Selasa, 24 Mei 2016

Tampil Stylish dengan Desain Gamis Cape untuk Pesta dan Lebaran

Standard
Memakai busana muslimah yang sesuai dengan karakter setiap pemakainya akan membuat setiap wanita muslimah semakin percaya diri dan termotivasi dalam menjalankan aktifitas dan kegiatan-kegiatan yang dihadapinya. Trend fashion busana muslimah masa kini, terlihat semakin stylish dan modis berkat dari tangan-tangan kreatif para desainer yang sangat berbakat dibidangnya tersebut. bahkan busana muslimah seperti gamis yang tadinya hanya digunakan untuk acara kegamaan saja, saat ini beragam model dan desain terbaru pada gamis yang penggunaannya sudah lebih leluasa untuk beragam acara formal, semi formal dan acara santai. Model baju gamis pesta dan lebaran pun semakin beragam dan bisa anda pilih, sehingga tampil modis dengan gamis akan anda dapatkan.

Gamis Cape untuk Pesta dan Lebaran
Foto : Instagram @hijup 

Anda bisa memapupadankan busana muslimah gamis atau gamis dengan model gaun pesta dengan luaran busana muslimah lain seperti rompi, cape, blazer dan lainnya. terutama penambahan salah satu luaran busana muslimah yaitu cape, dapat membuat tampilan anda terlihat elegan, berkelas dan menawan, karena desain cape yang dibuat tanpa lengan dan dipakai pada bagian bahu apabila dipadukan dengan busana muslimah gamis atau gaun pesta yang simpel dan sederhana pun akan tetap terlihat mewah dan berkelas jika anda menghadiri berbagai acara pesta saat lebaran. Selain melindungi tubuh dari cuaca dingin saat pesta diadakan di luar ruangan atau di ruangan yang ber AC, penggunaan cape pada gamis yang anda kenakan dapat memiliki kesan kesesuaian dengan acara yang dihadiri. Karena jenis busana cape ini didesain menarik, unik dan berkualitas sehingga terlihat mewah saat dikenakan dengan beragam busana muslim termasuk busana hijab.

Gamis cape dengan warna elegan dan simpel
Foto : Instagram @hijup
Inspirasi gamis cape untuk hari raya dan pesta
Foto : Instagram @hijup 

Desain gamis untuk pesta dan lebaran sekarang ini, banyak yang menampilkannya dengan desain yang berbeda yaitu desain elegan dan mewah menyerupai desain dan model gaun, namun tetap pada koridor syariat dengan tetap memiliki model baju yang longgar, sehingga cocok untuk dikenakan oleh para wanita muslimah. bagi anda yang ingin menjadikan busana cape sebagai busana yang dapat mempercantik tampilan gamis untuk pesta dan lebaran ini, bisa memilihnya melalui koleksi cape dan padu padan gamis serta gaun dengan cape di hijup.com sebagai online shop busana muslimah berkualitas.


Rabu, 11 Mei 2016

Tentang Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan

Standard
Assalamu'alaikum, maaf lama gak update karena sibuk menyehatkan diri supaya doyan makan lagi. Hehehe... Sebenarnya hari ini gak niat ngeblog sih, cuma karena pagi-pagi lihat gambar nyinyir ini yang berlalu-lalang di timeline sosmed saya, malah jadi guathel mau nulis. Hehehe...

Pagi ini banyak teman-teman yang nge-share meme yang tulisannya :

Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan
So, what?
Foto dari sini

Plus dengan sejuta caption nyinyiran dari orang-orang yang berkomentar atau nge-share ulang.
Sedih... Gampang banget orang sekarang nyinyir. Tapi ya, begitulah kehidupan. Kita yang ngejalanin, orang yang berkomentar.


Dear teman-teman,


Pertama-tama yang harus disadari adalah... Semua orang di dunia ini mengambil keputusan berdasarkan kondisinya, bukan kondisi kamu. Mungkin saja kita sulit memahami kondisinya, sebagaimana mereka bisa saja sulit memahami kondisi kita.

Kedua, setiap orang, atau calon pengantin, atau keluarganya, tentu mengambil keputusan berdasarkan kondisi dan kesepakan mereka. Misalnya ada yang memutuskan mengadakan akad dan resepsi di gedung pertemuan karena rumahnya berada di gang kecil. Selain supaya memudahkan para tamu untuk mencari dan sampai ke lokasi, mereka juga membutuhkan fasilitas yang ada di sana, seperti lahan parkir, ruang pengantin, ruang istirahat keluarga, dan lainnya. Bisa juga ada yang memilih menikah di gedung supaya di rumah lebih rapih, bisa buat tempat menginap sanak saudara tanpa berantakan, atau supaya lebih aman dari cuaca panas dan hujan.

Ketiga, sebaiknya jangan langsung mendakwa (atau menggeneralisir) kalau semua yang nikah di gedung itu bermewah-mewah. Soalnya gak semua gedung mahal, atau harus pakai vendor yang mewah-mewah. Ada juga kok yang biayanya hampir sama kayak nikahan di rumah. Yak, kembali lagi ke poin dua, keputusan tiap orang atau pasangan beda-beda yes. Hahahaha :D

Keempat, gak ada yang salah sama tinggal di kontrakan. Bisa jadi pengantin barunya mau mandiri, lebih pilih tinggal di kontrakan daripada serumah sama mertua. Kembali lagi ke poin satu ya, semua orang membuat keputusan berdasarkan kondisinya, bukan kondisi kita yang komentar ini.

Kelima, percaya deh... kita gak tahu kondisi keuangan seseorang. Kembali lagi ke poin satu, lalu ingat bahwa kita juga harus menghargai keputusan seseorang. Ada yang rela tinggal di rumah orang tua dulu demi melengkapi tabungan beli rumah sendiri. Ada yang mendingan ngontrak biar mandiri sekalian gak ngerepotin orang tua. Ada yang nikah langsung ada rumah sendiri, alhamdulillah.

Keenam, mengingatkan nikah sederhana itu baik. Namun lebih baik lagi, kalau gak nyinyir tentunya. Bhahahahaha

Jadi mendingan jangan gampang nyinyirin pengantin baru yang lagi berusaha merajut hidup.
Hidupnya bukan hidup kita.
Kondisinya beda dengan kondisi kita.
Bisa jadi banyakan duit dia daripada duit kita.
Mereka mah sibuk nyari duit, kita sibuk komentar.

Rugiiiiiiihihihihihihihihihihihihi :D


Jumat, 22 April 2016

Sulitnya Menikah Sederhana di Indonesia

Standard
Akhir-akhir ini saya sering (hampir tiap hari malah), melihat tulisan di media sosial yang menghimbau untuk menyelenggarakan pernikahan sederhana. Belum lagi tulisan pernikahan Mark Zuckerberg yang hanya dihadiri oleh 100 orang saja. Begitu intim dan sederhana. Walaupun tetap saja sih, harga gaun istrinya $ 4,700. Kalau di Indonesia bisa bikin pesta di gedung tuh bwahahahaha...

Sulitnya menikah sederhana di Indonesia, hem... Sulit ya :D 


Nikah sederhana...
Siapa sih, yang gak mau nikah sederhana? Siapa coba?

Tapi ya... sederhana dalam persepsi orang bisa beda-beda. Mungkin bagi Zuckerberg gaun $ 4,700 itu sederhana, bagi saya itu mewah. Begitu juga persepsi kita dengan orang tua saat merencanakan pernikahan.

Pernikahan Mark Zuckerberg, yang punya Facebook
Sumber 


Duh, kepingin deh bikin pesta pernikahan di kebun yang private ngundang 100 orang aja.


Namun sepertinya para calon pengantin harus menahan diri saat mengajukan ide ini ke orang tua, karena jawaban mereka akan :

"Lho, temen bisnis Bapak gimana? Temen arisan Ibu gimana? Keluarga besar kita aja udah lebih dari 100 orang, belum terhitung besan. Kamu gak mikirin yang itu?"


Udah terjawab kan? Satu kalimat langsung skakmat. Gak perlu diberi penjelasan panjang lagi.
Soalnya saya pernah ngalamin juga waktu mau ngasih ide nikah yang 'kecil-kecilan' aja. Hehehe...

Ada juga alasan lain (yang menurut saya sih, mengada-ada) seperti, kalau cuma kecil-kecilan takutnya udah gak perawan lah, atau alasan karena sang calon pengantin adalah anak perempuan satu-satunya. Hehehe ya males juga sih, kalau nikah jadi omongan orang -_-

Terus gimana dong?

Di Indonesia memang sulit sekali untuk menikah sederhana. Secara tidak langsung, kita juga harus berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar, terutama keluarga (apalagi kalau jumlahnya banyak).

Kembali lagi kepada pengertian dan saling bahu-membahu dalam penyelenggaraan pernikahan. Karena gak bisa kalau semuanya hanya keputusan calon pengantin saja. Gak bisa juga kalau semuanya keputusan orang tua wanita saja, atau keluarga besan saja. Semuanya harus berdiskusi, berembuk untuk keputusan terbaik.

Apabila calon pengantin laki-laki keberatan untuk mengadakan pesta atau resepsi, hal tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada keluarga perempuan. Berkata jujur jauh lebih baik daripada memaksakan diri untuk berpesta.

Kalau calon mertua tetep kekeuh mau pesta, gimana?
Pilihannya cuma dua, lobby terus atau cari calon istri lain.

Kalau keluarga bisa menerima kemampuan dari calon menantu, banyak-banyak bersyukur lah karena yang tipe seperti itu sulit ditemui. Hohohohoho :D


MANGAATTTT KAKAAAA BENTAR LAGI MUSIM KONDANGAN CIAT ^_^

Jumat, 08 April 2016

Cara Mengurus Surat Nikah Tanpa Calo

Standard
Saat mau menikah, segala hal dilakukan untuk satu tujuan : menghemat budget. Hehehehe... Pokoknya gimana deh, caranya biar ada yang bisa dihemat. Mulai dari ngiter berhari-hari nyari vendor pun gak masalah, yang penting bisa dapat harga yang lebih murah dan fasilitas yang (syukur-syukur) bisa memenuhi keinginan akan pernikahan impian.

Seperti yang pernah saya bilang di postingan yang mana tau, lupa hahaha bahwa ketika lingkungan kamu tahu kamu bakal nikah, maka sekonyong-konyong semuanya datang nawarin ina-ini. Dari saudara, teman, sampai tetangga. Dari nawarin catering sampai nawarin urus surat pencatatan nikah.

YAPS! URUS SURAT!

Pengalaman pribadi saya, begitu Pak RT tahu kalau saya mau nikah, saya langsung ditawarin urus surat. Terima beres 1,1 juta. (Calon) suami saya waktu itu juga ditawarin terima beres 1,2 juta. Beda wilayah bisa beda-beda ya, tergantung calonya mungkin. Hwahahahaaha :D

Berbekal pengalaman di kelurahan tempat saya tinggal yang menyenangkan, setidaknya saya jadi optimis bahwa ngurus surat nikahnya gak susah bin ribet. Jadi ya udah, saya kuatkan niat dari awal bahwa : SAYA MAU URUS SURAT NIKAH SENDIRI.

Jeng jeng....

Berikut saya rangkum langkah-langkahnya dari awal ya. Kondisinya : saya dan suami satu Kota Bekasi, hanya beda kecamatan. Saya Bekasi Selatan, suami Jatiasih. Nikahnya di gedung dekat rumah saya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

Foto diambil dari nikahan sendiri
dieditnya pakai picfont.com

Step 1 : Urus Surat Numpang Nikah (Laki-laki)

Meskipun masih dalam satu kota dan hanya beda kecamatan, suami harus tetap urus surat numpang nikah. Pertama-tama urus pengantar RT, RW dulu. Kemudian ke kelurahan. Persyaratannya cuma KK sama KTP aja kok. Suami karena sibuk kerja jadi bayar pemuda setempat aja buat ngurus. Rp 150.000 terima beres, prosesnya dua hari jadi. Lumayan cepet ya.

Hasil berkas yang sudah diurus adalah N1, N2 dan N4 dari kelurahan.

Step 2 : Urus Pengantar RT RW (Perempuan)

Setelah memegang N1, N2, dan N4 calon suami, saya baru urus berkas. Pertama ke RT cuma bawa KTP sama KK, nanti dari RT-nya membuat surat pengantar untuk mengurus pernikahan. Bayar 10.000 buat administrasi RT. Langsung jadi.

Kedua, saya ke Pak RW buat minta cap doang di surat pengantar. Langsung jadi juga, kebetulan rumah pak RT sama pak RW tinggal jalan kaki. Bayar 10.000 lagi buat administrasi RW.


Step 3 : Urus N1, N2, N4 ke Kelurahan (Perempuan)

Besoknya saya ke kelurahan untuk dapetin N1, N2, N4.

Di kelurahan ada beberapa syarat yang dilengkapin :
1. Pengantar RT-RW
2. Fotokopi KK
3. Fotkopi KTP
4. Fotokopi Akta Kelahiran
5. Fotokopi Surat tanda lunas PBB tahun ini
6. Bawa materai
7. N1, N2, N4 suami (cuma dipinjam, nanti dikembalikan lagi)
8. KTP suami
9. KK suami

Materai digunakan untuk tanda tangan surat pernyataan bahwa kita belum pernah menikah dan mau menikah dengan si ini dari sini (makanya butuh data dari calon suami juga). Pengurusannya alhamdulillah cuma satu jam dan biayanya 40.000.

Tuh kan, cepet gak ribet di kelurahan saya mah. Hahaha...


Step 4 : Berkas Lengkap, Saatnya ke KUA 

Mumpung cuti, saya langsung ke KUA Bekasi Selatan di hari yang sama saat ke kelurahan. Sebelum saya ke KUA, saya telepon dulu KUA-nya untuk menanyakan syarat-syarat berkas. Setiap KUA bisa jadi beda lho syaratnya. Saya sama sepupu yang di Jakarta Pusat aja beda. Jadi daripada googling gak pasti, mending langsung telepon KUA-nya aja. Sekalian tanya biayanya juga boleh, jadi kita bisa siap uang cash buat langsung bayar biaya nikahnya.

Berkas-berkas yang dibutuhkan di sini adalah :
1. N1, N2, N4 calon suami
2. N1, N2, N4 calon istri
3. Fotokopi KTP suami
4. Fotokopi KTP istri
5. Fotokopi KK suami
6. Fotokopi KK istri
7. Akta kelahiran istri
8. Ijazah terakhir istri
9. Pas foto suami istri 4x6 5 lembar (background biru)
10. Pas foto 2x3 5 lembar (background biru)

Inget ya gaes, setiap KUA bisa aja beda syaratnya. Jadi silakan dikroscek ke KUA masing-masing ya.

Setelah menyerahkan berkas dalam satu map, kita ditanya tanggal, jam, dan mahar pernikahannya. Jadi saat ke KUA sudah tahu mau mahar apa. Nanti tentang mahar (dan bedanya dengan seserahan) saya bahas di lain postingan ya.

Nah... Keselnya di KUA, kita mesti cepet-cepetan 'booking' jadwal bapak penghulu. Saya juga deg-degan banget waktu nikah itu ternyata di tanggal yang banyak orang lain nikah juga. Alhasil akad nikah yang jam 09.00 saya ajukan pun belum bisa langsung disetujui oleh pihak KUA. Oleh karena itu, ngurus surat nikahnya jangan mepet-mepet ya. Sedih nanti kalau di undangan akadnya sudah diumumkan jam 09.00 ternyata jadinya jam 10.00. Kasihan tamu yang mau datang saat akad, otomatis jam resepsi juga harus molor.

Step 5 : Bayar Biaya Nikah

Nikah gratis?
Woi, kata siapa nikah gratis?

Lihat dong itu ada tanda asteriks-nya, syarat dan ketentuan berlaku. Hahahaha...

Nikahnya GRATIS kalau....
1. Nikahnya di kantor KUA-nya langsung
2. Nikahnya di jam kerja, yaitu Senin-Jum'at jam 08.00 - 16.00

Kalau kamu nikahnya di rumah, di gedung, dan atau di luar jam kerja maka... bayar lah.

Di berbagai KUA sudah dipajang banner yang berisi bahwa biaya nikah di luar kantor Rp 600.000. Ini benar kok, disetorkan melalui bank yang ditunjuk. Kalau di KUA Bekasi Selatan melalui Bank BJB atau BRI. Kebetulan di sebrang kantor KUA ada BRI, jadi saya langsung setor. Rapi deh!

Tapi, saat menyerahkan bukti setoran bank sang petugas KUA pun bilang
"Nanti penghulunya diamplopin ya neng"

Het dah... sama bae -_-"

Step 6 : Tahap Akhir Pengurusan Surat

Sekitar dua minggu kemudian, kami dihubungi untuk ke KUA lagi. Katanya untuk verifikasi data buku nikah. Saya dan calon suami pun datang ke sana dan bertemu dengan kepala KUA.

Kepala KUA memegang selembar kertas yang sudah diprint, berisi data-data kami.

"Benar nama kamu Angelina Jolie?"
"Benar kamu lahir di Rawa Betik?"
"Benar kamu anak dari Johny Depp?"
"Benar kamu lulusan kampus mejikubiniu?"
"Benar ini mas kawinnya berlian Titanic?"

Gitu melulu sampai datanya habis. Sekalian dikoreksi kalau ada yang salah katanya. Soalnya di buku nikah nanti tidak boleh ada revisi dan coretan. Harus benar-benar fixed. Setelah itu kami mendapat nasihat pernikahan dari kepala KUA. Ya, ngertilah... agak-agak berbau 17+ gitu yang jelas aneh buat seorang cewek yang belum nikah kayak saya waktu itu. Hahahaha :D

OKEH JANGAN DIKHAYALIN NASIHATNYA APA!


Tambahan : Tentang Penghulu Pas Hari H

Penanganan terhadap penghulu ini beda-beda ya geis. Ada yang dijemput, ada yang dateng sendiri. H-1 acara saya konfirmasi ke KUA apakah perlu dijemput atau tidak. Kata bapak penghulunya, tidak usah, nanti bisa datang sendiri. Kebetulan gedung yang saya gunakan punya kepala Departemen Agama Bekasi jadi orang KUA sudah familiar karena biasa digunakan untuk seminar manasik haji jama'ah Kota Bekasi.

Plis, jangan telat ya pak...

Saat hari H alhamdulillah penghulu datang tepat waktu dan akad langsung berjalan pukul 09.00 kurang sedikit. Hanya setengah jam dari awal sambutan sampai akad kelar dan nasihat pernikahan. Cepet banget! Nasihat pernikahan diberikan oleh petugas KUA. Cuma 5 menit kok.. Soalnya kalau lama nanti kuliah dhuha :D

Untuk bapak penghulu, kami menyiapkan uang transport Rp 100.000, satu buah parsel buah, dan satu box nasi. Bapak penghulu gak bisa lama-lama, karena jadwal akad nikah lainnya sudah menanti. Oh iya, buku nikah langsung dikasih saat itu juga. Hore!!! Langsung dibawa kemana-mana apalagi pas mlipir nginep ke hotel ya, biar gak dikirain pasangan mesum hahahahaa

Oh iya uang Rp 100.000 saya dapat dari teman sesama di Bekasi Selatan yang baru nikah. Katanya dia kasih Rp 100.000 ke penghulu, ya sudah saya ikutan saja ya. Huehehehe...




Jadi kalau ditotal biaya dari awal, kira-kira habis segini :
Surat numpang nikah suami Rp 150.000
RT RW Rp 20.000
Kelurahan Rp 40.000
KUA Rp 600.000
Transport Penghulu Rp 100.000

Semuanya Rp 910.000. Yah, tambahkan beberapa untuk fotokopi berkas, beli materai, dan beli es teh saat ngurus berkas. Lumayan hemat 200 ribuan kan, daripada pakai calo. 200 ribu buat souvenir atau undangan lumayan lhoooo ^_^

Selama ada waktu, ada tenaga, bisa cuti, urus berkah sendiri why not?



Senin, 28 Maret 2016

Muslimah Traveller : Ini Bukan Jalan-Jalan Cantik

Standard
Jalan-jalan? Hemm.. Sudah lupa rasanya, sudah lama gak piknik. Hahahaha :D

Saya tipikal orang yang jarang jalan-jalan. Hidupnya paling di situ-situ aja, tapi bahagia. Ngeselin kan kalimatnya? :))))

Begitu Blogger Muslimah ngasih tema blogwalking special 'Muslimah Traveller' langsung bergumam 'deuh, gue travelling kemana bok? Jalan-jalan paling gathering kantor sama pulang kampung doang hahaha..'

Ya.. setidaknya pernah jalan-jalan ke Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta, Probolinggo, Bali, Semarang, Belitung, Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi yaelah :p

Walaupun cuma antar-kota antar-provinsi aja, saya juga punya jalan-jalan yang berkesan. Super berkesan malah. Saya namakan perjalanan tersebut sebagai perjalanan rohani.

Foto dibuat di picfont (dot) com

Sebelum Perjalanan Rohani, Januari 2015

Meskipun mendapat gelar cum laude dari kampus, saya juga pernah merasakan yang namanya jadi pengangguran. Luntang-lantung gak punya pekerjaan. Hidup mumet, pusing, banyak kebutuhan. Padahal saya terbiasa menjadi freelancer sejak awal kuliah. Namun memiliki gelar sarjana dan belum bekerja (di perusahaan) memang menjadi beban mental tersendiri di saat setiap orang yang kamu temui bertanya :

'Sudah lulus?'
'Sudah..'
'Kerja dimana?'
'Belum kerja'

Orang tua setiap hari menanyakan bagaimana kabar perusahaan yang sudah kamu kirim lamaran? Sudah ada panggilan belum?

Bayangkaaannn mumetnya :D

Di sela waktu menganggur, saya iseng bikin usaha undangan pernikahan & khitanan. Sudah 2 bulan berjalan. Ada yang order? Kagak, sepi men.

Hidup kok kayaknya susah banget ya?
Iya, susah banget hahahahahaaha subhanalloh kalau inget sampe melilit nih perut.

Di tengah kesulitan hidup luar biasa, saya melihat status teman yang bilang "kalau merasa rejeki kamu susah, perbaikilah hubungan dengan ayahmu"

DEG!

Iya. Saya sudah bertahun-tahun tak bersapa dengan Bapak. Perceraian kedua orang tua 'memaksa' saya terpisah dengan Bapak. Bapak kini sudah berkeluarga kembali dan tinggal di kampung halamannya, Kebumen Jawa Tengah. Entah mengapa saya menangis membaca status itu, hati saya langsung kayak diperes-peres. Keinginannya cuma satu, ketemu Bapak.

Perjalanan Itu Dimulai

Dengan sisa uang freelancer yang saya miliki, saya beli tiket kereta Jakarta - Kebumen kelas ekonomi. Sepanjang perjalanan saya hanya merenung ke luar jendela, kadang menangis setitik. Diam lagi.. Soalnya gak ada teman ngobrol juga, orang pergi sendirian. Hahaha...

Setelah menempuh 7 jam perjalanan, saya tiba di Kebumen pada siang hari. Sorenya, saya bertemu dengan Bapak di rumah Mbah. Saya gak bisa berkata apa-apa saat itu, cuma diam memeluk lalu menangis gak henti-henti. Sudah bertahun-tahun mata saya gak pernah sebasah itu. Bahkan putus dari mantan aja saya gak nangis. Bweeekk.... Hahahaha

Entah menangis karena rindu, bersalah, atau benar-benar gak tahu harus ekspresi gimana lagi saat ketemu Bapak. Setelah puas menangis, saya bercerita tentang kehidupan saya. Bercerita saya sudah lulus kuliah dengan baik dan tepat waktu, namun belum dapat pekerjaan.

"Kamu mau bapak referensikan ke temen Bapak di Jakarta, Wid?"
"Enggak, Pak. Widy mau usaha cari sendiri dulu. Widy mau kerja di bidang yang Widy kepingin"

Serontok-rontoknya hati saya, tetap keras kepalanya gak hilang. Sama kayak beliau hehehe :p

"Kamu punya uang buat ongkos?"
"Punya, Pak" --> darimana coba pengangguran punya uang hahaha
"Kamu kapan wisuda?"
"April.."
"Sudah bayar wisuda?"
"Sudah pak" --> alhamdulillah masih ada tabungan waktu itu, langsung dibayar buat wisuda

Saya lebih baik berpura-pura semuanya oke daripada orang tua tahu kalau saya gak punya uang. Baik Bapak maupun Ibu, keduanya berprofesi sebagai guru honorer. Yah.. tahu sendiri kan bagaimana negara kita tercinta ini memperlakukan honor guru? Apalagi yang bukan guru PNS. Hehehe... Oleh karena itu saya selalu berusaha mandiri secara finansial sejak kuliah.

Pertemuan yang singkat (hanya 2-3 jam) tersebut harus berakhir karena Bapak juga harus pulang ke rumahnya. Di akhir pembicaraan, saya hanya minta do'a dari Bapak. Semoga saya bisa melalui masa-masa ini dengan baik, semoga saya punya pekerjaan yang halal dan berkah. Itu aja, saya gak minta embel-embel apalagi ongkos. Do'anya sudah lebih dari cukup.

Singkat, Namun Bermakna

Saya hanya menginap satu malam di Kebumen, keesokan harinya saya langsung kembali lagi ke Bekasi. Tidak sempat jalan-jalan ke tempat wisata, hanya ke warnet saja di pasar buat buka Facebook. Tidak sempat mendokumentasikan apa-apa, karena fokus sama rontokan hati. Hehehehe..

Sepanjang jalan pulang, saya masih menangis. Menangis setiap ingat pelukannya Bapak, nasihat-nasihatnya Bapak. Tak peduli konflik keluarga apa yang terjadi bertahun-tahun silam, saya tetap mencintai Bapak secara utuh. Sama seperti anak-anak perempuan lainnya.

Di jalan pulang menuju Bekasi, ada ketenangan hati yang tidak dapat saya tuliskan. Gak bisa digambarkan walau dengan jutaan garis dan titik. Seperti Po dalam Kung Fu Panda 2 yang akhirnya bisa menerima asal usul dirinya, saya pun juga belajar tentang menerima keadaan diri. Saya lepaskan semua rasa sakit dan tersakiti di masa kecil, seperti embun yang jatuh dari daun ke tanah. Lepas dengan lembut dan penuh kerelaan.


Setelah Perjalanan

Setelah perjalanan itu, apakah saya langsung ceria lagi? Enggak. Saya masih galau juga. Hahaha... Yaaa namanya proses :D

Namun Alloh gak membiarkan saya galau lama-lama. Beberapa minggu kemudian saya diterima masuk ke perusahaan yang saya impikan, Nutrifood, dan dapat posisi sesuai dengan minat saya. Usaha percetakan undangan pun semakin lama semakin menunjukkan eksistensinya. Semakin banyak yang order. Semakin lancar, alhamdulillah. Uang yang didapatkan dari bekerja pun bisa banyak bermanfaat untu keperluan pribadi, rumah, bahkan sampai persiapan pernikahan.

Tepat setelah satu tahun perjalanan rohani Januari 2015 tersebut, saya menikah.
..dan saya siap lalui berjuta langkah petualangan bersama suami tercinta :)


Tulisan ini diikutsertakan dalam blogwalking special dengan tema "Muslimah Traveller : Bertualang melatih fisik, menajamkan akal, dan menghidupkan hati" dari komunitas Blogger Muslimah.




Kamis, 17 Maret 2016

Tentang Bridal Shower

Standard
Jaman sekarang yang namanya 'bridal shower' emang lagi kekinian banget. Iya gak sih? Sekumpulan ciwik-ciwik unyu dengan dresscode senada dan dekorasi tempat yang lucu-lucu terus foto bareng, terus makan bareng, terus ngecengin temen yang mau kawin, terus ngecengin temen yang belom kawin. Hahahaha... :D

Apa itu bridal shower?
Gambar dibuat dari picfont.com

Apa Sih, Bridal Shower?

Emangnya apaan sih, bridal shower itu?

Saya juga gak tahu sebenernya. Sumfeeh.

Ikut-ikutan doang, biar hits. Hahahaa. Saya juga baru dengar istilah bridal shower beberapa tahun terakhir ini. Kalau saya tahunya dari dulu namanya 'bachelorette party' alias pesta lajang. Sebenarnya sama aja sih, ya kayak pesta lajang di pengantin wanita. Kalau cowok namanya bachelor party. Cuma dulu saya tahunya kalau pesta lajang di luar sampai ada penari erotis gitu ya. Hiii... ceyem.

Padahal kalau bridal shower di-Indonesia-in artinya SIRAMAN kan ya, gaes? lah itu mah shower mandi hahahaha

Iya trus sekarang ciwik-ciwik Indonesia ikutan namain bridal shower kayak orang bule
Sok keren. Huft.

Bridal Shower-nya bule
Sumber : greenweddingshoes.com


Widy Bridal Shower

Saya juga kemarin menyelenggarakan bridal shower, 3 kali malah. WAKAKAKAKAK.... Ampe puwas. Gak dink, saya bikinnya cuma sekali buat sahabat-sahabat kuliah aja. Acaranya cuma ngumpul bareng, makan cantik, foto-foto. Gak pakai dresscode. Konten acara intinya cuma satu : SETOR GOSIP, karena udah setahun wisuda jadi kangen-kangenan gitu. Dulu mah, tiap hari gosip bareng. Hehehe...

Bridal Shower @ The Bumble Beef, Kalimalang
Dokumentasi : Pribadi

Bridal shower Widy yang kedua adalah sebuah konspirasi tingkat tinggi oleh sekelompok anak muda bernama Geng Angops dari Ex. Bekasi Urban City. Jadi salah satu anggota geng yaelah , Maee, mengajak saya ketemuan untuk lihat sampel undangan dagangan saya. Saya pikir Maee mau nikah, soalnya kan seumuran juga bhahahak. Saya yang datang bersama (calon) suami (karena habis temenin beliau berobat), malah kena zonk. Dari parkiran kami berdua disekap, ditutup matanya dan dibawa ke sebuah kafe untuk diberi kejutan. Setelah itu kami seru-seruan selama 2-3 jam dan diakhiri makan bersama.

Bridal Shower 2 @ Grand Metmall Bekasi
Dokumentasi : Maee
Pelaku Penculikan Utama : Maee

MC Bridal Shower : Ipul

Props & Dekor : Dian

Gue yakin yang bikin jebakan game 'naik kereta' itu adalah : Irfan


Okeh yang ini bridal shower gembel sih. Dikerjain banget. Disuruh pake tulisan semacam ospek. Naik kereta keliling mall sambil teriak "Hayang kawin ena' ena' nyoy" tahu bulet kali ah. Gak ada cantik-cantiknya ghue XD

I love you, Angops!
Dokumentasi : Maee


Bridal shower yang ketiga juga surprise dari tim Digital Nutrifood, officemates kesayangan :*

Kejutan dari QBD Team. Manis aneeetttt kayan Tropicana Slim :*
Dokumentasi : Peachy Party Organizer
Saat makan siang, meja makan yang kami tempati sudah didekor cantik dan saya dipakaikan mahkota ala ala princess. Kami makan siang bersama di restoran all you can eat lalu foto bersama dengan dresscode senada. Agak cantikan dikit dari bridal shower kedua. Setelah bridal shower ketiga, besoknya saya langsung cuti, dipingit, dan puasa mutih. Untung udah makan banyak hahahaha.

Boss yang #SingleMapan, Kak Peachy yang lagi #JalaninAjaDulu, dan Kakak jayus yang #JOMBLO
Dokumentasi & Dekorasi : Peachy Party Organizer
Shout Props : UC's Printing


Jadi Bridal Shower Itu Apa, Wid?

Sampai sekarang masih gak tahu juga bridal shower itu apaan maksudnya hehehehe.. Yah, pokoknya bridal shower bisa jadi ajang ngumpul-ngumpul lucu sama temen-temen sebelum nikah. Pasti bakal berasa banget bagi calon pengantin wanita yang nanti setelah menikah akan langsung pindah ikut suaminya kemana gitu.

Kalau saya sih, masih bisa dicari di Kota Bekasi, karena gak kemana-mana juga :D

Senin, 14 Maret 2016

Review Vendor-Vendor Pernikahan yang Widy Pakai

Standard
Holaaa....

Dunia pasca-pernikahan itu emang beda banget sama sebelum nikah. (Yiahhaahaha!) Salah satunya dari kepoan orang-orang ke saya. Kalau dulu kan sering dicengin tuh "kapan nikah", ternyata lebih pusing lagi ngejawabin orang "gimana rasanya nikah" sama "udah isi apa belom". Dari bayi nih perut juga udah diisi keleeessss, kalau enggak kelaparan dong eike :D

Hahaha yasudah biarkan

Banyak juga pertanyaan yang mlipir ke inbox, email, sampai whatsapp. Duh, sampai berniat bikin FAQ hahaahaha kzl deh berasa penting ya -_-" . Jadi selepas pajang foto-foto nikahan suka ada yang nanya seputar vendor. Sesuai janji, saya akan bahas para vendor yang sudah banyak membantu dalam hari bahagia Widy & Mas Kamekameha dalam postingan terpisah. Semoga bisa membantu ya, entah jadi inspirasi atau rekomendasi.

Review Vendor Pernikahan Widy & Irawan

Mencari Vendor Sendiri

Iya, jadi pernikahan kemarin itu sebenarnya hanya mengusung satu tema 'KEMANDIRIAN'. Hahahaha.. Kalau inget sampe mringis-mringis nih perut.

Fyi saya dan (calon) suami mulai merencanakan pernikahan pada akhir Oktober 2015, setelah diadakan penentuan tanggal oleh sesepuh di keluarga Bapak. Hemm.. Kudu ditentuin tanggalnya sesuai weton, zodiak, shio, dan makanan kesukaan hahaha. Yah maklum, sebagai perempuan dengan garis keturunan Jawa jadi harus manut soal beginian. Hari pernikahan pun setelah dihitung-hitung dengan rumus aljabar, phytagoras, dan akar pangkat tiga jatuh pada Sabtu, 30 Januari 2016. Jadi ada waktu sekitar 2-3 bulan.

Mungkin ada beberapa yang bilang kecepetan persiapannya. Iya sih, lumayan ngos-ngosan tapi alhamdulillah dapet semua, tepat waktu, dan berkah. Huaaaa... *sujud syukur*

Hal pertama yang wajib dilakukan oleh calon pengantin adalah cari rekomendasi vendor sebanyak-banyaknya. Mulai rajin kondangan, catet kalau makanannya enak, dekornya bagus, riasnya oke, dll dsb dst. Abis itu tanya temen kamu yang nikahan dia pakai vendor apa.

Ini sebenarnya dalam rangka ikhtiar cari referensi, gak semua vendor yang kita survei bisa cocok sama kita. Tapi setidaknya, kita punya referensi.

Setelah 1 bulan hunting vendor, saya & (calon) suami baru nge-deal para vendor pas awal dan tengah Desember. Sebulan lebih sebelum nikahan. Ini untung-untungan juga sih, alhamdulillah dilalahnya para vendor masih pada kosong tanggal segitu. Padahal pas 30 Januari itu banyak banget yang nikahan. *sujud syukur lagi*

Cuma sempet deg-degan pas vendor dekor karena 2 hari abis kami lihat vendor (dan tertarik), langsung ada calon pengantin lain yang mau nikah tanggal 30 Januari juga. Karena sudah sreg dengan vendornya, yaudah langsung DP aja karena dulu-duluan kan hitungannya. Huehehehe...


Gedung

Untuk gedung pernikahan, kami menggunakan Nurul Huda Center yang berlokasi di Jl. Letnan Arsyad Selatan, dekat dengan Grand Metropolitan Mall, RS Budi Lestari, dan Tol Bekasi Barat. Alhamdulillah strategis dan dekat rumah. Sewanya 4jt untuk seharian penuh. Yang ini dibahas lain postingan aja ya :)

Makanan

1. Makanan Prasmanan (Pakai Tukang Masak)

Dengan jumlah undangan 600 pcs, diperkirakan akan ada 1.200 orang yang akan datang. Belum termasuk dengan sanak keluarga yang datang saat akad. Kami menyiapkan 1.300 porsi makanan. Kebayang dong, kalau pakai catering gimana mahalnya? Hehehehe.. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan jasa tukang masak.

Rombongan masak yang kami gunakan jasanya adalah rekomendasi dari sahabat suami. Mama Fe'i namanya, ibunda dari Mas Imam (sahabat suami). Sehari-harinya Mama Fe'i berjualan nasi goreng di depan rumahnya di kawasan Karang Satria, Tambun. Alhamdulillah, sesuai dengan rekomendasi dari Mas Imam, masakan mamanya memang enak. Menunya kemarin itu daging teriyaki, sop daging, kentang mustofa, asinan pengantin, ketan (ala betawi), jengkol balado, ada juga ayam balado dan ayam teriyaki sebagai backup lauk daging saat sore.

Menggunakan jasa tukang masak memang jauh lebih hemat. Serombongan Mama Fe'i dengan tukang cuci piring dan pengambil piring Rp 2.200.000. Lalu saya tambah Rp 300.000 untuk menyewa alat-alat masak besar seperti kompor dan wajan besar. Soalnya di rumah gak ada. Daripada ribet kita yang cari, jadi minta tolong Mama Fe'i untuk cari sewaanya.

Alhamdulillah kami juga dapat banyak sumbangan bahan-bahan masakan dari keluarga. Jadi banyak pengeluaran bahan makanan yang terpangkas. Kalau dipikir-pikir, enak juga ya punya budaya sumbangan hajatan gini. Hehehe... Balasnya satu-satu di kemudian hari.

Menu Gubukan dan Dekor

Balado Jengkol. Siapa yang makan ini kemarin? Hahaha


2. Gubukan

Gubukan yang disediakan kemarin ada empat : siomay, es doger, soft drink, dan buah. Siomay dibuat oleh 'Pempek Cek Lia', ownernya teman seangkatan di kampus. Pempeknya enak abis, cabangnya udah banyak di Bekasi. Waktu Lia nikah bulan Oktober 2015, saya cobain siomaynya. Enak, ternyata dia bikin sendiri. Ya sudah, saya pesan aja hehehe... Mungkin cara buatnya gak jauh beda dengan pempek kali ya, bahannya juga pakai tenggiri. 1 panci siomay isi 550 butir Rp 700.000 sudah dapat kompor 1 tunggu, panci, piring kertas, garpu, dan bumbu.

Es Doger (yang laris banget pas resepsi huahahaa) dibuat oleh tetangganya Mas Rendy. Tukang Es Doger keliling sih, tapi enak dan mumer. Esnya dari santan kental, bukan yang encer berwarna pink-pink gitu. Rp 500.000 sudah dapat 300 porsi.

Soft drink kami beli sendiri. Kebetulan ibu punya dispenser buat softdrink gitu jadi tinggal beli Big Cola yang guedeeee 14 botol, lalu es batunya pesan ke tetangga yang bikin es batu sendiri di rumah. Gak sembarangan ya, es batunya hehehhee.... Kalau buah, ya dipotong-potong. Kebetulan buahnya dibawain dari Jawa juga.

Para Ibu (tetangga) penjaga Gubukan


3. Sate & Gulai Kambing

Kata Mas Kamekameha, saat pernikahan disunnahkan untuk menyembelih 1 ekor kambing. Alhamdulillah Bapak saya menghadiahkan seekor kambing untuk pernikahan. Hehhee... Edun ya. Berasa pengantin tahun berapaaa gitu nikah dikasih hadiah kambing. Eh, tapi lumayan kan?

Bapak kepingin ada sate dan gulai di acara akad untuk keluarga besar. Okedeh, kebetulan banget di Jatikramat (rumah suami) ada tukang sate & gulai legendaris yang super-endes dan super-hits bernama Bang Dulah. Bang Dulah sudah jualan sate lama banget di daerah Jatikramat, Jatiasih, dan sekitarnya. Potongannya gede-gede, bumbunya enak banget. Semua keluarga seneng banget sama sate & gulainya. Alhamdulillah...



Paket Rias, Dekorasi, Sewa Alat Makan, Foto dan Video

Tadinya sih, kepingin nyari rias sendiri, dekor sendiri, foto video sendiri, biar murah. Eh, boro-boro murah malah selangit harganya. Hehehe.. Akhirnya setelah ngiter-ngiter dan direkomendasiin saudaranya mas, kita pakai vendor H. Toin dari Cikunir.

Sebenarnya sudah lengkap direview di sini sih, monggo kalau mau baca lebih lengkap. Pokoknya dengan 11,5 juta kita sudah dapat rias dengan rincian :
- 3 kali ganti baju pengantin (saya dan suami pilih putih (akad), merah betawi tradisional, dan emas)
- Baju ortu 2 pasang
- 6 pagar ayu (baju adik termasuk di sini, adik kami ada 3. Jadi 3 baju lagi buat saudara)
- 2 penerima tamu

Dekor untuk gedung dengan luas 25 x 7 meter, lebar pelaminan 7 meter, air mancur di depan, gazebo di depan gedung, karpet, dekor meja prasmanan, gubukan, meja penerima tamu, dan meja akad. Kursi semuanya disarungin. Sudah termasuk juga sendok, garpu, piring, wadah makanan + pemanas.

Foto dan videonya masing-masing 1 orang yang handle. Lighting oke, hasil oke. Leh uga lah pokoknya mah :D

Dekor Pelaminan, diambil dari kamera pribadi

Gazebo, diambil dari kamera pribadi
Hasil foto keluarga, pengantin menggunakan busana betawi Bekasi tradisional
Dokumentasi : Abang fotonya

Ternyata foto ala-ala begini itu.. pegel.
Dokumentasi : Abang Fotonya

Baju Akad
Dokumentasi : Abang fotonya


Undangan, Souvenir, Photobooth

Inilah vendor yang sangat berkesan lahir batin, karena.... ketiganya kita handle sendiri. Hahahhaa.. Kemaruk ya (atau irit!). Gakpapa irit, yang penting nikahnya kontan huehehehe :p

Undangan disupport penuh oleh (calon) suami karena dia yang punya Percetakan Undangan Murah Bekasi. Souvenir juga disponsori penuh oleh pakboss Kamekameha, dengan sumbangsih ide dari ibunda saya.

Souvenir Widy & Irawan


Bikin notebook aja, ibu kan ibu guru jadi souvenirnya yang berhubungan dengan pendidikan ya..

Apa coba emak gue ya?


Undangan Widy & Irawan
Dokumentasi : Undangan Murah Cikarang


Photobooth? Ini ide saya. Berhubung di kantor sering banget bikin photobooth kalau ada event-event, jadi udah 'kebayang' dan gak canggung lagi buat bikin sendiri. Alhamdulillahnya, photobooth ini justru menciptakan peluang baru. Banyak dipesen aja gituuuuuuuuu sama yang dateng langsung ke nikahan. Mhihihihihihihihi.... Rejeki penganten baru :D

Bedanya, photobooth ini bukan buat souvenir. Hanya sebagai sudut foto untuk para tamu. Kondangan kan juga ajang ngumpul atau reuni, jadi kayaknya asyik kalau mereka difasilitasi tempat untung foto dengan latar dan properti yang bagus. Jadi fotonya bukan bekgron orang lagi mangap makan siomay ya :D

Properti Foto, bikin sendiri ofkors!

Teman-teman kantor di Nutrifood

Teman-teman PANGLIMA

Yang depan itu adik :D 


Habis resepsi, semua foto BBM, post Facebook, Path, dan Instagram temen serta sudara jadi pakai latar photobooth-nya. TERHARU!


Oh iya, buat undangan kami pakai yang @ Rp 3.000, souvenirnya @ Rp 1.500 (mumer abezzz, 1.500 dapet gunting kuku aja yang biasa hehehe), photobooth dengan latar 3 x 2,5 meter dan properti-properti paling cuma abis sekitar hampir Rp 300.000.


Jadi berapa budgetnya?
Yaaah dikira-kira aja sendiri yaaahh hahahahaha....

Semoga bermanfaat yah gaeeees, silakan juga kalau ada yang nanya-nanya eniwei saya lebih seneng via email sih supaya bisa ngetik banyak *eh *sok laku.

Bhabhay :*