Kamis, 31 Mei 2012

Dear pumps, I'm back!

Standard

Hello, I'm Widy, 21, and I'm back.

Hampir selama 2 tahun ini saya tidak pernah "senang-senang". Keadaan ekonomi yang harus membuat saya super berhemat demi biaya kuliah dan uang jajan. No shoes, no shopping, no bags, no hangout, no girl stuff. That's terrible. Fiew, masa yang berat namun saya menikmatinya :)


No Shoes, Bag, Make up, Accessories, etc............. *muka sedih*

Rabu (31/5) kemarin menjadi hari yang sangaaaaattt super menyenangkan untuk saya. Pulang kuliah cepat jam satu siang, Ijul (Yuliyanti), sahabat SMA saya datang ke kampus untuk lunch bersama. Semasa sekolah dulu saya, Tassya, Ijul, dan Vina punya tempat makan favorite. Kebetulan salah satu cabang resto steak and ribs ini tidak jauh dari kampus. Kami berdua makan di resto tersebut dengan sangat heboh karena tak henti-hentinya berbincang dan bercerita. Kalau kata Forrest Gump, saya dan Ijul bagaikan buncis dan wortel. Saya buncis, Ijul wortel (sesuai perawakan) ahahahahaa....

Setelah perut terisi penuh dengan chicken cheese (menu kesukaan kami), kami melanjutkan perjalanan ke Mega Hypermall Bekasi a.k.a Giant. Saya meminta Ijul menemani untuk mencari kemeja yang pas. Bukan kemeja untuk saya, tetapi pesanan kekasih saya, Putra, yang sedang bekerja selama 1 bulan ini di Bandung.

"Be.. yang ini gimana?"
"Hem.. gak enggak. Yang pink aja" sahut Ijul.

Ijul memang mempunyai selera yang unik dalam berbelanja. Dia bilang, "Gue gak suka Pink". She always tells for thousand times. But the fact, every stuff she wears and she have are pink (even fuchsia pink. Lol).

"Katanya gak suka pink??" celetukku.
"Well, they look good on me".

Pintar banget kan, ngelesnya si Ijul itu!!

Sore itu sebenarnya aku ada janji kerja freelancer, dan aku pending semua pekerjaan itu untuk menghabiskan waktu seharian bersama Ijul. Langkah kami mantap menuju bioskop dan membeli tiket Bel Ami. Kami berdua memang menyukai film drama romantis atau komedi romantis. 100% perempuan. 

Widy & Ijul came to see Bel Ami

Sepanjang belanja kami tak henti-hentinya berbincang dan tertawa. Damn, that's seriously fun!Sampai kami terpaku pada satu toko sepatu dan seperti wanita normal lainnya mata kami mulai menelanjangi satu persatu sepatu tersebut dan mencoba mengenakannya pada kaki kami (walaupun akhirnya tidak membeli).

"Okay, kapan kita beli sepatu disini?" tanya Ijul.

Hem.. baiklah! Ijul memang racun belanja paling mematikan sedunia. Saya melihat kocek, sepertinya tidak cukup karena uangnya sudah habis untuk makan, beli kemeja dan nonton bioskop. Keadaan ekonomi saya memang belum 100% pulih, namun sepertinya saya akan kembali menjadi wanita.

Sebentar lagi. Pokoknya tidak lama. Just wait :)

0 komentar:

Posting Komentar