Showing posts with label Masak. Show all posts
Showing posts with label Masak. Show all posts

Sunday, February 1, 2015

#BelajarMasak : Lumpia Beng-Beng

Lumpia Beng-beng
Sumber : Instagram Pribadi


Akhir pekan ditambah hujan seharian pula, alhasil jadi malas kemana-mana. Berhubung hanya di diam di rumah, lebih baik bikin kudapan yang simpel. Wah, kebetulan... Ibunda punya stok kulit lumpia di kulkas, diapakan ya?

Saya dan adik-adik akhirnya berkomplot bikin lumpia beng-beng. Sebenarnya beberapa hari lalu sempat lihat tulisan teman yang menjual lumpia beng-beng di Facebook. Ah, buat apa beli... Sepertinya lumayan mudah membuatnya... dan ternyata memang benar mudah! Hehehe...

Berhubung saya bukan food blogger, jadi postingan masaknya masih sangat amatir. Hahaha... Tetapi saya senang sekali menuliskan pengalaman masak lumpia beng-beng ini, karena simpel dan enak.



Sunday, June 29, 2014

Petualangan Emak Amatir #1 : Pasar Tradisional

Gak tau kenapa kok kepikiran judul konyol begini saat belanja ke pasar tadi pagi. Huuftt.. Hehehehe


Pagi ini hari pertama di bulan Ramadhan. Berhubung belum bisa ikut berpuasa karena kodrat perempuan, saya berniat untuk olahraga. Saya memang ikut kelas Belly Dance dan Yoga/Pilates akhir-akhir ini. Sudah rapi untuk berangkat latihan, ibu negara malah mengajak saya ke pasar.

"Ayolah, Wid.. Warung sayur di dekat rumah tutup semua", bujuknya.

Yaa... daripada saya di-embargo pangan sama ibu negara, mending saya batal latihan Belly Dance deh, hehehe... Berangkat lah saya dan ibu menuju Pasar Bambu Kuning, Perumnas 2 Bekasi.

Ini bukan pertama kali saya ke Pasar Bambu Kuning, sudah sering malah waktu kecil. Tapi ini pertama kali dalam hidup saya ibu bilang "Widy, kamu mau makan apa? Coba tentuin belanjaannya". Aiiih, matek!

Apaan itu belanja sayuran? Selama ini saya cuma makan aja. Kalaupun belanja buat masak, saya lebih suka di swalayan. Hehehe...

Jadi seorang emak itu juara deh! Menentukan menu buat makan itu gak mudah, abis pusing mikirin menu, pusing mikirin bahan yang harus dibeli. Trus godaan perempuan itu memang di mata. Lihat jamur seger-seger lucu bawaannya pengen beli (padahal awalnya gak kepingin masak jamur, tuh). Lihat buah naga, pengen beli. Lihat kentang apalagi. Yah, masa' semuanya kepingin dibeli sih... Katrok ya, Widy.

"Wid, mau udang?"
"Gak mau, aku habis alergi"
"Mau ikan"
"Gak juga"
"Mau ayam"
"Hari ini kan, makan ayam. Masa ayam lagi"

Begitu lah, perdebatan ibu dan anak gadisnya sepanjang belanja. Saya pun setengah memaksa ibu untuk beli blewah mungil, habis murah-murah sih. Hahahaaha... Mungkin karena terbiasa belanja di swalayan dengan harga yang sudah diberi label, dan tahu harga di pasar tradisional malah bikin saya kaget bersemangat. Lah, di pasar kita bisa beli daun dan seperangkat sayuran untuk sop hanya 3000 rupiah. Murah banget. 3000 dapat apa di swalayan?

Dulu saya pikir berbelanja di swalayan sama saja murahnya. Ternyata enggak. Di pasar tradisional untuk beli sayur dan buah bisa lebih murah. Kalau harga daging bisa jadi sama. Tapi kalau di pasar bisa beli daging potongan sedikit-sedikit. Hehehe...

Belanja hasil imajinasi dan kalap matanya Widy


Satu jam berbelanja, saya pulang dengan membawa ati ayam 3pcs (9 ribu), kulit lumpia setengah kilo (6 ribu), kulit martabak seikat (3500), blewah (5 ribu), kentang setengah kilo (5 ribu), cincau hitam, sop-sopan, tahu sumedang (3 ribu dapat 10), jamur kancing 1 ons (4500), bihun, mie telor, kecap, bawang putih, bakso, otak-otak, dan masih banyak lagi. Satu item belanjaan tidak ada yang harganya lebih dari 10 ribu. Ini seru! Hehehehe... Lumayan belanja untuk sahur dan buka selama 3 hari hanya menghabiskan sekitar 70 ribu.

What a great day.. Bisa belajar banyak hari ini. Alhamdulillah :)

Saturday, September 22, 2012

#belajarmasak : Kroket Kentang Daging with Melty Cheese

Resep ini pertama kali saya buat waktu ramadhan yang lalu. Tapi ga ada kata terlambat buat berbagi kan? Saya adalah penggemar berat kentang. Kudapan kentang ini rasanya gurih, renyah, dan asin. Kali ini saya mau coba bikin kroket kentang yang beda.

Kroket Kentang Daging dengan Melty Cheese ala Widy
Bahan :
1/2 kg kentang
1 sachet kornet (bisa beli di minimarket, sekarang ada yang sachet kok)
1 sachet keju cheddar (atau sesuai selera deh)
Minyak goreng secukupnya
1 butir Telur ayam
Tepung panir secukupnya

Bumbu :
Lada, Garam >> Haluskan






Cara membuat :
- Kupas kentang, potong beberapa bagian, goreng, tiriskan.
- Haluskan bumbu, masukkan kentang yang sudah digoreng, tumbuk bersama bumbu.
- Tumis kornet sebentar, masukkan ke dalam adonan kentang.
- Aduk adonan kentang hingga rata.
- Parut atau potong dadu keju cheddar sesuai selera, sisihkan.
- Ambil beberapa adonan kentang, pipihkan, letakkan keju di tengah adonan, bulatkan dan bentuk agak lonjong.
- Kocok telur.
- Masukkan adonan yang sudah dibentuk ke dalam telur, setelah itu gulingkan di atas tepung panir.
- Goreng adonan yang telah diberi tepung panir, apinya jangan besar-besar. Tepung panir cepat gosong, lho!
- Goreng hingga coklat keemasan, tiriskan.

TIPS : Kalau ga suka daging / keju, bisa juga diganti dengan wortel, bayam, brokoli parut, dll.

Enaknya sih, kroketnya dimakan dengan saos sambal atau mayonaise. Ya.. selamat mencoba dan menikmati teman-temanku :)

#belajarmasak : Pudding Pelangi

Berhubung hari Sabtu alias malam minggu ini enggak diapelin (hayah!), akhirnya saya memutuskan untuk bereksperimen di dapur. Di tengah crowded-nya rumah yang lagi direnovasi, saya nekat juga ngutak-ngatik dapur tadi pagi.

Sudah terpikirkan sejak lama mau membuat sesuatu yang rainbow. Tapi berhubung belum bisa masak sponge cake, akhirnya mau coba buat pudding pelangi aja deh.

Pudding Pelangi ala Widy


Bahan-bahannya :
2 bungus agar-agar kristal swallow yang plain
Gula pasir sesuai selera (saya gak terlalu suka manis, jadi cuma pakai 100gr saja)
1800ml air
2 sachet susu Dancow bubuk
Pewarna makanan (merah, kuning, biru)

Cara membuat :
1. Masukkan agar & gula ke dalam panci, masukkan air, aduk hingga rata, didihkan.
2. Setelah mendidih, matikan api, masukkan susu bubuk.
3. Bagi adonan menjadi 6 bagian, beri pewarna
TIPS memberi pewarna : untuk warna oranye, campurkan warna merah & kuning; untuk warna hijau, campurkan warna biru dan kuning; untuk warna ungu, campurkan merah dan biru. Lebih hemat kan, dibandingkan membeli 6 pewarna makanan. Hehehe...
4. Kalau kamu pakai cetakan agar yang besar, sebaiknya dimulai dari warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, yang terakhir ungu. Namun, kalau pake cetakan gelas-gelas kecil (seperti jar cake), mulailah dari ungu, biru, hijau, kuning, oranye, dan yang terakhir merah.
5. Cara menuangkan adonan, tuang satu warna terlebih dulu. Tunggu hingga dingin, kipas-kipas biar lapisan atasnya cepat mengeras. Proses ini butuh kesabaran tinggi, jadi sabar aja ya.
TIPS menuang adonan supaya lapisan atasnya cepat kering : Ambil baskom, isi dengan setengah botol sirup air es, letakkan cetakan pudding di atasnya. Ini mempercepat pudding membeku. Trust me it works.
6. Setelah semua adonan sukses tersusun menjadi lapisan-lapisan, dinginkan di lemari es.

Jadi deh......

Anyway, ini yang namanya pertama kali belajar pasti ada jeleknya ya (wajar dong)..
1. Susunya gue didihkan bersama agar, gula & air. Alhasil jadinya pecah (nangis!).
2. Ada satu cup pudding merah dan oranyenya sedikit tercampur. Ini akibat tidak sabar.
3.Tadi saya buat hanya dengan 1 bungukus agar-agar. Hasilnya cuma dikit, ga puas banget. Makanya komposisi di atas saya lebihkan 2 kali lipat hehehe. Tapi kalau untuk pertama kali mencoba dan takut gagal, boleh kok coba satu bungkus dulu.

Buat yang udah pernah bikin, boleh share disini. Yuk, belajar masak bareng-bareng!