Uang kembalian. Kecil, tapi penting. Menurut saya, walau hanya 100 atau 200 perak, bisa menguji kejujuran seseorang, bahkan integritasnya dalam melakukan pekerjaan jual-beli.
 |
| Receh, oh receh... |
Saya tipikal orang yang detil memperhatikan uang kembalian ini. Dulu saya kerap mengabaikan uang receh logaman, tapi semua berubah sejak saya berjualan
snack di kampus dan mengerti betapa berharganya uang logaman itu. Satu
snack biasanya hanya dapat untung 100 rupiah, paling besar 300 rupiah bahkan ada yang cuma ambil untung 50 rupiah. Untung sehari saya bisa menjual lebih dari seratus bungkus
snack di kampus, jadi masih bisa buat jajan atau beli bensin. Hehehe....
Saya juga punya kebiasaan mengumpulkan uang receh di celengan. Kalau malam saya bongkar-bongkar tas dan menemukan uang logam, saya langsung masukkan celengan. Lumayan deh, kalau sudah hampir penuh, ditukar bisa sampai 20 atau 30 ribu. Bisa
creambath atau
facial kan? Hahaha... Biasanya minimarket mau menerima uang receh tukaran.
Sebel sih, kadang kebiasaan saya detil sama logaman itu malah bikin saya dikatain pelit lah, perhitungan banget lah.. Kesannya saya jahat gitu, hiks... Mungkin teman-teman ada juga kah yang mendapat prasangka buruk seperti saya?
Balik lagi ke uang receh, tadi siang teman Facebook saya, Dasrizal, pasang status seperti ini :
 |
| Status Dasrizal (21/9) pagi |
... dan malamnya barusan saya ngalamin kejadian ini.
Sebenarnya bukan sekali dua kali sih, begini. Sering banget banget banget malah. Awalnya saya iya-iya aja karena melihat di depan minimarket ada poster Unicef atau PMI atau peduli bencana. Tapi kok lama-lama begitu terus ya? Jadi minta disumbangin terus.
Apa ini modus selanjutnya setelah kembalian permen hilang?
Berhubung tadi saya sedang lapar
jadinya galak, alhasil petugas minimarket-nya malah saya kepoin. Saya belanja 18.700 tapi kembaliannya hanya seribu.
"Mba, yang 300-nya boleh disumbangin?"
"Emang kenapa Mas? Dari kemarin disumbangin mulu"
"Ini, Mba.. Kagak ada kembaliannya"
"Oh, gitu... Yaudah, kalau gak ada. Tapi kok dari kemarin kagak ada kembaliannya mulu"
Emm... Kesel? Iya, sih...
Tapi mendingan deh, petugasnya jujur kalau ternyata uang kembaliannya gak ada. Eh, tapi berarti sebelumnya saya dibohongin ya yang minta uangnya disumbangin itu? Huuuahahahahaseum.
baru sadar
Kalaupun saya kesal atau marah, bukan sama petugas minimarketnya, melainkan ke manajemennya. Bagaimana sih, masa uang receh tidak difasilitasi. Itu kan, hak konsumen. Kasihan kan, kalau karyawannya yang justru dicurigai atau diomelin konsumen terus. Hemm...
Setahun lalu, waktu sebuah mall paling wawawaw di Bekasi
itu loh di kawasan yang ada segitiga gedenya baru buka, saya juga sampai mention dan DM-DMan sama manajemen mallnya. Dua kali saya ke mall tersebut, kembaliannya gak ada terus. Wah, masa kembalian gopek seribu gak ada.. Akhirnya saya minta ke manajemennya untuk sediakan uang kembalian yang banyak ke karyawannya. Senangnya mereka mendengar keluhan saya, sekarang parkirannya gak nyebelin lagi.
Oh, iya... Satu lagi yang bikin saya bete karena kembalian recehnya gak ada. Celengan saya jadi lama penuhnya tuh! Huaaahhhh!!!! Hahaha....
Kalau teman-teman gimana? Ada yang punya pengalaman begini juga kah?