Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Wednesday, September 9, 2015

Kopdar Muslimah : Menguak Tabir Misteri Para Blogger

Apaan sih, ini judulnya horor banget! Abaikan. Hehehe...


Sebelumnya mohon maaf baru sempat posting, padahal kopdarnya sudah diadakan sejak 29 Agustus 2015. Jadi, 29 Agustus itu kopdar, 30 Agustus keluyuran seharian, tanggal 31 Agustus sampai 2 September sakit, 3 September kebut kerjaan soalnya tanggal 4 September ke Belitung.

Yaudah, yaudah, jangan dipikirin jadwalnya bocah pecicilan ini :D


Senang sekali akhirnya 29 Agustus kemarin komunitas Blogger Muslimah sukses menyelenggarakan kopdar pertamanya di Nutrifood Inspiring Center, Jakarta Pusat. Kopdar sebenarnya sudah jadi bahan wacana sejak bulan Ramadhan tahun ini, tetapi karena jadwal bukber blogger-blogger kan padat merayap ya, jadinya digeser menjadi Habiha alias halal bi halal.

Wednesday, February 25, 2015

Indonesia Fashion Week 2015 : Mode atau Make Up?

Indonesia Fashion Week 2015
Sumber


Mana yang lebih penting, memakai baju yang fashionable atau menggunakan make up dengan hasil yang menawan? Hayo, pasti semua ingin punya keduanya (ngaku deh.. hihihi).

Bagi saya, menjadi seseorang yang fashionable itu bukan perkara mudah. Berhubung sejak kecil sudah tomboy dan baru saja 'belajar' menjadi feminin saat kuliah Public Relations, pengalaman fashion saya tidak terlalu banyak. Baru saja saat menginjak tahun terakhir di kampus dan harus mulai terjun ke dunia profesi, saya mulai memperhatikan gaya dan penampilan. Sampai saat ini saya masih banyak butuh referensi soal mode, kebanyakan saya lihat dari Instagram. Fashion tidak hanya soal menggunakan pakaian yang modis dan enak dilihat, tetapi juga bagaimana menemukan 'jiwa' kita dalam pakaian tersebut. Jadi, belajar menemukan mode yang 'pas' buat kita juga butuh usaha dan proses sih.. Saya masih proses, gak tahu kapan bisa jadi fashionable-nya. Hahaha

Ngomongin soal mode, Indonesia juga punya ajang fashion parade yang bergengsi, lho! Indonesia Fashion Week. Tahun ini, Indonesia Fashion Week akan diselenggarakan tanggal 26 Februari sampai 1 Maret 2015 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam 4 hari penyelenggaraan IFW akan ada 32 parade busana dari 747 brand fashion dengan lebih dari 2500 outfits. Wow! Selain pameran dan fashion show, Indonesia Fashion Week juga akan menyelenggarakan seminar, workshop, talkshow, dan kompetisi desain.


Wednesday, December 31, 2014

Hitungan Jiwa ala Merry Riana dan Alva

Poster film Merry Riana, Mimpi Sejuta Dolar
Sumber


Hidup itu berhitung....


Begitu salah satu potongan dialog yang ada di film Merry Riana. Sebuah film inspiratif yang menceritakan kisah hidup tokoh utamanya, Merry Riana. Di tahun 1998, ia dan keluarganya menjadi korban kerusuhan sehingga membuatnya terpaksa pindah ke Singapura sendirian. Tanpa keluarga, tanpa uang, tanpa tempat tinggal, dan harus membiayai dirinya sendiri.

Merry (Chelsea Islan) akhirnya memutuskan untuk sekolah di Singapura dan mendapat student loan sebesar 40.000 dollar. Wacks, hutang sebesar itu harus dibayarnya bahkan sampai lulus kuliah! Saat mendapat student loan, Merry dibantu oleh Alva (Dion Wiyoko), rekan dari sahabat karibnya. 

7 Hal yang 'Haram' dilakukan dalam Menulis Review di Blog

Poster Arisan Ilmu Desember
Sumber : FB Group Kumpulan Emak Blogger


Baru saja saya bergabung dengan Kumpulan Emak Blogger di pertengahan 2014 lalu, namun sudah banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapat. Baik dari materi maupun memperhatikan blogger-blogger lainnya. Kali ini saya berkesempatan menjadi ketua Arisan Ilmu, sebuah program kolaborasi antara KEB dan Id Blog Network. 

Kok bisa jadi ketua arisan? Bulan sebelumnya saya sudah ikut Arisan Ilmu pertama. Kalau arisan biasa akan mengocok nama untuk mendapatkan uang arisan, kalau di arisan ilmu kocokan namanya berfungsi untuk menentukan ketua arisan selanjutnya. Iya.. nama saya keluar dari kocokan sebagai ketua arisan ilmu bulan Desember. Hehehe... Padahal saya masih blogger cimit-cimit begini ya :D

Arisan Ilmu bulan Desember kali ini diselenggarakan di kantor Id Blog Network di kawasan Thamrin Office Park, Thamrin City pada Minggu, 28 Desember 2014. Arisan Ilmu kali ini menjadi acara penutup tahun 2014 yang sangat manis dan berkesan :)


Wednesday, November 19, 2014

Arisan Ilmu, Karena Arisan Gak Selalu Pakai Duit

Senang deh, ikut komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB). Ada saja kegiatan seru untuk mengisi waktu luang di akhir pekan. Kali ini, KEB bekerjasama dengan idblognetwork mengusung kegiatan 'Arisan Ilmu'. Yaps, arisannya gak perlu duit segepok buat ikutan tiap bulan.. Yang penting, dapat ilmunya segepok. Gitu... Hehehe...



Ikutan arisan ini seru juga. Semua anggota KEB yang ingin ikut Arisan Ilmu dikumpulkan nama-namanya, kemudian dikocok. Hasil kocokan tersebut adalah 15 nama anggota KEB yang bisa ikut kegiatan Arisan Ilmu. Beruntung banget kan, saya bisa jadi satu diantaranya. Apalagi, Arisan Ilmu bulan November ini adalah arisan perdana.

Minggu pagi, saya sudah berangkat bersama Mak Irma Senja menuju kantor ID Blog Network di Thamrin Office Park. Sempat nyasar di Thamrin City sih, hiks... Hehehehe... Alhamdulillah bisa mendarat dengan selamat juga di sana.

Arisan dimulai pukul 10.00. Kami memulai acara dengan berbincang bersama @mbaknyai mengenai Branding di Social Media, suatu topik yang juga menjadi pekerjaan dan fokus saya sehari-sehari. Membahasnya ringan dan renyah sekali, mudah dipahami, materinya keren. Lain waktu akan saya bagikan dan bahas di artikel lain ya :)

Uniknya dari arisan ini, seluruh peserta arisan membawa potluck alias makanan sendiri-sendiri. Wow, makanannya banyak bangeetttt. Enak dan variasinya banyak... *elus perut*kekenyangan*

Potluck!!!! Nyam nyam nyam
Sumber

Trus arisannya di mana dong?

Eits, seperti arisan pada umumnya, gak seru kalau enggak ada kocokan. Kalau di Arisan Ilmu, kocokannya bukan untuk dapat uang, tapi untuk jadi Ketua Arisan (koordinator arisan) selanjutnya.

Wakwaaww.... Ternyata nama saya yang keluar jadi ketua arisan bulan Desember. Huaaa... Padahal masih pendatang baru banget di KEB, masih anak kemarin sore pula, lalu jadi ketua arisan. Hehehe... Do'akan ya, semoga bulan depan acara Arisan Ilmunya berjalan seru dan lancar _/\_



Cantik-cantik dengan dresscode merah. Saya gagal ber-dresscode :))
Sumber


Sampai ketemu di Arisan Ilmu berikutnya...^_^

Sunday, June 9, 2013

Empati untuk Pak Menteri

Sering banget, ada acara yang bilangnya ingin mendatangkan menteri eh ternyata menteri diundang malah urung datang. Pasti hadirinnya menggerutu, deh! 

"Huu... gimana sih, di jadwalnya ada menteri. Tahunya gak jadi dateng"

Siapa salah satu hadirin yang menggerutu? Saya, sih.. Hehehehe :p
Saya seringkali menggerutu dan mengeluarkan celoteh iseng saat ada menteri yang tidak jadi datang saat diundang suatu acara. "Lagi sibuk tampil di infotainment kali" ujar saya iseng saat salah satu menteri (yang pemberitaan tentang istrinya lagi hot banget) batal hadir di Orasi Kebangkitan Nasional Indonesia Youth Forum (IYF) 2013.

Sikap kurang empati saya tersebut disentil saat Closing Ceremony IYF 2013 pada Minggu, 26 Mei 2013. Pak Roy Suryo (Menpora RI) hadir mengikuti seluruh acara penutupan tersebut, Saya kira hanya akan ada staff-nya saja, ternyata beliau benar-benar datang.

Pak Roy sedikit menyelipkan cerita tentang aktivitasnya sebagai Menpora saat menyampaikan pidatonya.


Pak Roy Suryo dalam Closing Ceremony Indonesia Youth Forum 2013
Bandung (26/5)



"Saya hanya sebentar menjabat sebagai Menpora, 2014 masa jabatan saya berakhir. Yang jadi Menpora itu memang harus benar anak muda, karena aktivitasnya padat sekali. Kemarin subuh saya harus terbang ke Belitung untuk membuka acara di pagi hari, siangnya ke pulau lain, malam saya sudah harus ada di Jakarta untuk rapat di Cikeas. Pagi tadi saya membuka acara lagi di Jakarta, sekarang saya ada di Bandung, dan habis ini saya harus ke Surabaya".

Itu seiap hari?
Kapan liburnya?
Kapan istirahatnya?
Kapan waktu untuk keluarganya?

Pantas saja jika para menteri sulit menghadiri acara karena agendanya sangat padat. Jangankan untuk menghadiri undangan, untuk istirahat saja kurang waktunya. Padahal dengan aktivitas sepadat itu butuh stamina dan konsentrasi yang prima.

Siapa yang mau jadi menteri?
Saya sih, gak mau... Hehehehe

Salute untuk anak Indonesia yang berdedikasi penuh untuk negerinya.

Saturday, June 1, 2013

Indonesia Youth Forum 2013 : Balada Delegates #salahfokus



Hampir seminggu Indonesia Youth Forum 2013 berakhir, huhuhu... *pijet jempol*bikin live-tweet capek ya*. Ya-gitu-deh bikin live-tweet terus selama empat hari sukses melenyapkan niat nge-blog saya. Alhamdulillah, setelah ilham datang (siapa tuh, wid?) akhirnya mau menulis juga.

Eits, tapi saya gak akan menulis tentang kegiatan IYF hari pertama sampai ke-empat! Kalau mau baca itu, silakan cek di blog teman saya yang lain. Nanti saya bikin daftar link-nya. Bisa juga saya sematkan kliping live-tweetnya dalam satu posting. Kenapa saya gak mau nulis kegiatannya? Ada dua sih, alasannya.. Satu, normatif. Dua, ngebosenin. Hehehee...
Saya saat menjadi Delegasi Indonesia Youth Forum

Selama IYF saya sangat menikmati. Sedih, senang, ribet, panik, deg-degan, ngantuk, bersemangat, kenyang, laper, wah... semuanya deh! Dari awal seleksi, wawancara, mengerjakan tugas delegates, sampai berangkat ke Bandung dan pulang lagi ke Bekasi semuanya berkesan. Satu hal juga yang sangat berkesan adalah bertemu sahabat baru dari Bandung, namanya Sindy.

Sindy (kanan) yang gak ada keturunan Cina,
tapi wajahnya oriental banget. Ajaib!

Saya dan Sindy itu satu kamar. Awal saya kenal Sindy itu horor. Ya-gimana-gak horor, saya datang di kamar paling pertama pukul 10.30. Tiba-tiba sudah ada koper di dalam. Saya bingung, karena sampai setelah makan siang sang pemilik koper itu belum juga datang. Baru jam 13.00 ada cewek ketok-ketok kamar dan ternyata itu yang 'empunya' koper, Sindy. Hampir aja saya bikin drama 'Hantu Koper Kosong'.

"Sin, kok kopermu sudah nyampe duluan? Gimana caranya?" tanya saya.
"Tadi pagi gue ke sini naruh koper, terus ke kampus ada ujian. Baru deh kelar ujian ke wisma lagi" jawabnya.

Meski baru kenal, saya dan Sindy sudah banyak jodohnya. Mulai dari satu kamar, satu bus, satu room coaching clinic, satu zodiak, satu selera film sama musik, dan satu hati buat melakukan kebodoran. Dibandingkan bertemu dengan CEO, pejabat, atau Pak Menteri, bertemu Sindy jauh lebih berkesan dan kocak.


H1
Hari pertama, kita masih malu-malu kucing. Masih kenalan datar gitu, mulai tukar cerita satu sama lain. Cerita tentang kampus, studi, daerah asal, sudah belajar ke mana saja, yah.. pokoknya standar lah! Kita pergi pakai baju adat ke Gedung Merdeka untuk Opening Ceremony dan Festival Kebangkitan Nasional. Sindy pakai kebaya, saya pakai baju Encim dari Bekasi. Yang paling repot adalah... harus bertarung dengan kain sendiri. Sindy gak bisa jongkok karena kainnya menyempit di bagian bawah kaki, dan saya repot banget saat mau pipis karena pakai kain dan korset.

H2
Kekacauan mulai di hari kedua saat coaching clinic. Saya dan Sindy mengambil room yang sama, Creative Writing (kalau kata coach-nya Creative WriTHINK) bersama Mas Fahd Djibran. Saya sempat mengetahui Mas Fahd saat ia mengisi materi di Writinc, kalau Sindy belum tahu. Mungkin karena pesonanya Mas Fahd yang awur-awuran, Sindy pun kena ranjau kekagumannya. Sindy spontan berkata pelan, "Ya ampun, Wid.. Gemes bangetttttt!!!". Coba saya sempat foto ekspresi muka Sindy saat coaching clinic, ya.. Hahaha..

Mas Fahd Djibran yang bikin Sindy gemes

Tapi ekspresi itu berubah saat Mas Fahd bilang dia sudah menikah. "Ouch, he's married guy.." ledek saya kepada Sindy.

Siang harinya, delegasi berpindah tempat di Gedung Merdeka, delegasi mengikuti kegiatan bertemu dengan CEO Jamsostek dan Adik Ahok Bupati Belitung Timur. Saya dan Sindy sigap duduk di belakang. Kenapa? Karena pasti ngantuk, Ternyata prediksi kami tepat. Beberapa delegates yang ngantuk di barisan depan pun kena tegur Pak Basuri Tjahja Purnama (adik Ahok). Saya dan Sindy tetap kalem duduk di belakang sambil ngemil cimol hasil petualangan kami saat break sholat. Em, padahal di aula tersebut gak boleh makan dan minum loh! Hehehe...

Malamnya kami galau karena rambut sudah harus dicuci karena aktivitas penuh selama dua hari, tapi boro-boro sempat mandi saat malam. Baru sampai di wisma jam 21.00, kami harus mengikuti focus group discussion jam 21.30. "Bodo amat telat, pokoknya keramas!" ujar saya keras kepala. Benar saja, kami (ditambah Tiara) telat ke FDG. Udah buru-buru dengan rambut basah (dan kedinginan pula), ternyata yang lain juga telat. Haseum.. haseum..

H3
Kalau hari pertama masih jaim, hari kedua mulai keliatan aslinya, hari ketiga jadi bodor banget. Hari ini kami meresmikan diri sebagai Partner in Crime. Petualangan Hari ke-3 IYF kami dimulai ke Babakan Siliwangi lanjut jamuan makan siang di Gedung Bank Indonesia Bandung. Kami sudah pakai kemeja dan celana formil rapi. Ternyata kami harus tracking jalur Basil. Dengan rok berlumuran cipratan tanah, saya meringis-mirings gak menikmati hari. Sindy rewel karena dia pakai flat shoes.

Abis tracking. Muka gak enjoy dan ngidam cilok

"Harusnya bilang ya, kalau mau tracking gini. Kan, bisa pakai sepatu kets" keluhnya. Tambah kesel lagi, ternyata siangnya kami gak jadi jamuan makan. Fix, hari itu kami salah kostum.

Makan siang berlangsung seperti dua hari biasanya. Kami mendapat nasi box berlabel "Bumbu Desa". Asyik sih, hari pertama saja. Tapi bayangkan kalau kamu dapat menu makan siang dan makan malam sama selama satu hari dan semua lauknya ayam selama tiga hari? Huahahahaha... Tidak bergairah :'(

Makanan kita, siang dan malam


"Asli Wid, nanti malam kita cari makanan di Wisma. Gak ada toleransi lagi nih makan Bumbu Desa terus" keluh Sindy. Saya pun makin komporin Sindy buat cari makanan nanti malam.

Saat materi kami kelaparan tingkat dewa, kahyangan, nirwana, apalah itu.. Judulnya laper banget. Biskuit yang dibawa di tas sudah habis. Satu-satunya harapan adalah snack di sofa pembicara yang tidak habis. Tebak.. apa yang kami lakukan? Ya, kami nekat makan snack itu. Lumayan ganjel perut :p

Malamnya, kami makan Bumbu Desa (lagi). Memang benar kata Sindy, kali ini perut gak bisa mentoleransi lagi. Saya cuma makan sedikit ayamnya, terus berhenti makan. Beruntung sekali kami, malam itu para delegasi dijamu Bajigur, Pukis, Cilok, dan Lumpiah Basah secara gratis!

Halaman Gedung Indonesia Menggugat, tempat jajanan gratis
bagi para delegates

Perut saya dan Sindy yang sudah barbar gak sabar lagi makan cemilan gratis itu. Tapi... ngatrinya penuh banget! Kami sepakat berkolaborasi, misinya mendapatkan makanan banyak. Saya ngantri cilok, Sindy ngantri lumpiah. Sukses, kami dapat dua makanan dalam satu waktu. Saat kami sudah selesai makan, banyak delegasi yang masih mengambil makanan pertama. Ya sudah, kami ikutan antri lagi! Alhamdulillah, berkat modus Sindy ke delegasi cowok lain, dia berhasil mendapat satu porsi lumpiah lagi TANPA ANTRI LAMA. LANGSUNG DIKASIH. GILA!!!

H4
Hari terakhir di IYF masih dipenuhi cerita seru dan haru. Pagi-pagi kami sudah siap ke CFD Dago untuk pawai, flashmob, dan membagikan 1000 gelas susu. Saya yang baru pertama kali ke CFD Dago norak-norak gembira gitu. Jajanannya murah, banyak yang unjuk kreativitas juga. Seru deh!

Kriminal kami saat membagikan 1000 gelas susu adalah gak mau bagikan susu banyak-banyak. Soalnya, kami mau jajan sosis bakar. Eh, saya sih yang kepengen banget! Bukannya bagikan susu lagi habis jajan, Sindy malah menemani saya belanja oleh-oleh..

Mau flashmob


Sedih, saat Closing Ceremony di Hotel Savoy Homann dan menyadari saya akan berpisah dengan seluruh delegasi di sini, terutama Sindy. Alhamdulillah sertifikat IYF pun di tangan tanda kami telah menyelesaikan seluruh kegiatan dengan tertib. Ya Alhamdulillah sih, dibilang tertib :D

Akhirnya.....

IYF begitu berkesan.. Karena saya dan Sindy selalu #salahfokus saat mengikuti kegiatan. Eh tapi tenang, tetap memperhatikan kok.. Cuma kalian gak tau aja apa yang ada di otak kami dan kami bicarakan.

Beruntungnya, Sindy bukan delegasi dari luar Jawa. Rumahnya di Jakarta, dia lagi liburan di rumahnya, dan bulan ini kami sama-sama ulang tahun. Bakal ada kebodoran dan #salahfokus apa lagi ya kita?




Thursday, May 2, 2013

Belajar Bersama Adik-Adik Pemulung di Bintara

Terkadang kita tidak tahu kemana Tuhan akan membawa kita, termasuk saat Tuhan mempertemukan saya dengan adik-adik pemulung di Bintara.

Saya adalah relawan dari Rumah Singgah Balarenik, sebuah rumah singgah yang membina anak jalanan dan dhuafa di Cakung Jakarta Timur sejak Januari 2010. Balarenik adalah cinta pandangan pertama saya. Ibarat rumah, saya seperti tak bisa meninggalkannya walau berkelana ke organisasi sosial manapun.

Di akhir November 2012, Mpok Sulis (salah satu relawan juga di Balarenik) bercerita tentang ada sebuah kelompok besar pemulung di tengah perumahan di Bintara Bekasi Barat. Awalnya saya tak percaya, sampai beberapa hari kemudian saya diajak ke lokasi tersebut. Takjub? Ya. Kami masuk dari sebuah perumahan yang bagus dan rapi, lalu jalanannya menurun dan semakin sempit, dan... terlihat sebuah lapangan besar dengan banyak sekali lapak non-permanen.

Lapak Pemulung di Lapangan 2 Kelurahan Bintara

Balarenik memutuskan untuk mulai membina adik-adik pemulung di sini. Ada sekitar 40-an anak yang kami bina, itu pun tidak semua anak ingin atau diperbolehkan oleh orang tuanya. Karena keterbatasan relawan, saya pun tidak lagi mengajar di rumah singgah, melainkan pindah menjadi koordinator di Sanggar Balarenik Bintara. Karena belum memiliki tempat sendiri, kami menumpang di mushola setempat untuk belajar bersama tiap hari Sabtu pagi.

Mushola tempat Sanggar Balarenik belajar

Karakter anak-anak pemulung berbeda dengan anak jalanan. Mereka tidak begitu ‘cepat dewasa’ seperti anak jalanan, perkembangan psikisnya masih seperti anak-anak pada umumnya. Namun mereka banyak mengalami gangguan kesehatan, seperti batuk, pilek, flek paru-paru, atau sakit kulit. Mungkin karena lingkungan yang kurang ramah sebagai tempat tinggal dan bermain anak. Saat mengajar, saya selalu sedia betadine atau tissue. Terkadang saya juga harus membersihkan luka anak-anak yang terbuka. Kalau sudah satu anak dibersihkan lukanya, biasanya anak lain juga ikut minta dibersihkan lukanya. Hehehe... Mereka kadang memang manja :)

Ujang, Jeje, Nurul, dan kawan-kawan

Cara belajar adik-adik Bintara pun berbeda dengan anak jalanan. Kalau anak jalanan lebih suka belajar dengan cara bermain, seperti bernyanyi atau olah tubuh. Bagi adik-adik Bintara, yang namanya belajar ya harus dengan pensil dan buku. Mereka tak mau belajar tanpa pensil dan buku. Bagi mereka mewarnai, menyanyi, menari, itu belum belajar. Salah satu tantangan yang berat saat mengajar adik-adik di Bintara adalah mereka bahkan belum tahu cara memegang pensil. Kami harus mulai benar-benar dari nol.

Meski tanpa meja belajar, adik-adik tetap semangat

Foto bareng setelah belajar
Harus sabar mengajarkan adik-adik memegang pensil

Neneng (tunarungu, 11th) sudah bisa berhitung lancar sampai 20, lho!


Sri (atas) dan Iyah (bawah) menggambar anggota keluarganya

Di Bintara, banyak adik-adik yang belum bersekolah padahal usianya sudah 7 sampai 11 tahun. Kebanyakan dari mereka juga ikut orang tuanya memulung, terutama di sore hari. Sebagian besar adik-adik tidak punya akte kelahiran, hal itu juga yang menyulitkan mereka mendaftar di sekolah umum.

Sesekali saya juga berkunjung ke rumah adik-adik, mengobrol dengan orang tua mereka. Para orang tua begitu baik dan ramah menyambut saya. Kami berbincang banyak, tentang penghasilannya, pekerjaan memulungnya, atau sekedar curhat-curhatan. Akhirnya, tercetus ide untuk menulis penelitian tentang masyarakat pemulung di Bintara. Alhamdulillah, penelitian tersebut membawa saya sebagai Juara 1 mahasiswa berprestasi tingkat universitas dan akan dipresentasikan juga di tingkat Kopertis Wilayah VI bulan ini. Selain itu, essay saya tentang adik-adik pemulung di Bintara juga mengantarkan saya ke Indonesia Youth Forum 2013 di Bandung akhir Mei mendatang.

Curhat session dengan para ibu, hehehe...

Selama lima bulan saya belajar bersama dengan adik-adik pemulung di Bintara banyak kegiatan yang kami lakukan. Kegiatan ini juga tak terlepas dari kebaikan-kebaikan para donatur dan relawan lain yang mendukung aksi sosial ini.

Dapat donasi alat tulis dari Rumah Singgah Balarenik

Bernyanyi dan berjoged kupu-kupu

Membuat bunga dari kertas dan kartu ucapan untuk Hari Ibu

Membantu renovasi mushola tempat Sanggar Balarenik Bintara

Nonton Bareng Kick Andy & Cinema XXI


Outbond di Talaga Cikeas (28/3)

Menemani Ibu Giwo syuting di Sanggar Balarenik Bintara
untuk Tupperware She Can (9/4)


Berkenalan dengan adik-adik pemulung di Bintara, tak hanya pengalaman baru bagi saya. Kami saling bertukar ilmu, mereka belajar baca, tulis, dan hitung, kami (para relawan) pun belajar banyak tentang kehidupan dan kesabaran dalam mendidik. Saya pribadi saat ini mengerti dan sangat berterima kasih kepada Ibunda dan guru-guru saya, pasti sulit sekali mengajarkan anak-anak yang tidak tahu apa-apa sampai akhirnya bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Foto bersama kakak-kakak Relawan yang SUPER!!
 
Mendidik tak hanya menjadi tanggung jawab orang tua atau guru di sekolah. Setiap manusia berhak mendapatkan pendidikan, hal itu pun tercantum dalam undang-undang. Namun, bagaimana jadinya jika kita hanya berharap pada pemerintah dengan urusannya yang banyak itu? Tanpa perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah kita juga mampu melakukan kegiatan mendidik. Dengan konsistensi yang kita jalankan, Tuhan pun akan memberikan jalan untuk keberlanjutan kegiatan kita.

Tak ada satu pun anak yang ingin terlahir miskin dan bodoh. Jika orang tuanya atau pemerintah belum bisa memenuhi hak pendidikannya, maka kewajiban kita untuk membantunya. Meskipun hanya mengajarkan satu huruf dan memberikan senyum kita, pasti sudah membahagiakan bagi mereka.


Jajan es dulu bareng adik-adik, hehehehe...

Selamat Hari Pendidikan Nasional, mari mendidik sejak muda...

Sunday, April 7, 2013

IYF Progress : April Week-1



Alhamdulillah, ya.. Hari ini saya bisa liburan seharian di rumah (jarang-jarang). Bisa masak, beresin sepatu, beresin kamar, mandi dengan khidmat, dan lain-lain. By the way, besok hari Senin loh! Senin! Cuma ngingetin aja sih hahahaha *dijumroh*

Gak tahu kenapa, sebelum nulis posting-an di blog saya suka curhat gitu. Udah pokoknya jangan protes ya, dibaca aja curhatan saya.

Indonesia Youth Forum 2013 masih sebulan lagi, tapi atmosfernya begitu terasa. Indonesia Youth Forum ini sesuatu banget, lho! Iya bagaimana enggak sesuatu, saya harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Tidak seperti conference atau forum tingkat nasional sebelumnya, para official delegates diberikan beberapa tugas oleh penyelenggara. Tugas tersebut diantaranya adalah :


  1. Berfoto dengan background putih dan berwarna plus senyum simpul (checked) 
  2.  Mencari media partner baik media cetak atau online
  3. Menulis pengalaman saat seleksi official delegates IYF 2013 (checked)
  4. Beli baju baru buat tebar pesona (hahahaha... becanda *dijewer Uta*)

Senangnya, punya foto yang 'rapi'.
(Foto oleh Dela Visa Caniago)


Saat ini saya masih berusaha mencari media partner dan sponsorship untuk mendukung keuangan perjalanan saya ke Bandung. Namun satu hal lagi yang membuat saya bersemangat ikut IYF adalah teman-temannya yang begitu ramah dan hangat. Padahal kami belum saling bertemu, namun sudah banyak berinteraksi via media sosial. Kamis lalu saya pun melakukan kopdar dengan Rienta, mahasiswa President University asal Bekasi yang juga menjadi official delegates IYF. Kami pun bertukar pikiran dan bersinergi mendapatkan media partner. Kami juga berencana berangkat ke Bandung bersama-sama menuju IYF. Seru deh, ngobrol dari jam 1 siang sampai 5 sore gak terasa. 

Semangat terus yuk, sampai IYF tiba nanti! *tebar proposal*

Sunday, March 31, 2013

IYF Bikin Kaget


Oke, saya tahu ini adalah hari yang kalian benci. Hari terakhir dalam long weekend kali ini dan besok mulai aktivitas lagi (kemudian para tugas kuliah melirik genit untuk dikerjakan). Anyway, selamat berhari Minggu yang produktif ya!

Tepat seminggu yang lalu (24/3) halaman Facebook saya penuh dengan gegap gempita teman-teman yang lolos seleksi Indonesia Youth Forum (IYF) tahun ini. Salah satunya, Mufli, teman saya dari Makassar. Saya melihat postingan-nya di Facebook dan berbagi link daftar nama-nama terpilih sebagai Official Delegates IYF. Inilah reaksi saya...

Kaget, ya?

Lah, iya.. Saya gak berfikir bakalan lolos. Kaget banget!

Jujur, saat proses interview calon delegasi saya hampir putus asa. Saat itu Taufik, salah satu tim seleksi IYF, menghubungi saya via Skype dan melakukan wawancara langsung. Sempat beberapa kali terputus karena kendala koneksi, alhamdulillah aktivitas wawancara bisa tuntas juga dengan baik. Namun, ada beberapa poin yang sempat buat saya down saat itu.

T : Widya, berapa umur kamu saat ini?
W : 21
T : Wah, sayang sekali kami mencari peserta dengan usia maksimal 20 tahun.
W : *diam*

T : Bisa tolong kamu yakinkan saya mengapa harus memilih kamu?
W : Saya sudah membaca rundown kegiatan dan ada sesi yang membahas ‘Social Media’ di sana. Saya tertarik sekali dengan social media, saya pun berencana mengambil skripsi tentang itu.

T : Oh, ya? Wow!
W : Namun, saya masih butuh banyak referensi dan jaringan yang betul menguasai social media. Karena itu, saya ingin berada di IYF.

T : Oke, nanti akan kami coba pertimbangkan, ya..

Terlalu jujur, iya sih... (dan jawabannya egois). Tapi kata @pasarsapi saat kelas Akademi Berbagi Bekasi, wajar setiap manusia pasti punya sisi egois. Saya juga belajar dari beliau untuk jadi orang yang apa adanya dan tidak dibuat-buat. Ya, setidaknya jawaban saya gak gombal saat wawancara. Hehehehe...

Sejak kejadian di atas, saya jadi tidak terus memantau perkembangan seleksi IYF. Saya lebih konsen mengerjakan revisi karya ilmiah untuk lomba Mahasiswa Berprestasi tingkat Kopertis April nanti. Tanpa diduga, ternyata saya lolos menjadi satu dari 200 pemuda Indonesia sebagai Official Delegates IYF.

Then, the mail has come.

Sempat bertanya-tanya, mengapa saya?
Apa yang membuat tim seleksi IYF memilih saya?

Sampai saat ini, saya masih menyimpan pertanyaan itu sendiri. Semoga Mei nanti bisa terjawab, amin..

Catch you later, Indonesia Youth Forum!

Monday, March 18, 2013

McD Bagi-bagi 1000 Egg Muffin Gratis

Selamat pagi, selama hari Senin.

Hari Senin biasanya menyebalkan, namun kali ini disambut dengan pagi yang berkah. Hahaha... Bagaimana gak berkah, coba.. McDonalds membagikan 1.000 Egg Muffin di setiap cabangnya dalam rangka Gerakan Sarapan Nasional. Asyik.. asyik..

Publikasi Egg Muffin Gratisan
(Sumber : Twitter McD Indonesia)


Saya mengetahui infonya dari televisi dan media sosial Twitter kemarin sore. Pagi ini saya berangkat lebih cepat, pukul 8.00 padahal kuliah dimulai jam 9.00. Saat di lampu merah, saya berfikir... 
"Eh, lumayan kalau dapat makanannya. Nanti buat makan siang biar irit. Hehehehe.. Kan, sudah sarapan di rumah" batin saya.

Akhirnya, saya menuju Mcd Cut Meutia juga. Sampai di gerbangnya, ada mas-mas yang membagikan brosur kecil bergambar Egg Muffin. Brosurnya ada nomornya, mungkin fungsinya semacam kupon gitu lah!

"Silakan langsung ditukar ya mba, gratis"
"Bisa di drive-thru, mas?" Iya, iya, saya mah males parkir hehehe...
"Bisa, mba"

Oke, saya pun menuju pos drive-thru. Baiknya drive-thru Mcd (gak kayak KFC Pangkalan Jati) adalah motor boleh masuk drive-thru, tidak hanya mobil. Huuuh... kalau begitu suka sebel deh, semacam dapat perilaku diskriminatif gitu. Sampai di sana, alamaak... antrinya panjang bener! Plus gak tertib, karena ada beberapa motor yang menyelak antrian mobil, saya juga disalip sama angkot. Hehe.. Ya, mungkin masyarakat belum familiar dengan penggunaan drive-thru.

Saat di pos pengambilan makanan, saya gak sengaja mendengar crew Mcd menggerutu.
"Haduh, kopinya gak laku sama sekali"

Saya lihat lagi, oh iya di paket menu sarapan, egg muffin itu dijual sepaket dengan arabica coffee. Waaah, arabica *elus perut*.

Sambil menunggu makanan, saya berfikir.. Apa maksud McD mengadakan ini? CSR? Atau strategi pemasarannya dalam meningkatkan omzet? Kayaknya keduanya ya.

Gerakan Sarapan Nasional mungkin adalah kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dalam menggalakkan sarapan bagi masyarakat Indonesia. Yeah, kita tahu masyarakat urban terutama yang super sibuk, seringkali melupakan ritual pagi yang penting ini. Value dari kegiatannya bagus, bagus sekali. Namun, maknanya kurang tersampaikan. Karena McD hanya memberikan egg muffin gratis tanpa menjelaskan atau mengedukasi masyarakat tentang Gerakan Sarapan Nasional.

Penampakan Egg Muffin-nya. Yums, enak loh ternyata! Ada bacon-nya, hehehe..


Setelah mendapatkan egg muffinya, saya diberian brosur lagi yang berisi kupon gratis egg muffin dengan pembelian kopi. Ini dia strategi peningkatan penjualannya hehehe.. Trus saya berpikir lagi, mungkin menu egg muffin ini kurang laku, jadi kegiatan ini sekalian mempromosikan egg muffin juga. Hehehe..

Selamat beraktivitas, semuanya!
Berkah hari ini untuk kita semua, ya..:-) 

Friday, October 5, 2012

Pakai Social Media, Siapa Takut?!

Halo-halo blog..

Mungkin teman-teman baik di dunia nyata dan dunia maya sempat saya mohon-mohon untuk vote beberapa waktu lalu. Yap, itu adalah voting untuk Social Media Carnival (SMC). SMC 2012 adalah suatu kegiatan camp pemuda untuk belajar optimisasi social media guna kegiatan kepemudaan. Kebetulan saya terpilih mejadi top 75 calon partisipan dari seluruh Indonesia. Akhirnya melalui tahap voting selama beberapa hari, saya berhasil menjadi top 50. Yeayy.. thanks guys!!

Vote me, Vote me
I was so grateful, bisa bertemu 16 teman-teman baru (meskipun bertemu lagi dengan beberapa teman conference) yang hebat-hebat. Empat hari camp (1 s.d. 4 Oktober) di Graha Wisata Ragunan Jakarta terasa begitu cepat dan menyenangkan. Tiap hari bertemu pembicara-pembicara keren, berdiskusi, dan juga ikut company trip ke Kompas TV. Wahahaha, ilmunya berguna banget.
 
#SMC2012

With friends and Supper-Speakers

Habis olahraga dan sarapan di depan wisma

Tahu gak sih, kalau selama ini kita suka melihat twitter dari akun yang followernya banyak dan rajin bikin kultwit itu sebenarnya...... BISA DI-TIMER! Yap, pakai aplikasi Hootsuite dan bisa auto schedule twit kamu. Wacks, selama ini aku ditipu ternyata! Gak habis pikir sih, setiap detik si penanggung jawab akun harus mengtwit tepat waktu and all the time. Wehehe, jadi kepikiran auto schedule twit bisa dijadikan alat pencitraan. Setel aja twit sholat malam jam 3 pagi, disangkanya biar kita rajin sholat malam gitu (dih, ngapain juga ya sholat dijadikan twit, alay pisan *jedugin kepala ke tembok).

Yang paling berkesan di camp itu ketika 17 orang itu harus ikut format kompetisi kecil "Social Media Carnival". Kami semua dibagi menjadi 4 kelompok, dan kelompok saya yang paling banyak orangnya. Kelompok "Sandi Campers" (begitu kita menamakannya, karena kakak LO kita bernama Sandika), terdiri dari Maula si kepala suku, Debby, Lina, Angga, dan saya tentunya.
Ssst... Sandi Campers lagi rapat nih!

Sandi Campers itu awalnya awur-awuran banget, deh! Maula sibuk dengan penghargaan MBM Challenge-nya, dan yang lain juga cuek menentukan konsep. Akhirnya di hari kedua camp, kita baru menemukan konsep blog yang akan kita buat. Kita akan membuat blog 'Gerakan Satu Hati', berhubung GSH juga belum punya blog. Disaat orang lain sudah membuat desain blog dan konten-kontennya, kami masih santai jajan siomay di depan wisma. Hahaha.. baru lah ketika hari ketiga sepulang dari Kompas TV kami sukses lemburrrr sampai jam 3 pagi. Bahkan ketika sarapan pagi pun, Maula masih membenahi desain blog-nya. Lina berhasil membuat video GSH yang camik banget. Wah, jadi keren deh!
Sandi Campers Presentasi

Tiba saatnya untuk presentasi dan penilaian hasil kerja kelompok kami. Sandi Campers mendapat urutan ke-3 untuk presentasi. Sampai akhirnya, tiba saat pengumuman... dan WOW, kami berhasil mendapat BEST GROUP PROJECT *dancing*.

Best Group Project for Sandi Campers

Jadi inget kata-kata Maula ketika pertama kali Sandi Campers ditemukan :
"Kita harus bikin target. Target minimal kita ya, jadi pemenang.."
Hahahaha, ternyata kata-kata tersebut benar jadi do'a ya. Thanks, YEP!, SMC 2012, & Sandi Campers! I'll never forget us and days we had :)