Rabu, 16 Desember 2015

Kurang Tidur Bisa Merusak Hubungan Pernikahan?

Standard
Tidur bisa menjadi hal yang banyak disepelekan orang, bahkan dianggap saat bermalas-malasan. Ya memang sih, kebanyakan tidur bikin kita jadi malas. Hweheheehe... Tetapi jangan sampai mengabaikan hal yang satu ini ya, TIDUR!

Yaps, orang kekinian (apalagi yang tinggal di kota besar) biasanya menghabiskan waktu aktivitas yang cukup panjang. Apalagi yang rumahnya di Bekasi kayak saya , harus merelakan waktu tidur untuk bangun lebih pagi. Pulang kantor pun saat matahari sudah tenggelam. Kuantitas jam tidur pun sudah pasti akan berkurang. 

Kurang tidur gak cuma bikin mata kita kayak panda, mengganggu metabolisme tubuh, dan gejala-gejala fisik lainnya. Kurang tidur juga bisa berdampak ke perubahan psikis kita, lho!

Bertengkar karena kurang tidur
Sumber

Kurang Tidur Merusak Pernikahan?

Okeh, ini agak ngeri sih. Penelitian University of California Berkeley pada Juli 2013 mengemukakan beberapa fakta yang terkait antara kurang tidur dan hubungan dalam pernikahan. Kurang tidur ternyata dapat menurunkan kemampuan untuk membaca emosi pasangan. Huufftttt, bete banget pasti ya punya pasangan yang gak peka. Ya, mungkin karena kecapean sih! Kalau sudah capek, boro-boro mau ngobrol sama pasangan, bawannya mau tidur aja.

Selain itu, pasangan yang gelisah saat tidur memiliki kecenderungan merasa kurang dihargai di depan pasangan. Ya gimana mau dihargai, orang pasangannya cuek. Jadi bingung mau bersikap gimana, ujung-ujungnya malah jadi merasa gak penting atau gak berarti. Hemm... Kalau sudah begini, hubungan pernikahan pasti akan rentan konflik ya.. Sedih :(


Walaupun Sibuk, Tidur Harus Tetap Berkualitas

Susah juga memang membagi waktu antara pekerjaan, perjalanan rumah-kantor, dan waktu 'nduselan' di rumah. Hahahaaha... Yagimanaaaaaaa, perjalanan Bekasi - Jakarta - Bekasi saja sudah makan waktu 3 - 4 jam sehari. Lumayan kan tuh, kalau buat family time atau tidur.

Kalau kuantitas jam tidur kita susah untuk ditambah, ya mau gak mau kita harus berusaha mencapai tidur yang berkualitas. Itu lho, tidur yang kalau pas kita bangun malah jadi segar dan cantik, ala-ala film drama. Cailah :D 

Ehm, ngomong-ngomong tidur yang gak mimpi itu bisa disebut berkualitas juga gak ya? Soalnya pas bangun enak banget gitu. Mungkin karena otaknya gak masih bekerja saat tidur kayak pas kita bermimpi ya :D

Well, anyway..

Tidur berkualitas gak cuma bisa dicapai dengan melakukan relaksasi sebelum tidur atau disiplin jam tidur. Tidur yang berkualitas juga bisa dicapai dengan memperhatikan tempat tidur dan perlengkapannya seperti sprei 

Tapi lebih pengen sih, ya begini ya hahaha :D
Sumber


Grand Shamira dan Central Spring Bed, Klik Bikin Tidur dan Hubungan Pernikahan Berkualitas

Kalau mau tidur berkualitas, maka pilih tempat tidur dan sprei-nya yang berkualitas juga, dong! Gak kebayang kan gimana kalau tempat tidurnya gak empuk, malah bikin sakit punggung, atau spreinya kasar, malah bikin tidur tambah gak nyaman?

Central Spring Bed memang menjadi merk pilihan untuk matras tidur sejak jaman dulu. Orang tua juga suka merekomendasikan pakai Central Spring Bed, soalnya dapat jaminan 10 tahun. Central Spring Bed juga mendukung kenyamanan tidur untuk tulang punggung kita dengan tujuh zona nyaman untuk melindungi tekanan dari punggung, pinggul dan kaki. Gak heran kalau Central Spring Bed bisa meraih berbagai penghargaan seperti Top Brand Awards Tahun 2010 - 2014, Best of The Best Awards 2012 - 2014, dan Best Brand Awards tahun 2014.

Salah satu produk Central Spring Bed
Sumber


Matras tidurnya sudah bagus, sayang deh kalau sprei yang dipasang juga gak berkualitas. 

Grand Shamira adalah brand asal Indonesia yang memproduksi sprei atau bed linen dengan bahan polyester. Bahannya terasa lembut dan adem saat digunakan. Selain itu, sprei Grand Shamira juga dapat digunakan sebagai penambah dekorasi ruang tidur karena memiliki berbagai model dengan motif yang menarik. Kabar gembiranya, gak perlu keluar kocek banyak untuk beli sprei Grand Shamira karena harganya yang terjangkau dan mudah didapatkan di toko-toko sprei. Asyiiikk.....

Tea Rose, motif sprei Grand Shamira kesukaan saya
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Sprei Grand Shamira
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Yihaaa.... Kalau tempat tidur dan spreinya sudah berkualitas, pasti tidur jadi lebih nyenyak dan berkualitas juga bukan? Kalau tidurnya berkualitas, otomatis kita bisa semakin produktif, gak gampang capek, dan bisa meluangkan waktu untuk pasangan supaya hubungan pernikahan juga berkualitas.

Kalau saya? Tempat tidur sama sprei Grand Shamira-nya sudah ada. Tinggal cari 'teman tidur' yang berkualitas juga deh! Hahahahaha.... :D




10 komentar:

  1. Eh tapi ada benarnya juga siyh itu penelitian mba. Mmm bukan berarti rusak siyh. Saya ngalamin akhir-akhir ini. Sanking kecapean terus tidur-tidur aja gitu terus saya jadi berasa tidur sendirian padahal suami disebelah saya. Ahaha jadi merasa bersalah sama suami. Malam ini mau kayak di foto yang diatas akh :D

    BalasHapus
  2. tidur yang cukup bagus untuk pernikahan... *lirik t4 tidur
    tinggal nunggu teman tidur yang berkualitas, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyari temen bobok yg berkualitas kayaknya lebih sulit daripada cari spring bed dan spreinya deh hemmmm

      Hapus
  3. Whuahaa... Aku ngakak beneran ih baca komennya mba widy sendiri

    BalasHapus
  4. aku jadi keingetan film the intern deh..baru nonton semalem soalnya. sama sih dia kurang tidur, sibuk sama pekerjaannya terus suaminya selingkuh. hmmm *malah bahas pelem

    BalasHapus
    Balasan
    1. trus aku jadi parno sendiri karena suka laptopan smpe tengah malem. hikkksss mba windaaa :(

      Hapus