Kamis, 10 September 2015

Arung Belitung, Tanah Laskar Pelangi

Standard
Seperti janji saya di postingan sebelumnya, kali ini saya akan berbagi cerita tentang jalan-jalan ke Belitung. Kali ini saya jalan-jalan dalam rangka department gathering branders Nutrifood. Alhamdulillah sejak 7 bulan lalu bergabung di Nutrifood sudah ikutan dua kali gathering. Pertama, gathering perusahaan ke Taman Safari Puncak, dan kedua gathering branders ke Belitung.


Branders Cuss...

Para branders berangkat dari CGK jam 11.30 menuju Tanjung Pandan. Pesawan on time, sampai sana pun on time. Alhamdulillah gak terkendala cuaca walaupun katanya Riau sedang berasap. Sampai di sana kami langsung dijemput oleh Aling Tour, jasa tur yang akan menemani kami selama 3 hari berikutnya.

Kesan pertama mendarat di Belitung adalah PANAS.

BR&ERS Nutrifood
Dokumentasi : @mbrian87

Plis gez, ini panasnya serius lho! Panas. Lebih panas dari Jakarta. Tapi karena alamnya bagus, jadi kami tetap menikmatinya hehehe :D


Tanah Laskar Pelangi

Salah satu hal yang membuat Belitung menjadi dikenal namanya adalah karena novel karya Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi. Novel tersebut menceritakan kehidupan Andrea Hirata semasa kecil di Gantong, Belitung Timur.

Saya beruntung bisa berkunjung ke Gantong saat liburan kemarin. Dari bandara ke Gantong perjalanannya sekitar 1,5 jam. Dekat?

Duh, jangan dibayangkan dekat! 1,5 jam di Belitung itu jauh banget. Jauuuuhhhhh banget. Soalnya jalanan di Belitung mulus abis dan sepi. Saya kalau bawa motor di sana bakal kebut-kebutan deh. Hehehe... Di sana jarang sekali lampu merah. Selama di Belitung saya hanya berjumpa dengan 3 lampu merah. Sudah, selain itu gak ada lampu merah termasuk di tikungan. Jadi harus hati-hati yang bawa kendaraan ya.

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah SD Muhammadiyah Gantong, tempat sekolahnya Laskar Pelangi. Ini bukan sekolah asli, melainkan hanya replika kedua. Replika pertama yang digunakan untuk keperluan syuting sudah dirubuhkan. Sekarang dipindahkan ke lokasi yang lebih 'ramah wisata' dan dibangun replika kedua.

Berfoto di SD Laskar Pelangi
Dokumentasi : Pribadi

Setelah dari SD Laskar Pelangi, saya menuju Museum Kata Andrea Hirata. Museum sastra pertama di Indonesia. Isinya lucu-lucu sih, bagus buat foto, banyak kalimat inspiratif. Kebetulan sekali kami bisa bertemu dengan Andrea Hirata-nya, karena sedang ada acara di sana.

Bertemu Andrea Hirata
Dokumentasi : Pribadi

Tempat ketiga yang kami kunjungi adalah rumah Pak Ahok. Yaps, Pak Ahok memang asli putra Belitung Timur. Di sini semuanya serba Ahok. Baju Ahok, es krim Ahok, madu Ahok, gantungan kunci Ahok, semuanya deh. Saya makan es krim doang di sana. Hehehe...



Mari Arungi Belitung!

Hari kedua pun tiba, ini hari yang paling seru. Kami akan mengarungi lima pulau di Belitung. Woho!

Kami memulai perjalanan jam 8 pagi dari hotel Max One di Tanjung Pandan. Lalu berangkat ke Pantai Tanjung Kelayang untuk naik kapal ke pulau. Mataharinya? Jangan ditanyaaaaa..... Sudah bersinar dengan ceria. Silawwww... Panassshhhhh.

Menuju Pulau
Dokumentasi : @elvirapc

Tips kalau mau ke pantai-pantai di Belitung, siapkan sun block yang waterproof ya supaya gak belang. Tangan saya pakai sunblock waterproof, kakinya enggak. Jadi tangannya gak terlalu belang, kakinya... Belang banget.

Total pulau yang kita arungi ada lima pulau. Masing-masing berdekatan sih, jadi gak capek. Karakter pantai di Belitung semuanya hampir sama, pasirnya putih dan banyak batu besar-besar. Susah buat ngebedain dan ngafalin nama-nama pantainya. Soalnya hampir sama semua.

Para branders diajak snorkeling di dekat Pulau Lengkuas. Saya lupa banget bawa sarung ponsel anti air, jadi gak bisa videoin ikan-ikannya. Air lautnya jernih, apalagi kena sinar matahari jadi sparkling. Uwooo.... Ikan-ikannya ramah, gampang dideketin pakai biskuit crackers, tapi gak mau dipegang. Seneng rasanya dikerubutin ikan hias. Hihihi....

Branders makan siang di Pulau Mabuk Kepayang. Gak kayak pulau lain yang pwanashnya bukan main, pulau kepayang ini super teduh. Pohonnya tinggi-tinggi. Di tengah pulau ada restoran kecil gitu kayak pondokan. Walaupun bukan restoran seafood terkenal, makanannya enak-enak.

Pulau Kepayang yang teduh
Dokumentasi : Pribadi
Habis makan siang lanjut foto-foto lagi ke Pulau Batu Berlayar dan ke pulau apa ya saya lupa namanya yang dijadikan tempat syuting Laskar Pelangi sebagai Pulau Lanun. Itu lho, pulau keramat yang dikunjungi Mahar untuk mendapatkan mantera. Katanya pulau Lanun itu beneran ada di Belitung, tapi tentunya berbahaya kalau ke sana.

Oh iya, di Pulau Batu Berlayar kita foto-foto sama bulu babi. Itu lho, hewan yang katanya kalau bulunya menancap ke kulit susah lepas. Hiii.... Iya beneran begitu ternyata. Tetapi kemarin branders diajarin cara pegang bulu babi. Setelah diajarin cara pegangnya, Koh Heru (tourguide kami) membawa pisau dan dipotong-potong lah itu bulu babi. Kita diperbolehkan icip bulu babi. Saya memberanikan diri icip, dan kayaknya setelah ini saya gak mau makan bulu babi lagi. Bhay!

Our Head of Division with big star fish
Dokumentasi : Pribadi

Makan Bulu Babi
Dokumentasi : Pribadi

Bulu Babi yang dipotong
Dokumentasi : Pribadi

Belajar pegang bulu babi biar gak tertusuk
Dokumentasi : Pribadi

Di Pulau Lanun ala ala itu kita trekking untuk lihat gua. Jangan ditanya, saya anaknya cemen banget kalau trekking, apalagi kemarin gak pakai sepatu cuma sendal jepit. Setelah mengarungi hutan, akar-akar, batu gede-gede, akhirnya sampai di mulut gua dan.... pemandangannya bagus banget.

I hate trekking, but....

The cave was so beautiful inside :*
Dokumentasi : Pribadi

Oh iya, kita juga ke pantai Tanjung Tinggi, yang jadi tempat syuting Laskar Pelangi untuk adegan anak-anak lari di antara batu. Emm... yang ini pantai paling gak bagus malah menurut saya (diantara pantai lainnya yang saya kunjungi di Belitung). Entah karena sudah banyak pedagang yang jualan atau sudah terlalu ramai. Jadi saya gak menikmati.


Belitung Gemuk

Slogan brander berlibur ke Belitung selain #ArungBelitung adalah #BelitungGemuk. Gimana gak gemuk, di Belitung makanannya enak-enak parah.

Dari awal mendarat di Belitung, kita langsung makan siang seafood. Makan malam, seafood lagi. Pokoknya makan seafood terus kecuali saat sarapan di hotel. Seafood-nya enak-enak, masaknya juga enak-enak. Yang paling recommended itu pas makan di Pulau Kepayang dan restoran Dynasti. Wah, pokoknya wajib coba deh!


EAT THEM!!!!!
Dokumentasi : Pribadi

Bukan ke Belitung namanya kalau kita gak ngopi di sana. Padahal saya gak ngopi deh, hahahaha...

Setiap malam setelah berwisata, branders selalu mampir ke warung kopi. Malam pertama ngopi di Manggar, malam kedua di Kopi Ake. Katanya kopi Belitung enak-enak. Saya gak tahu sih, bedanya kopi Belitung sama kopi mana-mana. Tapi yang jelas saya menikmati ngobrol bareng sambil bercanda sampai ngantuk.

Hari ketiga kita kulineran lagi. Habis sarapan di hotel, kita makan Mie Atep, lanjut Mie Achoy (tapi saya gak makan karena gak halal), lanjut makan siang di restoran Timpo Duluk. Perutnya gak dikasih istirahat sampai akhirnya kita pulang lagi ke Jakarta jam 14.00.

Oh iya, sebelum pulang kita mampir dulu 15 menit ke Danau Kaolin. Bagus banget, kayak ice land ala-ala.

Danau Kaolin, iceland ala-ala
Dokumentasi : Pribadi



Lebih Bagus daripada Bali

Aseliiii.... Kalau mau dibandingkan dengan Bali, Belitung jauh lebih bagus menurut saya. Alamnya masih alami. Gak henti-henti memuji Alloh saat lihat keindahan alamnya.

As I said before, makannya enak. Saya selalu gak sabar menunggu waktu makan dan gak pernah bosan makan seafood di sana.

Hotelnya? Branders menginap di Max One Hotel, Tanjung Pandan. Hotelnya masih baru, jadi overall oke dari segi fasilitas, sarapan, lokasi, de el el.

FYI ini tourguide-nya oke banget juga. Koh Heru sigap ngatur kita-kita biar bisa menikmati tempat wisata yang masih sepi, gak bentrokan sama rombongan tur lain. Jadi branders bisa foto dengan leluasa.

Terima kasih yang luar biasa buat panitia gathering, Kak Anavaliza, Kak Michael Brian, Dhea, dan Kak Fendy. Asik banget gatheringnya. FYI kemarin total biaya seluruhnya (tiket, hotel, tour, makan) sekitar 2,8jt (disubsidi kantor tentunya) ahahaha....

Terima kasih juga ALING TOUR, dan terima kasih Nutrifood, my second home :*


20 komentar:

  1. Balasan
    1. Ayooo ke sana mbaaakkk, gak nyesel :D *kompor

      Hapus
  2. Ah, enaknya free hahaha..mauuuu ke Belitung hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak free sih, tapi alhamdulillah disubsidi kantor. Tapi dari segi harga walaupun segitu 'worth it' sama kualitas liburannya, kualitas makanannya, kualitas hotelnya. Jadi gak nyesel :)

      Hapus
  3. Ahhhh indah banget mba. Sukses mupeng banget neh.

    Seru banget ya.

    BalasHapus
  4. Waaah baguuss yaa.. jd pingin ke sana. Btw, mie atep ga halal ya? Beberapa kawan yg sudah kesana selalu makan disitu.. enak kataY

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau Mie Atep halal, karena mie seafood. Yang gak halal Mie Achoy (Yamien Choy). Mie Atep emang enak banget kok mba, porsinya pas gak kebanyakan gak kedikitan (menurut saya) hehehe

      Hapus
    2. Oiya fyi kalau ke Belitung jangan lupa tanya-tanya juga kehalalannya karena di sana banyak makanan chinese. Hehehe...

      Hapus
  5. iya bagus2 ya.. duh bikin mupeng banget ini mah :'))

    BalasHapus
  6. Yang gini-gini gak ngajak adeknya? Hih cukup tauuuuuk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perasaan yang lebih sering ngabur tau-tau lagi dimana itu kamu deh -_-"

      Hapus
  7. Danau Kaolin nya bagus banget, pengen ke sana -___-

    BalasHapus
  8. Aaah belitung, jadi pengen kesana. Udah ada Maxone juga ya disana? Jauh ga dari lokasi wisata & pantai2nyq?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyah, baru ada maxone di sana. kalau di belitung sebenarnya antar lokasi wisata jauh-jauh (apalagi ke Gantong, jauh banget). Tapi bersyukurnya di sana gak ada macet sama sekali. Jadi perjalanan selalu on time (y)

      Hapus
  9. Wih keren banget, jadi pengen kesana!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan lupa bawa bebek-bebekan yah brooo wat renang

      Hapus
  10. aku ama kantor jg baru balik dr belitung.. dan jujur aja, sbg anak pecinta gunung, aku ga bisa menikmati belitung yg panas ;p... cm makanannya aja yg mantep! ^o^ Pantai dan cuaca jgn tanya deh... bikin keliyengan ;p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, aseli panas banget di sana. As I said, lebih panas (dan silawww) dari Jakarta. Cocok buat yang mau tanning, karena udah hampir sebulan aku dari Belitung belangnya masih bersisa nih haahahahaha

      Hapus