Selasa, 01 Mei 2012

Antara Zurich dan Sydney

Standard
Dear, my blog...

Sombong sekali saya sama kamu yah! Hehehe... Dunia yang sungguh hectic ini (mungkin saya sendiri yang membuatnya hectic) membuat saya lupa menulis lagi dan lagi. Padahal banyak loh, yang mau saya ceritakan tapi terkadang kemalasan melanda. Huf!

FYI, saya sedang berusaha stop menjadi seorang DEADLINER lagi. Setelah saya ditampar dengan twit #IFLShare tentang manajemen waktu. I'm trying. Wish me success!

Kemarin (30/4) saya bertemu dengan seorang manusia berhati bidadari bernama Ipah Septi Rianti. Ia adalah mahasiswi kedokteran UII Yogyakarta. Saya biasa memanggilnya Mba Bola. Setahun saya mengenalnya, baru kemarin saya bisa bercerita banyak dan bertukar pikiran dengannya.

"Mba, gimana kemarin perjalanan ke Geneva-nya?"

Itulah pertanyaan yang pertama kali terucap dari bibirku ketika duduk dan bertemu Mba Bola. Yup, dia baru saja pulang mengikuti konferensi kesehatan tingkat internasional, Geneva Health Forum, di Swiss. Ternyata lebih dari yang saya bayangkan, pengalaman Mba Bola pergi ke sana sungguh amazing.

"Kamu mau pergi ke suatu tempat enggak, Wid?"

"Mau, Mba! Aku mau ke Sydney" Saya sangat bersemangat kalau mendengar dan mengucap kata-kata Sydney.

Sydney sendiri adalah ambisi saya. Tanah impian dimana saya ingin belajar disana, walaupun hanya seminggu, sebulan atau setahun. Saya ingin duduk, belajar, dan berdiskusi dengan mahasiswa dari seluruh belahan dunia di University of Sydney. Kemudian saya akan mendaki Sydney Harbour Brigde, dan makan malam serta menonton pertunjukan di gedung Opera.

"Kamu inget bio Twitter aku? Zurich, I'm coming.." aku mengangguk cepat.

"... Alloh memberikan aku jalan begitu cepat sampai ke sana. Padahal aku baru menargetkan ke Swiss mungkin dua tiga tahun ke depan. Namun, Alloh mempermudahnya. Selalu ada jalan.." sambungnya. Zurich baginya adalah Sydney bagiku. Kami berdua begitu bersemangat berbagi cerita dan apa saja yang sudah kami lakukan untuk kesana, walaupun saat ini saya masih berusaha untuk ke Sydney.

"Kamu mau ke Sydney? Kamu pasti bisa, Wid! Aku yakin kamu pasti bisa"

Mba Bola di Swiss


Ucapan Mba Bola masih terngiang-ngiang di telingaku, bergema kencang, mengalir menuju pembuluh darah dari jantung dan berputar di otak.

Sydney, tunggu aku...

0 komentar:

Posting Komentar