Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Wednesday, April 22, 2015

Nge-blog Emang Gak Rugi! - Napak Tilas 5 Tahun Terakhir Nge-Blog

Mari nge-blog
Sumber : Pinterest


Selamat sore, teman-teman....

10 menit lagi waktunya pulang kantor dan saya sempatkan sedikit waktu untuk blogwalking ke blog teman-teman yang pernah mampir ke sini. Cubit aja ya saya kalau sombong dan belum berbalas kunjungan! Hehehe...

Sambil berjalan-jalan di blog teman-teman, saya juga menilik blog sendiri. Tanpa sengaja saya klik menu 'KAMPUS' pada side-bar... daaan tetot! Semua momen kuliah yang saya tulis pun muncul :D


Sunday, April 12, 2015

Rasanya Mau Mati Saat Wisuda

Dilantik sebagai sarjana oleh Pak Rektor, DR. Ir. Nandang Najmulmunir, MS
(Dokumentasi Pribadi)


Saat wisuda, biasanya orang-orang akan merasa bahagia, haru, dan bangga. Bagaimana tidak, perjuangan kurang lebih 4 tahun menggapai gelar sarjana akhirnya usai sudah. Tetapi saya malah deg-degan bukan main dan rasanya seperti kepingin mati!

Sebulan sebelum acara wisuda tanggal 1 April lalu saya dikontak oleh salah satu panitia wisuda universitas. Beliau meminta saya mewakili para wisudawan menyampaikan pesan dan kesan. Saya yang saat itu sedang duduk anteng di meja kantor hanya menjawab santai "Ooh.. Okey, bu!" tanpa beban.

Monday, September 8, 2014

Skripsi.. and Many Thanks for These Persons in My Life


Alhamdulillah, skripsi sudah di-hard cover dan menunggu esok untuk diserahkan kepada pihak kampus.

Perjuangan selama 4 tahun kuliah akhirnya hampir ada di gerbang akhir. Perjuangan nekat keluar farmasi, (dulu) tidak disetujui orang tua, kerja siang malam jaga apotek, ke kampus bawa keranjang jualan Chiki, air mineral, dan roti, ditertawakan mahasiswa fakultas lain (karena bawa keranjang jualan), ikut-ikut kompetisi demi beasiswa, ikut-ikutan bantu penelitian dosen, kerja di percetakan, sampai akhirnya berpetualang di dunia social media. Semuanya dilakukan demi bertahan tetap kuliah.




Skripsi selesai!
Foto : Dokumentasi Pribadi



Ada setitik rasa haru saat sidang kemarin dinyatakan lulus oleh para dosen penguji. Setengah mimpi rasanya bisa selesai kuliah di semester 8 ini. Berbagai emosi membuncah di dada menjadi satu.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu proses perkuliahanku dari awal hingga saat ini.

Guru dan alumni DITKESAD, Pak Heru Purwanto, Bu Nina Kurnaena (yang mensponsori Widy ke Indonesia Youth Forum 2013), Bu Vony Nofrika, Bu Sri Riyanti (saya gak pernah lupa nasihat Al-Matsuratnya smile emoticon )

Oom Ridho Muhammad (yang mensponsori Widy ke Social Media Camp 2012)

Mami Linda Rosiyani dan teman-teman Apotek K24 Ternate, apalagi Noviink sama mas Amank Dodi yang suka masakin mie kalau jaga malam hehehe....

Teman-teman PANGLIMA, Dosen-dosen Ilmu Komunikasi Unisma Bekasi, teman-teman Ilkom dan Unisma.

Mentorku tersayang terkeren sepanjang masa *tsaah, Mba Nunik Rahmawati.

Mas Rakhmat Ganda dari L-Men, yang udah digangguin terus semasa penelitian skripsi, hehehe....

semua-semua-semua-semua-semua yang tidak bisa disebutkan satu-satu namanya, tapi insyaAlloh saya selalu ingat kebaikan-kebaikannya:)


...dan saya persembahkan studiku untuk Ibunda Any Suryanti. Semoga bisa mengobati rasa kecewa atas sikap anaknya yang bandel dan keras kepala ini.

****

Untuk teman-teman yang berjuang menyelesaikan studinya sambil kerja, tetap semangat walau kurang tidur, kurang gizi, dan kurang piknik. InsyaAlloh, apa yang kalian tanam akan dituai dengan manis. Sebilah pedang pun tak akan menjadi tangguh bila tidak dibuat dari besi dengan tempaan keras luar biasa.

Semoga Alloh memberkahi kita semua...

Wednesday, January 15, 2014

#GagalUAS Gegara Banjir

Yeaah... Bulan Januari, dan seperti biasa mitosnya menjelang imlek adalah curah hujan yang tinggi. Padahal bulan Januari itu bulan yang seru, lho! Karena bakal ada Ujian Akhir Semester (UAS), praktikum event organizer adik-adik kelas, dan sidang internship mahasiswa tingkat akhir (JENG JENG). UAS sudah bukan jamannya lagi, tahun ini saya mengalami sidang dan sidang.

Perkara jarang di kampus, saya mulai gak update kabar-kabar kampus terkini. Eits, jangan khawatir. Ada internet dan media sosial. Saya suka kepo kok, di kampus ada kabar apa saja via Twitter, Facebook, atau Path.

Tanggal 13 Januari 2014 harusnya jadi hari pertama UAS di kampus. Namun, tanggal 12 malamnya hujan lebat. Seperti mahasiswa pro yang sudah bisa memprediksikan kondisi, besok itu gak bakal UAS deh! Kampus bakal banjir. Binggo! Pagi hari tanggal 13-nya saya dapat kabar dari adik kelas mahasiswa FKIP kalau kampus banjir. Nah, kan....

Kampus banjir sih, sudah biasa. Dari awal jadi mahasiswa sampai tahun terakhir di kampus begini, Unisma tetap saja banjir. Memang sih, kampus itu datarannya rendah, legok ke bawah begitu. Apalagi letaknya di antara saluran irigasi Tarum dan jalan tol Jakarta - Cikampek. Strategis memang, strategis juga untuk jadi jalur penampungan air banjir.

Barusan saya googling alamat kampus karena ada beberapa keperluan dokumen internship, ehhh..... ternyata ada mahasiswa Penjas FKIP yang pasang foto-foto terbaru banjir Unisma di blognya. Gak seperti foto banjir biasanya, ada satu foto yang bikin saya ketawa miris.

Motornya pingsan? Wahahaha
Foto : Ipank

Lokasi foto ini di parkiran kampus dekat gedung rektorat. Motor ini pasti dievakuasi karena 'ketinggalan' belum dipindahin saat air datang. Tapi cara mindahinnya itu lhooo.... Hahahahahaha kenapa motornya tiduran? Entahlah, hanya mereka dan Tuhan yang tahu :))

Ini juga beberapa foto lain banjir 13 Januari 2014 :

Perahu Kano-nya Mapala Tapak Giri keliaran menuju lapangan bola kampus
Foto : Ipank

Pemandangan Gedung D (Fakultas Ekonomi) yang tergenang air dari Gedung Rektorat)
Foto : Ipank


Yeaaahahahahaahaha...... Ini bakal jadi kenang-kenangan banget pas lulus nanti. Tapi..... biarpun banjir, saya tetap bangga jadi almamater Unisma :)

Wednesday, November 6, 2013

Provetic, Kantor Gokil!

Anyway, judulnya agak alay gitu ya? Hahahaha.... Habis bingung sih, mau menggambarkan kantor ini dengan kata apa... *tsah*


Kegiatan selanjutnya di semester 7 setelah KKN adalah Praktek Profesi alias internship alias magang. Kali ini saya sangat sangat beruntung mendapatkan kesempatan magang di sebuah kantor konsultan bisnis, Provetic. Di sana, semua pekerja dan intern yang lain berasal dari universitas negri paling hietz se-Indonesia (yah.. kamu tahu lah), atau universitas yang reputasinya oke. Nah, saya... hanya seonggok mahasiswa dari universitas tertua yang didirikan oleh tokoh pendidikan asli Bekasi. Hehehe... Alhamdulillah sekali, bisa masuk ke Provetic itu sebuah anugerah dan kebanggaan.

Saya mengenal Provetic dari Mas Shafiq Pontoh saat ikut kelas Akademi Berbagi Bekasi bulan Mei lalu. Setelah Mas Shafiq selesai menjadi pembicara di kelas itu, saya berusaha mendekat dan mengobrol dengan beliau. Ia sedikit banyak bercerita tentang kantornya yang berada di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.

"Mas, boleh saya mengajukan magang di kantor Mas Shafiq?"
"Oh, iya.. Silakan, kirim email aja ke sini ya". Saya pun diberikan email dan kontak Mas Shafiq Pontoh.

Saat itu saya gak tahu siapa seorang Shafiq Pontoh. Ternyata eh, ternyata dia 'suhu' komunitas dan social media di Indonesia. Udah gitu dia juga salah satu pendiri Provetic lagi. Hehehe.. Jadi minder banget saya.

Saya diterima magang di Provetic tanpa proses berbelit. Mereka pun menyambut anak magang dengan hangat. Saat itu, saya magang bersama dengan dua anak Psikologi UI, Tenri dan Steffi. Hari-hari magang saya dihabiskan di depan komputer, mengelola akun media sosial klien, belajar membuat content plan, membantu penyelenggaraan Social Media Festival 2013, membaca laporan klien, menulis konten website Boomee, dll.

Provetic ini kantor yang ajaib. Super ajaib malah. Bayangkan kamu bisa berpakaian apa aja saat ngantor. Kamu bisa pakai jeans, kaos, celana pendek, sendal jepit, bahkan pakai topeng saat kerja (asli, gue kira mau ada yang harlem shake pake topeng segala). Kamu boleh main bola, pistol-pistolan, robot-robotan, yoga, push-up, atau jogging saat kerja. Tidak ada jam masuk kerja yang saklek, begitu juga jam pulang kerja. Cemilan banyak tersedia di pantry, makan siang tinggal pesan ke Pak Hadi dan siap disajikan tanpa harus bergerak dari meja kerja. Juwara! Ini kantor juwara banget!

Kamu bisa bebas sebebas-bebasnya di kantor, yang penting pekerjaan selesai dengan baik. Mungkin ini baru yang namanya demokrasi. Satu hal yang saya dapat, agar demokrasi dapat berjalan dengan baik memang perlu kematangan pikiran, emosi, toleransi, dan tanggung jawab. Gak mudah memang, gak semua kantor bisa menjalankan seperti ini.



Saya suka berada di Provetic. Kesetaraannya, kreatifitasnya, gokilnya, serunya, melihat tim kecilnya, professionalitasnya, ide-ide gilanya, humor-humornya, ilmu-ilmunya. Semuanya keren.


Alhamdulillah. I'm blessed :)

Thursday, October 31, 2013

Tugas Plus Plus (After-exam Reward)


Terima kasih Maula yang udah bantuin kasih inspirasi lewat Urban Qurban. Terima kasih Pak Dosen Komunikasi Pemasaran yang membantu paper saya tampil di jurnal ilmiah. Mana tampil halaman paling pertama lagi. Hehehehe... Senangnyaaaa :)


Sunday, September 22, 2013

Resign Paling Sedih :'(

Masuk ke dunia kerja bukan lagi hal yang baru buat saya. Duluuuu banget, pertama kali kerja itu saat masih 17 tahun. Masih dibawah umur pekerja dan sudah menjadi asisten apoteker di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Timur.

Setelah 3 tahun kuliah dan mulai malang melintang ngerjain apa aja, mulai dari mengajar, memotret, mendesain, enumurator, penjaga toko, sampai jualan Aqua, kali ini saya mencoba ranah pekerjaan lain. Ini pengalaman saya masuk dunia percetakan dan mlipir berkantor di Cahaya Art Digital.

Kalau kamu suka lewat depan Stasiun Bekasi dan menemukan gedung kuning bertuliskan C.A.D, nah itulah kantor saya beberapa waktu yang lalu. Saya sendiri bekerja sebagai staff Customer Support, itu loh bagian yang menerima file dari konsumen. Ada juga yang bilang posisi Deskprint.

Kantor saya ini unik, budaya Islami-nya bikin atmosfer kantor dan suasana kerja jadi berbeda. Setiap hari saya selalu bisa sholat berjamaan dengan teman-teman kantor. Teman-teman gak segan mengajak sholat berjamaah, gak gengsi gitu... Setiap Jum'at saat pria-pria sedang sholat Jum'at, karyawan wanita justru berkumpul di mushola untuk mengaji. Selain itu, banyak nasihat hidup yang saya dapatkan di sini.

Sayangnya, saya di sana hanya tiga bulan. Masih banyak kewajiban sebagai mahasiswa akhir yang harus dipenuhi. Magang dan skripsi sudah menanti. Saya harus hijrah ke kantor lain dulu. Baru kali ini saya kayak gak siap resign dan sedih banget. Beneran sedih resign dari CAD, rasa berat.....

Apalagi temen meja sebelah nulis status begini pas saya pamit :'(


Trims, C.A.D.....

Saya dapat banyak ilmu, banyak pelajaran kehidupan, banyak sahabat baru, banyak saudara baru, dan akhirnya bertemu 'pemilik tulang rusuk' ini.. hehehehe :)


Makan bareng pas istirahat
  
Buka puasa bersama di Rejis

Adikku Yessica, anak PKL yang gemesin  XD

Waktu pembuatan company profile C.A.D yang baru (gonna re-branding soon become Ceade)

Farewell Widy, H-1 resign :'(


Tempat curhat di kantor:  Mba Hani (atas), dan Mba Fathen (bawah)


Friday, September 20, 2013

KKN Sebulan, Bergaul dengan Masyarakat Bahagia

Dear blog, lama banget ya kamu dicuekin. Hehehe...

Memasuki semester 7 yang notabene-nya sudah tidak ada lagi perkuliahan di dalam kelas, hari-hari pun semakin sibuk. Mulai dari sibuk kegiatan sampai sibuk cari uang untuk penelitian sampai skripsi. Asyiknya, semester ini hanya ada dua mata kuliah yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) 3 SKS dan Praktik Profesi / Internship 3 SKS. Kelihatannya simpel dan santai, ya? Tapi Anda salah, justru menghabiskan banyak waktu.

Masih dalam masa liburan, para mahasiswa Universitas Islam '45' yang diwajibkan mengikuti mata kuliah KKN sudah mulai berkegiatan. KKN itu artinya kita akan dikirim selama satu bulan ke desa untuk pengabdian masyarakat. Seru? Banget sih.. Hehehe. Tapi KKN kali ini saya jarang nge-kost karena terikat perjanjian kerja di suatu perusahaan. Alhasil saya hanya berada di kostan beberapa hari atau di akhir pekan. Yang penting, saya selalu dalam prosedur dan mentaati kewajiban pelaksanaan program. Masalah ada yang iri atau mencibir, yah itu penyakit hati kalian *ups! #kaSarkastik.

KKN tahun ini sedikit berbeda. Jika biasanya masing-masing program studi atau fakultas diperbolehkan mengadakan KKN masing-masing, maka tahun ini KKN-nya digabung se-universitas. KKN Tematik, begitu judulnya. Yaps, kami terdiri dari 6 kelompok dan masing-masing terdapat 17 orang. Asal jurusan dan fakultasnya pun berbeda-beda, ada yang Komunikasi, Manajemen, Akuntansi, dan Agribisnis. Tiap kelompok memiliki tanggung jawab melaksanakan satu program unggulan, program kelompok, dan program mandiri sesuai jumlah anggota kelompok. Saya ada di kelompok 3 dengan program unggulan 'KOMPOS'. Untungnya ada mahasiswa Agribisnis, jadi gak bingung deh mau ngapain. Hehehe...

Berpose dengan warga saat program unggulan kelompok 3
PELATIHAN & PRAKTEK KOMPOS (15/9)


Kelompok 3 ngumpul
Mahasiswa KKN Unisma kali ini ditempatkan di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Lokasinya dekat Danau Marakash, Pondok Ungu Permai atau Candrabaga. Hawanya panas dan gersang, airnya payau. Jadi kalau mandi berasa tidak pernah bersih karena licin dan sedikit asin, hehehe.. Mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN mulai dari 26 Agustus sampai 21 September 2013. 

Saat Pembukaan KKN, bertemu dengan Bu Atun yang membimbing kelompok 3

Nasi bungkus + Teman-teman = KKN banget!


Saya sendiri diminta oleh ibu-ibu Bank Sampah di RW.028 untuk membuatkan company profile kegiatan mereka. Karena waktunya terbatas, saya buatkan yang simpel saja berbentuk booklet 4 halaman. Desainnya pun sederhana yang penting terlihat 'berwarna' hehehe.. Tapi alhamdulillah ibu-ibu pun senang.

Sesi foto untuk profil Bank Sampah Pos Daya Srikandi RW.028

Senyum bareng ibu-ibu Bank Sampah Srikandi

Hasil Desain Profil Bank Sampah Pos Daya 'Srikandi' RW.028 Kelurahan Bahagia


Sebenarnya hakikat KKN ini adalah supaya kita bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Maklum saja, apalagi kampus saya berada di tengah kota metropolitan dengan gaya hidup hedonisme yang tinggi. Kami para mahasiswa menjadi makhluk cuek, di rumah pun cuek karena semua urusan kemasyarakatan telah ditangani orang tua. Ada hal-hal kecil namun penting yang terkadang harus kita tahu dan tidak diajarkan di kampus, seperti bersosialisasi dengan tetangga, RT, RW, bahkan orang-orang kelurahan, ikutan iuran keamanan dan sampah, mengurus rumah beserta orang-orang yang berbeda karakter di dalamnya, piket, dan lain-lain. Yah, hitung-hitung nanti saat berumah tangga sudah tahu apa yang harus dilakukan hehehe..

Satu lagi yang penting, apapun profesi kamu, siapapun kamu, kamu harus tetap membawa manfaat untuk lingkungan terdekatmu. Karena kamu juga bagian dari mereka.

Jangan tanyakan apa yang pernah negara berikan kepadamu..
Tapi tanyakan apa yang telah kau berikan kepada bangsamu..

:)

Thursday, June 27, 2013

Layouter (not) Forever

Ini bukan kali pertama saya direkrut sebagai layouter, kali ini untuk media internal universitas. Namun, kerja kali ini ajaib. Saya bisa disiplin dengan deadline, yeyeee.... hahahahahaaa! Iya sih, bisa.. tapi dengan 3 hari ngelembur di kampus dari pagi sampai malam (bahkan sampai dispensasi saat kuliah, kecuali presentasi tugas). Sungguh hari-hari yang berat...

"Bagaimana, Wid? Sudah selesai?
"Widya, bisa kan ya selesai hari ini?"
"Ayo, Wid.. Saya sudah janji sama pecetakannya sore ini"

Kurang lebih begitulah celoteh pimred saya (yang notabene-nya dosen pembimbing saya saat lomba Mapres). Kerja dengan beliau memang ritmenya cepat sekali, tapi saya belajar untuk disiplin dalam banyak hal. Deadline-pun berhasil dicapai dengan tepat waktu dan bibir kering :-* trus pas deadline kelar, saya dipeluk gitu sama beliau. Hehehehe, I accept it as appreciation :D *terharu*tisu mana tisu*

Banyak orang yang mungkin salah kaprah melihat pekerjaan saya kali ini,

"Lo itu memang sepertinya enjoy jadi layouter ya.." komentar Dela, sahabat saya.
"Apa? Enjoy? Not at all, malah" jawab saya.
"Terus kenapa dijalanin?"
"Ditunjuk, ya jadi amanah. Hehehehe.. Tapi semoga ndak selamanya jadi layouter, ya. Hamsyong kalo gitu" jelas saya.

 Buat yang kepo sama hasil layout saya, ini dia link unduhnya. Selamat membaca :)


Ini dia penampakannya :D

Friday, June 21, 2013

Hadiah dan Amanah

Sebenarnya masih agak-agak gak percaya sih, bisa memenangkan kompetisi Mahasiswa Berprestasi di kampus tahun ini. Awal ikut lombanya cuma berniat mengisi liburan dan bikin Ibu bangga (kalau menang). Ternyata Alloh menghendaki saya untuk memikul amanah sebagai Juara I tingkat Universitas.

Berat? Pasti.
Bersama Mapres lain saat lomba tingkat Kopertis di Bandung (7/5)
Karena saya harus mewakili Universitas ke tingkat Kopertis Wilayah IV se-Jawa Barat & Banten. Lomba Mahasiswa Berprestasi Kopertis sendiri berlangsung pada tanggal 7 Mei 2013 di Jatinangor, Bandung. Dalam kompetisi itu saya gagal melaju ke tingkat nasional. Tapi ndakpapa, saya happy banget bisa liburan ke Bandung selama 2 hari. Sweet escape dari rutinitas kampus, kulineran keliling Bandung, dan jalan-jalan. Anggap saja sebagai hadiah Juara I di kampus. Hehehe..

Pemberian penghargaanya sendiri baru dilaksanakan pada 14 Mei 2013, saat Wisuda Unisma ke XXXI di Sasono Utomo TMII. Duh, rasanya mau nangis gitu nerima plakat yang kinyis-kinyis :D

Pemberian penghargaan oleh Rektor Unisma, Bunda Eni
Foto bersama juara universitas dan fakultas Mapres Unisma 2013

Jadi Juara I itu bukan rasa bangga yang lebih besar, melainkan rasa takut saya yang lebih besar. Bukan takut dibenci, terancam, atau bagaimana. Tapi takut jika saya tidak bisa menjadi contoh yang baik, takut bila mengecewakan kampus jika prestasi saya menurun, takut bila orang-orang memiliki ekspektasi tinggi terhadap studi dan karir saya mendatang dan saya tidak bisa mencapainya.

Buat Ibundaku.... :)

Ini amanah, harus saya terima...
Walau terkadang ada rasa takut dalam diri, tapi Alloh telah memilih saya karena saya mampu mengemban amanah ini.

Bismillah... bantu saya yaaaaa :D


**eniwei, kalau ditanya saya mau ikutan Mapres lagi tahun depan atau enggak, jawabannya adalah : ENGGAK. BIG NO. Soalnya, lomba Mapres bikin jerawat saya keluar semua. Asli, deh :'(

Thursday, February 28, 2013

Keajaiban dari Melepas Ambisi

"Widy, what do you expect from this best student competition?"
"I don't expect anything"
"Of course, you have"

Itulah sekilas dialog saat saya menghadapi English Interview untuk penjurian Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas beberapa waktu lalu. Tak seperti biasanya, kali ini saya lepaskan seluruh ambisi saya. Keinginan untuk menang tentu tetap ada. Namun, nafas saya tidak terengah-engah mengejar kemenangan itu. Saya biarkan ia menari bebas, karena saya yakin ia tetap ada di semesta yang seimbang ini.

Saat hari pengumuman (28/2), Alloh menunjukkan keajaiban kecilnya. Saya takjub. Fisika kuantum itu nyata, kawan. Sangat nyata.

Law of Alloh... :-)

Lembar Pengumuman Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Th.2013.
Who guess I'm gonna be the top? LOL


NB : Anyway, saya sudah pernah share tentang fisika kuantum belum ya? Next time saya akan coba share hukum Alloh yang luar biasa itu di sini, okay :-)

Tuesday, February 12, 2013

Semester 5esuatu



Akhirnya saya keluar dari persembunyian. Hoaaaahh.....

Semester 5 ini memang luar biasa. Sangat cetar membahana badai halilintar kalau kata Princess Syahrini. Kuliahnya sih, tidak sebanyak semester sebelumnya. Biasanya saya mengambil 24 SKS dengan 9 sampai 10 mata kuliah, kali ini saya hanya mengambil 20 SKS dengan 8 mata kuliah. Sedikit kan?
Iya sih, mata kuliahnya sedikit tapi tugasnya itu lho, lebih tega dari ibu tiri, lebih sadis dari Afgan, dan lebih pedas dari Bebek Setan di Jalan Nangka kesukaan Uta. Saya sukses dibuat marathon dan begadang bermalam-malam dengan tugas-tugas kuliah.

Kebayang dong, tugas kuliahnya saja bisa bikin begadang. Bagaimana ujiannya? Wow, ini dia dahsyatnya semester 5. Semester yang dibilang senior paling berat (dan terbukti benar). Ujian Akhir Semester kali ini berhasil menguras seluruh pikiran saya sampai-sampai malas posting hahaha. Dari 8 mata kuliah, hanya satu mata kuliah yang ujian tertulis di dalam kelas yaitu Statistik Sosial. Selain itu, semuanya adalah praktikum, penelitian, atau menulis paper.

Mata Kuliah : Perencanaan Merk dan Citra
Tugas : Membuat brand dan packaging

Untuk tugas ini, saya sekelompok dengan Mas Afif Fudin dan Siti Nur Alawiyah. Bersyukur sekali karena kelompoknya kompak dan asyik. Kami membuat merk dan kemasan mainan-mainan tradisional supaya lebih catchy. Meskipun kritik sana-sini berdatangan karena tugas kami masih jauh dari sempurna, alhamdulillah semuanya dapat dipresentasikan dengan baik.

Kerjain tugas branding di Angkringan Alun-Alun


Mata Kuliah : Teknik Lobi dan Negosiasi
Tugas : Melobby dosennya

Melobby apa? Bukan lobby yang enggak-enggak, ya! Hehehe.. Kali ini mahasiswa ditantang untuk drama. Oow, kalau soal drama jangan ditanya, that’s my middle name! Saya berakting sebagai personil dari sebuah wirausaha sosial yang menawarkan kerja sama dengan korporat. Saya sukses grogi ketika ujian, soalnya... DIREKAM VIDEO! Gak tahu mengapa, setiap direkam suara atau gambar saya sering grogi.

Mata Kuliah : Metode Penelitian 1
Tugas : Membuat penelitian historis

Nah, ujian mata kuliah ini seru banget! Kami sekelas akan membuat penelitian historis dengan objek Istana Negara di Bogor dan Cipanas pada Sabtu (5/1). Sebagai pengalaman pertama kami masuk ke istana, pasti norak-norak asyik gitu, dong! Ada rasa kagum, sekaligus membayangkan enaknya jadi raja. Pantas semua orang ingin berkuasa, wong fasilitasnya keren sekali. Hehehe.. Saya pun berkhayal seandainya bisa makan siang di ruang makan presiden dengan view kolam teratai di depan istana. Wow, itu jamuan makan terindah yang pernah saya alami pasti! Sayangnya rombongan kami tidak dapat mencapai Istana Cipanas karena terlampau macet dan hujan di Puncak. Jadi kami hanya meneliti Istana Bogor saja.


Cie... Peneliti :p
Tanya jawab dengan Staff Inventori Istana
Posenya ya ampun, hehehehe..

Mata Kuliah : Desain Grafis digabung dengan Penulisan Humas
Tugas : Membuat In-house Magazine

Tugas ini mendapat peringkat ke-2 paling ngerepotin dan bikin ribet. Awalnya, saya mendapat bagian layouting saja. Namun ternyata, saya diminta untuk membantu Ayu dalam menulis liputan utama tentang Social Media untuk berbisnis serta menulis tips. Tugasnya jadi banyak, ya! Hehehe.. Ndak apa-apa, berarti amanahnya banyak. Yang paling berkesan adalah saat membuat layout-nya. Begadang sampai jam 4 pagi, saya pun akhirnya mengucap “GUE GAK MAU JADI LAYOUTER PAS KERJA NANTI”.

In Design, jodoh saya saat ujian
Mata Kuliah : Manajemen Event Organizer
Tugas : Membuat Event

Ini dia tugas ujian peringkat 1 segala-galanya. Ujian yang paling berkesan sekaligus cetar membahana mungkin sepanjang saya kuliah. Kami sekelas hanya berjumlah belasan orang, ditambah dengan adik-adik kelas di mata kuliah Protokoler dan Public Speaking alhamdulillah sukses menyelenggarakan Djadoel Fest di Blu Plaza tanggal 26 Januari 2013 lalu. Ide awal yang belum matang (karena saya mengkonsep tanpa manajemen ide), akhirnya sukses dieksekusi oleh teman-teman saya yang luar biasa. Saya pun diberi kepercayaan sebagai koordinator acara dan moderator saat segmen Bincang Komunitas. Di event ini, saya belajar banyak hal baik yang akademis, teknis, maupun moril. Luar biasa memang, mata kuliah ini.

Bisa satu panggung dengan Kang Asep Kambali
Crowd saat acara pertunjukkan musik berlangsung


Tiba saatnya tadi pagi saya mengambil IPK hasil jerih payah semester ini. I got straight A. Subhanalloh, Alhamdulillah... Bagi saya, dibalik IPK genap saya terselip amanah yang besar untuk mempertahankan kredibilitas saya. Saya selama ini ingin sekali membuktikan bahwa mahasiswa dengan IPK tinggi bukan mahasiswa yang kuper dan kuliah-pulang-kuliah-pulang. Atau sebaliknya, mahasiswa IPK-nya menurun karena kesibukan berorganisasi di luar. Saya ingin membuktikan bahwa bisa keduanya agar baik hardskill, softskill, dan attitude bisa terasah. Bahkan disamping IPK bagus, organisasi berjalan, plus juga bisa mencari pendapatan. Hehehe... (teteup ya, money oriented).


Semester 6 mendatang, saya hanya mengambil 14 SKS dengan 3 hari kuliah. Bakal jadi pengangguran semu yang terlihat lebih jelas, nih! Hehehe... Target saya di semester mendatang adalah mencari pekerjaan paruh waktu agar tidak terlihat begitu menganggur. Sekaligus menabung untuk persiapan biaya magang dan skripsi mendatang. Anyway, saya ditawari mengambil skripsi di semester ini agar bisa lulus 3,5 tahun. Namun saya menolaknya. Saya tak ingin skripsi saya menjadi prematur dan hanya melunturkan kewajiban mendapat gelar S1. Saya ingin skripsi menjadi karya yang dapat mendukung karir dan magister saya nanti.

Semangat yuk, pintu dunia nyata sudah di ambang mata!

Tuesday, February 5, 2013

Say Hello to Minul

Dear, blog.. mau kenalin teman baru saya nih! Namanya Minul.

Mendapatkan Minul ini butuh perjuangan dari banyak orang. Masih ingat kan, beberapa minggu lalu artikel saya masuk di Republika Onine? Nah, ternyata artikel saya menjadi pemenang ke-2 dengan viewers terbanyak di tingkat uiversitas. Hadiahnya, ya Minul ini. Tablet New Andromax yang langsing dan assoy ini (apa sih, Widy).

Jumat (1/2) saya dan pemenang-pemenang dari berbagai kampus diundang ke kantor Republika Online di daerah Pejaten. Entah memgapa Pejaten auranya gak satu frekuensi sama saya, jadinya nyasar terus tiap kesana hehehehe...

Yuk mari foto-foto saat baru pertama kali gendong Minul.

Foto bersama pemenang dari Trisakti, UMJ, dan crew Repubika Online

Bersama Djaelani (FISIP) dan Ipul (FKIP) pemenang dari Unisma


Terima kasih buat Ali bocil, Mamake, dan semua orang yang sudah sudi melihat dan membaca artikel saya. Sesungguhnya saya masih belajar menulis level 1. Hehehehe... Yang penting semangat terus belajarnya ya ;)

Friday, January 18, 2013

Main Kano di Kampus

Banjir menyelimuti kampus Unisma Bekasi Kamis (17/1). Bencana ini berdampak pada ujian Akhir Semester mahasiswa akhirnya ditunda hingga minggu depan. (Foto : Malikus Sumadyo)






Wednesday, January 9, 2013

Lebih Baik di Sini

... Rumah kita sendiriiiii.. Uwooooooouuuuu (sambil pegang sisir)

Well, saya memang hanya seorang penyanyi kaca rias professional. Tetapi menyanyi kali ini dari hati, pakai emosi, emosi isi kacang ~> sok lucu. Postingan pertama saya di tahun 2013 ini rada gak penting tapi boleh banget dibaca, hehehe..

Seminggu yang lalu ada pelatihan jurnalisme online di kampus dari Republika. Seru sih, seru banget malah! Saya memang tertarik dengan media sosial dan website untuk korporat. Saya juga suka menulis di blog atau Facebook. Saya hiperaktif di Twitter (dadah-dadah sama followers yang baca). Saya suka melepaskan kejaiman di Tumblr. Yah, semuanya buat happy-happy dan sharing aja kok!

Awalnya, saya senang banget pemimpin redaksi Republika Online, Bang One, bilang :

"Kami akan memberikan satu kanal untuk Unisma di ROL (Republika Online). Kalian bisa menulis apapun yang kalian suka. Namun, tetap melalui editor, no SARA, dan tulislah dengan kaidah bahasa yang benar"

Wow, that's great! Ini tandanya, tulisan kita bisa muncul di media dan dibaca lebih banyak orang. Republika Online juga bisa dimanfaatkan sebagai media partner untuk acara mahasiswa. Bisa buat curhat juga, curhat yang menyangkut kepentingan publik ya! Hehehe..

Dengan semangat 45 seperti nama kampus, saya pun menulis dengan penuh gairah. Apalagi, ROL memberikan kompetisi berhadiah jika tulisannya dibaca banyak orang. Jum'at malam (4/1) , saya sudah mengirim tulisan saya ke email redaksi ROL to Campus. Apa daya, sampai hari Minggu tulisan saya tak juga terbit.

Heran, bingung, penasaran, takut. Apa tulisan saya segitu jeleknya sampai tidak dimuat di media (onlie!), atau memang salah kirim email, atau masuk spam, atau gagal? Saya cek kotak terkirim, eh ada! Akhirnya saya coba mengirim ulang Minggu malam, sambil berdo'a semoga bisa segera tayang.

"Wid, tulisan lo naik nih di ROL!" kata Jessi di laboratorium komunikasi Senin (8/1) kemarin.

Saya pun langsung nyusruk saking semangatnya lihat tulisan saya sendiri. Lingkaran browser berputar-putar, tanda sedang loading. 3... 2... 1...

"LAAHHH... KOK BEGINI SIH????"

Saya terkejut dengan hasil tulisannya. Syock anafilaksis. Ini kayak bukan saya yang menulis. Mau protes bagaimana? Kalau dosen Penulisan Humas saya lihat pasti dikritik habis deh! Judulnya gak catchy banget. Mau nangis, meringis, mau pipis, yah.. apa boleh buat hati cuma bisa kinyis-kinyis.

"Baru ngerasain ya, gimana ngenesnya masuk meja editor?" ledek Bubul, salah satu anak Panglima yang masuk konsentrasi Jurnalistik. Kalau mereka sih, sudah sering menderita sindrom ngenes gara-gara editor. Hahaha..

Then, saya memutuskan tetap menulis di blog ini. Secara bisa menulis sesuka saya, tanpa editing.

I love you more, blog! xoxo

NB : Yang mau lihat bagaimana tulisan saya before and after mampir ke editor, silakan klik di bawah ini


Monday, December 24, 2012

Mahasiswa Unisma Rusak Gedung Rektorat

Sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (AMUK) berdemo di depan gedung rektorat (24/12) siang tadi. Mereka menolak PHK sepihak terhadap 15 karyawan keamanan (security) Unisma dan menolak masuknya sistem kerja outsourcing untuk satpam di lingkungan kampus. Aksi bakar ban, mencorat coret, dan merusak beberapa fasilitas kampus tak terhindarkan.

Aksi demo Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (AMUK) di gedung rektorat (Foto : Pribadi)

Sebagai mahasiswi yang pasif berdemo, saya hanya mengamati dan merasakan dampak dari demo tersebut. Mau foto aksinya juga rada ngeri, hehehe (gak punya naluri jurnalis). Akhirnya saya minta ditemani teman seangkatan saya, Supriyadi, saat mengambil foto di gedung rektorat.

Dulu sekali, sebelum saya mengenal dunia komunikasi, saya sangat anti terhadap demonstrasi mahasiswa. Buat apa demo? Panas-panasan, teriak, capek, pegal karena berdiri terus. Saya berpikir semua itu akan sia-sia. Namun pandangan saya berubah semenjak mengikuti kuliah politik bersama Pak Idham Holik di semester pertama. Demonstrasi merupakan representasi demokrasi. Semua orang berhak menyuarakan pendapatnya, termasuk dengan turun ke jalan. Tanpa suara mahasiswa yang berdemo tahun 1998, Indonesia tidak akan menjadi seperti ini (meskipun menurut saya Indonesia prematur untuk reformasi).

Dalam tulisan ini saya akan coba berpendapat, menyuarakan pikiran saya (boleh dong, negara ini demokrasi, kan?). Meski saya bukan anak jurnalis yang kritis abes, saya akan mencoba menganalisis dengan persepsi sendiri. Berhubung saya mahasiswa public relations, jadi agak-agak sedikit memasukkan teori branding. Hahahaha.. (apa sih!)

Demo diadakan oleh Aliansi Mahasiswa Unisma Bekasi (AMUK). Wow, namanya saja sudah amuk! Pantas saja mereka bertingkah seperti orang ngamuk. Dari nama kelompoknya sudah menciptakan citra rusak dan tidak intelek, padahal mahasiswa lho! Jangan percaya deh, sama teori Shakespeare "Apalah arti sebuah nama?". Padahal nama itu yang akan memberikan ciri kepada kita. Nama yang akan menjadi identitas dan diferensiasi kita diantara kelompok sejenis lainnya. Selama lebih dari dua tahun jadi penghuni kampus dan wara-wiri, baru kali ini lho dengar AMUK. Mereka kurang famous, dan karena itu pemberian nama harusnya diperhatikan. Kalau jelek, ya ganti nama. Jadi, kesimpulan pertama adalah salah memilih nama.

Demo kali ini agak ganjil menuruk saya. AMUK menyuarakan tentang pemecatan 15 satpam dan menolak outsourcing di kampus. "Trus urusannya sama mahasiswa apa?", batin saya. Okelah teman-teman bilang "Kita sudah bayaran mahal-mahal. Satpam diberhentikan. Lalu uang bayarannya kemana?". OMG. How could you say that? Biaya operasional tak hanya sekedar membayar satpam. Namun gaji dosen, pegawai, kebersihan, pemeliharaan & pembangunan fasilitas, listrik, air, internet, dll. Memang pengelolaan fasilitas kampus untuk mahasiswa masih belum begitu baik, tetapi cobalah melihat lebih luas lagi. Kesimpulan kedua adalah pemilihan topik yang kurang greget, kurang bernilai berita, kurang magnitude kalau kata dosen penulisan humas saya.

Analisa lain berkaitan dengan isu di atas sih, kayaknya ganjil saja kalau cuma mahasiswa protes satpam dipecat tapi sampai 'segitunya' merusak. Kasus ini rentan diintervensi pihak luar, pihak selain mahasiswa. Bagaimana mahasiswa Unisma yang masih hedonis, yang kalau ada seminar cuek-cuek aja, lalu bisa mendadak heboh hanya gara-gara satpam dipecat? Terlalu sepele menurut saya.



AMUK menuliskan tuntutannya dalam secarik kertas. Alhamdulillah saya mendapat kertas ini dan bisa dijadikan sumber informasi. Tapi dalam surat tersebut banyak salah ketik dan auto correct yang kurang tepat. "Kayaknya mereka ngetiknya terlalu bersemangat, Wid! Jadinya banyak salah begini" ujar Danik, teman sekelas saya. Padahal surat tuntutan itu akan dibawa dan diajukan ke pihak rektorat juga yayasan. Euleuh, malu dong, masa' mahasiswa masih belum bisa menulis dengan EYD. Mau dikemanakan muka dosen Bahasa Indonesia kalian? Kesimpulan ketiga adalah, silakan belajar menulis dengan baik dan benar.

Surat tuntutan dari AMUK. Silakan klik untuk perbesar (Foto : Pribadi)


Yang lebih terasa bagi mahasiswa pasif seperti saya adalah dampaknya. Dampak dari demo adalah pintu gerbang digembok alias disegel, dan semua mahasiswa terkunci di dalam kampus saat jam makan siang. Rahayu, teman saya yang sedang sakit sampai tidak bisa pulang. Saking nekatnya, ada beberapa mahasiswa yang menaiki motornya di tangga UPCM agar bisa keluar kampus. Kasihan sekali mereka harus menaikkan motornya di puluhan anak tangga. Pegal? Pasti.

Ayo, diangkat motornya (Foto : Jurnalistik Ilkom Unisma)

Mau tahu dampak yang lebih besar? Kalian mahasiswa berteriak "Kemana uang bayaran kami?", sebentar lagi kalian akan melihat kemana uang bayaran kalian. Uang bayaran akan di-alokasikan untuk membenahi fasilitas kampus yang rusak ini. Mau lihat?




Hasil pengerusakan fasilitas oleh demo mahasiswa (Foto : Pribadi & Jurnalistik Ilkom Unisma)

Kesimpulan ke-empat adalah, uang bayaran mahasiswa akan banyak terpakai untuk membenahi fasilitas yang rusak akibat demo. Berdo'a saja semoga Unisma tidak krisis finansial.

Oh iya, ada lagi dampak yang lebih besar! Ada beberapa stasiun TV yang meliput. Kalian tahu apa artinya? Kita akan masuk TV. Kabar baik? Bukan, kabar buruk! Berdo'a saja semoga liputannya gak lolos meja redaksi dan Unisma terhindar dari buah bibir negatif masyarakat Indonesia, terutama Kota Bekasi. Mudah sekali merusak reputasi, bukan?

Saya juga menyesalkan sikap rektorat ketika menghadapi mahasiswa, sih.. Ada yang melipat tangan di dada. Sikap itu malah akan menimbulkan kesan negatif dan defensif terhadap lawan bicara. Bernegosiasi sambil berdiri pun juga akan meningkatkan level emosi. Gak heran deh kalau sampai saat ini belum ada kesepakatan terjadi. Kesimpulan ke-lima, perhatikan bahasa tubuh Anda. Hehehe...



Suasana saat mahasiswa yang berdemo bertemu dengan pihak rektorat (Foto : Jurnalistik Ilkom Unisma)

Trus, harusnya gimana nih jadi mahasiswa?

Peduli itu sangat baik, apalagi terhadap masyarakat. Mahasiswa memang harus turun dan menjadi sahabat masyarakat. Namun, packaging dari kepedulian itu juga bukan tindakan merusak. Coba buka change.org. Lihat bagaimana pemuda seantero dunia melakukan perubahan dengan membuat petisi. Kita bisa membuat aksi yang lebih membuat rektorat dan yayasan syock namun bukan dengan merusak. Buka kasusnya, munculkan sisi humanis dari kasus pemecatan satpam tersebut (saya yakin banyak yang peduli), ajak teman-teman membuat petisi besar-besaran (mahasiswa Unisma kan, ribuan. Pasti seru kalau semuanya bisa ikutan).

Beraksi memang jauh lebih baik daripada hanya berbicara. Namun aksi juga butuh persiapan, atau kita akan hina di medan perang.

Selamat sore, teman-teman.. Mari kita pulang, gerbang kampus sudah dibuka kembali :)