Saturday, June 16, 2018

Tradisi Undangan Pernikahan Unik di Indonesia

Undangan menjadi salah satu persiapan penting dalam pelaksaan acara pernikahan. Kerap kali mempersiapkan undangan membuat kedua calon mempelai pusing, mulai dari menentukan warna, desain, sampai jumlah tamu yang diundangan. Selain itu, desain undangan pernikahan unik juga biasanya dipengaruhi oleh kebiasaan atau tradisi dari tiap daerah. Tahu sendiri, Indonesia ini terdiri dari banyaaakkk sekali wilayah. Jadi gak heran tradisinya juga berbeda-beda.

Tulisan ini saya buat berdasarkan dari pengalaman pribadi saya selama 4 tahun belakangan ini berjualan undangan pernikahan. Ternyata, banyak juga undangan pernikahan yang unik-unik di beberapa wilayah. Mahal? Enggak kok, beberapa di antaranya malah super hemat dan berguna.

Foto : diedit di picfont.com




1. Undangan Deterjen

Ini paling unik dan berkesan menurut saya, hihihi.. Saya pernah mendapatkan pesanan membuat undangan sebesar kartu nama saja. Wah, kok kecil banget ya? Pertama kali saya heran. Kok undangannya kecil banget? Apakah bisa menampung seluruh informasi yang dibutuhkan di undangan?

Undangan Deterjen (tapi ini bukan saya yang bikin, hanya hasil browsing)
Sumber : Facebook

Ternyata customer saya bermaksud menyematkan undangan simpel tersebut pada sebungkus deterjen. Tradisi ini ada di wilayah Serang, Banten. Entah memang se-Banten terbiasa dengan tradisi ini, atau hanya beberapa wilayah/desa saja saya kurang tahu. Mereka memberikan undangan ini untuk tetangga sekitar, tentu saja tidak perlu menggunakan denah lokasi. Nah, untuk tamu-tamu jauh seperti rekan kerja mereka, mereka tetap memesan undangan biasa namun tidak terlalu banyak jumlahnya.

Selain deterjen, beberapa benda yang biasanya disematkan undangan biasanya berupa kopi sachet, teh sachet, dan beberapa butir permen yang diplastik seperti kemasan sachet. Untuk undangan seperti ini, budget yang diperlukan lumayan murah. Mungkin bisa ditiru ya. Atau mungkin juga bisa dimodifikasi jadi lebih modern seperti ini.

Kalau begini cute ya, tapi harganya jadi mahal. HAHAHA
Sumber : Etsy


2. Undangan Amplop untuk dikembalikan

Lain lagi cerita dari customer saya yang bekerja di Bekasi, namun dia akan menikah di daerah asalnya di Manado, Sulawesi Utara. Lagi-lagi saya juga kurang tahu apakah tradisi ini ada di seluruh wilayah Manado atau hanya beberapa kawasan saja. Dia memesan model undangan amplop.

Bentuknya hanya menyerupai amplop, nanti uangnya diselipkan di tengah
Sumber : undanganbekasi.com

Dia bercerita bahwa di daerahnya, setiap tamu undangan yang datang wajib membawa undangan dan uang angpao-nya diselipkan dalam undangan. Undangan tersebut kemudian diberikan kepada penerima tamu. Jadi akan ketahuan ya Bapak A kasih berapa, Ibu B kasih berapa. Hihihi... Lalu dia juga bercerita, ternyata fungsinya bukan cuma itu saja, tetapi kita bisa tahu siapa saja para undangan yang datang dan tidak datang.

3. Turut Mengundang Segambreng

Orang Betawi Bekasi pasti hafal banget sama namanya TURUT MENGUNDANG. Turut mengundang biasanya berisi nama para sesepuh dan orang-orang yang disegani oleh kedua keluarga. Ada yang mencantumkan juga almamater tempat sekolah atau kuliah pada turut mengundang. Tentunya turut mengundang tidak wajib, tidak semua orang Bekasi pun menggunakan turut mengundang. Tapi biasanya pakai, dan banyak nama-namanya. Ada yang kisaran 10 nama, sampai saya pernah bikin undangan dengan 40 nama turut mengundang.

Turut Mengundang salah satu customer undangan
Sumber : pribadi


Selain turut mengundang, ada lagi istilah Pengangkat Hajat. Ini biasanya keluarga besar siapa yang menaungi hajatan ini. Misalnya, ooh ternyata yang nikah dari keluarganya sesepuh ini. Mungkin mereka tidak kenal pengantinnya, tapi kenal dengan nama kakek/buyutnya.

4. Foto Orang Tua pada Undangan

Saya menemukan tradisi ini di Cibitung dan Lampung. Kembali lagi, tidak semua orang Cibitung dan Lampung menggunakan tradisi ini, tapi sudah beberapa kali yang pesan undangan ke saya dari daerah tersebut melakukan hal yang sama. Hehehe...

Biasanya undangan berisi foto pre-wedding para calon pengantin. Foto-foto yang elegan dan mesra kerap menghiasi banyak model undangan. Namun kali ini beda, yang dipasang fotonya justru adalah foto orang tua. Bahkan foto calon pengantinnya pun, tidak ada.

Lha, ini yang menikah orang tuanya kah? :D

Contoh Undangan dengan foto.
Bagaimana kalau foto yang tampil ternyata foto orang tuanya?
Sumber : undanganbekasi


Bukan, bukan begitu maksudnya. Hehehe.. Maksudnya adalah supaya para tamu undangan bisa mengenali 'ooh anaknya bapak/ibu ini yang nikah'. Bisa jadi saat saya memberikan undangan pernikahan saya, namun teman ibu/bapak tidak mengenali nama saya.


Begitu lah beberapa tradisi undangan pernikahan unik di Indonesia. Saya yakin, pasti masih banyak lagi tradisi unik karena ada ribuan wilayah dengan budaya tersendiri. Walaupun terlihat berbeda dengan kebiasaan kita pada umumnya, kita harus tetap menghargai tradisi mereka. Pasti akan terlihat menarik jika tradisi ini bisa diteruskan atau dimodifikasi menjadi yang lebih keren dan positif.


8 comments :

  1. wah baru tahu nih tipe-tipe undangan begini. kalau yang deterjen itu kesannya agak gimana tapi pasti terpakai sih jadinya jadinya barangnya. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bagi kita aneh ya, tapi di wilayah serang sana tradisinya pakai detergen/kopi/teh sachet. Lumayan lah berguna apagi kalau musim nikah dapet banyak hahaha

      Delete
  2. Ahahahaha, ternyata tiap-tiap daerah punya keunikan masing-masing ya. Saya baru tahu. Info yang sangat menarik kak :)

    ReplyDelete
  3. iya, pasti di wilayah lain banyak cerita/tradisi pernikahan unik juga yg kita belum tahu :)

    ReplyDelete
  4. Unik sekali yang undangan dari detergen. Hehhehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sok boleh dicoba buat undangan atau souvenir mungkin hehehe

      Delete
  5. Unik tuh yg pake detergen baru denger saya.. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas pertama kali denger emang aneh ya, tapi kalau dipikir-pikir berguna juga :D

      Delete