Minggu, 13 Agustus 2017

10 Fakta Menarik tentang ASI dan MPASI untuk Bayi

Standard
Tahun pertama menjadi ibu benar-benar menantang ternyata, ya! Apalagi cara membesarkan bayi jaman sekarang beda dengan jaman orang tua kita dulu. Kalau dulu MPASI mulai 4 bulan, sekarang 6 bulan. Dulu MPASI belum pakai lemak tambahan, sekarang ada lemak tambahan. Dulu belum ada ASI hasil pompa, sekarang banyak yang pumping ASI. Perbedaan ini juga menuntut saya selalu belajar. Tidak hanya membaca dari berbagai buku, namun juga konsul ke dokter spesialis anak, ngobrol dengan teman yang berprofesi sebagai dokter, atau dengan para ibu yang lebih berpengalaman secara online atau offline. Pokoknya berbagai ilmu dicari demi si kecil, deh! Hihihi...

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menghadiri talkshow bertema "Solusi Menjawab Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi Anak" yang diselenggarakan oleh Philips Avent dalam rangka Hari Anak Nasional. Acara ini bertujuan memberikan dukungan kepada orang tua untuk memahami nutrisi apa yang dibutuhkan si kecil dalam masa tumbuh kembang atau periode emas.

Yes.. Saya sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Berdua dengan Yasmin, kami berpetualang dari Bekasi ke Jakarta. Gak sabar untuk mendapat pengetahuan baru dari para narasumber. Dalam talkshow tersebut, Philips menghadirkan narasumber yang kompeten, Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), dokter spesialis anak sub-spesialis nutrisi dan penyakit metabolik. Ini kesempatan bagus untuk mendengarkan nutrisi anak langsung dari pakarnya.

Baru saja menit-menit awal beliau berbicara, rasanya banyak sekali yang harus saya koreksi dari pemberian makan Yasmin. Huhuhu.... Eh, tapi belum terlambat sih! Alhamdulillah masih ada waktu memperbaiki makanan si kecil dalam periode emasnya. Banyak juga hal yang baru bagi saya, malah mematahkan anggapan yang selama ini saya dapat dari grup diskusi atau artikel di internet. Memang ya, belajar itu harus dari pakarnya. Hihihi.. Fakta menarik apa saja yang dipaparkan dalam talkshow kemarin? Simak ulasannya berikut ini, yuk!


Talkshow Solusi untuk Menjawab Kebutuhan Nutrisi Anak bersama Philips Avent

1. Kekurangan nutrisi pada 1000 hari pertama anak akan berdampak seumur hidup

1000 hari pertama anak adalah periode yang sangat penting bagi kehidupannya, karena ini sini pembentukan dan pertumbuhan berlangsung. 1000 hari pertama dimulai saat bayi dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Waduuuuhhh..... Jadi merasa bersalah, makan apa ya saya waktu hamil dulu? Hehehe... Ternyata nutrisi saat hamil juga sangat penting. Jadi bagi para ibu hamil, jangan malas makan-makanan sehat ya demi si kecil.

Jika bayi kekurangan nutrisi pada 1000 hari pertamanya, yang akan terjadi adalah otak si kecil akan kurang berkembang (oleh karena itu lingkar kepala bayi harus rutin dicek). Jika hal itu terjadi, maka akan berpengaruh pada IQ bayi. Manusia yang memiliki IQ rendah akan kesulitan dalam mengenyam pendidikan, atau saat bekerja dewasa nanti. Kebayang kan, jika anak Indonesia memiliki IQ pas-pasan karena asupan gizinya kurang? Mereka hanya bisa menjadi pekerja kasar atau level staff karena tingkat pendidikan tidak begitu tinggi. Jika anak-anak memiliki IQ lebih tinggi, diharapkan mereka dapat menyelesaikan pendidikan yang lebih tinggi, dan mendapat posisi yang lebih baik dalam pekerjaan.

2. Bayi cepat gemuk, bagus atau tidak?

Banyak yang senang bayinya gemuk, bayinya buntal, pipinya menal-menul. Sama, saya juga :D

Berat bayi besar sebanarnya tidak apa-apa selama kenaikan berat badan bayi masih normal atau sesuai dengan grafik KMS (Kartu Menuju Sehat). Jika kenaikannya di luar normal, dikhawatirkan bayi mengalami gangguan metabolik.

Bayi yang mengalami gangguan nutrisi dalam 1000 hari pertamanya berisiko mengalami penyakit metabolik seperti obesitas, diabetes, atau jantung koroner. Pasti diantara kita ada yang mudah banget gemuk. Minum air putih aja kayaknya bisa gemuk. Hehehe... (berasa ngomongin diri sendiri, Wid!). Naaah, itu karena metabolisme kita tidak maksimal dalam membakar makanan. Ini bisa disebabkan karena kesalahan pemberian makan saat kita kecil. Selain itu, bayi yang kekurangan nutrisi juga menciptakan manusia stunting (pendek). Nah, kan! Saya lagi. Wkwkwkwk. Jangan heran kalau generasi muda Jerman sekarang badannya tinggi-tinggi buanget. Itu karena gizi mereka sejak kecil sangat diperhatikan.

Nasi sudah jadi bubur. Gak apa-apa lah, ya bunda gampang gemuk dan imut-imut begini. Anaknya jangan :D Mari kita belajar!

3. Kandungan nutrisi pada ASI semakin hari semakin berkurang

dr. Damayanti menjelaskan bahwa bayi biasanya akan mulai kekurangan nutrisi saat berusia 3 bulan. Ini disebabkan oleh kandungan nutrisi dalam ASI ibu mulai berkurang, terutama zat besi yang berpengaruh dalam perkembangan otak. Pada usia 6 bulan, zat besi dalam ASI jumlahnya sangat sedikit, malah mendekati habis. Oleh karena itu bayi membutuhkan MPASI (makanan pendamping ASI). Pemberian asi eksklusif lebih dari 6 bulan tidak direkomendasikan karena zat gizi dalam ASI ibu tadi semakin berkurang. Sedangkan bayi di bawah 6 bulan yang mengalami kesulitan naik berat badan, bisa berkonsultasi dengan dokter untuk solusinya (entah MPASI dini atau solusi lainnya, tergantung kondisi).


4. Pemberian ASI lewat botol dan dot, Yes or No?

Banyak sekali isu yang beredar seputar bahaya penggunaan dot, mulai dari bingung puting sampai penyakit infeksi menyeramkan. Lhoooo, kok begitu? Apa memang segitu berbahayanya menggunakan dot?

dr. Damayanti mengatakan bahwa risiko penggunaan dot ada jika wilayah kita tinggal bermasalah dengan sanitasi seperti di wilayah Afrika. Misalnya, susah air besih. Nah, ditakutkan penggunaan botol dan dot malah jadi tempat tempat tumbuh kuman. Namun bagi kita yang tinggal di perkotaan ini, resiko air bersih itu gak separah di pelosok lah ya. Setidaknya kita bisa cuci piring tiap hari. Justru media pemberian ASI atau susu dengan sendok atau pipet tidak direkomendasikan oleh dr. Damayanti karena susu/ASI mudah terbuang juga tidak sesuai oromotor anak. Salah satu ikhtiarnya adalah memberikan botol susu dan dot terbaik bagi si kecil. Saya juga memilah-milih mana botol susu dan dot yang bagus dan natural seperti cara kerja payudara ibu.

Baca : 5 Alasan Mengapa Saya Memilih Botol Susu Philips Avent Natural 2.0


5. Sayur dan buah bukan jadi kebutuhan utama bayi

MPASI bayi isinya buah atau sayur terus? Hati-hati nanti bayi akan kekurangan zat gizi lainnya. Sama seperti kita, bayi juga butuh karbohidrat, protein, lemak, vitamin & mineral. Namun, bayi tidak membutuhkan banyak serat seperti kita. Kebanyakan serat justru akan 'menarik' zat gizi lainnya seperti zat besi. Padahal zat besi tersebut sangat dibutuhkan bayi. Oleh karena itu, menu bayi sebaiknya ada karbohidrat, protein hewani & nabati, juga lemak. Nah, jadi metode MPASI food combining sepertinya kurang cocok untuk bayi. Lebih cocok menu 4 bintang atau pakai pedoman gizi seimbang aja :)

6. Sebagian besar ibu tidak mencoba hal ini dalam pembuatan MPASI

Banyak ibu-ibu yang mengeluhkan bayi tidak suka MPASI yang ibunya buat. Mendengar keluhan ini, dr. Damayanti selalu bertanya : "Sudah dicicipi belum MPASI-nya?"

Hahaha.. Ngaku deh, saya juga gak selalu nyicipin MPASI Yasmin. Kalau MPASInya gak enak, ya wajar aja bayinya gak suka. Oleh karena itu, masak MPASI juga harus enak. Pengalaman saya, kalau masak MPASI 4 bintang biasanya tetap terasa enak walau tanpa gula/garam/penyedap.

7. Bayi susah makan? Simak tips unik ini!

Suatu hari ada pasien dr. Damayanti yang mengeluh anaknya berhenti makan. Tidak mau makan apa-apa. Saran dokter adalah memberikan makanan kesukaan ibunya saat hamil.

"Ibunya suka makan apa saat hamil?"
"Steak, dok"
"Berikan steak untuk bayinya"
"Hah, bayi makan steak?"
"Ya dihaluskan dulu steaknya"

Ternyata bayinya habis banyak makan steak dan mashed potato.
Ayo ibu-ibu, coba diingat lagi kemarin saat hamil ngidam apa? Hihihi...

8. Boleh mengenalkan cita rasa masakan Indonesia pada bayi

Anak kita makan apa? Keju? Olive oil? Padahal santan bagus lho, untuk MPASI. Saya juga gak kepikiran memberikan santan dalam menu Yasmin. Tidak apa-apa ternyata jika si kecil mencicipi opor ayam, atau makanan lain yang mengandung bumbu rempah-rempah. Tapi opor ayamnya dihaluskan dulu ya. Hehehe...

Sejak dalam kandungan, bayi-bayi kita sudah mencicipi rasa opor ayam, rendang, ayam penyet, dan masakan Indonesia lainnya. Kemungkinan besar bayi akan doyan dengan makanan tersebut karena sudah mengenali rasanya.

Oke deh, berarti Yasmin sudah sangat familiar dengan nasi bebek ya *eh :D

9. MPASI Instan, Why Not?

Boleh gak sih, MPASI instan? Boleh. Gak apa-apa kok. Malah MPASI instan kandungan gizinya lebih bagus dari MPASI yang dibuat asal-asalan. MPASI instan tidak mengandung pengawet, karena proses pembuatannya berasal dari bahan-bahan yang dikeringkan.

Namun perhatikan, MPASI instan yang kita gunakan harus ada izin Badan POM. Kan ada tuh, kemarin produsen MPASI yang digrebek karena belum mendapatkan izin BPOM. Makanan bayi yang sudah ada BPOM-nya setidaknya menjadi 'garansi' makanan tersebut telah melalui proses pembuatan yang layak dan aman dikonsumsi untuk si kecil.

10. Bahan MPASI bergizi tinggi tidak harus mahal

Ibu pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk MPASI. Sampai dibela-belain beli bahan makanan yang mahal-mahal. Hihihi... Gak salah kok, bagus juga. Namun bahan makanan yang bergizi untuk MPASI juga tidak harus mahal, lho!

Tahu tempe bagus untuk protein nabati, mudah didapat dan terjangkau. Ikan bergizi gak harus ikan salmon. Ada juga yang kandungan gizinya lebih tinggi dari ikan salmon tapi lebih murah, yaitu ikan kembung, makcarel, dan tenggiri. Protein hewani ada yang murah dan mudah didapat, kandungan zat besinya malah lebih tinggi dari daging sapi, yaitu hati ayam.

Oleh karena itu, tidak perlu sulit-sulit mencari bahan MPASI. Malah saran dr. Damayanti adalah bayi makan makanan sama seperti orang rumah. Yang membedakan adalah cara penyajiannya saja (dihaluskan atau disaring dahulu). Saya banget itu, mah! Supaya hemat, MPASI ambil dari belanjaan dapur saja. Hihihi... Jadi setiap hari selalu bikin MPASI fresh untuk si kecil.


Tantangan Orang Tua Masa Kini

Banyak ya, serba-serbi mengenai makanan untuk anak. Saya pun ingin memberikan yang terbaik untuk Yasmin dalam 1000 hari pertamanya. Namun menjadi orang tua masa kini 'berbeda' tantangannya. Menurut data BPS tahun 2016, jumlah pekerja wanita hampir setara dengan pekerja pria yaitu 40% dari seluruh angkatan kerja. Sedihnya, 64% wanita bekerja belum bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayinya.

Sebenarnya, dengan manajemen ASI yang baik, si kecil tetap bisa mendapatkan ASI secara eksklusif hingga 2 tahun. Oleh karena itu, perlu edukasi para working mom untuk belajar memompa ASI, cara menyimpan ASIP, dan pemberian ASIP.

Philips Avent dengan pengalaman klinis lebih dari 30 tahun dalam menyusui bayi telah mendesain dan menghasilkan produk-produk yang memenuhi kebutuhan para ibu dalam memberikan ASI atau susu bagi bayi & anak. Dalam pembuatan produknya, Philips Avent juga melibatkan para ibu sehingga produk yang dihasilkan menjadi user friendly alias mudah digunakan dan sesuai dengan kebutuhan.

Berbagai produk telah dihasilkan untuk mendukung working mom dapat memberikan ASI kepada bayi, seperti pompa asi manual dan elektrik, penghangat asi (bottle warmer), alat sterilisasi (steriliser), kantong ASI, botol susu dan dot natural, serta perlengkapan menyusui lainnya. Yasmin juga pakai botol susu dan dot Philips Avent Natural 2.0 yang anti-tumpah (gak netes-netes), botolnya wide neck sehingga gak banyak udara masuk saat menyusui, dan bentuk dotnya seperti payudara ibu.

Pompa ASI Philips AVENT
Sumber : Facebook Philips AVENT Indonesia


Masuk ke tahap MPASI, Philips Avent juga memberikan solusi persiapan makanan dimana steamer (pengukus) dan blender (penghalus) disatukan. Praktis dan higienis, karena gak perlu pindah-pindah tempat setelah dikukus ke blender. Bahkan ada juga produk Philips Avent yang 4-in-1 Healthy Baby Food Maker, di mana fungsi alatnya ada kukus, blender, defrost (menghangatkan dari beku), dan reheat (menghangatkan kembali). Sangat berguna untuk para ibu menyiapkan MPASI si kecil, bahkan ada tempat penyimpanannya juga. Jadi bisa masak MPASI untuk makan selanjutnya.

Penampakan 4-in-1 Healthy Baby Food Maker

Philips Avent juga menyediakan peralatan makan dan minum yang dikembangkan oleh psikolog terkemuka. Ada set mangkuk, piring, dan sendok garpu, juga cangkir. Yasmin pakai Philips Avent trainer cup supaya gak kaget saat awal-awal MPASI minum dari botol ke cangkir. Lalu, karena sekarang Yasmin sudah bisa minum pakai sedotan, dia sekarang pakai Avent Straw Cup. Tempat minum Philips Avent bisa membantu masa transisi si kecil ke tempat minum dewasa tanpa berantakan.

Salah satu alasan mengapa saya juga suka dengan produk Philips Avent ini adalah mudah didapat secara offline dan online. Philips Avent banyak tersedia di toko bayi, maupun di berbagai e-commerce. Selain mudah didapat, Philips Avent juga banyak mengadakan promo salah satunya seperti di JD.id, cek promonya di sini. Ada Philips Avent Awesome Deals dengan bonus voucher hingga 300 ribu rupiah. Duh, jadi pengen belanja lagi :D

Menjadi orang tua masa kini memang banyak tantangannya ya, karena kita juga (terutama sebagai ibu) harus tetap produktif dan berkarya. Tapi jangan sedih, semua ada solusinya kok! Yuk, semangat terus belajar agar selalu dapat memberikan yang terbaik untuk si kecil. Semoga si kecil tumbuh sehat dan bahagia selalu, moms :)

Selasa, 01 Agustus 2017

5 Alasan Mengapa Saya Memilih Botol Susu Philips Avent Natural 2.0

Standard
Sejak awal lahir sampai sekarang, Yasmin minum ASI. Meskipun saya ibu rumah tangga, saya tetap memerah asi untuk stok. Stok ASIP bermanfaat banget lho, ternyata. Misalnya saat mau ada urusan sebentar ke bank, saya memilih untuk tidak membawa bayi. Bahkan saat me time ke skincare hehehehe. Saya suka titip Yasmin ke ibu mertua, lalu saya facial sekitar 2 jam. Kebetulan skincare langganan saya dekat dari rumah mertua.

Memilih untuk memerah ASI, otomatis kita juga harus memilih media pemberian ASIP-nya. Saya juga sempat ikut beberapa grup untuk ibu hamil dan menyusui. Ada yang kontra sama pemberian botol susu dot, lho kenapa? Katanya sih, takut anaknya tersedak lah, bingung puting lah. Duh, kok jadi parno ya buibuuu??? Mbegitulah, bukan mamak-mamak masa kini kalau gak dibuat parno sama ibu-ibu di grup online. Secara ibu-ibu di diskusi grup galak dan sotoy-nya melebihi yang ahli. Hahaha...

Saran saya, jangan berhenti mengkroscek ulang informasi yang kita dapat. Cari lebih banyak lagi pendapat, kalau bisa dari yang ahli seperti dokter spesialis anak, bahkan sub-spesialisnya. Bisa juga mencari referensi dari ibu berpengalaman lainnya, atau browsing di internet dari situs yang kredibel.

Persoalan botol susu, saya juga gak mau sembarangan. Sebenarnya masalah bingung puting atau tersedak itu ada solusinya, kok! Yaitu bagaimana kita memilih botol susu yang terbaik untuk si kecil. Pilihan saya akhirnya menjatuhkan pilihan ke botol susu dan dot Philips Avent Natural 2.0.

Nah, ini dia 5 alasan mengapa saya memilih botol susu dan dot Philips Avent Natural 2.0 !


Botol Susu Philips Avent Natural 2.0
Foto : Dokumentasi Pribadi

1. Dot yang lembut dan menyerupai payudara ibu

Pertama kali pegang dot Philips Avent Natural 2.0, kesannya adalah bentuk dot-nya unik dan lembuuuut banget. Beda dengan dot silikon biasanya. Ternyata bentuk dotnya dibuat menyerupai payudara ibu, ujung dotnya juga begitu. Nah, ini supaya si kecil gak bingung puting. 

Yasmin biarpun menyusu ASIP dari botol tapi tetap nempel banget kok ke saya. Menyusui langsungnya tetap lancar dan lama. Jadi, no worries lah ya :)

Bentuk dot yang lembut dan menyerupai payudara ibu
Foto : Dokumentasi Pribadi

2. Aliran susu yang dapat disesuaikan

Kenapa sih, bayi bisa tersedak? Itu karena aliran susunya terlalu deras, sedangkan aliran susu ibu kan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan si kecil dari usianya. Inget dong, prinsip ASI itu sesuai permintaan bayi? Kebutuhan ASI bayi yang baru lahir tentu berbeda dengan kebutuhan asi anak 3 bulan, deras aliran asinya juga beda. Nah, prinsip ini juga yang digunakan oleh Philips Avent Natural 2.0.

Dotnya ada bermacam-macam varian yang bisa dipilih sesuai usia si kecil. Ada yang 0 bulan, 0+, 1+, 3+, 6+, 9+, dan ada juga yang untuk cairan kental. Yasmin masih pakai yang 6+ sekarang sesuai usianya 7 bulan. Sejauh ini sih, Yasmin gak pernah tersedak walaupun minum ASIP melalui botol susu. Amaaannn...

Pilih dot sesuai usia bayi
Foto : Dokumentasi Pribadi

3. Botol mudah dibersihkan

Salah satu hal yang ditakutkan saat menggunakan botol susu dan dot adalah soal kebersihannya. Bagaimana tidak, botol susu yang tidak dibersihkan dengan baik malah jadi sarang kuman juga jamur. Hiii... Gak kebayang kalau sampai masuk ke perut bayi :(

Kesulitan saat membersihkan botol susu biasanya adalah di leher botol dan lekukan di bagian bawah leher botol. Nah, karena leher botolnya kecil. jadi jari kita susah masuk untuk lebih detil membersihkan bagian dasar dan lekukan botol lainnya. Akhirnya nyuci botolnya jadi males atau asal-asalan :D Apalagi kalau yang nyuci botol ART, bisa jadi gak sedetil kita (atau malah kebalikannya hehehe).

Nah botol susu Philips Avent Natural 2.0 ini punya bentuk wide neck alias leher botolnya lebar. Jadi mudah dibersihkan seluruh bagian sampai lekukan di dasar botol. Jangan lupa untuk mensterilisasi botol susunya setelah dicuci agar yakin botol susu untuk si kecil benar-benar higienis dan bebas kuman.

Oh iya, teknologi wide neck ini juga berguna agar mencegah banyak udara masuk ke dalam botol saat si kecil minum. Jadi gak kembung karena minum susu + angin hehehe :D

4. Nyaman dipegang si kecil

Ini juga salah satu alasan mengapa saya suka banget sama botol susu Philips Avent Natural 2.0. Bentuk botolnya melengkung di sisi kanan dan kiri dan gak licin. Enak buat kita genggam, bahkan Yasmin pun kayaknya kalau pegang botol ini 'plek' banget, gak jatuh. Bisa melatih Yasmin juga deh untuk pegang botol susu sendiri.

5. Mudah didapat di mana-mana

Ini harusnya jadi alasan pertama ya, hehehe... Philips Avent Natural 2.0 ini gampang dicari di mana-mana. Kalau ke baby shop, pramuniaganya juga merekomendasikan produk-produk Philips Avent. Pokoknya gak akan susah cari Philips Avent ke toko bayi. Berbagai e-commerce pun juga menjual produk Philips Avent. Malah ada program khusus 'Philips Avent Day' (seperti di JD.id) jadi bisa dapat harga promo deh. Yeay!!! Tapi kalau saya lebih suka nyari e-commerce yang gratis ongkir kayak blibli.com hehehe.. Selain banyak promo dan gratis ongkir, packing-nya blibli emang rapih bener. Dijamin aman deh produk yang kita beli sampai ke rumah.

Pengalaman saya saat mencari perlatan bayi adalah kesulitan mencari sparepart. Duh, itu ngerepotin banget! Bayangkan kalau susah (atau bahkan gak ada) sparepart-nya. Rusak satu bagian, gak bisa kepakai lagi deh tuh! Mubazir banget kan? Nah sejak itu saya cari perlalatan bayi yang sparepartnya dijual terpisah juga dan mudah didapat.

Kayak botol susu Philips Avent 2.0 ini misalnya. Udah punya botol susunya, kalau mau ganti dot sesuai usia, tinggal beli dotnya saja. Botolnya masih bisa dipakai terus. Jadi bisa lebih hemat buibu. Gak perlu beli satu set dari awal hehehe...


Gak cuma botol susu dan dot saja, sih. Saya juga mempercayakan peralatan bayi lainnya ke Philips Avent, karena dalam pembuatan produknya Philips Avent juga melibatkan para ahli dan ibu-ibu langsung. Jadi selain teknologi produknya bagus, Philips Avent juga melahirkan produk yang user friendly, sesuai dengan kebutuhan kita. Saya juga pakai blendernya untuk MPASI Yasmin, dan emang enak dipakai. Dari jaman orang tua saya juga udah gak ragu sama kualitasnya Philips untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.

Have a nice day, mommies. Mari bahagia agar anak-anak kita juga tumbuh menjadi anak yang bahagia :)

Rabu, 19 Juli 2017

Tempat Wisata di Indonesia yang Hits di Tahun 2017

Standard
Siapapun setuju jika Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang luar biasa indah. Banyak tempat yang bisa dijelajahi mulai dari gunung, laut, bahkan danau buatan. Setiap tahunnya selalu ada tempat wisata baru yang bisa dikunjungi, namun tidak semuanya dapat dilirik oleh wistawan baik asing maupun lokal.
Di tahun ini, ada banyak tempat wisata di Indonesia yang berhasil muncul kepermukaan dan menjadi hits. Terutama dengan bantuan media social yang sangat cepat memberikan informasi mengenai tempat wisata tersebut. Dan berikut beberapa tempat wisata di Indonesia yang hits di tahun 2017.

Labuan Bajo
Sumber : lepirate.com

Labuan Bajo

Dulunya tempat ini hanyalah menjadi persinggahan saat wisatawan akan menyebrang ke Pulau Komodo. Namun seiring perkembangan waktu dan usaha dari pemerintah untuk memperbaiki infrastrukrtur dan juga fasilitas, maka Labuan Bajo pun mulai dilirik wisatawan. Ada banyak tempat yang bisa dijelajahi disini, salah satunya adalah Pulau Padar.

Nusa Penida

Angel Billabong
Sumber : phinemo.com
Ada banyak spot menarik di tempat wisata ini, salah satunya adalah pantai kelingking yang menyerupai gugusan kepulauan di Raja Ampat. Selain itu ada Angel Billabong, tempat kamu bisa berenang secara bebas. Lalu ada Broken Beach, dengan lubang di tebingnya dan alam bawah lautnya yang diklaim sebagai pemandangan bawah laut paling indah di Bali.

Taman Nasional Wakatobi

Beralih ke Sulawesi, Wakatobi merupakan singkatan dari gugusan kepulauan yang ada di Tenggara Sulawesi yaitu pulau Wangi-wangi, Kaleidupa, Tomia dan Binongko. Selain pantai-pantainya yang indah, Wakatobi pun memiliki keindahan alam bawah laut yang mempesona dengan ekosistemnya yang masih terjaga dan alami. 


Weekuri Lagoon

Weekuri Lagoon
Sumber : breaktime.co.id

Tempat wisata di Indonesia yang hits selanjutnya adalah Weekuri Lagoon yang berada di tanah Sumba. Airnya yang bening dengan panorama pemandangan sekitarnya menambah kecantikan dari tempat ini. Weekuri Lagoon juga sempat dijadikan sebagai tempat syuting film kolosal Pendekar Tongkat Emas.

Jembatan Cinta Pring Wulung, Purbalingga

Jembatan berbentuk hati ini berada di tengah persawahan di daerah Purbalingga. Maka tak heran, dengan jembatan berbentuk unik ditambah pemandangan hijau disekelilingnya menjadikan tempat ini ramai dikunjungi anak muda untuk melakukan swafoto dan memajangnya di Instagram. Tak percaya, coba search dengan hashtag #JembatanCinta, kamu pasti menemukan banyak anak muda yang berfoto di sini.

Pulau Kelor

Sumber : wisatakomodotours.com

Berlokasi di Kepulauan Seribu, namanya memang belum setenar Pulau Tidung atau Pulau Harapan. Tapi keindahannya tak kalah dengan kedua pulau tersebut. Pernikahan sepasang artis tahun lalu menyebabkan banyak orang yang ingin berkunjung ke pulau ini.

Pulau Tankin dan Pantai Mutun

Tempat wisata di Indonesia selanjutnya terletak di Lampung. Pantai ini memiliki banyak aktivitas air yang menantang dengan pasir putih dan air lautnya yang jernih. Yang unik adalah disini terdapat sebuah papan luncur tinggi seperti yang biasanya terdapat di waterpark, dan kamu bisa langsung berseluncur lalu mendarat di laut.

Pulau Pahawang

Masih di Lampung, Pulau Pahawang berjarak sekitar 90 menit dari kota Bandar Lampung. Keindahan pulau ini tak hanya terletak diatasnya, tetapi juga memiliki keindahan alam bawah lautnya. Dengan pasir putih dan air lautnya yang bening berkilau, pulau ini siap memanjakan matamu terlebih dengan bukit-bukit hijaunya yang menjadikan pulau ini banyak masuk ke dalam paket-paket agen perjalanan.

Penasaran dengan sisia tempat wisata di Indonesia lainnya? Cek di sini dan selamat menentukan kamu akan berlibur kemana.

Kamis, 04 Mei 2017

Oh, Ternyata Begini Kebiasaan Belanja Para Ibu!

Standard
Beberapa hari lalu saya mengadakan giveaway di Facebook dan Instagram dalam rangka sewindu blog tersayang. Cie... Sudah 8 tahun. Dari jaman lulus SMA sampai sekarang sudah punya anak. Dari jaman alay sampai jaman mamak gamis. Hehehehe.... Plis, jangan buka arsip tulisan saya saat awal-awal punya blog. Nanti ilfeel :D

Kembali lagi ke giveaway, kemarin saya iseng membuat pertanyaan seputar kebiasaan belanja atau pemakaian popok dari para ibu-ibu. Sejak melahirkan, saya suka lempar pertanyaan ke status seputar perawatan anak sih, eh rame. Lumayan, selain berbagi ilmu juga bisa berbagi rekomendasi. Tenang... saya masih belum merencanakan mengganti blog ini jadi blog parenting kok. Ini masih wedding dan personal blog (bilang aja temanya acakadut, wid! wkwkwk - ngakak onlen).

Giveaway kali ini menantang para peserta untuk bercerita tentang kebiasaan dirinya atau orang terdekatnya dalam membeli perlengkapan bayi. Dari jawaban para peserta, saya menemukan banyak hal menarik. Jawaban para peserta saya rangkum dalam bentuk persentase data di bawah ini :

Materi Giveaway Kali ini

Kebiasaan Membeli Perlengkapan Bayi

Ternyata 45% peserta lebih menyukai membeli perlengkapan bayi secara offline. Alasannya ada yang ingin pegang langsung produknya, ada yang takut salah ukuran, sampai ada yang malas transfer. Hehehe... Kalau soal salah ukuran sih, saya juga pernah tuh! Beli celana anak 3 potong, ternyata ukurannya kekecilan. Sediiih... Padahal bahannya bagus tapi kekecilan. Yasudah lah ya :D

31% peserta memilih membelanjakan perlengkapan bayinya secara online, dengan alasan simpel, banyak pilihan, mencari harga termurah, dan sangat membantu di tengah kesibukan kerjanya. Ini IYA BANGET. IYA BANGET. Saya tipikal agak malas ke luar rumah buat beli perlengkapan bayi, jadi kalau sudah tahu barangnya mending beli online saja.


Kebiasaan Belanja Online

Perlengkapan bayi apa yang paling sering dibelanjakan secara online? Ternyata persentase paling banyak adalah pakaian bayi sebesar 37%. Diikuti oleh mainan sebanyak 31%, dan popok sebanyak 27%. Kalau saya yang mana? Saya doyan belanja ketiganya secara online. Oh iya, ada yang menjawab beli buku online juga. Saya juga suka beli buku bayi secara online. Soalnya belum tentu buku yang kita cari ada di toko buku terdekat. Apalagi kalau beli online sering dapat harga lebih murah daripada di toko buku. Hehehe...

Nah, saat para peserta ditanyakan suka belanja online di mana, persentase terbesarnya adalah Shopee dan Tokopedia. Keduanya meraih jumlah suara sama sebanyak 22%. Diikuti Lazada sebesar 18%. Ada juga beberapa e-commerce lain yang disebutkan, seperti Tororo, Orami, Blibli, dan Buka Lapak. Kalau kamu suka belanja online di mana? Saya suka Shopee dan Tokopedia. Hemm... dua market place itu emang RATJUN!


Kebiasaan Stok Popok

Saat para peserta ditanya apakah mereka membeli popok dalam jumlah banyak atau sedikit, maka 63% menjawab membeli popok dalam jumlah banyak. Mereka lebih senang membeli popok dalam jumlah banyak untuk stok (sebulan ke depan misalnya). 31% peserta menjawab lebih suka membeli popok dalam kemasan sedang atau kecil. Kalau saya kadang keduanya. Kalau lagi ada promo, iseng ah beli satu. Kalau lagi hilaf karena popok favorite lagi diskon suka stok banyak.


Kebiasaan Gonta-Ganti Popok

Awalnya saya bingung, apakah hanya saya yang suka gonta-ganti merk popok untuk si kecil? Ternyata kebanyakan peserta rata-rata pernah mencoba 2 - 3 popok sebelum menemukan popok yang pas untuk si kecil. Kayaknya saya lebih ya, hahahaaha... Sekarang sih sudah mulai menemukan popok yang cocok. Nah, menurut cerita para peserta jika mereka sudah nyaman dengan 1 popok maka akan loyal.

Ssstttt.... tapi banyak juga peserta yang masih hobi kejar promo popok dan tidak keberatan untuk beli popok apa saja yang penting lagi diskon. Apakah saya juga? SAMAAAAAA :))


Kalau ada yang promo, kenapa harus beli yang mahal. Begitu prinsip saya :p
Eh, tapi kebetulan merk popok kesukaan saya suka diskon deh. Jadi gak boncos di kantong, deh..



Setelah melakukan penjurian berdasarkan story telling dan runutan menjawab pertanyaan, maka berikut saya umumkan nama-nama pemenangnya. Selamat untuk :

FACEBOOK
Fitri Chotimah, mendapatkan 1 cookware set
Fitria Ratna Ambarsari, mendapatkan 1 food container set 
Ravica Imellianda, mendapatkan 1 lunch bag & ice pack

INSTAGRAM
@hm_zwan , mendapatkan 1 cookware set
@inunkpratama , mendapatkan 1 food container set
@vidiniwafiati, mendapatkan 1 lunch bag & ice pack

Sekali lagi selamat untuk para pemenang. Nanti akan saya hubungi langsung melalui pesan untuk komunikasi selanjutnya.

Terima kasih banyak juga kepada teman-teman dengan antusias luar biasa yang telah ikut berpartisipasi dalam Giveaway ini. Terima kasih juga untuk doanya buat saya dan blog www.widydarma.com ini, semoga terus dapat konsisten menulis dan tulisannya bermanfaat bagi para pembaca.


With love,
Bunda Yasmin









Rabu, 19 April 2017

Rekomendasi Toko Bayi di Bekasi

Standard
Saya mulai belanja perlengkapan bayi sejak usia kandungan 7 bulan. Awalnya juga 'buta banget' mau belanja kemana, secara ini kehamilan pertama saya. Waktu itu sih, saya gak browsing. Modal nekat aja nanya teman dan sisanya nyari sendiri sekalian jalan-jalan. Kan, katanya kalau hamil tua harus jalan-jalan yes? Jadilah hobi saya saat menjelang persalinan adalah belanja ke mall sekalian hunting toko bayi.

Setelah melahirkan, tetap aja suka jalan ke toko bayi. Malah makin suka ke baby shop tuh, malahan! Wkwkwkwk. Alasan. Padahal sih, cuma kantong asi yang habis. Tapi kepinginnya belanja ini itu pas sampai toko bayi.

Berhubung hasil browsing rekomendasi toko bayi masih sedikit di Google, jadi saya kepingin berbagi pengalaman aja. Siapa tahu bisa bermanfaat bagi para mommies yang sedang mempersiapkan kelahiran, apalagi kalau anak pertama kayak saya. Hehehe..

Rekomendasi Toko Bayi / Baby Shop di Bekasi
Foto diedit di picfont(dot)com


1. Audrey Baby Shop, Revo Town

Ini toko bayi yang saya kunjungi pertama kali hasil rekomendasi teman. Ternyata ini masih menjadi toko favorit saya sampai detik ini. Lokasinya di Revo Town lantai paling bawah, sebelah Matahari Dept. Store. Kalau dibilang lengkap, saya boleh kasih testimoni di sini lengkap banget untuk perlengkapan bayi newborn. Segala macam baju harian, gurita, popok, jumpsuit, piyama, detergen bayi, tissue, stroller (tapi ga banyak pilihan), kasur, karpet bayi, pompa asi, perlengkapan asi, dll... segala macam ada. Perlengkapan MPASI pun lengkap.

Soal harga, di Audrey juga murah. Saya sudah bandingkan dengan beberapa toko bayi sejauh ini Audrey paling murah. Saya aja ngincer Philips Hand Blender yang di toko lain bisa 700rb di sana cuma 650rb. Asik kan murahnya? :D

Tapi tetep ya, karena lengkap.. jadi saya kalau ke sana pasti gak sadar belanjanya banyak. HAHAHAAAAAASEDIIIIIHHHHH -_-

Fyi Audrey Baby Shop ini adalah cabang dari ITC Cempaka Mas dan ITC Kuningan. Mungkin mommies yang ada di Jakarta bisa cuss ke sana kalau mau ke Audrey Baby Shop. Oh iya, kokoh owner-nya juga ramah. Pramuniaganya banyak dan kita bisa nanya-nanya, gak dicuekin pokoknya.


2. Happy Baby Shop, Mega Bekasi & Revo Town

Ada juga yang terkenal Happy Baby Shop. Kalau di Mega Bekasi Hypermall lokasinya depan Bread Life/Pizza Hut. Kalau di Revo Town depan Carefour. Kayaknya gak terlalu besar tokonya tapi cukup lengkap. Harga beda tipis sama Audrey, masih make sense lah bedanya. Cuma ya dasar diriku sudah jiwa mamak-mamak jadi biar lebih murah sedikit juga dikejar. Wkwkwkwk..

Yang saya suka dari Happy Baby Shop adalah ada etalase baju bayi 100rb dapat 3 pcs dan 115rb dapat 3 pcs. Semacam bisa pilih model baju beda-beda tapi dapat harga agak murah gitu. 

3. Tasya Baby Shop, Kalimalang

Kalau suka lewat Kalimalang arah Bekasi, pasti suka lihat toko bayi Tasya. Lokasinya di dekat pertigaan Transito/Jl. H. Naman. Di lihat dari luar kayaknya sepi, dan memang beneran sepi sih hehehe. Cuma saya suka ke sini karena banyak pilihan stroller dan strollernya murah-murah.

Ada stroller dari 350rb sampai jutaan. Kasur bayi bagus mulai 700rb. Bouncer & rocking chair juga suka diskon di sana. Sama banyak mainan bayi diskon-diskon. Saya bikin member di sini, setiap transaksi dapat diskon 5% kalau member.

4. Zaky Baby Store, Galaxy

Kalau di atas sudah ngomongin perlengkapan bayi, stroller, dan mainan. Kali ini saya menemukan toko bayi untuk pakaian fashion (yang agak bermodel gitu). Saya rekomendasikan Zaky Baby Store. Lokasinya di dekat patung kuda 1 Galaxy, belok kiri, dekat Double U Steak.

Zaky Baby Store tempatnya berupa ruko dua lantai. Lantai bawah untuk baju anak, lantai atas untuk baju & perlengkapan bayi. Saya suka di sini bajunya lucu dan murah, tapi bahannya bagus. Saya beli setelan untuk hairan merk Poco Pico yang di-online dijual 90rban, di sini cuma 48 ribu. Jauh banget ya buibuuukk!!!

Di sini gak cuma bisa beli perlengkapan bayi, tapi juga bisa sewa. Ada penyewaan stroller, bouncer, dan kursi makan bayi. Sewa stroller 150rb/bulan, kalau bouncer/kursi makan sih kemarin lihat ada yang 50rb/bulan. Fyi, toko ini juga bisa beli online. Googling aja Zaky Baby Store nanti ada webnya.

5. Heritage, Grand Galaxy City

Ini sebenarnya kayak dept.store gitu sih cuma pas di bagian baju anak dan bayinya lucu-lucu. Beneran lucu-lucu, bahannya bagus. Tapi mahal (untuk ukuran dompet saya).

Hahahaha... ga jadi deh. Ucing lah pala bunda ni kalau baju bayi aja bisa 100-200ribuan. Kalah gamis mamaknya :p


Sekian rekomendasi kali ini, sekarang 5 dulu ya. Sok silahkan para mommies yang mau komentar dan kasih rekomendasi toko bayinya, siapa tahu saya bisa mampir hehehe. Saya sebenarnya masih punya beberapa list toko bayi lagi yang ingin dikunjungi tapi belum sempat.

- Nanda's Mom & Baby Jl. Sultan Agung, Medan Satria (baru buka, kayaknya bagus)
- Baby shop rekomendasi teman di Jl. Bintara Raya dekat RS Selasih Medika
- Baby shop di Jl. Pengasinan Raya Pondok Hijau Permai Bekasi Timur

Semoga lain waktu bisa nulis rekomendasi toko bayi lagi yaaaaa. Aaaamiin....

Rabu, 08 Maret 2017

Ketagihan Nonton Webseries SORE, Istri dari Masa Depan

Standard
Me Time saya sekarang jadi supermahal. Gimana gak mahal, masih punya bayi umur 2 bulan, masih kerja freelance, dan masih jualan undangan. Hehehe.. Jadi super-duper-lebih sibuk dibanding saat hamil. Sebenarnya saya sama seperti working mom, bedanya selalu bisa nengokin anak kapanpun dan selalu ada terus saat bayinya rewel (kayak sekarang, heugh!).

Berhubung sang bayik lagi jalan-jalan sore sama pengasuhnya, jadi Bundanya bisa curi waktu sebentar buat nulis blog. Beneran deh, dari kemarin pengen banget nulis tentang webseries ini. Nontonnya juga colong-colongan pas anak bobok siang, atau tengah malem pas pumping. Sumfe, niat ya =))

Sore, Istri dari Masa Depan
Foto : Instagram @tropicanaslim

Saya memang pecinta film drama, serial kadang-kadang. Kebanyakan drama barat, kayak He's Just Not That Into You (yang diputer sampai sekian kalinya), Forrest Gump (apalagi), dan lain-lain. Kalau drama Indonesia paling suka banget Rectoverso. Dan lagi, kalau saya suka filmnya, saya akan selalu senang nonton meskipun sudah pernah nonton berkali-kali sebelumnya. Anaknya setia ya, huahahaha...

Naaaah, beberapa minggu belakangan ini saya nonton webseries SORE. Ini emang webseries buatan Tropicana Slim sih, untuk mempromosikan produk Stevia. Tapi percaya deh, meskipun saya pernah jadi anak Nutrifood, postingan ini bener-bener mau berbagi tentang webseriesnya. Jadi bukan tulisan yang disponsorin ya hehehe :p

Awalnya nonton ini karena penasaran sama teaser-nya yang di-share sama temen Nutrifood. Lah, gimana enggak? Yang main Tika Bravani sama Dion Wiyoko. Okeh, keduanya saya suka. Kayaknya bagus ni, filmnya. Tapi ya, namanya ibu-ibu menyusui yak, banyak lupa! Saya baru ngikutin webseries saat udah episode 4. HUAHAHAH KEMANA AJA BUUUU????

Gawatnya, setelah saya marathon episode 1-4, saya jadi gak sabar nunggu hari Rabu. Webseriesnya upload di channel Youtube Tropicana Slim tiap hari Rabu. Greget nunggunya. Hiks... DAKU TERACUNI!


SORE, Istri dari Masa Depan

Ceritanya, kokoh Dion ni tinggal di Itali. Gak tau Itali sebelah mana, pokoknya pemandangannya bagus. Hehe... Gaya hidupnya jelek banget, kayak makan junk food, ngerokok, minum miras, jarang olahraga, gak mandi (kayaknya, tapi tetep ganteng kok.. oke cus lanjut). Nah, tiba-tiba ia kedatangan seorang perempuan bernama Sore (Tika Bravani) di flatnya yang bilang 'aku istri dari masa depan'.

Kalau gue kedatangan cowok yang tau-tau masuk ke flat dan ngaku suami masa depan mah bakal gue usir hahahaha :p

Perjuangan Sore juga gak mudah agar koh Dion bisa menerima kehadirannya. Sore hadir di kehidupan masa lalu suaminya agar bisa mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat. 


Di episode 6, karena koh Dion susah diingatkan untuk tidak kerja larut malam, Sore sambil nangis bilang "Jangan buat aku terlalu sayang sama kamu tapi kamu meninggal duluan" :(

Sampai episode 7 saya tonton barusan masih belum jelas apakah koh Dion bisa berubah jadi lebih sehat dan apakah Sore bisa kembali ke waktu semula tanpa konsekuensi yang mengancam nyawanya karena sudah melakukan time travelling.

Can't wait to the next Wednesday
Foto : Instagram @tropicanaslim


Yang jelas webseries ini masih seru banget diikutin. Liat aja komen-komennya di Youtube bikin ngakak plus ngarep hahaha. Selain alur cerita yang bagus, webseriesnya juga didukung dengan kualitas gambar yang ciamik. Serasa nonton film mahal. Ntaps (y)

Mbaiklah, selamat menunggu Rabu berikutnya!
#GakSabar

Rabu, 14 Desember 2016

Ibuku (Gak) Cool

Standard
Setiap memasuki bulan Desember, semuanya jadi ceria. Ceria karena bonus tahunan, ceria karena liburan panjang, ada juga yang ceria karena Hari Ibu. Saya juga ikut ceria, soalnya insyaAlloh bulan ini akan menjadi ibu. Hehehe... (doakan ya, masih nunggu tanggal launching nih!)

Bicara soal ibu, pasti kebanyakan postingan hari Ibu bikin terharu dan sedih-sedih gitu. Ya emang sih, pasti Ibunda banyak banget jasanya selama hidup kita. Gak ada beliau, kita gak akan hidup sesehat dan sebahagia ini. Ya gak?

Namun kali ini, saya ingin mengangkat sisi lain dari Ibunda saya yang gak cool. Gak keren. Pisan. Tapi bikin saya bahagia dan selalu ketawa tiap ingat hal-hal kecil tentang beliau. Saya jadi bersyukur terlahir di keluarga yang humoris dan selalu punya candaan tersendiri. Berikut hal-hal unik yang pernah (atau sering) ibu saya lakukan sampai detik ini.

Foto : diedit di picfont(dot)com


Menagih Piring Detergen

Satu hal yang Ibu gak pernah lupa adalah belanja detergen yang ada piringnya. Ajaibnya, beliau selalu ingat untuk menagih hadiah piring cantik tersebut ke kasir. Kalau saya lupa, beliau suka sedih. Hiks... Makanya kalau mau nitip belanja detergen, Ibu gak pernah lupa mengingatkan anak-anaknya.

"Neng, tolong beliin detergen ke minimarket ya"
"Oke.."
"Neng, jangan lupa!"
"Apaan, Bu?"
"PIRINGNYA YA..."
"OKEEE SIPPPPPPPPPPP"

Berburu Barang Gratis

Kami berdua (saya dan Ibu) suka belanja bulanan bareng. Alasannya? Soalnya kalau belanja sama suami, suami suka merengut lihat troli. Hahahahaa... Jadi enakan sama Ibu aja, sekalian quality time di sela-sela profesi istri imut menggemaskan.

Ibu paling semangat kalau ada diskonan di swalayan, apalagi yang ada hadiah produknya gitu. Namun kadang ibu kurang teliti baca promonya, jadi suka terjebak sendiri. Entah karena faktor usia atau faktor kalap ya.

"Neng, Ibu mau beli susu Pro****** ini ah. Beli 2 dus ada gratisannya 1 dus. Asik.."

Begitu ke counter penukaran hadiah, gratisannya cuma 1 sachet susu. Bukan 1 dus. Sedih :'(
Ternyata ibu salah baca.


Belanja Online

Sebenarnya ibu gak bisa belanja online. Bisanya cuma buka Facebook sama kirim foto di Whatsapp aja. Tapi Ibu suka kepingin barang-barang online, biasanya beliau kasih lihat ke saya barang yang diinginkannya. Nanti minta tolong saya bantu transaksi sampai pengiriman.

Termasuk Harbolnas kemarin, ibu juga kepingin beli sesuatu. Mumpung diskon katanya.

"Neng, Ibu mau nitip belanja Harbolnas dong!"
"Ibu mau belanja apaan?"
"Sendal jepit, neng"
"MASYA ALLOH.... BESOK KITA BELI AJA DI PERUM YOK BU"

Yakaleee buuu, Harbolnas belanjanya sendal jepit -_-


Curhatan Murid

Ibu adalah seorang guru sekolah menengah kejuruan. Ya... ngerti lah anak-anak SMK dengan usia remaja dan kebanyakan adalah perempuan pasti lagi merasakan masa galau-galaunya. Belum lagi saya sering dengar cerita ibu tentang problematika anak-anak muridnya yang gak jauh-jauh dari cowok. 

Kadang saya merasa, masa remaja saya galaunya gak gitu-gitu amat. Abege sekarang kok kayaknya lebih galau. Huahahahaha.... Ibu termasuk guru yang disenangi murid-muridnya, bahkan sampai dicurhatin. Nah, nanti ibu cerita lagi curhatan muridnya ke saya :D

"Neng, tadi ada murid ibu cerita. Dia diomelin orang tuanya, karena cowoknya datang ke rumah"
"Trus ibu bilang gimana?"
"Ya ibu bilang, 'Wajar dong, orang tua kamu marah-marah. Kamu kan masih sekolah, jangan pacar-pacaran'"
"HAHAHAHA..."

Saya ketawa garing.
Nih ya, buat murid-murid ibu. Ga usah curhat ke ibu saya soal cowok deh. Soalnya Ibu gak bakal dukung kalian pacaran. Wong sama pacar anak-anaknya aja galak :D


Belajar Bahasa Gaul

Berada di lingkungan anak-anak remaja membuat Ibu suka terpapar bahasa gaul. 
Bahasa gaul yang gak ibu mengerti tentunya.
Biasanya sampai di rumah, ibu suka nanya bahasa gaul itu ke saya.

"Mager apaan, Neng?"
"Males gerak"
"Ooh, males gerak. Tadi murid ibu, ibu suruh kerjain tugas bilangnya mager. Kirain mereka mau mager pohon"

Yes, nyokap gue kadang emang se-lugu-itu.


Hadiah Ulang Tahun

Ulang tahun ibu ke-51 tahun 2016 ini memang agak berbeda, karena ini tahun pertama ibu punya satu menantu. Menantu laki-laki dari anak perempuan satu-satunya ini (alias saya). 

Pagi hari saat mengucapkan ulang tahun saya bertanya "Bu, mau kado apaan?". Karena emang kebetulan belum nyiapin kado. Hahahaha....

"Ibu mau CUCU aja, Neng"

SUMFAAAAAAA.... INI PERMINTAAN KADO TER-ABSURD -_-"

Yagimana yak, saat itu daku pun belum hamil. Masih usaha genjot sana-sini namun test pack masih belum strip dua. Hahahaha...

Malamnya, kami sekeluarga makan bersama. Kebiasaan kami di keluarga memang begitu, kalau ada yang ulang tahun jarang pakai kue-kuean, mending malamnya makan enak. Hehehehe... Lumayan cyin, budget beli kue yang 200 ribuan bisa buat makan pizza atau seafood kan?

Alhamdulillah di malam itu saya dan suami bisa memberikan kado yang ibu inginkan. Kami pun memberikan CUCU. Yes, CUCU CAPI kotak warna biru ukuran satu liter.

Kami semua tertawa geli di meja makan. Gak tahu harus menertawakan nasib saat itu atau sekotak susu di atas meja. Namun ibu tetap berharap dan berdoa semoga di ulang tahun pada 2017 sudah ada cucu. InsyaAlloh ada ya buuuuu :*


Ibu dan CUCU CAPI saat ulang tahun
Dokumentasi : Pribadi

Makasih ya Bu, selalu menemani hari-hari Widy dari brojol sampai segede ini.
Semoga Ibu bahagia terus, sehat terus, gak stress karena perilaku anak-anaknya apalagi kalau lagi pada bercanda (secara adik saya kalau bercandain ibu jauh lebih parah ngeselinnya).

Semoga anak-anak Ibu bisa jadi lahan kebaikan ibu sampai kapanpun,
Semoga bisa jadi nenek yang legendaris buat cucu-cucunya kelak.

Salam sambel kentang enak buatan ibu!