Jumat, 16 Januari 2015

Pernikahan Impian ala Widy, Mau Ini... Mau Itu...

Pernikahan Impian?

Wuih, siapa yang gak mau punya pernikahan impian.. Dengar kata pernikahan saja sudah berkhayal kemana-mana, apalagi kalau harus membayangkan pernikahan impian ya? Bisa banyak maunya, deh.. Mumpung saat ini saya belum menikah, jadi boleh dong, berandai-andai seperti apa pernikahan yang saya impikan nanti?



Pernikahan Impian Widy Itu....

Hobi saya menulis mengenai pernikahan menjadikan otak ini 'terlalu banyak ide printilan-printilan pernikahan'. Hemm.... Sebenarnya saya ingin pernikahan yang sederhana saja, sih.. Kalau ayah saya seorang walikota, baru saya meminta beliau mengadakan pesta di alun-alun dan mengundang wartawan hahaha *ditimpuk se-kelurahan*.

Sederhana, karena hakikatnya menikah bukan ajang pamer status sosial. ya akumah apa atuh
Sederhana, karena tidak mau memulai hidup baru dengan setumpuk hutang karena pesta.
Sederhana, karena yang penting adalah tercatat di KUA, bukan tercatat di wall Facebook. *ups
Sederhana, karena sederhana itu relatif...

Ada yang bilang takaran sederhana seseorang berbeda-beda. Ada yang sederhananya berpesta di gedung, ada juga yang berpesta di rumah. Sah-sah saja, yang penting 'jangan berpesta dengan dana yang tidak masuk dalam hitungan keuangan kita' alias kita tidak mampu mengadakannya.

Kembali lagi ke sederhana, saya memang menginginkan sebuah pernikahan impian yang sederhana, namun sarat budaya. Impian saya adalah menikah dengan mengangkat budaya Bekasi.


Jadi Pengantin Bekasi

Walaupun Bekasi dibully terus, saya tetap bangga dengan Bekasi. Walaupun warna bajunya tabrakan, saya tetap bangga menggunakan baju tradisional Bekasi saat menjadi Official Delegates di Indonesia Youth Forum 2013. Walaupun dibilang norak, saya tetap bangga menggunakan logat Bekasi saat ngobrol. Bagen ah... (biarin - bahasa Bekasi).

Kecintaan saya pada budaya Bekasi memang melekat erat. Oleh karena itu, impian saya adalah menjadi pengantin dengan baju adat Bekasi. Hampir mirip dengan pengantin betawi, sih.... Yang bikin saya kepingin sekali pakai baju pengantin ini adalah mahkota dan penutup wajahnya. Sungguh keren, jendraaaall.......


Pengantin Bekasi kira-kira seperti ini
Cantik kan?
Sumber

Gak cuma baju pengantinnya, makanan yang dihidangkan saat pernikahan juga harus Bekasi banget. Eits, jangan salah! Bekasi juga punya banyak kuliner yang lezat, lho.. Ada asinan sayur, saya langganan banget nih, makan asinan Mpok Arty Jatikramat. Itu asinan sayur paling enak seantero Bekasi menurut saya.

Asinan Sayur Betawi
Sumber

Untuk makanan beratnya, para tamu pernikahan wajib menikmati hidangan khas Bekasi yang satu ini, Sayur Gabus Pucung. Sayur ini terbuat dari potongan ikan Gabus yang dimasak dengan menggunakan kluwek  atau orang Jawa biasa mengenalnya dengan rawon. Rasanya? Dijamin ketagihan makan walau kuahnya berwarna hitam.

Sayur Gabus Pucung
Sumber

Ada satu lagi yang khas di pernikahan dengan adat Bekasi, yaitu membawakan roti buaya sebagai hantaran. Roti buaya menggambarkan filosofi buaya yang hanya memiliki satu pasangan seumur hidup. Jadi salah kalau selama ini kita mengibaratkan play boy  adalah buaya darat, ternyata buaya setia ya..

Kalau biasanya kan, roti buaya berbentuk seperti ini :

Roti Buaya Konvensional
Sumber

Saya mah, maunya roti buaya dengan aksen 3D seperti ini dong!

Epic! Hahahaha
Sumber

Selain makanan yang disajikan adalah khas Bekasi, hiburan yang disuguhkan untuk tamu pun harus juga mengangkat kekayaan budaya Bekasi. Saat pengantin lelaki memasuki kediaman pengantin wanita (sebelum ijab qobul), maka diadakan atraksi Palang Pintu. Atraksi ini dilakukan oleh para jawara pantun (berbalas pantun) dan kemudian dilanjutkan oleh aksi silat. Nantinya jawara silat pihak perempuan akan kalah dan mempersilakan pihak lelaki untuk masuk.

Aksi jawara
Sumber

Kalau di pernikahan lain hiburan musiknya dilakukan oleh wedding singer sampai organ tunggal, saya ingin para tamu menikmati musik Tanjidor kebanggaan Bekasi.

Musik Tanjidor
Sumber


Tetapi sebenarnya....

Terlalu sibuk berkhayal mengenai pernikahan impian, membuat kita lupa akan impian pernikahan yang sebenarnya. Pernikahan impian bukan berupa ingin menikah di mana, gaun pengantinnya seperti apa, dekorasinya seperti apa, sampai undangannya seperti apa.

Pernikahan impian bukan untuk satu hari, namun untuk selamanya. Pernikahan impian sebenarnya adalah menikah dengan seseorang terbaik 'hadiah' dari Tuhan untuk kita.

Menikah dengan dia yang mampu menjaga dan membimbing kita ke arah yang lebih baik,
Menikah dengan dia yang sabar menghadapi kebiasaan cerewet kita,
Menikah dengan dia yang bertanggung jawab atas segala hidup dan perilaku kita sebagai istri,
Menikah dengan dia yang mempercayakan kita sebagai teman hidupnya,
Menikah dengan dia yang selalu mau kompak dan bekerja sama dalam berumah tangga,
Menikah dengan dia yang bisa menjadi sosok ayah, suami, kakak, sahabat, teman gila-gilaan, sampai bayi rasaksa yang ingin dimanja sekalipun.


Buku Weddinglit yang seru banget!
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Seperti yang saya baca dalam buku 'Yummy Tummy Marriage', pernikahan impian bukanlah apa yang ada dalam pernikahan kita, tetapi dengan siapa kita menikah.

Selamat mencari 'pernikahan impian', cantik ^_^



24 komentar :

  1. Waktu itu pernikahan impian saya, pake baju bridal, trus ada tudung kepala nya, kaya di pilm2. Tapi ya sewa baju bridal mihil banget, sama aja budget unt keseluruhan pernikahan. Jadi ya, yg sederhana aja, even sederhana is relative.
    Jadi, kapan nih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadiiii.... tunggu tanggal mainnya ya mba ratu qiqiqqii :)

      Hapus
  2. Pertama kali mampir nih mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. haii mak fadlunnn.... terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  3. Wah baru tau baju pengantin Betawi cantik gitu mbak :) Salam kenal yah. Semoga impiannya tercapai. Kalau saya pengen nikah tamasya aja hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. cantik ya?? makanya saya kepengen pakai baju itu, hehehe... aaamiiin... :) semoga pernikahan impian kita bisa menjadi nyata :)

      Hapus
  4. Budaya kita yang beragam memang selalu menarik, ya.
    Dan pernikahan juga unik, bisa menyatukan dua budaya yang berbeda. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, mak... Budaya pernikahan di Indonesia beragam dan menarik-menarik banget :)

      Hapus
  5. itu roti buayanya imut banget warna ijo,nggak jadi takut hahaha..sedih juga ya kalo dibully terus bekasi hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo mak hana bikin roti buaya unyu2 di hot wajan hehehe....


      bukan sedih lagi mak, udah campur aduk rasanya liat Bekasi dibully terus. antara sedih, kesel, marah, tapi alhamdulillah semakin bangga dengan Bekasi :)

      Hapus
  6. Aduh wid bahas nikah gini jadi kepikiran status yang lagi keasikan jomblo hahaha

    Semoga bisa tercapai deh, penganti ala bekasi ternyata keren kostumnya XD

    tapi lucu sih sebenarnya Bekasi di bully krn budaya Bekasi sebenarnya mirip betawi yang ada di Jakarta. berarti kan kita sodara pan ya? bagen dah pada mau ngomong apa. Yang penting bangga jadi bekasi =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. kamu mah jomblo padahal banyak yang ngincer tuuuuhhh... hihihihihi :')

      Iya sih, bekasi punya kebudayaan yang cenderung mirip sama Jakarta. Tapi logat Bekasi tetep beda lho sama betawi. antara campuran sunda ada, betawinya juga ada. unik deh.. hihihihi

      Hapus
  7. Cantikknyaaa pengantin bekasi, bagus tuh kalau bisa modifikasi riasan hijab pengantin bekasi wid .. ^^
    http://www.misskarlina.com/2015/01/pencarian-si-jogger-celana-favorit.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejauh ini aku baru nemu satu orang perias yang sanggup merias pengantin bekasi dengan segala aksesoris (replika) peninggalan tarumanegara di Bekasi. dia juga yang mengukuhkan pakaian pengantin bekasi ke dinas pariwisata.

      sayangnya baru satu orang... karena permintaan pernikahan dengan adat bekasi juga masih sangat minim.

      Hapus
  8. ih seru ya. saya juga kepengen roti buayanya ijo gitu, kereeen :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahhaaha aku juga suka mba roti buaya tiga dimensinya. epic :D

      Hapus
  9. seruuu...jadi pengen nulis tentang pernikahan impian juga hehe. Bayangin dulu ah hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... akhirnya kamu nulis tentang pernikahan jugaaa yeaaay :D

      Hapus
  10. Kayaknya betawi Bekasi nih mirip2 ama betawi Tangsel deh, sepertinya khas betawi pinggiran, bahasanya "ora bagen" yaa? ;) Anak2ku sesekali ketularan ngomong begitu :). Makanannya juga. Sukaa asinan sayur betawi dg kuah kacang, enaaakk, ketularan suami :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nahh!! Iya bund, bener.. bahasanya ora, bagen, ilok, sama nanan dah :D

      Alhamdulillah walau pendatang, tapi udah mulai jatuh cinta sama budaya bekasi. Plus kebetulan dapet calonnya juga orang asli Bekasi hehehe :)

      Hapus
  11. Pertama kali buka blogmu, aku langsung tertarik. (akhirnya nemu yang samaan belum nikah tapi gabung di KEB). Dan pertama kali aku buka blogmu, langsung buka sub NIKAH DULU! dasoooor perawan. hahahaha bawaannya kesengsem nikah mulu, tertarik terus sama bab nikah. Salam kenal ya mbak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haaii Mak Revi... salam kenal ^_^ toss yah kita member KEB yang sama-sama belom nikah. hehehe.... terima kasih sudah mampir mak, semoga betah mlipir-mlipir kemari hihihi

      Hapus
  12. itu roti buaya 3D nya keren bgt :-D

    BalasHapus