Showing posts with label Lain-lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-lain. Show all posts

Monday, July 13, 2015

Belanja Serba Muslim, Serba Ada di Muslimarket

Hadiah dari dream.co.id, ssttt itu tas sajadah sama hijabnya dari Muslimarket
Sumber : Instagram Pribadi


Senangnya di pertengahan Juni lalu saya dinobatkan menjadi pemenang Juara 1 review kegiatan 'Cantik Bareng Dream'. Hadiahnya banyak banget lagi, gak nyesel deh ikutan acara Dream.co.id. Hehehe.. Salah satu hadiah yang saya suka banget banget itu dari Muslimarket.com. Saya mendapat sebuah goodie bag besar yang isinya sampai keluar-keluar, ada tas, 2 pcs hijab (pashmina dan square), juga sebuah sajadah orthopedi. Huaaa.. Senangnya! Terima kasih, Muslimarket :*


Wednesday, December 17, 2014

10 Tahun Berjilbab : Bermacam Gaya, Bermacam Pengalaman

Pagi ini saat membaca suatu artikel, saya tersentil oleh satu pertanyaan :

Mengapa kamu berjilbab?

Kenapa ya?? Hehehe... Kalau diceritakan sebenarnya malu sih, tetapi semoga bisa diambil hikmahnya oleh teman-teman yang membaca tulisan ini.

Berjilbab jaman dulu, masih pakai jeans
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Monday, December 15, 2014

Facebook Twitter Kena Hack? Mungkin Ini Penyebabnya

Akhir pekan lalu saya digegerkan oleh chat seorang sahabat berkali-kali di BBM. Ia panik karena akun Facebook-nya kerap memposting link-link video tidak senonoh. Padahal orangnya muslimah banget, lho... Lebih gawatnya lagi, dia khawatir karena akun Facebook tersebut juga digunakan untuk bekerja sebagai admin media sosial sebuah korporat. Tambah panik lah dia...

Mbok gembok FB-nya yang bagus gitu
Sumber

Saturday, October 25, 2014

Tips Jawab Pertanyaan "Kapan Nikah", Dijamin Ampuh!

Happy weeekend, everyone! Happy kondangan *lagh*

Iya dong, secara bulan-bulan ini lagi banyak yang nikahan, nih.. Hehehe... Seperti biasa, bagi para gadis dan jejaka yang belum nikah, menghadiri acara pernikahan itu menjadi momok tersendiri. Mau pernikahan teman kek, saudara kek, rekan kerja kek, tetap saja buat hati insecure. 

Itu loh.... Insecure sama pertanyaan "KAPAN NYUSUL" atawa "KAPAN NIKAH", gak sekalian aja atuh ya kapan mati. Hehehe...

ZOOM IN, ZOOM OUT
Sumber 

Saya sendiri juga sudah sampai dalam level 'aku kudu kuwat' menghadapi pertanyaan ini. Terkadang bertanya dalam hati, maksud orang apa sih menanyakan ini? Mau ngetes kita jomblo atau enggak? Mau menguji keberuntungan kita? Ya, maklum lah.... Di kultur kita ini masih beranggapan yang nikah duluan itu beruntung, padahal setiap orang punya waktu terbaiknya masing-masing.

Nah, setelah bertahun-tahun menghadapi pertanyaan 'kapan nikah' dan 'kapan nyusul', akhirnya saya menemukan metode mutakhir dan tercanggih dalam menjawabnya. Alhamdulillah selalu berhasil.... Serius loh!

Metode ini baru saya temukan saat Idul Fitri kemarin di kampung halaman. Ajang lebaran memang menjadi ajang kumpul keluarga besar (yang sudah dipastikan akan ada pertanyaan masalah jodoh).

"Widy, kapan nikah??"

Kalau dulu sih saya menjawab :

"Engg.... Kapan ya?"
"Do'ain aja deh" --> Ini kacrut banget!
"May.. Maybe tomorrow, maybe next year, maybe.. maybe.."

Please, gaes... Jangan gunakan jawaban di atas. PLIS! Karena jika kamu menjawab seperti itu, maka si penanya saya jamin akan senyum-senyum senang bahwa kalian belum nemu jodoh. Ngeselin kan? Emang, tujuan orang nanya kapan nikah itu adalah bikin kita bete dan kesel. Orang cuma ngetes doang, belum tentu niat bantuin kita nyari jodoh (even ngedo'ain kita beneran). Jadi, jawaban yang paling baik adalah : bikin mereka yang nanya kesel balik.

Nah... kalau ditanya lagi "Eh, kamu kapan nikah/kapan nyusul?"

Maka jawablah dengan dua alternatif ini :

1. "Mau tau jawabannya? Ceban dulu!!!!"

... dan yang paling bikin orang yang nanya kesel adalah ucapkan kalimat ini dengan wajah cengo dan intonasi kayak orang masih setengah nyawa bangun tidur :

2. "Haaa??? Kamu ngomongin apaan sih? Aku gak ngerti... " *sambil geleng manja*


Dijamin deh, yang nanya ke kamu bakal kesel dan gak nanya lagi. Hehehehe... Intinya, jangan kasih tahu ke penanya itu kapan jawabannya, ya.. Dibuat muter-muter aja sampai kesal dan orang yang nanya gak dapat jawabannya. :D

Disangka drama queen gara-gara jawab pertanyaan ini? Ndakpapa....  hidup ini memang butuh drama biar greget *dijumroh pembaca*

Sekian tips Widy kali ini, semoga bermanfaat untuk bekal kondangan dan pertemuan keluarga ya.. Ciaobella....

Wednesday, October 8, 2014

Kerja Lewat Internet = Ngepet (??)

Kerja di jaman sekarang ini ternyata berbeda ya, dengan pola kerja sepuluh atau dua puluh tahun lalu. Yang pasti berbeda banget dengan jaman orang tua kita dulu. Dulu.... (jaman 90-an ke belakang), namanya kerja adalah berangkat, duduk di kantor atau berkelana di lapangan. Eits, tapi jaman sekarang beda...


Semenjak teknologi internet merajalela di Indonesia, gak cuma pola sosial budaya masyarakat aja yang berubah, tapi lahan pekerjaan juga banyak tercipta dari sana. Otomatis secara kita sadar atau tidak sadari, bekerja di era internet ini terasa berbeda dengan era sebelumnya.


Sekarang orang bisa bekerja dari rumah, dari cafe, dari co-working space, dari pulau, dari puncak, dan tetap produktif menghasilkan uang. Ada yang bekerja untuk dirinya sendiri (wirausaha), ada yang bekerja sama dengan perusahaan lain, atau sebagai freelancer (yiha!).


I swear... It wasn't me...
Sumber

Saya adalah salah satu generasi yang hidup dan bekerja di era internet ini (baca : jadi admin media sosial milik suatu korporat/brand), terkadang juga menulis untuk beberapa situs web. Kerja di mana? Ya, di mana-mana sesuka hati saya.. Hehehe... songong ya jawabnya.


Saya bisa kerja tengah malam, bangun tidur sambil ileran dan belum mandi, kerja dari kampus, kafe, kantor Bekasi Urban City, atau di mana pun yang penting ada koneksi apalagi gratis dan cepat. Hehehe....


Enak? Alhamdulillah, enak dan fleksibel. Namun tetap ada tanggung jawab untuk meeting konsep dan printilan-printilannya. Tulisan atau konten jalan, bayaran tetap jalan :D


Tapi ada satu sih, yang gak enaknya......... Yaitu saat ditanya orang tua.


Yaps, bagi yang bekerja dengan pola di atas pasti akan tetap dianggap 'TIDAK KERJA' oleh orang tua kita. Kenapa? Karena kita tidak berangkat ke kantor. Ugh!


"Mam, ayo kita beli ini itu yuk..."
"Lho, emang Widy punya uang?"
"Punya..."
"Emang kamu kerja?"
"Kerja..."
"Perasaan kamu main doang, kapan kerja?"
"Itu kalau aku lagi di depan komputer artinya aku lagi kerja, mam..."
"Yah, masa kerja begitu. Kamu gak jaga lilin kan?"


WHATTT??? Aku dicurigai ngepet, saudara-saudara. (((NGEPET))).


Begitulah.... Sampai sekarang ibu masih gak percaya kalau anaknya bisa dapat uang dari main laptop doang dan terkoneksi internet.


Apa memang begini ya, nasib para pekerja dunia maya? :(

Sunday, June 22, 2014

Belajar dari Kekalahan Spanyol

Tahun 2014 ini menjadi perhelatan piala dunia yang pahit buat Spanyol. La Furia Roja harus menanggung kekalahan dalam dua laga pertamanya melawan Belanda dan Chili. Sebagai pendukung setia La Roja, saya sedih dong (pasti). Apalagi lihat Gerard Pique hanya duduk termangu di bangku cadangan pada laga versus Chili. Huhuhu….. bawaannya Shakira mau pukpuk aja *okeskip*

Saat gawang Casillas dijebol oleh Vargas (Spain vs Chili, World Cup 2014)
Sumber : o.canada.com


 Dulu saya juga suka mem-bully tim sepak bola yang kalah, misalnya “hahahaa mampus Itali kalah”, “lagian pendukung Inggris sombong-sombong sih, giliran kalah aja kicep”, dan sebagainya. Jahat ya, mulutnya… Hehehehe… Biarkan, namanya juga pernah muda, pernah alay, ya memang begitu :D

Saat kalah di piala konfederasi tahun 2013 saya kesal sekali, kalah di laga final lawan Brazil. Itu pun lebih kesel lagi karena Sergio Ramos ga masuk pinaltinya. Hehehe… Tapi di situ saya mulai belajar menerima kekalahan Spanyol setelah era kejayaannya selama lima tahun terakhir ini. Hemm… walau masih kesel.

Time flies and says I have to learn more. Saya mengerti sekarang bagaimana perasaan para pemain sepak bola. Saya belajar saat Mas mengalami kekalahan pada laga semi-final turnamen tarkam-nya.

“Mas kalah, dy… Adu pinalti” ujarnya lemas.

“Itu berarti tim Mas mainnya sudah bagus. Tinggal keberuntungan dari Alloh pas pinalti”

“Bukan begitu, dy… Banyak orang yang datang dukung tim Mas, terus kalah. Rasanya kecewa banget”


Begitu lah, bukan masalah bola yang gagal masuk ke dalam gawang. Tapi bagaimana membuat bangga banyak orang yang sudah berekspektasi tinggi terhadap penampilan kita, dan sulitnya untuk memprediksi kondisi di lapangan kemudian. Pilihan pemain saat masuk ke lapangan cuma dua, menang dibanggakan atau kalah di-bully, menurut saya gak ada kemungkinan tengahnya. Pasti di-bully, paling enggak sama tim lawan. Semenjak itu, saya gak mau mem-bully tim lawan yang kalah lagi.

Huft… pasti berat ya, beban yang dipikul timnas Spanyol. Saya sih, tetap setia dukung mereka. Gelar juara piala eropa dan dunia dari 2008 sampai 2012 berturut-turut sudah membuktikan La Roja memang tim hebat. Mungkin skuad sudah lelah, saatnya berganti generasi. Ya… secara Casillas sudah tua, Puyol gantung sepatu, Iniesta tambah botak, dan Pique sudah jadi ayah. Hiks :(

Quote terakhir yang jadi esensinya dan sangat penting adalah….

Karena lelaki sejati bermain sepak bola 

:D

Monday, July 1, 2013

#KeepSupport Gerard Pique

Subuh ini sudah semangat banget bangun tidur untuk nonton pertandingan final Confederation Cup. Ya jelas, karena tim kesayangan saya, Spanyol, berlaga di final melawan Brazil. Wuhuuuw, so excited!

Tetapi pagi ini Spanyol mencetak sejarah yang berbeda, kekalahan pertamanya sejak tahun 2011. Bukan, bukan masalah kalahnya mereka. Kekalahan itu hal biasa, ini pun bukan kali pertama saya melihat Spanyol gagal. Ada satu hal yang buat saya sedih sekali, Gerard Pique mendapat kartu merah saat ia mencoba mempertahankan gawang Casillas dari serangan Neymar. Huaaaa.... *elap air mata*

Pique dibantu Casillas The Captain & Busquets saat protes kepada wasit
Iya sih, ini bukan pertama kali Pique dapat kartu merah. Tapi tetap saja sedih, apalagi saat Pique menyeka air matanya (tapi tetap dengan gaya manly) hehehe.. Bagaimana gak ngenes, dia dikeluarkan dari lapangan saat pertandingan babak kedua belasan menit lagi mau berakhir. Shakira, pasangan Pique (yang notabene-nya kembaran gue, oke skip) terlihat kaget dari tribun penonton.

Well, whatever happen.. Spain is always be my #1 football team, so do Pique as it's back player. I always support you, Pique. Always.. *goyang waka waka*

Tuesday, June 4, 2013

Sahabatku Ibu Rumah Tangga

Namanya Tri Wahyuni, panggilannya Yuni. Dia teman sekelas saya saat kelas 1 dan 2 SMP. Kami punya gank saat kelas 1 SMP, namanya.... niiiitt (rahasia, soalnya namanya alay). Hahahaaha.. Personilnya ada empat cewek, saya, Mala, Lina, dan Yuni. Walau kami terpisah kelas, kami tetap main bersama bahkan saat SMA.

Diantara satu gank itu, Yuni menikah paling cepat. Ia menikah dengan kekasihnya (pacarannya dari jaman SMP, lho) hanya berselang bulan dari lulus SMA. Alhasil sekarang anaknya sudah 4 tahun dan masuk TK.

Juli 2008
Baru lulus SMA, sesaat sebelum Yuni nikah

 Setelah lebih dari 3 tahun gak ke rumah Yuni, kemarin saya memberanikan diri mencari alamatnya lagi. Walau sudah lupa gang-gangnya, saya nekat bertanya ke penduduk sekitar situ. Untungnya, mereka mengenal Yuni dan nama suaminya. Hehehe.. setelah ngobrol sebentar di rumah, Yuni mengajak saya menemani anaknya, Azhar. Sore itu, Azhar mau menghadiri pesta ulang tahun tetangganya.

Yayay, ke pesta ultah bocah! Di situ saya sadar, usia saya memang mungkin sudah pantas menikah.

"Yun, ibu-ibu di sini usianya berapa?"
"Ada yang lebih tua, ada yang se-kita, nah.. ini lebih muda" jawab Yuni sambil menunjuk ibu-ibu yang duduk beberapa meter di samping kirinya.

Di pesta ulang tahun itu, Azhar berani bernyanyi di depan teman-temannya. Berani juga ya.. :)

Azhar bernyanyi di pesta ulang tahun
Para ibu menunggu anak-anaknya di luar pesta

Yuni, (baju pink) mengobrol dengan ibu muda lainnya,
Sang teman curhat tentang kendala rumah tangganya kepada Yuni.

Pesta ulang tahun selesai, ternyata Yuni mengajak saya jalan-jalan. Saya dengan senang hati mengajak Yuni ke luar. Kami makan ayam kalasan dan jalan-jalan ke Bekasi Cyber Park bersama Azhar.



Yuni menemani Azhar main mobil coin. Azhar looks happy

Setelah makan dan main mobil koin, kami masih ingin jalan-jalan. Kangen banget deh, sudah bertahun-tahun gak pernah jalan bareng lagi. Padahal dulu setiap hari kami bertemu di sekolah. Akhirnya kami makan es krim di Mc Donalds. Kami mengobrol seru sekali, alhamdulillah saat itu Azhar asyik main perosotan di McD. Kami mengawasi dari meja makan.

"Yun, Mala mau nikah.." ujar saya sambil memberikan undangannya.
"Wah, Sabtu besok ya? Elo kapan, Wid?" tanya Yuni. Saya dan Yuni pun akhirnya bertukar cerita seru sekali tentang pernikahan. Apalagi tentang dapur, saya mengeluh karena sudah berkali-kali mencoba masak sayur asem tapi tetap saja kurang sedep. Hahaha...

"Yun, elo gak coba kerja?"
"Gak diizinin suami, Wid. Padahal temen SMA gue bolak-balik ke rumah nawarin kerjaan"
"Kan banyak yang bisa dilakuin di rumah. Dagang, atau ngajar gitu.."
"Udah pernah dulu bikin les anak sekolah, tapi malah keteteran urusan rumah"
"Kalau masak gimana?"
"Gue masak setiap hari, lho! Suami gak mau masakan beli di luar. Oh iya, sekarang gue juga usaha catering kecil-kecilan"
"Trus elo gak bosen gitu kalau seharian di rumah aja?"
"Enggak, lah.. Ini kan, udah jadi rutinitas gue. Gue anggapnya ya seperti biasa aja"


Saya senang sekali bisa ajak Yuni jalan-jalan walau hanya beberapa jam. Setidaknya ia bisa refreshing di luar rumah. Saya tahu pasti ada rasa bosan dalam rutinitas sebagai IRT. Namun, keikhlasnya berbakti kepada suami bisa membunuh rasa bosannya.

... dan hal itu belum tentu bisa saya lakukan.


Monday, April 22, 2013

Wanita Karir yang Mengagumkan

Dua puluh satu bulan empat.

Tanggalnya tidak asing lagi ya, terasa sekali euforia bangsa Indonesia hari ini. Hari Kartini. Dulu saat saya masih duduk di sekolah dasar, Hari Kartini adalah hari memakai kebaya dan berpawai keliling perumahan Bumi Satria Kencana. Namun saya gak pernah betah didandanin dan pakai kebaya. Pernah saat kelas 5, habis pawai saya langsung main di lapangan tanpa membuka sasakan rambut dan memberihkan make-up.

Bagi yang tidak kemana-mana di rumah, memantau media televisi, radio, atau jejaring sosial pada tanggal 21 April adalah membosankan. Karena semua media membicarakan hal yang sama, emansipasi wanita. Di mana semua media menampilkan profil wanita-wanita hebat. Termasuk hari ini (22/4) atmosfer Hari Kartini masih terasa kental. Entah sudah berapa talkshow sejak tadi sore menghadirkan wanita-wanita hebat dari berbagai profesi. Ada yang pilot, pembalap, koki, daaaaan lainnya.

Namun saya tidak akan membahas Ibu Kartininya, kok.. Pengetahuan sejarah saya masih sangat rendah. Walau saya tertarik dengan kultweet Kang +Asep Kambali KHI  mengenai #MenggugatKartini. Menurut Kang Asep, Ibu Kartini hanya seorang gadis yang well-educated dan pro-Belanda, dan menulis surat kepada sahabatnya di Belanda mengenai kesedihannya hidup di tengah budaya Jawa. Hemm.. Saya juga tidak suka sih peraturan perempuan dalam budaya Jawa. Banyak banget... Makanya Ibu selalu menjuluki saya pembangkang dan banyak tanya. Soalnya saya ndak suka dengan jawaban "Sudah, pokoknya ikutin aja kata Mbah/Eyang ya".

Oke, kembali ke wanita saja ya... Saya suka sedikit sedih kalau banyak orang yang menyudutkan para wanita yang berkarir. Apa salah mereka? Karena mereka tidak bisa urus anak atau suami, kah? Mereka toh bekerja demi keluarga. Pada dasarnya, semua orang juga ingin hidup tenang, santai, enak, mewah, mapan, berkecukupan, pekerjaan baik, pendidikan baik, makanan yang baik, fasilitas yang baik. Namun, kenyataannya hidup tak semudah itu. Iya, kan?

Saya sangat menghargai wanita yang berjuang demi keluarga, termasuk ibu saya. Kebutuhan hidup yang semakin tinggi terus mendesak Ibu agar bekerja hingga saat ini. Beliau wanita hebat, ya... Ibu. Saya ingin seperti dirinya, menjadi wanita karir. Membayar keringatnya walau mungkin tak akan cukup mengganti semua cinta dan pengorbanannya untuk saya.

Banyak yang bilang berkarir akan membuatmu tak bisa mengurus rumah, suami, dan anak-anakmu. Siapa bilang? Kenalan dulu sama wanita yang satu ini. Beliau adalah salah satu sumber inspirasi saya, Ibu Novita Tandry.

Novita Tandry

Ibu Novita Tandry adalah pakar pendidikan balita di Indonesia. Beliau mendirikan Tumble Tots di Indonesia sejak usianya masih 20 tahunan. Sekarang pasti teman-teman sering melihat Tumble Tots di berbagai wilayah, dong? Kerja keras Ibu Novita membuahkan hasil puluhan cabang Tumble Tots di Indonesia dan berbagai penghargaan untuknya. Selain itu, beliau juga menulis beberapa buku mengenai pendidikan anak dan memberikan kultweet #ParentingTips di Twitter. Luar biasa....

Saya pribadi mengenal Ibu Novita saat Gala Dinner Perhumas 2012 silam di Grand Sahid Jaya Jakarta. Tak menyangka saya akan duduk satu meja bersama beliau dan suaminya. Saat itu, Ibu Prita Kemal Gani (Ketua Perhumas Indonesia) berkata kepada saya dan teman-teman, "Itu di samping kalian pemilik Tumble Tots, lho! Ayo kenalan.." ujar Ibu Prita menyemangati. Saya dan Ibu Novita hanya berbincang sedikit saat itu. Sambil sesekali saya memperhatikan dirinya, begitu cantik dan anggun (emm.. sebenarnya saya juga memperhatikan cara beliau makan sih, soalnya saya tidak biasa table manner hehehe).

Beberapa bulan setelah Gala Dinner itu saya teringat kembali dengan Ibu Novita. Saya coba googling namanya dan mendapat berbagai informasi, artikel, dan akun media sosialnya. Betapa terkejutnya saya membaca artikelnya. Detik itu saya langsung berkata, Ibu Novita Tandry menginspirasi saya!


 Bayangkan, dengan karir yang sehebat itu Ibu Novita tetap memasak makan siang untuk suaminya. Tiap pukul 11 siang ia bersiap memasak sebelum suaminya datang ke kantor dan makan siang bersama. Sungguh romantis, bukan? Hehehe... Tetapi tetap poin pentingnya adalah bagaimana ia tetap bisa menjalankan kodratnya sebagai wanita dan istri walaupun tidak harus di 'rumah'.

Setelah membaca artikel itu saya ingin sekali bisa seperti beliau. Tak hanya pintar memasaknya, namun juga gaya hidup sehatnya. Saya ingin lebih bisa mengontrol makanan dan berolahraga lebih baik (sekarang saya juga tahu mengapa beliau tetap cantik dan segar hingga saat ini). 

Tak sekedar cantik fisik, beliau juga menginspirasi saya dengan pribadinya yang humble dan mengingat orang lain. Buktinya, beliau masih ingat saya hehehehe.. Sedangkan saya yang masih muda, seringkali sulit mengingat orang yang baru dikenal. Huh, kadang suka sebal sama kebiasaan jelek yang satu ini! Setelah beberapa kesempatan saling sapa dengan beliau, sekarang beliau juga mem-follow saya di Twitter (horee.. di-follow inspiratorku). Bagi yang ingin kenalan atau bertanya cara dan tips mendidik anak, follow saja akun Twitternya @novitatandry , bermanfaat deh ;)

Ibu Novita beserta Tumble Tots dan buku-bukunya
(Sumber : novitatandry.com)

Terima kasih, Ibu Novita...
Karena Ibu saya percaya ada seorang wanita karir yang memanjakan suami, menjadi ibu yang baik, cerdas, cantik, pintar memasak, ramah, menyenangkan, dan membawa kebaikan yang besar untuk masyarakat... seperti Ibu Novita Tandry.

Saya juga akan menjadi wanita seperti Ibu nanti, amiiinn... :)


Thursday, April 18, 2013

Tipe-tipe Pria (a la Widy & Dela)

Ndak tahu kenapa, kalau hang-out dadakan itu hasilnya sering menyenangkan. Kemarin sore (17/4) saya pergi bersama Dela Visa habis kuliah. Bagi yang belum tahu, Dela atau Dedel adalah teman seangkatan saya di Ilmu Komunikasi Unisma. Kami pun bersama-sama mengambil konsentrasi Public Relations semenjak semester 3, jadi selaluuuuuuu sekelas. Bosen? Gak sih, cuma sempit aja.. Soalnya kami sering duduk sebelahan dan badan kami sama-sama besuaaarrr :D

Awalnya Dela ingin meminjam buku Effective Public Relations Cutlip & Center di rumah saya. Kami pun berdua boncengan motor melintasi lampu merah yang suka banyak polisinya. Untung saat itu polisinya gak ada di tempat, padahal Dela gak pakai helm.

Sampai di kawasan rumah saya, Kayuringin Jaya, saya malah mengajak Dela beli risol kesukaan saya. Sambil menikmati jalan-jalan sore, kami pun berbicara mengenai banyak hal. Salah satunya.... yap, apalagi kalau bukan cowok!

Percakapan perempuan selalu menyenangkan. Seru, kadang bikin ngakak sendiri. Percakapan kami menghasilkan teori bodor, mengkategorikan pria ke dalam beberapa kategori.

TIPE PRIA
a la Widy Darma & Dela Visa (red. Perempuan Galau menuju masa depan)

  1. GEBETAN-ABLE. Pria dengan tipe seperti ini biasanya memiliki tampang yang oke, ganteng, keren, bersih, tinggi semampai, sedikit alay, rambutnya emo, hobinya galau di media sosial. But please, tipe yang begini cuma cocok jadi gebetan. Jangan dipacarin, pokoknya jangan! Dipamerin dikit boleh. Biasanya tipe gini idola anak ABG.
  2. PACAR-ABLE. Pria dengan tipe ini biasanya baik sama perempuan. Ciri-cirinya suka perhatian, humoris, siaga menolong, gak keberatan traktir. Tipe begini diciptakan untuk memudahkan. Hahahaha...
  3. SUAMI-ABLE. Ini tingkatan tertinggi. Biasanya gak cakep-cakep amat, tapi berkarisma. Baik sama semua orang, gak cuma sama perempuan aja. Tuturnya sopan dan dewasa, menjunjung tinggi harga diri sebagai pria. Ciri-ciri lainnya adalah pekerja keras namun gak boros. Pria tipe ini mencintai perempuan dengan elegan, tanpa perlu banyak kepo dan posesif

Selain ketiga kategori di atas, kami juga membuat kategori sampingan. Kategori ini sebenarnya tidak diharapkan, namun tidak dipungkiri kehadirannya di muka bumi ini.

  • SELINGKUHAN-ABLE. Ini bisa dua jenis, brondong atau seumuran. Tipe ini diciptakan untuk perempuan yang kurang bersyukur. Ciri-cirinya adalah berparas unyu menggemaskan dan manja. Minta ditraktir mulu sama perempuan. Sepintas terlihat menyenangkan, sepintas loh ya.. Aslinya sih, enggak. Hahaha...
  • SUGAR DADDY-ABLE. Tipe ini agak kontroversial dan sensitif, namun banyak terjadi. Sugar Daddy itu terjemahannya papa yang manis (lah iya!). Maksudnya, mereka adalah pria-pria dewasa (bisa om-om atau bapak-bapak) yang biasanya mengincar mahasiswi atau wanita muda. Tipe ini biasanya berparas dewasa, royal sekali, namun genit. Kalau kamu bergaul sama pria tipe ini, berarti kamu perempuan yang SELINGKUHAN-ABLE.
Anyway, kalau kamu didekati dua tipe pria di atas ini mendingan jangan ditanggapi ya! Eh, tapi itu pilihan kamu sih.. Sebaiknya jangan. Suatu saat kamu bakal menemukan tipe SUAMI-ABLE yang pas untukmu kok. Semangaaaaatttt (^ , ^)9

Kalau ini sih, jangan ditanya.. SUAMI-ABLE banget!


N.B. : Kategori ini sebenarnya dominan dicetuskan oleh saya, Dela cuma haha-hihi dan nambahin inspirasi. Tenang kok, dia anak baik dan manis :)

Sunday, April 14, 2013

IDP Pariama, Guru yang Selalu Ingat Ultah Muridnya

Sudah hampir lima tahun saya lulus dari almamater kebanggan, SMF Ditkesad. Jika ada teman-teman yang belum tahu, SMF adalah Sekolah Menengah Farmasi, dan Ditkesad adalah Direktorat Kesehatan Angkatan Darat. Saat ini, sekolah saya telah berganti nama menjadi SMK Farmasi. Ribuan asisten apoteker telah dibentuk dari sekolah yang berdiri sejak tahun 1960-an ini, saya salah satunya. Namun sedikit berbeda dengan teman-teman, saya saat ini nyaman menggeluti dunia komunikasi dan Public Relations.

Saya bertemu dengan banyak orang yang mengagumkan dan memberi banyak pelajaran hidup. Salah satunya I Dewa Putu Pariama atau yang biasa kami sapa Pak Pariama. Pria asal Bali tersebut adalah guru Kimia di sekolah, baik Kimia Dasar, Praktikum Kimia, dan juga Kimia Anorganik. Cara mengajar beliau pun unik, gak bikin ngantuk. Beliau hanya masuk kelas, memberikan beberapa materi dan contoh soal penerapannya, kemudian selesai. Menurut saya, beliau itu sakti! Entah mengapa apa yang beliau ajarkan mudah dipahami murid-muridnya.

Pak Pariama dikenal seluruh angkatan sekolah kami, karena beliau sendiri adalah alumni almamater kami (saat itu namanya masih SAA - Sekolah Asisten Apoteker- Ditkesad). Setahu saya, beliau adalah angkatan pertama SAA Ditkesad. Tradisi sekolah kami adalah alumni yang sudah lulus dapat mengajar lagi. Tak heran jika sebagian besar guru SMK Farmasi Ditkesad adalah alumni, mulai dari angkatan Pak Pariama sampai yang lulusan tahun 2000-an. Saya pun sangat ingin suatu saat bisa berbagi ilmu dengan adik-adik di SMK Farmasi Ditkesad.

Pak Pariama (empat dari kiri, berkacamata) berfoto dengan Angkatan 37
saat Reuni Akbar SAA/SMF Ditkesad (19/1) lalu.


Pak Pariama tak hanya jago memberikan ilmu Kimia, namun beliau juga memberikan pelajaran-pelajaran hidup kepada saya. Satu perilaku beliau yang selalu saya ingat saat ini adalah : 

Pak Pariama tak pernah lupa mengucapkan ulang tahun kepada muridnya.

Saya pun heran, beliau tak pernah absen mengucapkan ulang tahun pada setiap anak-anak muridnya. Bagaimana cara beliau menghafalnya? Di sekolah ada 3 tingkat murid dengan jumlah (maksimal) 90 orang setiap angkatan. Apakah beliau menghafal 270 tanggal lahir, atau beliau membuat catatan tersendiri di agendanya? Tak hanya anak yang dikenal pintar, bandel, atau pecicilan, bahkan anak murid yang kalem pun juga mendapat ucapan ulang tahun. Saya pribadi pun selalu mendapat ucapan ultah dari beliau saat bersekolah.

Awalnya saya bingung mengapa beliau melakukan itu. Sampai pada beberapa waktu lalu saya mempelajari tentang marketing relationship dalam mata kuliah Marcomm. Salah satu yang dilakukan perusahaan dalam membina hubungan dengan customer adalah mengucapkan ulang tahun. Wow, Pak Pariama telah melakukan itu sejak lama! Mungkin beliau bermaksud membina hubungan baik dengan murid-muridnya, dan itu berhasil. Beliau menjadi guru yang disegani, dicintai, dan diingat murid-muridnya. Saya tersentil sedikit, karena saya adalah seorang yang teledor dalam membina hubungan. Bahkan, balas SMS dan email saja sering lupa. Duh, padahal kan saya calon Public Relations!

Jika ada penghargaan untuk seorang pendidik, menurut saya Pak Pariama pantas mendapatkannya. Puluhan tahun mengabdi menjadi seorang guru, beliau tetap konsisten mengajar bahkan sampai usianya yang kepala enam saat ini. Indonesia Youth Forum 2013 mendatang juga akan memberikan penghargaan untuk Youth Educator, namun tentu saja untuk pendidik dari usia muda ya! Hehehe... Semoga Pak Pariama ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi para pendidik muda dan terus konsisten mendidik generasi Indonesia sampai akhir hayatnya nanti. Tak hanya mendidik secara kognitif, namun juga memberikan teladan sikap yang positif bagi anak didiknya.

Dua hari yang lalu, saya membuka buku kenangan sekolah farmasi. Saya teringat ini bulan April dan ada seorang guru yang berulang tahun, Pak Pariama. Tepat hari ini, Pak Pariama tepat berusia 61 tahun. Tulisan ini saya persembahkan untuk beliau. Meski mungkin beliau tak membacanya, namun kita dapat mengingat kembali sosok guru yang hanya saya temui di SMF Ditkesad ini.

Selamat ulang tahun, Pak Pariama.. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan & ilmu yang Bapak berikan kepada kami :)

"Seharusnya saya memang sudah pensiun, namun saya ingin mengajar hingga akhir hayat saya"
- IDP Pariama

"Kamu boleh jadi anak bandel, tapi jangan jadi anak bodoh"
- IDP Pariama




Sunday, March 17, 2013

FOTO : Kenangan Kost Kwini 2008

Sebelum membaca posting ini, mari kita baca ayat kursi..


Tadi siang saya membaca linimasa adik-adik di SMF Ditkesad. Wah, ternyata sekarang bulan Maret, ya? Pantas, topik ujian jadi perbincangan hangatnya.

Ingat ujian, jadi ingat masa perjuangan tahun 2008 silam dimana posisi saya sama seperti adik-adik. Sedang deg-degan, harap-harap cemas menanti masa kelulusan. Karena kesibukan sekolah yang sangat padat saat kelas 3, saya memutuskan untuk kost.

Biaya kost di sana cukup mahal, saya berbagi ruangan berdua sekamar dengan tarif 250 ribu per orang. Padahal ukuran kamarnya tidaksampai 3x3 meter. Saya kost di Jl. Abdul Rachman Saleh II No.5, Kwini, Jakarta Pusat. Rumah kost milik mantan perwira AD bernama Pak Toha itu berlantai 3 dengan jumlah 10 kamar. Berhubung tetanggaan dengan Paspanpres, jadi pengamanan di sekitar kostan cukup ketat.

Saya satu kost dengan beberapa teman sekolah, ada Yuli (Ijul), Aya, Vika(Kucing), Fidza, dan Anita. Dulu sempat satu kamar dengan Lia, tapi dia homesick terus jadi gak terus nge-kost. Kamar Yuli & Fidza, Aya & Vika ada di lantai 2. Kamar saya eksklusif ada di lantai 3, dekat dengan balkon besar sekaligus tempat jemuran. Tapi kalau malam jangan ditanya, deh.. Pemandangannya indah banget! Ya, pemandangan gedung bertingkat sih.. Dodolnya kita sering gelar karpet di balkon, terus gegayaan makan malam (ceritanya kayak sky-dining gitu, tapi lesehan).

Saya jadi kangen nostalgia masa-masa di kosan yang seru, aneh, bodor, dan sukses bikin bobot tubuh saya jadi 41kg (sekarang jangan ditanya, ya). Ini dia rutinitas saya di kosan.


Foto di depan kosan sebelum berangkat sekolah.
Gak tau kenapa saya sering ditinggal temen-teman kalau berangkat.
Biasanya kami jalan kaki atau patungan naik bajaj.
Sesampainya di sekolah kami langsung apel pagi.
Ini saya lagi diajakin bolos apel sama Tasya. Saya mah, senang kalau bolos apel.
Habis apel pagi, kami biasanya ngemil tempe goreng atau otak-otak di warung nasi sekolah
Pukul 7.30 pelajaran baru dimulai.
Saat persiapan ujian, tiap hari kerjaannya latihan soaaaaal doang lanjut pembahasan.
Begitu terus sampai mabok.
Makan siang. Taraaap!
Biasanya kami makan mie di kantin Departemen Bedah RSPAD Gatot Subroto.
Yah-you-know-lah sambil lihat coass ganteng. Uhuk!

Pulang sekolah jam 4 atau 5 sore.
Kegiatan biasanya adalah beberes kamar, nyuci, nyetrika, ke warnet, atau narsis.
Ini beneran di kamar kost Vika, kalau kamar saya berantakan pasti.
Makan malam
Kalau hari Senin - Rabu, makannya enak-enak.
Bisa pizza, bisa Mcd, bisa KFC.

Menu Kamis - Sabtu
Ropita, Nasi Goreng, Mie Tek-tek,
Mie, telur rebus, abon (kalau benar-benar kere)

Oke deh, segitu dulu nostalgianya. Salam pipis, lope, en gahoel dari anak kost Kwini.


Gaya paling gaul 2008
(Backsound : T2 - Ok!)
Manyun gaul 2008
Foto gaul buat Friendster

Note : Semua foto ini diambil dengan kamera ponsel beresolusi VGA. Alhamdulillah ya, jerawatnya tersamarkan :))

Sunday, January 20, 2013

Aku Bertemu Malaikat


Pernah bertemu malaikat? Saya pernah, baru bertemu lagi kemarin malah.

Ada pepatah kuno jawa kurang lebih bunyinya seperti ini :
“Yen siro dibeciki liyan tulisen ing watu kareben supoyo ora ilang lan terus kelingan"

Kurang lebih artinya jika kamu mendapatkan kebaikan dari orang lain, tulislah di batu supaya tidak hilang dan terus teringat. Nah, berhubung saya tidak bisa menulis di batu jadi saya tulis di blog saja, ya! Hehehe...

Saat yang paling mengharukan saat reuni adalah bertemu salah satu malaikat dalam hidup saya. Ya, dia malaikat. Wanita luar biasa yang pernah saya temui. Baterai semangat abadi yang pernah saya dapatkan. Beliau adalah wali kelas saya, Ibu Sri Riyanti.


Ini pertemuan pertama saya kembali dengan beliau sejak lulus tahun 2008. Artinya, hampir lima tahun kita tidak bertemu. Sejak pagi reuni dimulai, saya terus mencari sosoknya. Namun karena kesibukan sebagai panitia, saya baru bisa bertemu dengannya saat sesi makan siang. 

Rasa haru dan kangen bercampur aduk saat menyapanya, memeluknya, dan mencium tangannya. Beliau masih sama seperti lima tahun yang lalu, masih cantik dan sapaannya begitu hangat. Kami berbincang seru sekali, bertukar cerita tentang banyak hal.

Di akhir pembicaraan sebelum beliau pulang dari Aula Pandansari, Wiladatika Cibubur :
"Widya, jangan pernah lupakan Ibu ya.."
"Enggak, Ibu... Enggak akan pernah lupa"
Ibu Yanti, salah satu alumni Ditkesad angkatan 1987, adalah guru di sekolah saya. Beliau mengajar Farmakologi, salah satu pelajaran yang paling saya sukai. Beliau pernah menjadi wali kelas saya saat duduk di kelas 3.

Secara fisik, beliau memang kurang sempurna. Kakinya ditopang kerangka besi dan sedikit sulit berjalan. Saya sempat iba dan bingung melihatnya saat masih kelas 1. Saat itu saya belum diajar oleh beliau. Kami baru dipertemukan saat saya duduk di kelas 2. Beliau adalah guru yang hebat dan sabar. Super sabar, malah!

Saya adalah siswa yang suka konyol (plus dodol) saat praktikum resep. Saya masih ingat saat itu sedang mempelajari pembuatan sediaan obat emulsi. Emulsi adalah cairan yang terdiri dari campuran minyak dan air. Saya gagal terus membuat emulsi. Sampai tiba saya putus asa dan kesal sendiri, saya menyerah. Saya pun membawa hasil emulsi buatan saya kepada Bu Yanti yang menjadi pengawas praktikum di deretan meja saya. Bukannya memarahi saya, Bu Yanti malah mencontohkan cara pembuatan emulsi langsung di depan saya.

Nilai ujian saya saat sekolah sangat fluktiatif. Bukan, bukan karena saya pacaran. Pacaran itu gak ngaruh sama nilai-nilai saya. Saya adalah orang yang sangat moody dan pembangkang. Kalau mau belajar tapi saya gak mood, ya saya tidak akan belajar. Begitu juga saat ujian. Walau sudah belajar serius, kalau saat ujian gak mood pasti hasilnya hancur. Mungkin lebih tepat disebut pemalas ya, menuruti kemalasan diri (baru sadar).

Siang itu ulangan harian Farmakologi saya dapat nilai 20. Saya dipanggil Bu Yanti, wali kelas saya.

"Widya, saya memperhatikan nilai kamu sering naik turun. Gak cuma di pelajaran saya saja, hampir di semua pelajaran. Hari ini kamu bisa dapat 100, besok kamu dapat nilai 20, 40. Turunnya jauh banget, gitu.. Kamu gak belajar kan?"

"Saya belajar bu, tapi nge-blank begitu aja. Saya suka hilang mood"
"Itu artinya kamu gak belajar"
"Saya belajar, bu.. Beneran"
"Terus mau sampai kapan kamu begini? Bisa saja ulangan harian terakhir kamu dapat 100, tiba-tiba pas UAN Kompetensi kamu dapat 20 gimana? Ini membahayakan kamu"

Otak saya serasa disiram air es. Kaget, akhirnya jadi berfikir. Bu Yanti tidak begitu banyak menasihati selain belajar dengan lebih baik dan memberikan saya sebuah buku berjudul "Belajar Rasa Coklat". Buku ini penyelamat mood saya saat ujian akhir kelas 3. Semenjak saat itu saya berprinsip, belajarlah seperti makan coklat. Memahami dengan baik apapun materinya dan siapapun yang mengajar. Nilai ujian saya ajaib, seluruh pelajaran kefarmasian bisa mendapat nilai di atas 90. Menjadi peringkat ke-9 di sekolah dan ke-37 SMF se-DKI Jakarta. Satu prestasi besar untuk anak keras kepala dan malas seperti saya.

Bu Yanti itu ajaib. Beliau bisa tahu bakat dan minatku bahkan sebelum orang lain bisa melihatnya. Sejak sekolah saya senang menulis dan pernah menjadi ketua majalah dinding. Mungkin dari situ Bu Yanti membuat penilaian sendiri tentang saya.


"Widya, kamu cocok deh kayaknya kalau sekolah publisistik"
Apaan tuh, publisistik? Namanya saja baru dengar. Gak kebayang bakal belajar apa di sana. Saat itu saya tak menggubrisnya, mungkin sekedar celotehan beliau belaka.

....Voila! Ternyata saat ini saya duduk di bangku kuliah dan belajar publisistik alias Public Relations. Di dunia ini lah saya merasa nyaman dan menjadi diri saya sendiri. Bu Yanti bisa tahu bahkan sebelum saya menyadarinya sendiri. Ajaib kan? Amazing... Amazing...

Setelah ujian, saya dan teman-teman sering bercerita dengan beliau di waktu luang menunggu kelulusan. Beliau memberikan nasihat kepada saya dan teman-teman Cremyund (gank saya saat SMA) yang tak akan pernah saya lupa :

"Nak, Ibu butuh waktu puluhan tahun untuk membuktikan pada orang-orang bahwa ibu juga bisa seperti orang kebanyakan, untuk mereka hargai. Kalian yang dianugerahi fisik sempurna, bersyukurlah. Berusahalah, jangan patah semangat dan gampang menyerah."

Begitulah sosok Bu Yanti. Malaikat itu berwujud guruku.

Saturday, January 19, 2013

Anothero 'Farmo Murtado'


Saatnya bilang "FIUUUHHH" setelah menjalani rutinitas ujian akhir semester beberapa minggu ini. Sebenarnya belum selesai, sih.. Karena masih ada beberapa ujian praktikum yang ditunda akibat bencana banjir dan baru diselenggarakan minggu depan.

Hari ini, Sabtu (19/1) saya mengikuti kegiatan Reuni Akbar SAA/SMF Ditkes TNI-AD, sekolah saya. Menurut saya, reuni kali ini tuh WOW banget! Bagaimana tidak, ada 41 Angkatan dan 3 angkatan adik kelas yang masih bersekolah saat ini hadir juga. Gila gak, tuh! Satu kebanggan juga punya keluarga super besar seperti ini. Ada yang sudah kakek-nenek, bahkan yang masih remaja oenjoe. Kalau saya menjelang dewasa tapi semangat oenjoe terus dong! Hahahaha..

Suasana Reuni Akbar SAA/SMF Ditkesad (Foto : Pribadi)
Seluruh hadirin berdiri menyanyikan Mars KESAD (Foto : Pribadi)

Di acara reuni itu saya bertemu banyak orang yang sudah saya kenal dan yang baru saya kenal. Saya curi ilmu mereka sebanyak-banyaknya sadar atau tidak sadar. Banyak nasihat dan supply semangat yang saya dapatkan. Ternyata kakak-kakak alumni juga banyak yang 'murtad' dari farmasi, seperti saya. Bahkan ada yang menjadi pejabat bank Mandiri, manajer perusahaan perminyakan, enterpreneur, dll.

Sejak lulus, saya baru sekali bertemu salah satu orang yang punya jasa besar dalam hidup saya. Namanya Pak Heru Purwanto. Beliau adalah guru di sekolah, alumni SAA Ditkesad angkatan 1975, dan ayah angkat saya. Beliau yang menjadi orang tua asuh dan membiayai sekolah saya di Ditkesad yang supermahal. Di acara reuni ini, beliau menjadi inisiator dan ketua panitianya. Saya belum bisa membalas kebaikan beliau, saya hanya bisa sedikit membantu dengan waktu dan tenaga yang saya punya. Anyway kemarin beliau nyanyi lagu blues di acara reuni, lho! Keren abis.

Pak Heru on the stage (Foto : Pribadi)
Pak Heru sendiri tidak melanjutkan studinya di farmasi, melainkan mengambil sarjana hukum di Universitas Indonesia. Saat ini ia bekerja di bagian investitasi Badan POM. Kalau ada sidak tahu formasil, ekstasi, dll, pasti beliau sering muncul di TV deh! Hehehe..

"Gak ada yang salah sama apa yang kamu lakukan, Widya.. Semua ilmu baik untuk dipelajari. Meskipun awalnya ditentang keluarga, tunjukkan terus prestasi kamu. Insya Alloh kamu bisa jadi orang sukses"
(Ibu Nina - Alumni angkatan 1975, Senior Product Manager di sebuah perusahaan farmasi)

Paitia Reuni Akbar berpose setelah acara selesai


Sunday, August 7, 2011

Orderan Bukber FDC

Heiiiyaaa.... Alhamdulillah, akhirnya saya bangkit kembali setelah hampir satu minggu total bedrest di rumah. Ternyata Alloh menganugerahkan penyakit kepada saya di awal Ramadhan ini agar saya istirahat di rumah dan belajar sabar serta tawakkal. Hehehe..

Bedrest bukan berarti tanpa kegiatan. Sederet pekerjaan harus tetap saya selesaikan selama istirahat di rumah. RPP (Rencana Pelaksanaan Pengajaran) Bahasa Indonesia tingkat SMP untuk bimbingan belajar LTC tempat saya bekerja paruh waktu harus diselesaikan. Lumayan ya, bikin RPP 3 kelas. Sedikit pegel dan stress. Namun, ada beberapa yang terbengkalai (dan parahnya saya baru ingat semalam, itu juga diingatkan) adalah layouts PANGLIMA MEDIA dan desain stiker untuk Farmasi Ditkesad Community (FDC). Aaaaa... Rasanya kepala mau pecah.

Sedikit lemas, karena harus makan siang Corel Draw. Namun karena janji dan tanggung jawab, maka saya harus segera mengerjakannya. Dan jadilah desain berikut. Jeng jeng jeng jeng...




Desain saya untuk acara Bukber FDC


Hemm.. ya.. Sedikit yummy, dengan taste yang manis. Ya ya ya, saya sedang lapar (hush, puasa!). Entah kenapa saya terbesit ide membuat cupcake. Mungkin karena ada pepatah berbukalah dengan yang manis (hmm, tidak ilmiah). Atau sedikit bosan jika bulan ramadhan diidentikkan dengan warna hijau atau ketupat. Maka dari itu saya buat cupcake. Hahahaha..

Desain ini nantinya akan dicetak dalam bentuk stiker. Namun yang saya sarankan kepada kawan saya yang akan mencetak, sebaiknya menggunakan stiker bahan kromo, bukan vinil. Karena finishing untuk desain ini akan lebih bagus. Lalu, saya sedikit usil dengan potongan stiker yang tidak persegi panjang atau bujur sangkar. Saya ingin kawan-kawan FDC lebih teliti dan kreatif dalam menggunting hahahaha (maaf ya).

Acara buka puasa FDC sendiri akan diadakan Sabtu minggu ini tanggal 13 Agustus 2011, bertempat di SMK Farmasi DITKESAD Jl.Abdul Rachman Saleh No.18 Jakarta Pusat 10410. Acara ini akan dihadiri alumni SMK Farmasi Ditkesad dari berbagai angkatan. Selain buka puasa bersama, FDC juga mengadakan bakti sosial, seperti tahun sebelumnya. So please, bagi Alumni KESAD be there at 4pm! C'ya soon..

Friday, July 9, 2010

BOCOR :: Nobar Worldcup

Pertandingan FIFA World Cup 2010 South Africa memang sayang untuk dilewatkan. Apalagi menonton tim kesayangan. Sejak sekolah, saya sudah menyukai tim sepak bola Spanyol. Maka pertandingan tahun ini pun saya tentu akan mendukung Spanyol.

Begitu banyak kutukan Spanyol ketika berhadapan dengan piala dunia. Spanyol tidak pernah sampai ke babak final. Prestasi tertinggi hanya semifinal pada tahun 1950. Banyak yang mencemooh Spanyol sebagai tim pujaan kaum hawa saja. Namun sekarang apa buktinya? Juara EURO 2008 juga mencapai babak final piala dunia tahun 2010. LA FURIA!!



Kamis dini hari (8/7) adalah waktu yang sangat menentukan bagi Spanyol dan Jerman, siapa yang akan menduduki satu tempat untuk berlaga di final melawan Belanda. Saya bersama tim Bocor saya, Vi Purnama, Cahyo Dwi, Pandu Pramaditha, Dewa Ayu dan pacar saya Elia Lindra meluangkan waktu untuk menonton bersama.

Awal destinasi kami adalah Manchaster United cafe di sarinah, berhubung Kakak Ayu punya vouchernya. Namun ketika kumpul, kami malah putar haluan ke Citos. Begitu datang, wah sudah penuh sekali di semua tempat. Kami singgah sejenak di Starbucks untuk ngupi-nngupi sebentar sambil menanti pertandingan.



Saya, Pandu dan Elia mendapat tempat di Intersport Sokkerland. Ketiga makhluk lain pun menghilang. Ternyata mereka dapat tempat enak di Burger King. Rrrrrr.... Akhirnya setelah babak pertama usai, kami pun pindah dan berkumpul semua di Burger King.

Pertandingan berlangsung dengan seru. Skor 1-0 untuk Spanyol. Dan sasaran amuk masa kali ini adalah Pandu yang sendirian memakai kostum Jerman. Hahahahaha... Sayang Kiko Rizqiardana tidak ikut. Kalau ikut, dia harus jadi amukan masa juga.

Berikut liputan serunya acara kemarin.






Photo captured by Vi Purnama & Cahyo Dwi

Saturday, July 3, 2010

HAPPY BIRTHDAY MAMI BOCORS!!

Jum'at (2/7) saya dan tim bocor menyerbu Iga Bakar Daeng Naba di Kemang. Ada birthday blast-nya mami bocor, Teh Via Dholorossa. Happy birthday tetehku sayang!



Saya, Via Purnama, Cahyo Dwi, Elia Lindra, Pandu Pramaditha, Dewa Ayu dan Kiko Rizqiardana langsung menyerbu Kemang sepulang aktifitas. Seketika itu juga, resto itu jadi riuh. Apalagi setelah kak Ayu datang dan menampilkan gaya andalan, GAYA TEMBOK. Hahaha..



Sekitar satu jam kami disana. Acara dimulai dengan tiup lilin, potong kue dan suap-suapan brutal.





Kemudian saatnya untuk menjadi barbar!! Iga bakar ssrrlluuppp porsi barbar siap untuk disantap dengan berbagai gaya!





Acara ditutup dengan menonton pertandingan bola Brazil vs Belanda. Kayaknya semalem cuma saya yang pegang Brazil dan saya yang kalah *sedih*. But anyway... Last night is a great nite! Woohoo...

Photos captured by Widy, Cahyo Dwi & Kiko's BB

Friday, July 2, 2010

BOCOR :: behind the session

Kalau dilihat bocor sekali kami ini. Hahaha..



Thank you untuk Pandu Pramaditha yang udah ngeliput behind the session hunting kemarin. Special thanks juga karena sudah iseng meng-captured muka aneh saya (-_-").



Inilah dia hasil jepretan Pandu..









Captured by Pandu Pramaditha