Rabu, 15 April 2015

Pilih Tukang Masak atau Catering Ya?

Standard
Persiapan pernikahan adalah momen-momen penuh drama, begitu kata salah satu sahabat saya. Bagaimana tidak, begitu banyak hal yang perlu dipikirkan. Apalagi konsep pernikahan tidak semata keinginan calon suami dan istri, namun juga keinginan keluarga besar. Huaaa..... Pasti rasanya mau pingsan kalau Ibu kepingin begini, dan Mama kepingin begitu. Hehehe....

Salah satu perdebatan sengit saat menentukan persiapan pernikahan adalah menentukan hidangan. Pilihannya sih, ada catering atau rombongan masak. Biasanya kalau sudah mencium-cium aroma ada yang mau nikah, sejuta endorse-an kerabat dekat pun datang. Mulai dari bude, tante, tetangga, sampai temannya Mama.

Pakai catering si tante ini aja..
Pakai rombongan masak tetangga aja..
Udah, nanti panggil saudara dari kampung aja ya, suruh masak...

Bete deh? Iya.


Pada dasarnya enggak apa-apa sih, menawarkan diri untuk masak, tetapi sebagai penawaran aja. Biasanya yang udah deket malah jadi ada pertimbangan "gak enak kalau gak pakai rombongan masak tetangga, nanti diomongin" begitu... Tambah bete deh yang mau nikah! Hehehe..

Pada dasarnya mau pakai tukang atau rombongan masak atau catering masing-masing ada plus minusnya sih. Yuk cek beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memutuskan mau pakai tukang masak atau catering :

Wedding buffet
Sumber : Flickr


1. Biaya

Dari segi biaya, menggunakan tukang masak akan lebih murah daripada menggunakan jasa catering. Karena biasanya tukang masak mematok belanja sekian belas juta untuk estimasi sekian porsi (tidak dihitung per porsi), biasanya ada lebihnya. Eh, tetapi hati-hati juga lho ada tukang masak yang doyan bawa masakan ke rumah (bungkusnya banyak) hehehe...

Sedangkan kalau catering, biaya dihitung per-porsi. Jumlah hidangannya pun dihitung menurut porsi yang dipesan. Wajar kalau jadinya agak mahal. 


2. Variasi Makanan

Salah satu hal yang jadi masalah adalah 'selera'. Selera tukang masak belum tentu sekeren catering. Catering bisa memberikan lebih banyak variasi makanan. Tidak cuma hidangan utama, tetapi juga makanan gubukan, dessert, atau minuman.

Sedangkan variasi makanan dari tukang masak biasanya apa yang sudah sering/umum dimasak saat hajatan saja, variasinya tidak sebanyak catering yang bisa pilih menu ini-itu.


3. Rasa

Soal rasa sih gak jaminan ya, baik antara tukang masak dan catering, keduanya bisa sama-sama enak. Gak jarang lho, saya temukan tukang masak yang enak (enak banget malah!). Atau gak jarang juga saya temukan catering yang rasanya biasa aja.

Jadi intinyaa........ Dicicip dulu ya. Hehehe... Better kita sudah pernah makan/mencicipi masakan sebelumnya. Kalau di catering enak, suka ada tester sebelum pesan. Tetapi kalau tukang masak enggak. Diusahakan setiap kondangan kamu jangan cuma makan aja, tapi icip-icip dan bikin catatan tentang hidangannya. Nah, nanti bisa jadi referensi deh... Oh, catering di nikahan si A kemarin enak ya. Si B pakai catering/tukang masak mana ya? Makanannya cihuy nih... 



4. Pelayanan

Yang terakhir pelayanan. Tukang masak biasanya hanya membawa diri saja hehehe. Jadi piring, alat makan, alat masak (sebagian) disiapkan oleh yang punya hajat. Otomatis yang punya hajat pun sedikit ribet dan harus sewa alat makan ke tukang tenda. Apalagi terkadang ibu-ibu rombongan masak suka minta seragam, hihihihi.... Jadi beli baju lagi deh!

Selain itu, tukang masak biasanya gak mau cuci piring. Otomatis yang punya hajat biasanya memanggil anak laki-laki remaja untuk mengangkat piring dan mencuci piring. Budget lagi deh! Hehehe...

Kalau catering, meja hidangan, alat makan, dekorasi meja makan, biasanya sudah termasuk (walau jumlahnya tetap disesuaikan dengan porsi yang dipesan). Selain itu, petugas catering berseragam pun sudah siap melayani. Otomatis kita gak perlu repot beliin seragam atau bayar tambahan lagi.



Jadi mana yang lebih baik?


Kembali lagi ke pertimbangan keluarga sih, karena pada dasarnya orang tua susah dilawan. Hehehe... Tetapi kita sebagai anak (alias calon pengantin) bisa memberikan masukan sebaik-baiknya kepada orang tua mengenai kualitas vendor makanan yang akan dipakai.

Dicari juga sih, rombongan masak yang gak ribet, gak gosip, makanannya enak, dan seleranya oke! Hahaha mimpi 

10 komentar:

  1. Pilih catering deh widy...rempongnya gak tahan :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. akupun begitu kepengennya mba, tapi orang tua pengennya tukang masak *amsyoongg* :D

      Hapus
  2. Dulu pas nikah pake catering, pas ngunduh mantu pihak suami masak sendiri krn tempatnya di kampung yg masi penuh gotong royong. Mana menunya ada satenya, kebayang kan bakar satenya ribuan tusuk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasanya kalau di kampung gitu lebih enak lagi soalnya tetangga & saudara pada bantu bahan makanan kayak beras, ketan, telur, daging, dll. Jadi enak tinggal bayar tukang masak aja hehehe... Edyan juga tapi ya bakar sate ribuan tusuk wow!

      Hapus
  3. Kalo ngomongin iritnya, milih tukang masak aja aku Mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mak, tukang masak emang lebih irit. Tapi aku pengennya (tetep) yang enak hehehe

      Hapus
  4. Kalo aku pilih yang praktis catering aja tapi tawar semurah-murahnya hahaha, atau.. barter sama review blog mau ngga ya hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDE BAGUS MAAAK!!! *rejeki blogger solehah* :D

      Hapus
  5. Pake catering lebih prakteiiisss :))) Meja didekorin, pemanas disediain, waiter ada, piring sendok ada hihiii
    Selain manggil tukang masak, kayaknya seru juga kalo manggil rombong2/gerobak makanan favorit, soto, bakso dll. Tapi harus nyewa piring dll itu lho... nggak kepikiran >_<

    BalasHapus
  6. biasanya kalau gubukan gitu pakai tempat makan styrofoam gitu ya mak, ndak kuan sampahnyaaa :(
    iya bener kayaknya lebih praktis pakai catering ya (y)

    BalasHapus