Sunday, March 14, 2010

LUCKY BW MISSION

Saya baru saja memulai belajar fotografi. Mengikuti saran teman saya, sebaiknya pertama kali belajar kamera lubang jarum dahulu (sudah saya lakukan, dan saya ketagihan). Sekarang saatnya saya belajar kamera analog.

Dulu saya menganggap kamera ini sudah tak berarti lagi ditengah era digital. Toh hasil digital juga lebih bagus. Namun anggapan saya salah ketika mencoba analog ini. Disinilah passion-nya belajar fotografi, sama seperti belajar lubang jarum.

Saya membeli film Lucky BW yang expired ini dengan harga 8500 rupiah. Tapi cuci filmnya itu lho, susah sekali! Saya akhirnya menemukan tempat yang menyelamatkan masa depan roll film BW saya, Jakarta Photo - Sabang. Kata kakak saya sih, ada di Kebayoran. Tapi jauh sekali (padahal maksudnya sekalian kuliner di Sabang hehehe).

Berhubung masih newbee a.k.a amatir, dari 36 foto hanya 11 yang bisa saya upload (supaya gak malu-maluin). Biarpun banyak gagal, namun saya jadi ketagihan juga. Saya jadi tahu karakter kamera saya. Dan saya ingin terus belajar. Bersenjatakan Fuji-CHIC tahun 2004 (jaman SMP) dengan peluru Lucky BW 100, inilah hasil foto saya =)






NEXT MISSION : RED SCALE ANALOG

3 comments :


  1. Entwickle Notfallpläne, die auf ISO 22301 basieren. Diese Norm legt den Rahmen für ein effektives Business Continuity Management fest. Ein gut strukturierter Plan ermöglicht es Unternehmen, im Krisenfall schnell zu reagieren und den Betrieb zügig wiederherzustellen. Schulungen zur Weiterbildung in cybersecurity sind entscheidend, um Mitarbeiter auf solche Szenarien vorzubereiten. Dazu gehört das Verständnis von Prozessen und der Umgang mit modernen Technologien wie Cloud-Lösungen oder Cyber-Risiken. Unternehmen müssen sicherstellen, dass ihre Notfallpläne regelmäßig getestet werden, um deren Wirksamkeit zu garantieren. Informationen dazu finden Sie auf https://csvisor.de/.

    ReplyDelete