Monday, January 30, 2012

Gerakan Satu Hati : Peduli Thalassemia Lewat Satu Foto

Kegiatan amal, charity, bakti sosial bla bla bla bla bla mungkin sering sekali kita dengar. Saya dan Jessi sebagai jajaran pejabat (cie) di Kementrian Kreatifitas HIMAKASI periode 2011-2012 berusaha menemukan ide 'beda' untuk menggarap kegiatan amal. Dari hasil tukar pikiran dan inspirasi dari Youtube maka lahirlah program "Gerakan Satu Hati". Taraap.....




Logo Gerakan Satu Hati, Designed by Nurani Indraswari


Program GSH ini diadakan pada tanggal 2 Januari s.d 25 Januari 2012. Dari tiga minggu program aksi yang dijalankan, terkumpul dana sebesar Rp 3.504.000,- dan disumbangkan kepada peri kecil cantik Talitha Syifa Ariella yang menderita Thalasemia Mayor. Wow, cukup amaze juga melihat partisipasi civitas akademika Unisma yang begitu membludak bahkan sampai ke dosen-dosennya. Sebagai Project Officer, saya sangat berterima kasih atas sumbangsih untuk kesuksesan program ini.

Inti dari program GSH ini sebenarnya simpel. Jika ingin berpartisipasi, kita cukup mendatangi stand GSH yang ada di sudut strategis kampus dekat parkiran mobil. Kemudian, kita akan difoto oleh tim dan volunteer yang ada di stand. Fotonya ga sembarangan loh, ada gaya khusus dengan tangan di dada membentuk hati. Seperti di bawah ini nih...





Contoh Pose oleh si Mbak PO. Hehehe...


Selain kampanye kegiatan dengan WORM (word of mouth) pada masyarakat kampus, kami juga menggunakan strategi iklan poster di majalah dinding, spanduk, dan juga social media. GSH mempunyai 52 followers dan 358 orang yang meng-klik tombol like di Fanpage Facebook GSH hanya dalam masa kampanye. Tim juga berterima kasih kepada opinion leader seperti sahabat kami Kak Ramaditya Adikara yang sukarela membantu social awareness tentang GSH.

GSH berhasil meraih ratusan partisipan dan lebih dari 300 foto charity, walaupun tidak semua partisipan bersedia untuk difoto. Seluruh foto hasil kegiatan dapat dilihat di Fanpage Gerakan Satu Hati di Facebook. Berikut beberapa hasil foto GSH.



Dosenku, Pak Iwan Samariansyah, M.Si juga ikut berpartisipasi dalam GSH
 




Selain Foto Dapat Card Kecil Thalasemia Loh..
 




Mahasiswa FKIP Unisma berpose GSH

Festival Olahraga Tradisional : Nostalgia Main Egrang & Hadang


Tidak terasa di tahun 2012 ini, kampus saya akan berusia 30 tahun pada bulan Juli nanti. Wow, umurnya berbeda 9 tahun dengan usia saya. Sebagai rangkaian menuju milad nanti, Universitas Islam 45 Bekasi menyelenggarakan acara launching milad unisma pada Jum'at (13/1) lalu.

Festival Olahraga Tradisional dipilih sebagai acara Launching Milad Unisma ke-30. Alhamdulillah untuk kesekian kalinya saya dipercaya untuk membawakan acara kembali. Bersama sahabat saya, Dela Visa, kami pun memandu acara diawali dengan menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" untuk almamater tercinta. Senangnya, kami berdua juga mendapatkan komentar positif tentang cara kami membawakan acara. Yiay!

 
Saya (kiri) dan Dela (kanan) sebagai MC dalam Festival Olahraga Tradisional

Pasti teman-teman tahu kan permainan egrang, tarik tambang dan gobak sodor? Nah, permainan seru itulah yang akan dilombakan. Dengan peserta lomba tingkat SD dan SMP di Bekasi, acara semakin meriah. Ditambah dengan doorprize superrrr banyak yang pasti sukses menyita perhatian hadirin yang terus memegang kupon doorprizenya masing-masing hehehe.. Saya sendiri dapat rice cooker loh!



Wow, dapat doorprize sepeda!



Perlombaan Egrang oleh siswa SD


Tarik tambang Staff & Dosen vs. Mahasiswa UNISMA

Senam Pagi Bersama. Terlihat Wakil Rekor III UNISMA, Bapak Dindin Abidin (kanan)

LDKS SMK Tahsya : Gunting Sana Gunting Sini


Ini kesempatan kedua saya mengisi workshop di SMK Tahta Syajar. Jika Mei 2011 lalu saya berbicara tentang fotografi dan kamera-kamera, dalam workshop pengembangan diri dan event organizing ini (22/12) saya berbicara bagaimana kita mengembangkan potensi diri dan mengaplikasikannya dalam kegiatan OSIS nanti.

Sebenarnya workshop ini saya adaptasi dari workshop "Ayo Berbagi" yang pernah saya ikuti di Indonesian Future Leaders November lalu (lihat postingan sebelumnya, ya). Saya dan Jessi Carina senang sekali membagikan ilmu dan pengalaman dalam melatih pengembangan diri dan mengorganisir acara.



Gunting, lem, tempel, berkreasi...!

Workshop yang berlangsung di Aula SMK Tahta Syajar dari jam 13.00 s.d. 18.00 benar-benar tidak terasa. Semua peserta merasa senang dan bersemangat, telihat dari komentar pesan dan kesan yang dituliskan dalam selembar kertas catatan warna-warni. Senangnya.....


Pada sesi pertama, peserta diharuskan mengenal potensi diri masing-masing. Layaknya sesi curhat, semuanya ingin berbicara dan berbagi cerita satu sama lain. Selain mengenal potensi diri, mereka juga mendapatkan input dari teman-temannya tentang karakter mereka. Dengan begitu mereka akan merasa optimis dan bersemangat dalam kepengurusan OSIS nanti.



Pada sesi kedua, mereka diharuskan mempunyai satu program impian yang nantinya akan dibuat bahan latihan perencanaan event organizing. Adapun latihan yang diberikan adalah latihan membuat vision board, membuat agenda kegiatan, dan mengenal potensi sekitar untuk menyukseskan kegiatan. Setelah sukses membuat vision board, mereka pun mempresentasikan kepada teman-teman sekelompoknya. Berbagi.. itulah kunci dari kesempurnaan program yang kita buat. Dengan berbagi, orang-orang menjadi tahu apa yang ingin kita lakukan dan memotivasi mereka untuk ikut dalam kegiatan yang kita adakan.

Adik-adik calon pengurus OSIS SMK Tahsya sibuk dengan visionboard-nya


Sharing Ideas.. Makes Your Vision Perfect

Seusai workshop, dipilih lah peserta workshop dengan kategori Vision Board terbaik, dan Program Terbaik. Indikatornya, saya dan Jessi menilai dari segi kreatifitas dan inovasi dalam kegiatan yang mereka buat. Semoga hasil dari workshop ini bisa diaplikasikan dalam kepengurusan OSIS nanti, ditandai dengan lahirnya program-program OSIS baru yang semakin memajukan SMK Tahta Syajar tentunya. Cheers.. ^_^

Berfoto bersama dengan Vision Board masing-masing

Riweuh-nya Protokoler Kenegaraan


Jika ada acara-acara resmi yang menggunakan protokoler di Kota Bekasi, maka bagian Tata Usaha di Sekretariat Daerah lah yang biasa mengaturnya. Bapak Widytiawarman dan Bapak Risdian adalah tim yang bertugas di sana untuk mengatur protokoler acara.

Menurut Bapak Widytiawarman, protokoler bisa berupa protokoler pribadi atau protokoler kedinasan. Misalnya dari cara menerima tamu, pengarahan tempat duduk, pengaturan pengambilan foto, dan lainnya.

Pemerintah Kota Bekasi seringkali mendapatkan kunjungan resmi kenegaraan atau inspeksi mendadak (sidak). Seperti beberapa waktu lalu, Wapres Boediono melakukan kunjungan ke SMA 1 Bantar Gebang, atau Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengadakan sidak di stasiun Bekasi. Biasanya, jika kunjungan yang dilakukan presiden atau wakil presiden, Pemkot hanya bersifat membantu. Karena protokolernya sudah dipersiapkan oleh Pasukan Pengaman Presiden. Pemkot biasanya menyiapkan jamuan makan untuk presiden atau wakil presiden.


Sebelum berlangsungnya acara, biasanya akan diadakan rapat terlebih dahulu. Rapat membahas tentang rundown atau susunan acara yang akan berlangsung. Hal-hal yang dibicarakan diantaranya, siapa saja yang akan datang, jam berapa undangan-undangan tersebut akan datang, dan jalur khusus yang disiapkan untuk kedatangan undangan. Selain itu, dalam rapat juga harus ditentukan siapa saja yang menjadi panitia, atau jika diadakan upacara siapa saja yang menjadi petugas upacara, dan berapa lama durasi acara.

Jika acara yang diadakan adalah upacara resmi, rapat di atas akan menghasilkan Formulir A yang berisi tentang keterangan waktu pelaksanaan acara, siapa saja yang menjadi petugas upacara dan yang menghadiri upacara tersebut, personil upacara lainnya, pakaian yang dikenakan petugas dan hadirin, serta perlengkapan yang dibutuhkan, dan urutan acara. Ada juga Formulir B yang berisi tentang susunan lengkap acara.

Apabila acara diadakan oleh Pemkot Bekasi, maka yang memegang protokoler adalah Pemkot Bekasi. Apabila acara diadakan oleh pemerintah Provinsi, maka protokoler dipegang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Apabila acara diadakan oleh Kementrian, maka protokoler dipegang oleh kementrian tersebut.

Praktek keprotokolan tak lepas dari keamanan, oleh karena itu Pemkot harus bekerja sama dengan Kepolisian untuk membuat jalur perjalanan undangan menjadi aman dan nyaman. Misalnya, dalam acara dimana presiden hadir, pasti ada Range 1, Range 2, dan Range 3, dimana setiap wilayah akan berbeda protokolnya. Range 1 dijaga oleh Kepolisian, range 2 dijaga oleh TNI, dan range 3 dijaga oleh Paspanpres.


Undangan-undangan dalam sebuah acara juga harus diatur tempat duduknya berdasarkan jabatan dan kedudukan. Panitia harus mengarahkan sejak kedatangan undangan melalui pintu mana, sampai mengarahkan dimana tempat duduk untuk undangan yang telah disediakan. Di kota Bekasi, peraturan letak duduk undangan telah diatur dalam UU No.9 Tahun 2010.
Kendala yang dihadapi dalam pengaturan tempat duduk biasanya ada orang lain yang salah menempati kursinya. Misalnya, ada seorang mantan pejabat yang main duduk saja di bangku depan, padahal kursi itu ditujukan untuk pejabat lain. Maka disinilah panitia bertugas untuk memindahkannya. Kata-kata yang digunakan untuk meminta orang tersebut untuk pindah juga harus halus, misalnya “Pak, maaf tempat duduk Bapak sudah kami siapkan di sana.”.

Dalam suatu acara, ada yang disebut moderator, MC, dan stage person. Moderator adalah orang yang mendampingi pembicara. Misalnya dalam seminar, moderator bertugas membuka sesi seminar, memperkenalkan pembicara, dan menyimpulkan hasil seminar. MC atau pembawa acara hanya bertugas untuk membawakan jalannya acara. Tanpa harus menyimpulkan hasil seminar dengan panjang lebar. Sedangkan stage manager atau protokol berfungsi untuk mengontrol durasi acara, serta mempersiapkan orang-orang yang akan tampil agar telah siap di belakang panggung.

Acara harus terlihat se-sempurna mungkin. Jika salah sedikit, maka acara akan dipandang rusak oleh semua orang. Latihan dan persiapan matang sangat dibutuhkan dalam setiap acara. Banyak hal-hal teknis yang harus diperhatikan saat pelaksanaan protokoler.

Kehadiran undangan penting harus selalu dikonfirmasi oleh panitia. Misalnya sebuah acara mengundang Bapak Gubernur, maka harus dikonfirmasi jam berapa beliau akan datang. Jika beliau datang jam 09.00, maka seluruh hadirin dipastikan untuk datang sebelum pukul 09.00. Jangan sampai ketika tamu penting sudah datang, namun hadirin yang lain belum datang.

Setiap rundown acara harus ketat waktu pelaksanaannya. Hal ini ditujukan agar acara berlangsung efektif dan menghindari kebosanan hadirin. Misalnya pelaksanaan sambutan cukup berdurasi yang singkat (5 menit per sambutan), dan dibatasi siapa saja yang memberikan sambutan. Dalam hal ini stage manager bertugas untuk mengontrol sepenuhnya, membatasi waktu, dan membatasi siapa saja yang maju memberikan sambutan. Begitu juga dengan acara lainnya, sampai akhir.

Penyebutan nama juga menjadi perhatian penting dalam praktek protokoler. Salah penyebutan nama atau gelar, akan fatal jadinya. Oleh karena itu, pembawa acara diharuskan untuk melakukan konfirmasi nama sebelum memulai acara.

CCA Fieldtrip : Protokoler Lengkap dan Sempurna!

Berdasarkan hasil kunjungan mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISMA (20/12), saya mengamati beberapa sistem protokoler di CCA Indonesia. Kesan pertama saya ketika baru saja sampai di CCA adalah sangat teratur dan rapi. Hal tersebut terlihat dari parkiran kendaraan yang diatur sedemikian rupa.

• JALAN KHUSUS PEJALAN KAKI
Sebelum rombongan menerima pengarahan dari petugas keamanan setempat, kami dipersilakan untuk sholat dan istirahat terlebih dahulu. Jalur ke masjid dibuat sedemikian rapi dan nyaman, kami berjalan di koridor khusus pejalan kaki yang terlindung dengan kanopi. Di tengah perjalanan menuju masjid, kami melihat sebuah saung yang nyaman di tengah taman, ternyata saung itu adalah smoking area . Seperti yang kita tahu, CCA adalah kawasan bebas asap rokok, namun para perokok diberikan satu space yang nyaman untuk merokok sambil mengobrol bersama.


• PENGARAHAN SEBELUM PLANT TOUR
Seusai sholat dan makan, kami pun dikumpulkan oleh Chief Security CCA untuk mendapatkan pengarahan. Beliau menceritakan sedikit profile company CCA, fasilitas yang dimiliki CCA, prosedur kunjungan di CCA, peraturan ketika sedang melakukan tour di kawasan pabrik CCA, dan tak ketinggalan profil sang Chief Security itu sendiri. Kemampuan melakukan public speakingnya patut diacungi jempol. Ternyata di CCA, security juga terlatih dan pandai berbicara di depan publik.

• INTERNAL COMMUNICATION CCA INDONESIA
Seusai pengarahan, kami dipandu oleh Chief Security berjalan menuju gedung utama CCA melalui koridor khusus pejalan kaki. Sampai di gedung, petugas keamanan lain sudah siap memandu kami sampai ke ruang auditorium. Disini terlihat kesiapan seluruh crew CCA dalam menangani kunjungan dari luar. Mereka juga ramah dan komunikatif dalam menerangkan apa yang ada di CCA.

• RUANGAN AUDITORIUM CCA
Ruang auditorium CCA berukuran cukup besar, cukup untuk memuat kurang lebih seratus orang. Ruangan dengan nuansa merah, warna khas Coca-Cola, terasa bersih, sejuk, dan nyaman. Di depan ruangan terdapat panggung dan proyektor. Di sebelah kanan panggung terdapat podium berbentuk kaleng Coca-cola dan sebuah meja berisi kerajinan tangan hasil recycle dari kemasan kaleng Coca-cola dan bentuk-bentuk kemasan produk CCA.


Yang menarik dan menjadi perhatian saya adalah dinding auditorium yang menyita pandangan. Di sebelah kanan dinding ruangan penuh dengan tulisan, gambar dan informasi tentang kegiatan CSR CCA Indonesia. Di belakang dan sebelah kiri ruangan, dinding auditorium penuh dengan logo-logo dan grafis kreatif dari produk CCA.


Susunan acara presentasi dari CCA berjalan rapi dan menarik. Video dan projector dipersiapkan dengan prima dengan kualitas suara yang bagus. Acara diselingi dengan games berhadian souvenir CCA, sehingga dapat menarik antusias audience.

• PLANT TOUR
Seusai presentasi, rombongan diajak melakukan plant tour atau keliling unit produksi CCA. Rombongan dibagi menjadi 2 kelompok, dengan 2 guide. Di pintu masuk plant tour, kami disajikan maket Coca Cola Amatil Indonesia Cibitung Plant. Disana kami bisa melihat seberapa luas plant dan fasilitas apa saja yang terdapat di kawasan CCA Cibitung Plant.


Memasuki pintu plant tour, hawa mulai terasa berbeda karena kami bisa merasakan suhu hangat dan aroma dari produksi Fres Tea. Kami berjalan di koridor khusus pengunjung, sebuah jalan setapak dengan lebar 2 meter diatas ketinggian 3 meter. Dari atas sana, kami dapat melihat proses produksi produk-produk CCA seperti Coca Cola, Sprite, Fanta, Pulpy Minute Maid, Fres Tea, dan Powerade Isotonik. Kami juga dapat menyaksikan proses pencucian botol kaca, dan ruangan pembuatan pet atau kemasan plastik. Tak jauh dari situ, kami dapat melihat gudang pembuatan sirup konsentrat dan tumpukan gula yang berkarung-karung. Setelah berjalan lebih jauh, kami dapat melihat proses pengepakan dan quality control dari setiap produk. Semua kami saksikan dengan jelas dari atas ketinggian 3 meter sambil menikmati narasi dari Sang guide. Kemampuan komunikasi guide yang interaktif menjadikan tour ini semakin menyenangkan karena kami bisa bertanya langsung tentang apa yang kami lihat.

Namun di dalam sana kami tidak diperkenankan untuk berfoto, karena ada beberapa alat produksi yang peka terhadap sensor infrared. Bila terkena lampu kamera, maka mesin akan mati dan bisa mengakibatkan kerugian produksi.

• MINUM GRATIS
Lelah berkeliling plant, kami dipersilakan menikmati minuman gratis dari berbagai produk CCA. Sebagian besar mahasiswa mengambil softdrink seperti Fanta dan Coca-Cola. Namun saya mendapat sebotol Fres Tea Green, karena saya tidak bisa minum softdrink akibat kendala kesehatan.
Sambil menikmati minuman yang segar dan dingin, kami bisa berfoto dan berbincang santai dengan crew CCA.


• PENUTUPAN PLANT TOUR
Rangkaian acara plant tour segera usai. Rombongan berkumpul kembali di auditorium untuk beramah tamah sebelum pulang dan foto bersama.


• PERSIAPAN PULANG
Kami diarahkan kembali menuju luar gedung, kemudian ke parkiran bus. Sesampainya di parkiran, bus kami sudah stand by di shelter yang terhubung dengan koridor pengunjung. Bus sudah diatur parkirannya sedemikian rupa, sehingga memudahkan akses pengunjung dan sangat rapi.