Sabtu, 06 September 2014

Makna 'Jangan Cintai Aku Apa Adanya'

Kau terima semua kurangku..
Kau tak pernah marah bila ku salah..
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku yang tidak jarang payah..

Jangan cintai aku apa adanya, jangan..
Tuntutlah sesuatu agar kita jalan ke depan..


Lirik di atas adalah sepenggal lagu kesukaan saya dari Tulus, Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Seperti biasa, Tulus selalu punya sisi penulisan lagu yang menarik menurut saya, termasuk juga dengan lagu ini. Awal mendengar lagu ini saya sempat berpikir dan terus mengolah kata-kata dalam lagu tersebut hingga saya menemukan makna yang bagus sekali (gak cuma bagus sih, tapi juga memiliki kisah yang sama dengan hidup saya hehehe).

Dari dulu sampai sekarang, orang selalu bilang menerima cinta dengan apa adanya. Ya, itu benar juga sih... Menerima kekurangan dari pasangannya. Itu juga perlu. Terkadang cara pikir kita berbeda, budaya keluarga bisa saja berbeda, kebiasaan juga berbeda. Walaupun sebenernya tidak buruk namun belum tentu pasangan bisa menerima perilaku kita bukan?

Bersama dengan orang asing untuk suatu komitmen bukan perkara mudah. Butuh adaptasi yang bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun. Terlalu banyak mengkritik pasangan juga tidak baik, tapi selalu 'membenarkan' pasangan dengan segudang kebiasaan atau perilaku yang membuat kita tidak nyaman juga gak baik. 

Yah, terkadang ada sih orang yang saking cintanya semua dibilang benar, semua dianggap setuju. Padahal kita juga punya hak berpendapat kan, di negara aja punya, masa di hadapan pasangan enggak punya? Hehehe....

Nah, esensi yang didapat dari lagu Tulus di atas adalah seakan-akan berkata :

"Please, bilang sama aku apa yang harus aku lakukan untuk jadi lebih baik.."

atau "kritiklah aku, gak papa kok...."

Ini disampaikan oleh pasangan yang ingin beradaptasi dengan baik atau memperbaiki diri. Harus dihargai? Jelas, dong... Siapa sih, yang gak ingin memberikan hal terbaik untuk pasangannya?


Saya sendiri juga gak luput dari kritik pasangan, apalagi jika jilbab yang saya gunakan pendek (tidak menutupi dada), terlalu sibuk sampai lupa istirahat, atau malas berolahraga. Hehehe... Saya juga terkadang minta dikritik tentang rasa masakan saya. Saya tetap merasa nyaman dan dicintai, karena saya tahu kami semua ingin berbuat dan memberikan suatu kebaikan bagi satu sama lain :)

Happy weekend, people..

10 komentar :

  1. Mencintai itu bukan berarti tak mau menerima kekurangan... Justru dengan kekurangan itu kita bisa lebih mencintai...sekedar mengkritik yang sifatnya membangun tak ada salahnya... Hanya saja kadangkala kita sendiri emoh dikritik oleh pasangan karena menganggap si dia terlalu cerewet dan kepo... Padahal maksudnya bukan demikian ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaps mak, kritik membangun tetap dibutuhkan dalam suatu hubungan :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Iya... lagu-lagu Tulus memang punya makna bagus dan sudut pandang unik :) one of my fave singer & song writer...

      Hapus
  3. Balasan
    1. haii ifaan... iyah, nuhun yah sudah mampir ke blog :)

      Hapus
  4. Jiiiah... pantesa,,,, saya di kirim lagu tulus,,,,, terus di suruh dengerin ,,,, 1 hari kurang paham, ternyata artiny
    esensi yang didapat dari lagu Tulus di atas adalah seakan-akan berkata :

    "Please, bilang sama aku apa yang harus aku lakukan untuk jadi lebih baik.."

    atau "kritiklah aku, gak papa kok...."

    ,, hatur nuhun teh.... maklum,,,, saya org nya,, cuek, tapi penuh perhatian :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waahh romantis juga nih pasangannya kirim lagu tulus :) sama2 yaa...

      Hapus