Selasa, 22 Desember 2015

Ibu, Tidak Hanya Sekedar Ibu

Standard
Holaaa.... Udah lima abad gak posting karena banyak kesibukan menjelang proyek awal tahun ya you know lah yang gak tahu nanti juga tahu kok apasih.  Berhubung hari ini hari ibu, maka mari kita buat tulisan hari Ibu ala-ala yang gak berat-berat banget dan gak bikin mewek hati, karena sejatinya hari ini kita tidak hanya memeringati Hari Ibu, tetapi Hari Perempuan Indonesia. (Baca : Selama Ini Kita Salah Memaknai Hari Ibu).




Ibu

Kebetulan saya juga memanggil Ibunda saya dengan sebutan Ibu. Entahlah saya yang hobi nulis dan bisa ngetik kata-kata romatis, seketika jadi gak bisa romantis kalau mengutarakan perasaan tentang Ibu. Yang jelas, ibu saya udah dabest oke segala-galanya deh. Kalau mau tahu sedikit kisah tentang ibu saya, silakan baca di sini ya :D

Ibu, yang selalu senang dibawakan makanan saat saya pulang kerja
Ibu, yang gak suka diajak makan ke mall sukanya ke kaki lima
Ibu, yang gak pernah lupa sama hadiah piring dari sabun detergen
Ibu, yang selalu gagal masak pudding vla tapi gak pernah gagal masak daging giling kesukaan saya
Ibu, yang senang lihat serial Ashoka di ANTV
Ibu, yang gak suka makanan western katanya aneh enakan bebek goreng

Diantara semua keunikan Ibu, saya juga belajar banyak dari ibu bahwa perempuan gak cuma pasrah menerima kodratnya mengurus anak dan rumah. Ibunda saya seorang guru yang mengajar sejak tahun 90-an awal. Udah senior? Ofkors. 

Pertengahan 2015, Ibu membuat keputusan untuk resign dari sekolah tempatnya mengajar selama 15 tahun terakhir ini. Saya sempat ragu dengan keputusan Ibu untuk mengundurkan diri, padahal ia sudah menjabat sebagai Wakepsek bidang kurikulum dan mendapat tunjangan sertifikasi di sana.

Ibu memutuskan untuk 'pensiun' di usianya yang ke-50. Terlihat sepertinya Ibu capek mengajar. Ibu pun akhirnya pulang kampung ke Puerto Rico alias Purwokerto untuk beberapa waktu.

Ternyata Ibu gak betah juga pensiun lama-lama. Sudah terbiasa aktif mengajar, lalu istirahat katanya aneh. Akhirnya ibu mendapat tawaran dari sahabat lamanya untuk kembali mengajar di Bekasi. Tawaran itu diterimanya, dan akhirnya beliau mengajar lagi deh sampai detik ini!

Hahahahaha

Tawaran sebagai guru honorer biasa, tanpa jabatan, dan dengan jadwal mengajar yang agak senggang (tidak full seharian) pun diterimanya. Tidak peduli masalah honor, yang jelas Ibu punya aktifitas gak bengong-bengong.

Pulang mengajar jam 1 - 2 siang, ibu sekarang punya hobi baru : CRAFTING. Ibu suka menjahit dan bikin-bikin apaaa gitu, salah satunya bros. Ibu jadi punya waktu luang untuk hobi juga.


Tidak Hanya Sekedar Ibu

Seorang Ibu tidak hanya menjadi ibu secara fungsional di rumah. Urusan rumah jalan, urusan eksistensi diri tetap jalan. Hidupnya jadi lebih tenang, setidaknya gak gampang stress.

Makanya kadang saya suka kasihan dengan para ibu yang kelihatannya stress mengurus rumah, sampai kesulitan me-time. Ya, saya belum mengalami jadi ibu sih. Tetapi saya lihat langsung dari Ibunda saya sendiri sejak saya kecil. Ibu saya mengajar, walaupun hanya 2-3 hari seminggu. Walaupun penghasilannya gak ada apa-apanya dibandingkan Bapak, tetapi Ibu saya jadi happy punya karya.

That's why saya juga berpikir untuk tidak diam saja di rumah sekalipun saya punya cita-cita jadi Ibu RT. Sejak saat ini saya mulai membangun bisnis-bisnis yang bisa saya kembangkan di rumah, serta mulai konsisten menulis blog. Sekarang sih, buat hepi-hepi aja. Semoga nanti bisa jadi aktifitas yang jadi teladan anak-anak kelak, waahh.. Ibu saya seorang blogger. Gitu. Hahahahaha *plak


Impian Saya untuk Para Ibu

Semoga suatu saat nanti, saya bisa mendidik dan memberdayakan banyak perempuan
Semoga kelak para perempuan menjadi lebih terdidik dan cerdas
Semoga kelak para perempuan yang cerdas bisa jadi teladan di keluarganya
Semoga kelak generasi di masa mendatang bangga punya ibu yang cerdas
Semoga kelak para ibu yang cerdas bisa berdaya tanpa harus menomorduakan keluarganya

Semoga..
Semoga..
Semoga..


Semoga saya diberi kesempatan untuk mendidik 100 perempuan, 1000 perempuan, 1.000.000 perempuan, entah berapa pun jumlahnya... Semoga Alloh mengizinkan :)

3 komentar: