Awalnya saya juga bingung bagaimana cara agar menjaga nasi tetap sehat, dan bagaimana cara memilih perlengkapan untuk menyimpan serta memasak nasi. Alhamdulillah saya ketemu dengan Cosmos yang punya serangkaian produk rumah tangga untuk menyimpan dan memasak nasi. Simak ulasannya berikut ini yuk!
Showing posts with label Produk. Show all posts
Showing posts with label Produk. Show all posts
Saturday, December 7, 2019
Jaga Nasi Sehat dengan Cosmos Harmond CRJ 6601 dan Cosmos 007-Pundi
Nasi memang sudah menjadi makanan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Indonesia, termasuk keluarga saya. Tiada hari tanpa nasi! Hehehe.. Kalau kata ibunda saya "Gak makan nasi itu artinya gak makan", saking gak bisa lepasnya sama nasi. Kalau lihat nasi yang berbutir-butir rapih dan terlihat fresh, pasti makannya makin semangat. Coba deh, kalau lihat nasi yang lembek agak berair gitu (duh, kayak mau basi), pasti langsung gak nafsu makan. Hehehe... Oleh karena itu, bagi saya penting sekali menjaga nasi agar tetap sehat saat dikonsumsi.
Tuesday, July 17, 2018
Cegah Ruam Popok dan Kulit Bayi Kasar dengan Pure Baby Skincare
Menjadi ibu bagi Yasmin adalah masa-masa yang menyenangkan sekaligus menghebohkan bagi saya. Bagaimana tidak, punya anak pertama langsung mengurus semuanya sendiri tanpa orang tua dan mertua. Apalagi dengan berbagai problematika bayi yang saya belum paham. Kadang suka jadi clueless banget. Jadi ingat waktu pertama kali Yasmin mengalami ruam popok dan kulit wajah bruntusan di usia 1 bulan, udah panik sejadi-jadinya. Panik karena gak tahu harus diapakan, sedih juga lihat kulit bayi kok merah dan kasar. HUAAAA…. MAU NANGIS KALAU INGAT MASA-MASA ITU.
![]() |
| Pure Baby Skincare, aman untuk Bayi Foto : Dokumentasi Pribadi |
Friday, July 1, 2016
2 Jenis Rompi Muslimah Wanita Berkualitas Terbaik
Rompi denim, bisa jadi item fashion andalan yang tetap terkesan syari
Foto : Hijup
|
Rompi atau vest merupakan salah satu jenis busana yang banyak sekali dibutuhkan oleh setiap orang khususnya perempuan untuk saat ini. Bahkan vest saat ini memiliki cukup banyak sekali jenisnya salah satu diantaranya adalah rompi jeans wanita yang sangat cocok untuk dikenakan pada berbagai kegiatan baik formal maupun semi formal. Selain itu pilihan bahan serta motif yang ditawarkan terbilang bervariatif sehingga bisa kamu tentukan sendiri sesuai dengan keinginan. Berikut ini akan saya paparkan 2 jenis rompi berkualitas terbaik bagi kamu yang saat ini tengah berencana untuk membelinya sebagai referensi dalam berbusana Islami dengan lebih modis tanpa meninggalkan kesan syari:
Wednesday, December 16, 2015
Kurang Tidur Bisa Merusak Hubungan Pernikahan?
Bertengkar karena kurang tidur
|
Tidur bisa menjadi hal yang banyak disepelekan orang, bahkan dianggap saat bermalas-malasan. Ya memang sih, kebanyakan tidur bikin kita jadi malas. Hweheheehe... Tetapi jangan sampai mengabaikan hal yang satu ini ya, TIDUR!
Yaps, orang kekinian (apalagi yang tinggal di kota besar) biasanya menghabiskan waktu aktivitas yang cukup panjang. Apalagi yang rumahnya di Bekasi kayak saya , harus merelakan waktu tidur untuk bangun lebih pagi. Pulang kantor pun saat matahari sudah tenggelam. Kuantitas jam tidur pun sudah pasti akan berkurang.
Kurang tidur gak cuma bikin mata kita kayak panda, mengganggu metabolisme tubuh, dan gejala-gejala fisik lainnya. Kurang tidur juga bisa berdampak ke perubahan psikis kita, lho!
Friday, December 4, 2015
Setelah Nikah, Mau Tinggal di Mana?
![]() |
| Mau tinggal di mana setelah menikah? Sumber |
Saking serunya mempersiapkan gaun, gedung, catering, baju seragam keluarga, dekorasi, undangan, souvenir, lalalalalalala... kita sampai melupakan sebuah hal yang sangat penting dipikirkan, yaitu :
SETELAH MENIKAH MAU TINGGAL DI MANA?
Jeng.. Jeng.. Jeng.. Jeng..
Tuesday, November 24, 2015
Bulan Madu Umroh, Why Not?
Bulan madu dengan berumrah sepertinya sudah menjadi tren saat ini ya. Hihihihi.... Tidak seperti pasangan kebanyakan yang memilih destinasi bulan madu ke pantai, pegunungan, atau kawasan wisata lainnya, ada juga pasangan yang memilih berbulan madu dengan melaksanakan ibadah umroh. Contohnya seperti Dude Herlino & Alyssa Soebandono, Oki Setiana Dewi dan Rio, dll.
Tuesday, November 3, 2015
Ini Dia, Warna Sprei yang Cocok untuk Pengantin Baru!
"Eh, kasih kado yuk buat nikahannya si A!"
"Boleh, boleh... Kadonya apa?"
"Sprei aja"
"Boleh juga"
Saya dan teman pun sepakat berencana memberikan kado pernikahan sprei untuk kawan kami yang akan menikah. Saya langsung setuju saja saat ia mencetuskan ide memberikan sprei, soalnya sprei memang keperluan penting di rumah. Bayangkan saja kalau spreinya hanya itu-itu saja, selain membosankan malah bisa menimbulkan penyakit kalau jarang ganti sprei. Hiii....
Saat kami browsing model dan motif sprei, dia memberikan saran warna tertentu.
Monday, July 13, 2015
Belanja Serba Muslim, Serba Ada di Muslimarket
![]() |
| Hadiah dari dream.co.id, ssttt itu tas sajadah sama hijabnya dari Muslimarket Sumber : Instagram Pribadi |
Senangnya di pertengahan Juni lalu saya dinobatkan menjadi pemenang Juara 1 review kegiatan 'Cantik Bareng Dream'. Hadiahnya banyak banget lagi, gak nyesel deh ikutan acara Dream.co.id. Hehehe.. Salah satu hadiah yang saya suka banget banget itu dari Muslimarket.com. Saya mendapat sebuah goodie bag besar yang isinya sampai keluar-keluar, ada tas, 2 pcs hijab (pashmina dan square), juga sebuah sajadah orthopedi. Huaaa.. Senangnya! Terima kasih, Muslimarket :*
Friday, January 2, 2015
Facial Bikin Jerawat Banyak, Mitos atau Fakta?
Sepupu ikutan facial juga di Relof
Sumber : Dokumentasi Pribadi
|
Habis facial kok jerawat malah tambah banyak?
Kok merah-merah?
Kok kulitnya mengelupas?
Itu lah beberapa keluhan yang bikin orang 'parno' sama facial. Memangnya benar gak sih, facial bikin wajah kita tambah jerawatan?
Wednesday, November 5, 2014
Suntik Vitamin C Itu Aman, Asal.....
Belakangan ini saya agak sering pulang malam karena pekerjaan di kantor sedang hectic. Walau gak hectic pun selalu pulang malam sih, hehehe... Kalau normalnya, saya pulang dari kantor jam 7 malam sampai Bekasi jam 9 malam. Kalau sedang banyak pekerjaan, saya pulang dari kantor bisa jam 9 - 10 malam dan sampai Bekasi jam 11 atau setengah 12 malam.
Ngedrop? Alhamdulillah enggak... Sampai dua hari lalu saya mulai bersin-bersin di kantor. Yaaah.... sudah tanda-tanda deh. Ternyata benar, baru sehari bersin-bersin malamnya langsung demam dan lendirnya alias ingus berwarna kuning. Tapi hari ini sudah jauh lebih baik, kok... Mulai kerja lagi sampai malam :D
Saat daya tahan tubuh mulai lemah tapi aktivitas segunung itu rasanya dilema banget. Ninggalin kerjaan, gak mungkin... Gak istirahat, tambah jadi... Begitu kira-kira galaunya.
| Ilustrasi Vitamin C Sumber |
Akhirnya saya coba cari alternatif apa ya, biar segera pulih. Disarankan oleh dokter kesayangan @loftyani untuk suntik Vitamin C. Lhoo... kok suntik? Awalnya saya sempat khawatir dengan suntik vit.C. Pernah juga sih, dengar kalau suntik Vit.C itu bisa memutihkan kulit. "Saya gak kepengen mutihin kulit kok, dok..." ujar saya pada dokter Shofi.
Ternyata, suntik vitamin C itu bukan untuk memutihkan kulit. Dokter Shofi menjelaskan kalau sebenarnya suntik vitamin C itu punya beberapa manfaat utama :
1. menjaga elastisitas pembuluh darah
2. regenerasi sel
3. antioksidan
Cocok sekali buat saya yang butuh pemulihan pasca-flu nih, apalagi dengan aktivitas yang padat. Sel-sel tubuh saya yang sakit dan kelelahan harus segera beregenerasi alias berganti sel yang baru. Selain itu, saya juga butuh antioksidan, mengingat dalam sehari saja saya sudah ada 4 jam di perjalanan antara Bekasi - Kebayoran. Kebayang kan polusinya... Hehehe...
Terus bedanya sama suntik putih apa, dok?
Maaf ya.. Widy anaknya emang kepo. Hehehe... Kata dokter Shofi, jelas berbeda dengan suntik putih. Kalau suntik putih itu tidak melakukan regerasi sel. Cara kerjanya adalah menekan pigmen kulit sehingga tingkatan warna kulit menjadi lebih putih. Kalau suntik vitamin C, cara kerjanya melakukan regenerasi sel sehingga kulit nampak lebih bersih atau cerah. Namun, suntik putih juga terdapat kandungan glutation yang meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi mau suntik putih atau suntuk vitamin C, sama-sama bisa meningkatkan daya tahan tubuh ya.. Okesip!
Aman gak tuh, dok?
Ternyata suntik vitamin C itu aman, apalagi diawasi penggunaannya oleh dokter. Untuk yang aktivitasnya padat, dibolehkan untuk suntik vitamin C seminggu sekali. Namun kalau aktivitasnya biasa saja (tidak begitu padat), dibolehkan suntik dua minggu sekali. Dianjurkan untuk minum air putih yang banyak supaya tidak terjadi kristalisasi di ginjal.
Kemarin akhirnya saya suntik vitamin C. Suntiknya di punggung tangan, kayak mau diinfus. Alhamdulillah gak ada efek samping apapun sampai detik ini. Justru kulit sekujur tubuh (semuanya loh, gak cuma wajah) terasa lebih lembab, halus, dan bersih. Untuk sakitnya sih, saya masih flu sih.. Tapi hari ini sudah jauh lebih mendingan, tidak demam dan lendirnya sudah jadi bening (gak kuning lagi.. hiii).
Terima kasih ya, dok... Selalu jadi penasihat dan mau menerima konsultasi kapan saja, hehehe.... FYI, dokter Shofi itu padahal dokter kecantikanku di Relof Clinic, yang dulu nanganin jerawatku. Tapi beliau asik juga ditanyain konsul yang lain. Secara orangnya friendly gitu.... :D
Monday, August 18, 2014
Berani Sedekat Ini Sama Saya?
Di sela-sela syuting TVC untuk tugas UAS mata kuliah copywriting, saya iseng mainin kamera. Habis daripada penat kebanyakan ngutek properti syuting, hehehe... Yasudah selfie aja *ditabok*
Please... jangan mual, jangan unfollow, jangan blokir blog saya ya. Dia gak, salah kok... Saya yang salah :(
Satu cita-cita saya tahun ini terkabul, bisa foto tanpa kamera 360. Padahal akhir tahun 2013 lalu wajah saya sempat break out, jerawatan di mana-mana-mana-mana-mana (saking banyaknya jerawat dan bekas jerawat).
Hiks, agak malu juga sih pasang foto pas breakout
Sekarang udah berani nih, nantangin kamera. Berani sedekat ini sama saya?? Berani dong :)
Satu cita-cita terwujud. Tinggal meraih cita-cita lain, deh.. Menuju gelar sarjana, insyaAlloh.... :)
*) FYI, buat yang ingin tahu tempat perawatan wajah saya di Bekasi bisa klik di sini atau info lengkapnya di sini
Please... jangan mual, jangan unfollow, jangan blokir blog saya ya. Dia gak, salah kok... Saya yang salah :(
![]() |
| Berani pose sedekat ini? Berani dong, sekarang :D |
Satu cita-cita saya tahun ini terkabul, bisa foto tanpa kamera 360. Padahal akhir tahun 2013 lalu wajah saya sempat break out, jerawatan di mana-mana-mana-mana-mana (saking banyaknya jerawat dan bekas jerawat).
Sekarang udah berani nih, nantangin kamera. Berani sedekat ini sama saya?? Berani dong :)
Satu cita-cita terwujud. Tinggal meraih cita-cita lain, deh.. Menuju gelar sarjana, insyaAlloh.... :)
*) FYI, buat yang ingin tahu tempat perawatan wajah saya di Bekasi bisa klik di sini atau info lengkapnya di sini
Tuesday, August 5, 2014
Review Produk : Baygon vs Vape Liquid Electric
Tinggal di Bekasi yang hawanya panas membuat saya akrab dengan ritual 'tepok-tepok nyamuk' saat malam di rumah. Rumah saya belum menggunakan AC dan lebih menyukai menggunakan ex-haust agar sirkulasi udara di kamar menjadi bagus. Saya juga tinggal di lingkungan perkampungan yang dekat dengan kebon. Jadilah rumah saya banyak nyamuk. Hehehehe....
Saya tidak suka pakai obat semprot, karena rasanya sesak. Saya sempat mencoba elektrik mat dari HIT. Ah, tapi hasilnya tidak maksimal. Nyamuk tetap saja ada. Saya akhirnya mencoba obat nyamuk dengan bentuk liquid yang disambungkan ke listrik.
Pertama kali, saya mencoba merek Vape. Waktu itu saya beli di Hari-Hari Swalayan Bekasi Cyber Park. Enaknya, obat nyamuk liquid elektrik sekarang lagi promo gratis alat. Jadi bisa beli dengan harga refill, tapi dapat alatnya juga. Mumer? Jelas... Harga Vape Liquid Elektrik 45 malam cuma 15-rb an.
Vape liqiud elektrik ini wanginya enak banget, wangi apel. Hehehehe... Suka pake banget banget. Awal memakai memang terasa menohok banget wanginya, sampai ke luar kamar. Lama-lama biasa saja, tapi tetap harum. Yang saya suka lagi dari vape, nyamuknya minggat dan beberapa ada yang mati sih di lantai...
Namun, ada kelemahannya... Refillnya susah dicari. Hanya ada di swalayan Hari-hari. Saya cari di Superindo, Alfamidi, Alfamart, Indomart juga enggak ada. Yah, jadi kepikiran ganti ke yang lain. Malas juga kalau harus ke swalayan besar untuk beli obat nyamuk saja.
Saya akhirnya beli lagi Baygon liquid elektrik yang colokannya ramping tanpa kabel, bentuk botolnya juga lebih ramping. Berbeda dengan Vape yang botolnya bulat dan ada kabelnya (jadi agak ribet). Harganya murah banget deh! Saya beli hanya Rp 9900 di Alfamidi karena lagi ada diskon. Untuk refillnya sendiri, Baygon liquid harganya sekitar 21rb. Agak lumayan mahal ya...
Dengan merek yang lebih terkenal dan bagus, tadinya saya berekspektasi lebih dengan produk ini. Ternyata.... enggak juga. Wanginya kayak baygon pada umumnya, enggak enak. Hehehehe... Lalu tidak seampuh Vape saat mengontrol nyamuk di kamar. Tapi enaknya, mudah dicari dan didapat. Ya.. walau harganya agak mahal. Hehehehe....
Sekian review kali ini... Semoga bermanfaat ya, gaes :)
Saya tidak suka pakai obat semprot, karena rasanya sesak. Saya sempat mencoba elektrik mat dari HIT. Ah, tapi hasilnya tidak maksimal. Nyamuk tetap saja ada. Saya akhirnya mencoba obat nyamuk dengan bentuk liquid yang disambungkan ke listrik.
Pertama kali, saya mencoba merek Vape. Waktu itu saya beli di Hari-Hari Swalayan Bekasi Cyber Park. Enaknya, obat nyamuk liquid elektrik sekarang lagi promo gratis alat. Jadi bisa beli dengan harga refill, tapi dapat alatnya juga. Mumer? Jelas... Harga Vape Liquid Elektrik 45 malam cuma 15-rb an.
Vape liqiud elektrik ini wanginya enak banget, wangi apel. Hehehehe... Suka pake banget banget. Awal memakai memang terasa menohok banget wanginya, sampai ke luar kamar. Lama-lama biasa saja, tapi tetap harum. Yang saya suka lagi dari vape, nyamuknya minggat dan beberapa ada yang mati sih di lantai...
Namun, ada kelemahannya... Refillnya susah dicari. Hanya ada di swalayan Hari-hari. Saya cari di Superindo, Alfamidi, Alfamart, Indomart juga enggak ada. Yah, jadi kepikiran ganti ke yang lain. Malas juga kalau harus ke swalayan besar untuk beli obat nyamuk saja.
![]() |
| Baygon vs Vape. Jadi lebih suka mana?? |
Saya akhirnya beli lagi Baygon liquid elektrik yang colokannya ramping tanpa kabel, bentuk botolnya juga lebih ramping. Berbeda dengan Vape yang botolnya bulat dan ada kabelnya (jadi agak ribet). Harganya murah banget deh! Saya beli hanya Rp 9900 di Alfamidi karena lagi ada diskon. Untuk refillnya sendiri, Baygon liquid harganya sekitar 21rb. Agak lumayan mahal ya...
Dengan merek yang lebih terkenal dan bagus, tadinya saya berekspektasi lebih dengan produk ini. Ternyata.... enggak juga. Wanginya kayak baygon pada umumnya, enggak enak. Hehehehe... Lalu tidak seampuh Vape saat mengontrol nyamuk di kamar. Tapi enaknya, mudah dicari dan didapat. Ya.. walau harganya agak mahal. Hehehehe....
Sekian review kali ini... Semoga bermanfaat ya, gaes :)
Saturday, May 10, 2014
3 Bulan Perawatan di Relof Clinic, Tambah Pede deh.. Yay!
Awal tahun kemarin saya sempat stress beraaaaaattt gegara wajah yang breakout, jerawat di mana-mana. Alhamdulillah direkomendasikan perawatan di Relof Clinic (baca post sebelumnya di sini).
![]() |
| Saya (kiri) setelah tiga bulan perawatan di Relof Clinic |
Sekarang sudah jalan tiga bulan perawatan. Jerawat di jidat sudah habis. Tinggal bekasnya tipis-tipis. Bulan ini saya cuma numbuh jerawat satu karena stress nyekripsi. Hehehe.. Saya masih pakai krim-krim yang sama, namun tindakan perawatan wajahnya mulai dikurangi. Sekarang saya tidak perlu lagi microdermabrasi, hanya facial saja. Hore.. hore... biaya perawatannya tambah murah! *laah*
Hehehehe... Iya sih, alhamdulillah puas banget perawatan di Relof Clinic. Saya ditangani oleh dr.Shofi Prihadi. Dokter muslimah ini orangnya ramah banget, terus mau direpotin juga kalau kita mau konsultasi via whatsapp (duuh, nuhun dok). Dokternya gak kelabakan ngasih krim & tindakan, semuanya diambil dengan bijak, step by step gitu. Jadi gak mentang-mentang kita jerawatan terus dihajar semua tindakan, hehehe...
Masalah harga, Relof Clinic ini pas banget buat mahasiswa. Biaya facialnya 35 ribu, microdermabrasi 100 ribu, krim perawatan 35 ribu, facial wash 60 ribu. Total gak sampai 200 ribu saya perawatan dalam sebulan. Kalau saat awal perawatan, saya ambil paket tindakan & krim all in cuma 250 ribu. Murah banget dibandingkan perawatan kulit lain.
Oh iya, dokter Shofi ini muslimah. Dia menjamin semua tindakan yang diambil halal. Krimnya juga begitu, beliau sendiri yang meracik. Krimnya gak ketergantungan, jadi saya percaya aja deh semua perawatannya ke dr.Shofi. Pasrah aja mau diapain, yang penting beres. Alhamdulillah memuaskan :)
Buat teman-teman yang mau coba ke salah satu klinik kecantikan yang oke di Bekasi ini, monggo mampir. Konsultasinya gratis soalnya :
Relof Clinic Kaliabang
Ruko Permata Hijau (seberang pom bensin Assyufi) Blok BR 1 No.1 Kaliabang Tengah
Relof Clinic Taman Harapan Baru
Ruko Taman Harapan Baru (dekat Harapan Indah) Blok Q No.2 THB Bekasi Barat
atau sebelum datang ke Relof bisa tanya-tanya via Whatsapp 087895500420 atau Pin BB 26F7CFA7
Thursday, April 3, 2014
Oh, Wahai Kulit Berjerawat...
*bershin dulu debu-debu di blog*
Haii... lama sekali rasanya gak posting. Hehehehe.... Kali ini saya mau berbagi cerita tentang perawatan kulit wajah yang sedang saya jalani. Yah, agak lebih perempuan sih kali ini postingannya... Tapi semoga bisa jadi wadah berbagi hehehe ^_^
Dulu saat SMP saya tidak pernah jerawatan. Entah mengapa, sejak SMF kelas 1 wajah ini malah jadi sarang jerawat. Banyaaak sekali. Saya tipikal orang yang jerawatannya sebentar, namun hilang bekasnya lama sekali dan menghitam. Ditambah kulit yang berminyak, jadilah semakin kusam.
Saat lulus SMF tahun 2008, saya mulai teliti merawat diri. Mungkin karena saat itu saya sudah bekerja dan dituntut harus berpenampilan bersih karena bekerja di frontliner sebuah rumah sakit swasta. Saya mulai mencoba 'perawatan dokter' begitu. Mulai kenalan dengan krim pagi, krim malam, dan sunblock. Hasilnya? Wuh, jangan ditanya saat itu kulit saya benar bersih gak berjerawat. Saya berobat di dokter A, di sebuah RS swasta di Jakarta Timur.
Masuk kuliah, saya berubah jadi mahasiswa kere. Jangankan untuk perawatan, bayar kuliah pun susah. Jadi, saya harus rela berjerawat lagi demi kelangsungan studi. Selama 3,5 tahun kuliah, saya hanya pakai pelembab/sunblock Wardah. Namun saya mencoba menggunakan produk ADHA rekomendasi teman, eh ternyata kulit saya malah kering banget dan jadi (lebih) jerawatan.
Sempat break-out setelah magang, saya mulai panik menghadapi kulit ini. Saya coba kembali ke dokter A, tempat saya dulu pertama kali merasakan perawatan kulit wajah. Tapi hasilnya tidak sebagus dulu. Saya mulai hopeless, karena progressnya lambat sekali.
Ngobrol dengan teman di Whatsapp, saya direkomendasikan ke Relof Clinic. Salah satu pemiliknya, dr.Prie, kebetulan teman lama saya saat bekerja di apotek tahun 2010. Ini klinik estetika di Jatibening Bekasi yang baru buka cabang di Kaliabang Bekasi Utara. Awalnya saya ditawari untuk main saja dan mencoba facial. Eh, ternyata facialnya enak lho... Hehehe... Saat itu saya dapat kesempatan mencoba mikrodermabrasi gratis juga. Terima kasih, dr.Prie... :)
Saya mulai tertarik mencoba berkonsultasi di Relof Clinic. Saya ditangani langsung oleh dr.Shofi Loftyana, istri dr.Prie. Awal tertarik karena konsultasinya gratis. Terus kulit kita di-scan gitu jadi benar-benar kelihatan masalah hingga ke lapisan kulit di dalamnya. dr.Sofi memberikan penjelasan yang detail dan ramah tentang kondisi kulit saya. Pokoknya dr.Shofi diajakin ngobrol dua jam juga hayok. Akhirnya saya sekarang jadi pasiennya dr.Shofi, deh... Hehehe....
Asyiknya, progress perawatan kulit kita dipantau setiap bulan. Produk perawatannya diformulasi sendiri oleh dr.Shofi dan diuji coba juga. Jadi saya percaya deh, itu aman (ya secara kulit saya sensitif banget).
Saya sudah jalan dua bulan menjalani perawatan ini. Alhamdulillah kata dr.Shofi sih masalah kulit saya hanya jerawat ringan tidak terlalu serius (fiuh....). Saya pakai krim pagi dan krim malam, tabir surya, dan facial wash. Tekstur krimnya beda deh, ringan gak bikin berminyak. Suka aja pakainya. Facial washnya wangi green tea, gak bikin kulit kering, jadi bisa dipakai sesering mungkin. Trus ga ada tuh yang kulit ngelotok-ngelotok ekstrim gitu. Ga ada perih, alhamdulillah nyaman pakainya.
Pas pertama kali facial dulu jerawat meradangnya ada lima. Wuuh, banyak banget yaa... Satu bulan perawatan, pas kedua kali facial cuma ada satu jerawat meradang. Senang deh... Bekas-bekas jerawat di pipi pun mulai memudar. Tinggal di dahi aja nih yang masih banyak bekasnya.
Untuk harganya, Relof Clinic ini pas banget buat kantong mahasiswa juga. Untuk facialnya saja 35 ribu. Microdermabrasi 100 ribu. Nah, saya ambil paket facial + microdermabrasi + krim perawatan sepaket cuma 250 ribu, komplit... Tanpa perlu keluar biaya lagi. Kalau begini sih, terhitung murah ya...
Sekian review-nya. Doakan yaa semoga misi tahun 2014 saya tercapai, yaitu pede foto tanpa Camera 360 dan kroni-kroninya hehehehe... :))
Haii... lama sekali rasanya gak posting. Hehehehe.... Kali ini saya mau berbagi cerita tentang perawatan kulit wajah yang sedang saya jalani. Yah, agak lebih perempuan sih kali ini postingannya... Tapi semoga bisa jadi wadah berbagi hehehe ^_^
Dulu saat SMP saya tidak pernah jerawatan. Entah mengapa, sejak SMF kelas 1 wajah ini malah jadi sarang jerawat. Banyaaak sekali. Saya tipikal orang yang jerawatannya sebentar, namun hilang bekasnya lama sekali dan menghitam. Ditambah kulit yang berminyak, jadilah semakin kusam.
Saat lulus SMF tahun 2008, saya mulai teliti merawat diri. Mungkin karena saat itu saya sudah bekerja dan dituntut harus berpenampilan bersih karena bekerja di frontliner sebuah rumah sakit swasta. Saya mulai mencoba 'perawatan dokter' begitu. Mulai kenalan dengan krim pagi, krim malam, dan sunblock. Hasilnya? Wuh, jangan ditanya saat itu kulit saya benar bersih gak berjerawat. Saya berobat di dokter A, di sebuah RS swasta di Jakarta Timur.
Masuk kuliah, saya berubah jadi mahasiswa kere. Jangankan untuk perawatan, bayar kuliah pun susah. Jadi, saya harus rela berjerawat lagi demi kelangsungan studi. Selama 3,5 tahun kuliah, saya hanya pakai pelembab/sunblock Wardah. Namun saya mencoba menggunakan produk ADHA rekomendasi teman, eh ternyata kulit saya malah kering banget dan jadi (lebih) jerawatan.
Sempat break-out setelah magang, saya mulai panik menghadapi kulit ini. Saya coba kembali ke dokter A, tempat saya dulu pertama kali merasakan perawatan kulit wajah. Tapi hasilnya tidak sebagus dulu. Saya mulai hopeless, karena progressnya lambat sekali.
Ngobrol dengan teman di Whatsapp, saya direkomendasikan ke Relof Clinic. Salah satu pemiliknya, dr.Prie, kebetulan teman lama saya saat bekerja di apotek tahun 2010. Ini klinik estetika di Jatibening Bekasi yang baru buka cabang di Kaliabang Bekasi Utara. Awalnya saya ditawari untuk main saja dan mencoba facial. Eh, ternyata facialnya enak lho... Hehehe... Saat itu saya dapat kesempatan mencoba mikrodermabrasi gratis juga. Terima kasih, dr.Prie... :)
Saya mulai tertarik mencoba berkonsultasi di Relof Clinic. Saya ditangani langsung oleh dr.Shofi Loftyana, istri dr.Prie. Awal tertarik karena konsultasinya gratis. Terus kulit kita di-scan gitu jadi benar-benar kelihatan masalah hingga ke lapisan kulit di dalamnya. dr.Sofi memberikan penjelasan yang detail dan ramah tentang kondisi kulit saya. Pokoknya dr.Shofi diajakin ngobrol dua jam juga hayok. Akhirnya saya sekarang jadi pasiennya dr.Shofi, deh... Hehehe....
Asyiknya, progress perawatan kulit kita dipantau setiap bulan. Produk perawatannya diformulasi sendiri oleh dr.Shofi dan diuji coba juga. Jadi saya percaya deh, itu aman (ya secara kulit saya sensitif banget).
Saya sudah jalan dua bulan menjalani perawatan ini. Alhamdulillah kata dr.Shofi sih masalah kulit saya hanya jerawat ringan tidak terlalu serius (fiuh....). Saya pakai krim pagi dan krim malam, tabir surya, dan facial wash. Tekstur krimnya beda deh, ringan gak bikin berminyak. Suka aja pakainya. Facial washnya wangi green tea, gak bikin kulit kering, jadi bisa dipakai sesering mungkin. Trus ga ada tuh yang kulit ngelotok-ngelotok ekstrim gitu. Ga ada perih, alhamdulillah nyaman pakainya.
![]() |
| Krim-krim perawatan saya dari Relof Clinic |
Pas pertama kali facial dulu jerawat meradangnya ada lima. Wuuh, banyak banget yaa... Satu bulan perawatan, pas kedua kali facial cuma ada satu jerawat meradang. Senang deh... Bekas-bekas jerawat di pipi pun mulai memudar. Tinggal di dahi aja nih yang masih banyak bekasnya.
![]() |
| Jalan dua bulan perawatan. Akhirnya berani foto tanpa Camera 360 dan efek-efek foto |
Untuk harganya, Relof Clinic ini pas banget buat kantong mahasiswa juga. Untuk facialnya saja 35 ribu. Microdermabrasi 100 ribu. Nah, saya ambil paket facial + microdermabrasi + krim perawatan sepaket cuma 250 ribu, komplit... Tanpa perlu keluar biaya lagi. Kalau begini sih, terhitung murah ya...
Sekian review-nya. Doakan yaa semoga misi tahun 2014 saya tercapai, yaitu pede foto tanpa Camera 360 dan kroni-kroninya hehehehe... :))
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)














