Senin, 18 Oktober 2010

New Phase of My Life

Jika di-flash back kehidupan saya setahun lalu sangatlah berbeda dengan sekarang. Misi-misi saya tercapai dalam satu tahun yang menakjubkan ini, walaupun memang sangat tidak mudah untuk menjalaninya.

Saya sekarang menjadi seorang mahasiswa. Ya, MAHASISWA. Masa-masa yang saya inginkan, dan saya impikan. Setahun yang lalu, saya masih bermimpi untuk menjadi mahasiswa farmasi. Saat itu saya belum menemukan identitas diri saya, walaupun saya berontak dengan belajar desain grafis - apa yang saya sukai.

Rumah Singgah Balarenik lah yang membuka jati diri saya, apa yang saya inginkan, apa yang saya cintai, apa yang saya cita-citakan. Saya pun bercita-cita ingin menjadi relawan di organisasi non-pemerintahan tingkat dunia. Saya berselancar mencari syarat rekrutment pekerjaan tersebut. Disitu mata saya terbelalak ketika yang menjadi penilaian utama adalah skill berbicara dan personality. Bukan seberapa tinggi strata dan indeks prestasi kita.

Saya pun mengajukan proposal kepada ibunda untuk mengambil jurusan di luar farmasi. Tidak dipungkiri, saya mendapat nasihat "kamu ga usah kuliah aja kalau begitu". Apalagi ayah, jelas-jelas menentang saya menjadi seorang di bidang selain eksakta.

Namun saya terus mencari apa yang saya inginkan. Saya tak ingin menyesal sepuluh tahun kemudian karena saya menjalani apa yang tidak saya cintai. Terkungkung dalam satu profesi, menjadi buruh medis yang tidak ada harganya.

Oh ya, saya ingin mengulas sedikit tentang profesi saya. Saya semalam ditekan oleh atasan saya, karena kegiatan perkuliahan saya dan saya memegang jabatan ketua angkatan di jurusan saya. Atasan saya tidak akan mengerti apa misi saya setahun kedepan. Karena saya ingin segara mendapat beasiswa, dan meninggalkan pekerjaan saya. Saya muak menjadi buruh medis. Saya tak beda dengan penjaga toko di emperan atau warung pulsa. Penghasilan saya tidak pantas disebut sebagai orang medis.

Saya disumpah di hadapan Tuhan demi pekerjaan saya, namun saya hanya diperlakukan seperti keledai di lapangan kerja. Saya hanya lulusan Sekolah Menengah Farmasi, yang suaranya tidak akan didengar di perusahaan. Interupsi pun tidak akan didengar. Semuanya memanjakan kepentingan investor atau owner. Hak karyawan ditekan demi keuntungan perusahaan. Saya pun harus rela tidur di lantai tempat kerja yang dingin, hanya untuk mendapatkan rupiah. Namun ini realita. Keras dan saya harus hadapi.

Hikmah yang dapat saya ambil adalah JANGAN BEKERJA DENGAN ORANG LAIN. MAKAN HATI. Hal ini semakin memantapkan saya untuk berwira usaha. Hehe.. Dan saya merasakan bagaimana menjadi buruh kelas bawah. Saya harus belajar bagaimana menjadi atasan yang baik, jika saya kelak mendapat amanah dalam pekerjaan saya.


Berbekal modal kenekatan (alias tanpa diketahui ayah saya), dan bertekad untuk membiayai perkuliahan sendiri..


Selamat Datang Dunia Baru..

ILMU KOMUNIKASI - UNIVERSITAS ISLAM 45 , BEKASI






Tes tes pakai almamater, cocok enggak yaa... hehehehe =D



Ternyata dunia perkuliahan itu sangat menyenangkan! Apalagi saya belajar di bidang sosial. Kita selalu berdiskusi hal yang fundamental, namun menyenangkan! Belajar politik, komunikasi, kewarganegaraan dan pancasila, bahasa Indonesia. Semua ini membuat saya semakin mencintai Indonesia, walaupun saya dididik kritis terhadap apa yang terjadi di negara ini.

Dosen-dosen selalu mengantarkan kita berdiskusi yang pada akhirnya membuka wawasan dan pola pikir saya mengenai suatu hal. Kawan-kawan, tak lelah berdiskusi dan berbagi ilmu apapun. Mempelajari tentang independensi mahasiswa. Oh, damn it! Seriously fun.

Saya sedang jatuh cinta dengan apa yang saya jalani. Saya ingin mempelajari semua hal yang saya lihat, saya dengar dan saya rasakan. Saya tak ingin memihak pada suatu organisasi, partai, badan mahasiswa, atau apapun. Saya sedang menikmati menjadi pengamat kehidupan untuk bahan pemikiran.

Terima kasih Ya Rabb.. hamba diberikan kesempatan belajar lebih banyak, dan lebih banyak lagi. Alhamdulillah =)

2 komentar :

  1. Senyum Lebarrrr :););););););););););)

    Selamat Menempuh Hidup Baru ;))

    BalasHapus
  2. loohhh menempuh hidup baru????
    hahaha

    BalasHapus