Jumat, 14 Desember 2012

Kenapa Harus Takut Miskin?

Standard
Alloh memang Maha baik, Maha kaya. Berkali-kali saya digiring ke dalam skenario-Nya yang menakjubkan. Kalau beberapa waktu lalu saya dibawa ke Semarang dengan ajaib, kali ini saya sukses terbawa ke Konvensi Nasional Humas Indonesia (KNHI) 2012.

Awal mendengar berita KNHI saya semangat sekali. Saat itu masih pertengahan bulan November, dan saya bokek abeeess, walaupun masih tetap bahagia menjalani hidup. Hehehe... Suatu malam saya menulis di akun Twitter milik saya, @widydarma :

"Ya Alloh, bawa saya ke Konvensi Humas bulan Desember nanti"

Agak lucu sih, berdo'a di Twitter. Hehehe.. Tapi sungguh itu keinginan dari hati paling dalam. Saya pun mencari beberapa pekerjaan freelance di luar jam kuliah. Mulai dari surveyor alias enumurator riset, sampai data entry. Parahnya, uang surveyor saya gunakan untuk membeli beberapa referensi kuliah dan biaya bolak balik ikut kegiatan di luar kampus. Uang hasil data entry pun tak kunjung datang padahal sudah dijanjikan akhir November.

Saya tetap keukeuh mendaftar walaupun harap-harap cemas bagaimana cara membayar uang konvensinya sebesar 300 ribu rupiah. Entah kenapa setiap mau berangkat conference, keajaiban seringkali terjadi. Kali ini kampus akan membiayai 50% KNHI untuk lima mahasiswa. Saya pun mendaftar ke tata usaha. Awalnya, sempat ditolak beberapa dosen dengan alasan saya sudah beberapa kali ikut acara seperti ini. "Beri kesempatan untuk yang lain, Widya..", ujar Bu Siti, dosen Brand Management saya semester ini.

"Ibu, plis bu plis.... Saya ingin sekali ke konvensi ini. Saya belum pernah bertemu banyak praktisi PR yang real. Saya ingin belajar how they look, how they talk..". Akhirnya rayuan saya pun berhasil, saya diperbolehkan mendaftar. YAAYYY!!!!

Belum punya uang conference bukan berarti saya menyerah. Saya tetap percaya diri mendaftar dan menyiapkan beberapa rudal modus untuk dosen, pacar, dan orang-orang sekitar. Tapi, sebisa mungkin sih bisa dapat uang sendiri. Jadi, menyimpan kepercayaan orang-orang untuk conference berikutnya yang (mungkin) biayanya lebih besar. Hahahaha...

H-5 KNHI akhirnya saya mendapat kabar baik. BEASISWA BAZMA PERTAMINA saya TEMBUS. Pulang kuliah saya mantap ke Gambir untuk mengambil beasiswanya. Rasanya mau nangis gitu lihat kertas cek, gak sabar mau ambil uangnya dan bayar konvensi. Alhamdulillah... dapat juga uangnya. Hehehe...

Sebagian uang beasiswa saya bayarkan konvensi, sebagian ditabung, sebagian jajan buku. Tanpa diduga juga, ketika mau berangkat konvensi, uang bayaran data entry datang juga. Subhanalloh... Rasanya kinyis-kinyis hati ini. Padahal awalnya saya sudah ikhlaskan jika pekerjaan itu tidak dibayar, insya Alloh akan dibayar dengan cara yang lain (seperti kesehatan, keselamatan, dll).

Alhamdulillah, Desember yang penuh berkah. Saya bisa berangkat ke KNHI dan punya uang saku yang cukup hingga saat ini. Bahkan kerjaan freelance baru pun menanti. Saya akan membantu proses quick count pemilu kepala daerah Kota Bekasi akhir pekan nanti.

Pose dengan delegasi kampus di KNHI 2012

Memang seharusnya kita tak pernah khawatir takut miskin. Alloh telah menyimpan seluruh rezeki terbaik untuk kita, dan akan diturunkan-Nya pada waktu yang tepat. Rezeki pun tak selalu berbentuk uang, bisa saja kesehatan, bisa saja kita tidak jadi kecelakaan, bisa saja kita mendapat teman baru, relasi baru, dll. Semoga Alloh senantiasa menjaga kita agar menjadi pribadi yang penuh syukur dan tak henti berprasangka baik kepada-Nya.

Have a nice day, people...

3 komentar:

  1. subhanallah kak :) tagline "rezeki bukan hanya berupa uang, tapi kesehatan dan keselamatn "

    BalasHapus
  2. iya, itu sesungguhnya rezeki Alloh dek.. dengan kesehatan, kita bisa menuntut ilmu, beraktivitas, mencari nafkah, dll.

    keselamatan pun rezeki juga. bayangkan berapa uang yang harus kita keluarkan untuk biaya rumah sakit, terapi, kerugian materi (kendaraan), dll., ketika kecelakaan..

    yuk, bersyukur utk semua pemberian Alloh :)

    BalasHapus
  3. MasyaALLAH....MantaaaPKS...!!!

    BalasHapus