Jumat, 04 Desember 2015

Setelah Nikah, Mau Tinggal di Mana?

Standard
Mempersiapkan sebuah pernikahan memang menyenangkan. TENTUUU!!!! Bahagia, walaupun terkadang ada drama dan sedikit sakit kepala dengar keinginan orang tua yang A, B, C, keinginan calon mertua yang D, E, F, serta harus dikombinasikan dengan keinginan kita yang G, H, I, J, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, U, V, W, X, Y, Z *kemudian minum Paracetamol*.

Saking serunya mempersiapkan gaun, gedung, catering, baju seragam keluarga, dekorasi, undangan, souvenir, lalalalalalala... kita sampai melupakan sebuah hal yang sangat penting dipikirkan, yaitu :

SETELAH MENIKAH MAU TINGGAL DI MANA?

Jeng.. Jeng.. Jeng.. Jeng..

Mau tinggal di mana setelah menikah?
Sumber

Setelah pesta resepsi, sehari - dua hari sih masih capek bareng-bareng. Masih gak peduli tinggal di mana yang penting bisa rebahan sambil meregangkan kaki yang pegal berdiri sendirian. Lalu, hari ketiga? Heemm... Okelah, bulan madu. Hari ketujuh? Mau tinggal di mana? *kemudian minum Paracetamol lagi*

Trus gimana ya? Hemm....

Solusi Pertama : RMI (Rumah Mertua Indah)

Setelah menikah, kita tentunya membutuhkan tempat tinggal. Walaupun sebenarnya ada alternatif pilihan pertama dan utama, yaitu rumah mertua. Hahahaha... Seperti yang kebanyakan diceritakan sahabat dan sanak saudara, menumpang di rumah orang tua atau mertua memang gak enak. Apalagi kalau satu atap, dan satu pintu.

Hakikatnya para orang tua yang sudah merasa 'berpengalaman' dalam berumah tangga akan rentan berkomentar tentang cara kita berinteraksi, beres-beres rumah, memasak, atau bersikap kepada suami atau istri. Jadi gimanaaa gitu, ya..

Kalau saya pribadi paling gak nyaman saat masak dikomentarin. Saya tipikal yang senang eksperimen di dapur tanpa gangguan dan komentar. Secara tidak langsung, itu membuat saya pede dengan hasil masakan. Kebayang gak sih, kalau ibu atau mertua saya komentar cara saya memasak? Huhuhuu... Bisa gak pede sama masakannya deh :(

Tetapi kalau kita memilih untuk tinggal di rumah orang tua selama beberapa waktu gak apa-apa, sih! Misalnya sebulan pertama, atau setahun pertama, atau dua tahun pertama, atau... Yah, jangan kelamaan juga ya tinggal di rumah orang tua. Hehehe :D


Solusi Kedua : Membangun 'Istana' Sendiri

Orang tua saya mengingatkan, biar bagaimnapun juga rumah tangga ibarat sebuah negara. Salah satu syarat berdirinya sebuah negara (duh, berasa kuliah Ilmu Politik) adalah memiliki wilayah. Nah, rumah tangga juga harus memiliki wilayah untuk bisa berdiri. Kalau 'negara'nya numpang terus ke orang tua, bagaimana mau berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri?

"Widy, nanti kalau berkeluarga, kelola lah uang keluarga dengan baik. Semoga nanti 2 - 3 tahun menikah bisa punya rumah sendiri" nasihat kedua orang tua saya.

Selain sebagai asset keluarga, memiliki rumah juga punya banyak manfaat. Misalnya, sertifikatnya bisa digunakan sebagai agunan pinjaman untuk renovasi atau mengembangkan usaha. Selain harga properti yang terus meningkat, memiliki properti juga bisa mendatangkan pendapatan. Memang benar nasihat orang tua jaman dulu, miliki lah harta berupa emas dan tanah/rumah (properti).

Namun, memiliki properti gak segampang kita belanja TV di mall. Prosedurnya banyak, surat-suratnya banyak, dan banyak juga hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli properti. Contohnya seperti akses lokasi, banjir atau tidak, sumber air, spesifikasi bangunan, dan lainnya. That's why kita perlu mencari informasi properti dari sumber yang dapat dipercaya.


Lifull, Cari Properti dengan Cepat dan Mudah 

Situs properti nomor 1 di Jepang ini sekarang hadir di Indonesia. Melalui https://www.lifull.id/ kita bisa mencari berbagai properti yang ada di Indonesia. Gak cuma rumah lho, di Lifull kita juga bisa mencari tanah, toko, apartement, ruko, kantor, gudang, pabrik, dan kost.

Jadi bisa banyak pilihan, ya. Kalau uang untuk DP rumahnya belum kumpul, bisa cari tanah yang dijual atau menyewa rumah/kost terlebih dahulu. Untuk pasangan muda yang mau memulai usaha juga bisa mencari toko atau ruko dengan spesifikasi yang dimau.

Tampilan situs Lifull


Berbeda dengan situ properti lainnya, fasilitas pencarian Lifull lebih lengkap. Saat membuka halaman depannya saja, pengunjung web langsung disuguhi menu pencarian lengkap dengan memasukkan Provinsi, Kota/Kabupaten, tipe properti yang dicari, sampai ke pemandangan yang diinginkan. Pengunjung bisa juga mencari properti berdasarkan laju/rute ke wilayah kerja, misalnya Bekasi - Pulogadung, Bekasi - Gambir, Bekasi - Sudirman. Asyik kan?

Hasil pencariannya pun juga lengkap. Di tengah halaman hasil pencarian kita bisa juga menentukan jumlah kamar tidur atau luas tanah / bangunan yang diinginkan untuk menyaring hasil pencarian properti yang diinginkan. Biar gak pegel scrooling 1.943 properti yang dijual dengan harga maksimal 400 juta di Bekasi, hehehe... So easy and helpful!

Hasil pencarian properti di Bekasi oleh Lifull

Gak cuma mudah dan lengkap, properti yang masuk di Lifull juga diiklankan oleh agen properti atau developer properti. Dalam informasi properti juga terlampir foto, nama, dan kontak dari agen atau developer. Jadi gak perlu takut membeli atau menyewa properti dari makelar abal-abal ya, hehehe...


Jadi mau tinggal di mana setelah nikah?
Yuk cari properti aja deh, supaya gak lama-lama tinggal di rumah mertua indah hihihihi :D



16 komentar:

  1. Menarik kakak :V
    salam kenal ya...
    BW dong ☺
    ..f..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haii.. salam kenal juga. Boleh, habis ini aku mlipir yaa hehehe
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. lifull bukannya yang makanan ringan itu ya??hehe...
    kalo pulang kampung,baru deh tinggal di RMI hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada juga yang lifull product mba.. ini yang situs propertinya
      iyes, RMI-nya pas liburan atawa lebaran sudah pasti ya mba hehehhe

      Hapus
  3. Udah abis berapa kaplet paracetamolna hihihi

    Aku prefer dg rumah sendiri...supayavlebih bebassss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah satu botol mba, pusing mulu kepala hahahahaha.
      AAMMIIINN.... Semoga kita semua bisa mendapatkan rumah idaman ya mba :)

      Hapus
  4. Awal nikah saya masih ngontrak, alhamdulillah sekarang sudah menempati rumah sendiri...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, manisnya berjuang bersama suami :)

      Hapus
  5. Aku masih di rumah, Mba. Untung suamiku pengertian. Soalnya harus nungguin bapak yang sakit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subhanalloh, semoga penuh keberkahan ya mba, berbakti kpd orang tua :)

      Hapus
  6. aku sih lebih memilih keluar dari rumah walau hanay ngontrak lebih bebas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar privasinya lebih terjaga ya mba hehehhe

      Hapus
  7. Mending sebelum nikah udah punya rumah sendiri, kayak suami dulu udah punya rumah sebelum nikah. Cuma ya gitu deh, masa pacaran isinya ngirit nggak sering makan di luar, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. KEREEENNNNNN!!!

      Gapapa mba pas pacaran susah, kalau pacaran seneng-seneng mulu nanti pas nikah jadi syock hehehehe

      Hapus
  8. Sebaik baik mertua, tetep aja enak tinggal drumah sendiri ya meski ngontrak :-D
    Baru tau banget gimana rasanya tinggal serumah mertua dan ipar, nggak nyampe 3 bulan udah minta balik ke rumah orang tua, hehe, ngaku deh masih nyali tempe. Btw, salam kenal Mba Widy..

    BalasHapus