Kamis, 14 Mei 2015

Mengapa Cinta Itu Penting Dalam Sebuah Penikahan

Standard
Cinta.. Cinta.. Cinta.. Membahas cinta memang tidak ada habisnya. Bahkan tidak ada satupun yang bisa mendefinisikan cinta dengan tepat. Karena cinta adalah sebuah rasa yang diolah oleh masing-masing individu, bahkan setiap orang bisa mengartikan cinta secara berbeda-beda. Tetapi apakah benar sebuah pernikahan harus didasari dengan rasa cinta? Atau cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya seperti pepatah Jawa, 'witing tresno jalaran soko kulino'?

Sumber

Sekitar setahun lalu, saya terlibat sebuah pembicaraan dengan Ibunda. Meski tanpa berkata dan bercerita, sepertinya naluri seorang ibu sudah tahu kalau anaknya galau. Saat itu saya yang sedang jomblo hahahahaa yadezig berada diantara dua pilihan, memilih seorang yang sudah mapan dan siap menikahi tetapi saya tidak punya perasaan spesial, atau diam menanti seseorang yang membuat saya jatuh cinta tetapi dia belum ada gerakan. Nah, kan! Gimana gak bikin galau tuh! Hahahaha...

Kegalauan saya akhirnya tuntas hanya dengan satu kalimat yang terlontar dari mulut ibunda..

"Widy, menikah lah dengan orang yang kamu cintai"

Oke, saya pun memutuskan diam tetap menunggu. Tanpa saya bertanya lagi kenapa, tanpa saya tahu apa alasannya hingga sekarang.


... dan memang benar, orang yang saya taksir diam-diam itu akhirnya datang. SEMESTA MENDUKUUUUNGGGG hahahahahaaha *ditapuk*

Sumber

Setahun sudah bersahabat dengan orang yang membuat saya jatuh cinta itu. Kami sering ngobrol bersama dari yang ringan-ringan sampai diskusi yang berat-berat, dari ngomongin cendol hijau sampai ngomongin kesejahteraan orang-orang kayak diri sendiri udah sejahtera aja yak!. Sampai suatu ketika dia berbicara..

"Widy, menikah itu harus pakai cinta. Cinta itu penting"

"Emang cinta itu apaan, mas?"
"Apa ya? Aku juga gak tahu. Hahahahaha... Menurut kamu apa?"
"Apa ya? Aku juga bingung deh kalau ditanya cinta itu apa. Hahahahaha"


Percakapan kami tentang hanya diakhiri dengan gelak tawa dan bercanda.

One of inspiring love story, just like my grand ma & grand pa
Sumber

Saya juga pernah bertanya apa itu cinta kepada eyang uti.


"Eyang, Eyang cinta gak sama eyang akung?"

"Cinta apaan ya, Wid? Eyang gak tahu cinta itu apa"


Begitu lah jawaban dari eyang uti yang sabar mendampingi eyang akung sakit selama bertahun-tahun hingga wafat. Eyang uti yang masih meletakkan foto eyang akung di kasurnya. Eyang uti yang masih suka meneteskan air mata karena rindu walaupun sudah 6 tahun kepergian eyang akung.


So, what's love?
Sumber

Sampai saat ini saya masih belum bisa mendefinisikan cinta, bahkan untuk diri saya sendiri. Saat remaja, saya mengenal cinta sebagai sebuah rasa yang meletup-letup. Mendesak ingin diekspresikan sebagai sebuah pengakuan orang yang disayang. Saat menjelang dewasa, saya mengenal cinta sebagai sebuah perasaan tulus, tapi cenderung jadi asal naksir seseorang tanpa melihat keberlanjutannya di masa depan. Makanya gak heran banyak ketemu orang yang salah di antara usia 18 - 22. Hahahaha...

Sekarang, kalau saya disuruh mendefinisikan cinta.... Apa ya? Cinta bagi saya saat ini adalah perasaan yang biasa-biasa aja malah. Cinta tumbuh dalam diam, mengakar ke bawah.


Tuh, kan! Saya aja masih gak bisa mendeskripsikan apa itu cinta.




Jadi, kenapa cinta itu penting dalam sebuah pernikahan?
Mungkin suatu saat saya bisa mengerti apa itu cinta, dan mengapa cinta itu penting dalam sebuah pernikahan.
Mungkin juga teman-teman blogger & pembaca yang sudah menikah bisa sedikit memberikan wawasan tentang apa yang saya rasakan saat ini.

9 komentar:

  1. Dear Mbak Widy,
    Kalau saya ditanya dengan pertanyaan yang sama, "apa itu cinta?", saya juga tidak akan bisa mendefinisikannya.
    Sembilan tahun lalu, mungkin, saya akan menjawab, "cinta itu candu. Papaver Somniverum yang membuat tubuh kita ketagihan dan memerlukannya untuk bisa bekerja dengan baik. Memabukkan, memuakkan, membutakan."
    Dan saat ini aku memandang cinta pada masa itu adalah sebuah kebodohan.
    Lalu apa cinta bagiku sekarang?
    Endofin, atas candu di masa lalu.

    Salam kenal dariku, Mbak. ^_^
    Jangan lupa main kerumahku ya?

    https://julies3pty.wordpress.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaw, filosofis sekali jawabannya mba hehehe. Salam kenal juga, mari berbalas kunjungan :)

      Hapus
  2. yang saya tahu dan amati berdasarkan pengalaman, tanpa cinta sebuah rumah tangga tidak akan berjalan dengan langgeng :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saya bisa menikah dengan orang yang saya cintai dan mencintai saya. Aamiin :) *doa ngarep hehehee*

      Hapus
  3. Nice posting mak..hihi...cinta itu mungkin perasaan peduli yg lebih,kalau sampai menikah berarti rasa peduli kepada seseorang yang tahapnya kepada take care of him/her in their entire life and getting old together. hahaha itu sih so far menurut saya...

    ah mungkin saya belum patut berkomentar lebih ttg pernikahan, belum setahun menikah soalnya...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mak Harjanti untuk pendapatnya, mungkin itu yang sungguh dirasakan oleh eyang saya. Menemani pasangan, menjadi tua bersama dan sampai akhir hayat.

      Saya malah sotoy banget ini belum menikah tapi menulis cinta dalam pernikahan hehehee :D

      Hapus
  4. Artinya kita harus menikah dgn orang yg kita cintai dan mencintai kita ya Mak Widy ^_^.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, semoga saya termasuk kelompok yang menikah dengan orang yang saya cintai dan mencintai saya (juga keluarga). Aamiiin :)

      Hapus