cimol, batagor (batagor yang lima ratusan ya), dan es doger. Kayaknya jajan lima ribu rupiah udah dapat banyak banget.


Sambil jajan, saya menguping pembicaraan dua anak SD. Kalau dilihat dari usianya, mungkin sekitar kelas 3-4 SD. Mereka bergosip dengan serius. Salah satu anak SD tersebut mengeluh karena tingkah adiknya yang menyebalkan. Yang bikin saya kaget, anak SD tersebut sampai bilang :

Emang kamu mau punya adik kayak begitu?

Saya sebisa mungkin menahan tawa. Haduh, serius banget ya curhatan anak SD jaman sekarang. Hahaha... Sepertinya arus media membuat pikiran mereka lebih riweuh alias kompleks, sampai-sampai bisa merangkai kata yang mungkin tidak terpikirkan saat saya seumuran mereka.

Oke....

Bicara adik, saya punya dua adik laki-laki. Namanya Umar dan Ali, nama sahabat Rasulullah. Saya sempat protes karena cemburu kepada kedua orang tua saya. Kenapa saya dinamakan Widya? Kenapa tidak Fathimah? Aisyah kek*ceritanya iri, adik-adik kok namanya Islam, saya namanya Jawa*


Umar (kiri) Ali (kanan), giginya pada hilang
Dokumentasi Pribadi

Silisih umur saya dan Umar 3 tahun, saya dan Ali 7 tahun. Saat kecil, jangan ditanya kelakuan tiga bersaudara ini kayak apa, saling menindas satu sama lain. Umar senang sekali usil terhadap saya, saya sebal bukan main sama Umar. Umar menindas Ali, saya belain Ali dan berkomplot buat usilin Umar. Tetapi walaupun saya membela Ali, saya juga suka menyuruh-nyuruh Ali ini itu.

Kalau disuruh menyuapi Ali makan sore (saat kecil), makanan Ali justru saya yang makan. Maka jadilah Ali yang paling tertindas. Hehehe....



Difoto saja Ali masih tertindas hahaha
Dokumentasi Pribadi



Saat sudah besar...

Sekarang kami bertiga sudah besar, Umar mendapatkan beasiswa berkuliah di Universitas Negeri Semarang mengambil jurusan Penjaskesrek. Ali sudah kelas 3 SMA, saat ini sedang mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional dan seleksi masuk PTN. Apakah kami masih sering perang dunia seperti saat kecil dulu? Alhamdulillah sudah tidak pernah lagi.

Mungkin karena pertemuan yang jarang (adik di luar kota), kami semua di rumah juga sudah sibuk dengan aktivitas masing-masing. Karena kami bertiga suka ke bioskop, kami senang kalau nonton bersama, setidaknya saat Umar libur kuliah kami menonton bersama sekali. Pernah suatu ketika kami nonton film drama Indonesia, dan satu teater hanya isi kami bertiga.


Makan Sroto Misdar bareng sepupu.Umar (baju merah), Ali yang pegang tongsis (kanan bawah)
Yang ujung kanan ibu negara, gak masuk hitungan anak muda :D

Dari kiri ke kanan : Ali, Widy, Umar
Dokumentasi Keluarga Eyang Khuderi pas Lebaran 2014

Sudah besar, sudah gak berantem lagi. Semoga sampai dewasa kelak pun hubungan kami selalu baik sehingga bisa membuat keluarga dan orang tua senang.





0 komentar:

Posting Komentar