Sabtu, 08 Desember 2012

"Gue Cekal Lo, Wid!"

Standard
Happy weekend, everyone :)

Minggu ini begitu seru, sampai-sampai saya hampir lupa posting cerita serunya. Tapi gak banyak-banyak. Satu aja, ya! Hehehehe..

Rabu (5/12) lalu saya ditunjuk menjadi MC di acara kampus. Seperti biasa, baru diminta jadi MC sehari sebelum acara. Hehehe... Semenjak berkecimpung di dunia per-MC-an, saya jadi terbiasa dikagetin jadi MC. Awalnya sebel sih, kita kan butuh persiapan sebelum tampil (ah.. sepik!).

Sehari sebelum ngemsi biasanya saya jaga stamina, jaga makanan, jangan sampai suara serak atau badan gak fit. Tapi kali ini saya cukup bandel. Keluyuran meeting sampai jam 9 malam di mall seberang kampus. Kondisi badan pun agak sedikit flu. Makanan tetap dijaga sih, dijaga dengan makan apa aja gak dipantang.

Beruntungnya saya, flu justru malah lebih baik di pagi harinya. Suara pun oke-oke aja meski gak begitu bagus. Bismillahirrahmanirrahim.... Saya sudah stand by pukul 7 Rabu pagi di kampus. Persiapan, pengarahan dari panitia, dan check sound.

Acara dimulai pukul 9 pagi dan alhamdulillah hadirinnya ramai. Saya membawakan acara "Deklarasi Pancasila, Menuju Indonesia Sehat dan Bermartabat" dengan baik. Acara berlangsung sampai sekitar pukul 11 di Masjid Al-Fatah UNISMA. Dalam acara tersebut rektor Unisma, Ir. Dr. Nandang Najmulmunir, M.S., memberikan 'wasiat' terakhir untuk mahasiswanya sebelum beliau lengser dari jabatannya bulan ini. Jadi, acara ini kayak farewell party gitu lah. Beliau memberikan paradigma kepada mahasiswa bahwa membela dan mencintai negara adalah sebagian dari iman, tidak seperti yang dikemukakan beberapa aliran yang tidak menekankan cinta negara atau tanah air.

Pak Rektor sedang berwasiat kepada mahasiswanya (foto : Humas Unisma)

Pak Rektor menyematkan lambang garuda kepada ketua senat, HMJ, dan UKM (foto : Humas Unisma)


Saya saat ngemsi di Deklarasi Pancasila (foto : Adi Awaludin Hilmi)

Eniwei, berhubung ini pengalaman pertama saya ngemsi  di masjid, ada aja cerita lucunya. Wekkss...

Jadi begini,
Ketika menunggu acara dimulai, saya membuat sesi berpendapat untuk hadirin tentang fenomena Pancasila dan generasi muda saat ini. Gak sadar, di akhir sesi saya bilang :

"Tepuk tangan untuk generasi muda Indonesia", dan hadirin pun tepuk tangan.

Jessi yang sedang jadi wartawan kampus (soalnya jadi wartawan pas ada tugas doang) dan hadir di acara itu melihat aksi bodor saya.

"Ngahahahaha.. Si Widy, udah tau acaranya di masjid malah suruh orang-orang tepuk tangan. Kalau gue jadi KPI (Komisi Penyiaran Indonesia),  
gue cekal lo, Wid!"

(*_*)

0 komentar:

Posting Komentar