Rabu, 22 Juni 2016

Apa Saja Isi Kotak Hantaran atau Seserahan?

Standard
Menjadi wedding blogger ala-ala dan tukang cetak undangan memang menyenangkan. Terkadang ketemu dengan customer yang unik-unik, kadang juga jadi tempat konsultasi baik dari customer undangan ataupun yang mampir untuk membaca blog ini. Gak jarang email saya jadi tempat curhat Mamah Dedeh seputar pernikahan. Senang juga bisa berbagi wawasan dan pengalaman seputar pernikahan, contohnya kayak seserahan.

Sebagai pemuda-pemudi yang baru pertama kali akan menikah, wajar dong tanya sana-sini. Saya juga dulu gak tahu apa itu seserahan atau hantaran, dan apa bedanya sama mahar. Hehehe.. Soal mahar secara lengkap kita bahas di lain waktu juga ya.


Foto : thewedding.id

Apa Itu Hantaran / Seserahan ?

Secara tradisi, hantaran atau seserahan adalah barang-barang yang dibawa oleh pihak pria kepada mempelai wanita. Berbeda dengan mahar (mas kawin), seserahan tidak menjadi syarat sah-nya nikah. Kebanyakan pasangan terbalik kadang-kadang, terlalu bersemangat mempersiapkan hantaran / seserahan, tetapi saat ditanya KUA apa mahar pernikahan malah bingung. 

MAHARNYA APA YA? TOENK......

Jadi buibu, kakak kakak, adik adik, tolong dipersiapkan maharnya dulu ya. Soalnya itu yang wajib untuk ijab qobul. Seserahan mah selow ya, asal ada waktu belanjanya :D

Seserahan atau hantaran biasanya berupa kebutuhan sandang, pangan, dan papan bagi istri kelak. Mau diserahkan saat lamaran atau akad nikah boleh-boleh saja. Gak masalah. Walaupun seserahan diberikan oleh pihak pria, rasanya gak apa-apa kalau calon istri 'request' apa saja isi seserahannya, asal sesuai dengan kemampuan ya. Pengennya sih seserahannya Mac Book Air, tapi... tapi... tapi...... takut gak jadi dinikahin kalau calonnya gak shanggup. HAHAHAHA.... Amsyong dah kitorang!


Jenis Barang dalam Hantaran / Seserahan

Bagi yang masih bingung apa saja hantaran yang disiapkan, mungkin bisa nyontek daftar berikut ini :

1. Perlengkapan Mandi

Misalnya : sabun, pasta gigi, deodoran, handuk, shampoo, kondisioner, hair spa, dll.

2. Perawatan Tubuh

Misalnya : body lotion, body butter, parfum, minyak zaitun, pembersih wajah, dll

3. Make Up

Misalnya : lipstick, krim pelembab, bedak, foundation, blush on, eyeshadow, pensil alis, dll.

4. Pakaian Dalam

Misalnya : panty, lingerie, bra, sport bra (beda ya sama bra biasa), bra menyusui mungkin (deuh, visioner banget :D ), kaos kaki, dll.

5. Perlengkapan Pesta

Misalnya : tas pesta, sepatu pesta atau selop, gaun (atau bisa berupa kain kebaya).

6. Sprei, Bed Cover, atau Selimut

Buat kemulan, plis beli yang bagus :D

7. Peralatan Dapur

Misalnya : Piring, gelas, cangkir, wajan, spatula, pisau set, kitchen tools, talenan, dll.

8. Tas dan Sepatu (untuk sehari-hari)

9. Mukena, Tasbih, & Al-Qur'an

Khusus yang ini, ada beberapa pengantin yang menjadikan seperangkat alat sholat sebagai mahar. Namun jika tidak dijadikan mahar, boleh banget yang ini dijadikan seserahan. 

10. Buah-buahan

11. Makanan Khas Daerah

Misalnya : roti buaya (untuk betawi), ketan kuning, wajik, dodol, dll. Bisa disesuaikan dengan tradisi keluarga masing-masing.

12. Kue (Jajanan Pasar) atau Bolu

13. ...dan lain lain

Nah, ini yang paling saya suka! :))
Sebenarnya dalam seserahan ini perempuan boleh minta barang-barang hobinya juga lho. Misalnya suka jahit, boleh lah dihantarkan mesin jahit atau perlengkapannya. Kebetulan kalau saya kepingin ada hantaran buku. Kesempatan deh tuh, nge-list berbagai judul buku yang kepingin dibeli. HAHAHAHAHAHA.... Aji mumpung. Yes :D



Ngomong-ngomong soal jenis seserahan, ada juga lho yang memberikan perlengkapan rumah seperti kursi, meja, tempat tidur, atau lemari. Ada juga tradisi di wilayah betawi dan jawa yang memberikan hantaran berupa hewan ternak. Hal ini dimaksudkan sebagai bekal pengantin kelak untuk memulai hidup. Istilahnya, mereka diberikan asset hewan ternak supaya bisa dirawat, diternak, dan menghasilkan uang. Jaman sekarang masih ada gak ya?

Kemarin saya juga dapat beberapa pcs jarit (kain gendongan bermotif batik). Dikasih dari keluarga besar mas Kamekameha, katanya tradisi keluarga Betawi. Gak tahu buat apa, masih dikemas rapih sih. Mungkin kepakai buat nanti gendong anak ya, secara anak ciwik sekarang mah gak pakai jarit sehari-harinya. Hehehe...

Apakah Pihak Perempuan menyediakan Hantaran juga?

Seusai acara, biasanya pihak perempuan memberikan 'balasan hantaran' untuk pihak laki-laki. Namun bedanya, tidak begitu ribet seperti seserahan untuk perempuan. Balasan hantaran biasanya berupa makanan baik itu parsel buah, kue, dan lauk pauk. Jika perempuan ingin memberikan balasan berupa pakaian, sepatu, atau tas untuk pengantin laki-laki juga diperbolehkan kok.


Tips Belanja Barang Hantaran / Seserahan

1. Atur waktu belanja

Jadwalkan waktu untuk berbelanja barang hantaran. Berhubung jenis barang dan jumlahnya lumayan banyak, jadi belanja ini lumayan 'makan tenaga'. Bisa juga berbagi-bagi tugas dengan ibunda. Biasanya para ibu senang kalau masalah belanja yang satu ini. Hehehe...

2. Sesuaikan dengan selera mempelai perempuan

Ini penting banget nih! PENTING BANGET. Jangan sampai barang yang dibeli gak sesuai dengan selera atau kebiasaan yang dipakai sang perempuan. Misalnya, ia suka pakai lipstick yang natural, bingung dong kalau tiba-tiba dikasih lipstick merah gonjreng. Selain itu, perhatikan juga jenis wajah, aroma kesukaan, dan apakah sang mempelai perempuan memiliki sensitifitas tinggi terhadap produk tertentu. Nah, ada baiknya sang perempuan juga ikut berbelanja atau memberikan rekomendasi produk yang ia suka. Jadi barang seserahannya bisa terpakai semua.


3. Jangan ragu belanja online

Untuk masalah peralatan dapur, saya pribadi kemarin banyak belanja lewat online. Selain menghemat waktu, saya juga bisa membeli perlengkapan dapur dengan tema tertentu. Apalagi jaman sekarang lagi ngetren shabby chic atau peralatan dapur yang lucu-lucu gitu. Hihihihihihihihihihihihi gatel pengen belanja semuaaaaaaa :))))))))))

4. Gunakan voucher atau diskon

Jika kamu mendapatkan voucher untuk berbelanja, ini bisa dialokasikan untuk belanja barang hantaran. Lumayan kalau bisa lebih hemat budget belanjanya. Apalagi kalau belanja online tiap bulan suka ada promo diskon tertentu. Pokoknya berburu diskon serajin mungkin hehe.. Anyway sekarang ini biasanya diskon justru suka ada di tanggal tua. Rajin-rajin pantengin barang yang diincer ya..


5. Pikirkan kemasan hantaran

Setelah belanja barang-barang hantaran, perjuangan kamu gak selesai sampai di situ, karena kamu punya tugas untuk MEMBUNGKUSNYA. HAHAHAHAHA..... That's why jangan lupa pikirkan mau pakai kemasan hantaran seperti apa, lalu siapa yang menghiasnya. SIAPA? HAHAHAHA. Bersyukurlah jika kamu memiliki bakat tangan yang detil dan terampil. 

Kalau tangannya slebor kayak saya gimana? Nah lho! Mulailah mencari saudara atau teman yang bisa membantu kamu menghias hantaran atau bisa juga mencari jasa hias hantaran / hias parsel. 



Hantaran dari mas Kamekameha
Foto : Dokumentasi Pribadi


Ngomong-ngomong ini hantaran saya dari Mas Kamekameha saat menikah beberapa waktu lalu. Khasnya, ada dua pasang roti buaya karena kami menggunakan adat Betawi Bekasi. Roti buaya besar menggambarkan pengantinnya, yang kecil menggambarkan anak-anaknya kelak. Kenapa buaya? Kenapa gak panda atau koala? Hahaha

Karena menurut filosofi betawi, buaya adalah simbol kesetiaan. Buaya hanya akan menikah satu kali seumur hidupnya, semoga diharapkan kedua mempelai akan setia dengan satu pasangannya sampai akhir hayat hidupnya. Cieeeeee.........

Selasa, 14 Juni 2016

Pertanyaan Lanjutan Setelah 'Kapan Nikah?'

Standard
Assalamu'alaikum, selamat mampir lagi. Makasih udah mlipir kesini ya hehehe..

Dulu pas belum nikah males banget ditanyain 'kapan nikah?', 'kapan nikah?'. Dari yang jawabnya biasa aja, sampai bete, sampai bete banget, sampai mau nyakar, sampai akhirnya selow aja. Gitu kali ya, siklus manusia menjawab pertanyaan hidup. Sampai saya bikin tips jawab pertanyaan kapan nikah lho! Itu udah dalam tahap saking expert (atau sering)nya ditanyain kapan nikah. Hidup ini emang kadang sekeras kue akar kelapa. Hahahaha...

Setahun abis bikin tips itu, akhirnya saya dilamar. Siapa sangka khaaan?? Hahahahaha. Habis di-khitbah kami pun menikah dengan bahagia. Nikahnya kontan, gak pake utang, gak pake riba. Saya kira setelah bisa menjawab pertanyaan 'kapan nikah?', selesai deh tuh keisengan orang-orang kepoin percintaan saya. Ternyata kagak -_-


Nah, lho! Ada pertanyaan apaan lagi?


Semuanya berjalan dengan baik dan tentram sampai muncul pertanyaan lanjutan :

"Udah isi belum?"

Ternyata malah muncul pertanyaan seputar kehamilan ya. Hahahaha... Riweuh banget emang mulut orang kadang-kadang. Cabein juga nih :))

Awalnya sih, saya masih santai menanggapi, sama kayak waktu pertama kali ditanyain kapan nikah. Yaelah baru berapa minggu nikah udah ditanyain hamil apa belum, gumam saya. Namun emang dasar perempuan ya, gampang baper dan laper. Begitu dapet haid setelah menikah itu rasanya sedih banget. Iya, saya juga pernah ngerasain. Kayaknya merasa gagal gimana gitu. Kalau ditanya kepingin punya anak, ya kepingin lah. Walaupun dari awal nikah sebenarnya gak ngoyo mau cepat-cepat punya anak, tetapi karena tekanan sosial dan pertanyaan iseng itu malah jadi baper. Trus stress. Trus gendut. Trus jerawatan. Kan kzl.

Mulai lah saat itu segala daya upaya dilakukan. Mulai dari browsing tips cepet hamil di internet sampai tanya ke orang-orang atau teman yang sudah hamil atau punya anak. Aneh ya kedengarannya, tapi saya pernah melakukannya. Segala macam nutrisi, vitamin, makanan, dan minuman pun ditenggak. Makan inilah, itulah, susu inilah, buah itulah. Bukannya cepet hamil malah bikin puyeng.


Cara Suami Menjawab Pertanyaan "Udah Isi Belum?"

Masya Alloh, beruntung saya punya suami yang selera humornya agak aneh dikit. Selain bisa bikin saya ketawa setiap hari, beliau juga selalu kreatif dengan celetukan-celetukan anehnya. Bisa mengimbangi saya yang kadang suka serius salah tempat.

Saya mah, kalau ditanya udah isi atau belum jawabnya "belum nih, do'ain ya..." pakai muka melas penuh harap. Kalau suami mah jawabnya agak nyeleneh -_-

Suatu akhir pekan saya dan Mas ke pasar pagi, di sana kami bertemu tetangga rumah mas yang kebetulan lagi belanja juga di situ. Tanpa merasa berdosa langsung nanya :

"Mas, istrinya udah isi belum?"
"Nih, lagi diisi"

Saya malah nahan ketawa. Pengen rasanya langsung nyubit sambil ngakak terus bilang :
"EPEKEH BROOO JAWABNYA" :))))))))))

Kirain saya yang nanya udah puas gitu sama jawabannya, ternyata masih nanya juga:

"Tapi udah berhasil belum?"
"Dikit lagi dong"

Ketawa saya makin gak bisa ditahan. Saya lihat yang nanya langsung berubah raut mukanya dan langsung pamit. Hahahaha... BHAY!


Be Cool, Be Calm

Sepulang dari pasar saya membahas jawaban suami yang tadi sambil tertawa-tawa. Dia malah menjelaskan kayak gini :

"Jangan diseriusin neng, kalau jawab pertanyaan kayak gitu. Nanti kamu yang tertekan sendiri, selalu merasa kepingin hamil melulu. Udah santai aja, jawabnya dibercandain. 

Kalau kamunya kepikiran mulu, nanti gak happy sama aku. Nikmatin masa-masa berdua dulu, pacaran lah kita. Ada waktunya kita akan jadi orang tua nanti. Alloh yang nentuin, itu hak Alloh kapan mau ngasih. Kita sama sekali gak punya hak buat minta hari ini atau besok"

Semenjak itu saya berusaha lebih kalem, lebih humoris jawabin pertanyaan orang, dan gak baper. Makanan/nutrisi ribet biar cepat hamil juga saya tinggalkan. Saya cuma minum madu, tujuannya juga bukan buat cepat hamil, tapi buat vitamin aktivitas saya.

Suami saya benar, saya gak ada hak minta anak hari ini atau besok sama Alloh. Semuanya sudah ditentukan oleh-Nya. Hak-Nya. Kita cuma bisa selalu berusaha taat dan memantaskan diri, sama kayak pas nyari suami dulu. Jadi orang tua juga sama kudu begitu.

Satu hal lagi, kita gak bisa mengontrol orang buat berbicara apa atau nanya apa ke kita. Mungkin mereka gak bermaksud menyakiti perasaan para pengantin baru (walaupun sebenernya iya sih, bikin sensi aja pertanyaannya hahahaha). Cuma ya gimana lagi, basa-basi nyelekit kayak gini masih dianggap ramah tamah di Indonesia. Tinggal bagaimana kita menanggapinya.

Qadarullah, setelah menerima dan berdamai dengan kondisi diri, di bulan ketiga pernikahan saya malah gak haid. Saya cuek aja soalnya dikira kecapean ini, lagi banyak banget kegiatan di luar kantor saat itu. Saya gak testpack, males lihat strip satu bikin sedih aja hahahaha... Kecurigaan justru muncul dari suami saat saya mengeluh bau terhadap makanan yang saya suka. Pulangnya saya langsung dibelikan testpack dan alhamdulillah strip dua.

Kalau ditanya tips gimana cepat hamil saya sama suami juga gak tahu. Yang kami tahu (dan kami jalani) hanyalah berusaha damai sama diri sendiri, berserah sama Alloh kapan mau dikasih, dan selow ngadepin pertanyaan orang-orang.

Oh iya satu lagi, bersyukur dikasih suami yang 'ngademin' walaupun kadang nyeleneh :))))




Kamis, 09 Juni 2016

Tradisi Pengantin Baru saat Ramadhan (Pertama)

Standard
Hiiiiiii blognya lumutaaaaannn kelamaan dianggurin hahahaahhaahahahahahahahahhaahhaa
*ketawa sampe nyungsep*

Assalamu'alaikum, teman-teman. Mohon maaf baru ngeblog lagi, soalnya undanganbekasi.com lagi mempersiapkan musim kawin akbar pasca-lebaran ditambah ada satu raga dalam perut yang sedang tumbuh besar. Kalian gak tahu aja khaaan yang punya blog lagi megap-megap setiap hari gegara ngantor, nyiapin pesenan undangan, dan hebohnya trimester awal :D

Ini adalah Ramadhan pertama saya sebagai (masih pantes gak sih disebut) pengantin baru. Ternyata menjadi anak saat Ramadhan berbeda saat menjadi istri atau menjadi mantu saat Ramadhan. Sebagai keturunan Jawa, pasti gak lepas dari tradisi ina ini itu anu dalam segala transisi kehidupan. Yah dimaklumin aja sekalian nyenengin orang tua. Hehe.. Entah ini berlaku juga di tradisi suku Indonesia lainnya. Tapi yang saya tuliskan ini banyak juga yang tradisi khas keluarga saya.


Ciee pengantin baru
Sumber


Munggahan

Awalnya saya gak tahu ini namanya munggahan. Seminggu sebelum puasa tiba-tiba saya dan suami diminta ibu saya membelikan sembako untuk orang tua. Katanya ini tradisi memberikan sembako kepada orang tua atau sesepuh di keluarga. Isinya kayak sirup, minyak, teh, kopi, gula, kurma, susu kental manis, pokoknya buat keperluan khas Ramadhan. Bingkisan diserahkan sambil berkunjung dan meminta maaf.


Panda Eye

Ini bukan tradisi jawa sih, tapi tradisi saya di rumah sekarang. Wohohohoho jadi istri di bulan Ramadhan emang super super gimana gitu ya. Abis ngantor, nyiapin makan malam sama makan sahur, nonton Abad Kejayaan, tidur sebentar, pas sahur tinggal ngangetin, nemenin suami sahur (ikutan makan walau gak puasa), bobok lagi sebentar, terus kerja. Sakses lah mata dan perut saya jadi panda HAHAHA. Mangstap pokoknya apalagi ditambah drama mual muntah.


Persiapan lebaran

Kalau dulu pas masih single sih yang dipikirin selalu beli baju baru, ke skincare langganan biar agak cakepan pas lebaran, tiket mudik lanjut travelling, sekarang tidak lagi. Hohohohohoho..... Kami harus mempersiapkan beberapa bingkisan untuk keluarga, sahabat, asisten pekerjaan rumah, dan juga rekan usaha undangan kami. Budget mudik ditambah bingkisan dan amplop buat para krucil juga harus dipikirkan. Ada juga kue & hidangan lebaran di rumah, meski gak bisa bikin tetap di rumah harus ada kue dan hidangan lebaran ya. Lalu semuanya harus dipikirkan dan direncanakan oleh... istri.
Tentu saja ;)

Kayaknya tahun depan saya harus bisa dan punya waktu buat nyiapin hidangan lebaran sendiri.
Lumayan juga kalau beli-beli HAHAHAHAHAHA


Yambegitulah kawula muda yang ingin menikah, atau yang baru menikah. Sekedar wawasan kira-kira apa yang terjadi pada Ramadhan pertama kalian saat ini atau nanti. Sebagai saran, untuk para ciwik-ciwik jangan kurang tidur karena kecantikan kita harus tetap paripurna saat hari raya. Hemm...... Lagi mikir nih, gimana caranya. Tidur dulu pas istirahat kantor apa ya :D



Selasa, 24 Mei 2016

Tampil Stylish dengan Desain Gamis Cape untuk Pesta dan Lebaran

Standard
Memakai busana muslimah yang sesuai dengan karakter setiap pemakainya akan membuat setiap wanita muslimah semakin percaya diri dan termotivasi dalam menjalankan aktifitas dan kegiatan-kegiatan yang dihadapinya. Trend fashion busana muslimah masa kini, terlihat semakin stylish dan modis berkat dari tangan-tangan kreatif para desainer yang sangat berbakat dibidangnya tersebut. bahkan busana muslimah seperti gamis yang tadinya hanya digunakan untuk acara kegamaan saja, saat ini beragam model dan desain terbaru pada gamis yang penggunaannya sudah lebih leluasa untuk beragam acara formal, semi formal dan acara santai. Model baju gamis pesta dan lebaran pun semakin beragam dan bisa anda pilih, sehingga tampil modis dengan gamis akan anda dapatkan.

Gamis Cape untuk Pesta dan Lebaran
Foto : Instagram @hijup 

Anda bisa memapupadankan busana muslimah gamis atau gamis dengan model gaun pesta dengan luaran busana muslimah lain seperti rompi, cape, blazer dan lainnya. terutama penambahan salah satu luaran busana muslimah yaitu cape, dapat membuat tampilan anda terlihat elegan, berkelas dan menawan, karena desain cape yang dibuat tanpa lengan dan dipakai pada bagian bahu apabila dipadukan dengan busana muslimah gamis atau gaun pesta yang simpel dan sederhana pun akan tetap terlihat mewah dan berkelas jika anda menghadiri berbagai acara pesta saat lebaran. Selain melindungi tubuh dari cuaca dingin saat pesta diadakan di luar ruangan atau di ruangan yang ber AC, penggunaan cape pada gamis yang anda kenakan dapat memiliki kesan kesesuaian dengan acara yang dihadiri. Karena jenis busana cape ini didesain menarik, unik dan berkualitas sehingga terlihat mewah saat dikenakan dengan beragam busana muslim termasuk busana hijab.

Gamis cape dengan warna elegan dan simpel
Foto : Instagram @hijup
Inspirasi gamis cape untuk hari raya dan pesta
Foto : Instagram @hijup 

Desain gamis untuk pesta dan lebaran sekarang ini, banyak yang menampilkannya dengan desain yang berbeda yaitu desain elegan dan mewah menyerupai desain dan model gaun, namun tetap pada koridor syariat dengan tetap memiliki model baju yang longgar, sehingga cocok untuk dikenakan oleh para wanita muslimah. bagi anda yang ingin menjadikan busana cape sebagai busana yang dapat mempercantik tampilan gamis untuk pesta dan lebaran ini, bisa memilihnya melalui koleksi cape dan padu padan gamis serta gaun dengan cape di hijup.com sebagai online shop busana muslimah berkualitas.


Rabu, 11 Mei 2016

Tentang Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan

Standard
Assalamu'alaikum, maaf lama gak update karena sibuk menyehatkan diri supaya doyan makan lagi. Hehehe... Sebenarnya hari ini gak niat ngeblog sih, cuma karena pagi-pagi lihat gambar nyinyir ini yang berlalu-lalang di timeline sosmed saya, malah jadi guathel mau nulis. Hehehe...

Pagi ini banyak teman-teman yang nge-share meme yang tulisannya :

Nikah di Gedung, Tinggal di Kontrakan
So, what?
Foto dari sini

Plus dengan sejuta caption nyinyiran dari orang-orang yang berkomentar atau nge-share ulang.
Sedih... Gampang banget orang sekarang nyinyir. Tapi ya, begitulah kehidupan. Kita yang ngejalanin, orang yang berkomentar.


Dear teman-teman,


Pertama-tama yang harus disadari adalah... Semua orang di dunia ini mengambil keputusan berdasarkan kondisinya, bukan kondisi kamu. Mungkin saja kita sulit memahami kondisinya, sebagaimana mereka bisa saja sulit memahami kondisi kita.

Kedua, setiap orang, atau calon pengantin, atau keluarganya, tentu mengambil keputusan berdasarkan kondisi dan kesepakan mereka. Misalnya ada yang memutuskan mengadakan akad dan resepsi di gedung pertemuan karena rumahnya berada di gang kecil. Selain supaya memudahkan para tamu untuk mencari dan sampai ke lokasi, mereka juga membutuhkan fasilitas yang ada di sana, seperti lahan parkir, ruang pengantin, ruang istirahat keluarga, dan lainnya. Bisa juga ada yang memilih menikah di gedung supaya di rumah lebih rapih, bisa buat tempat menginap sanak saudara tanpa berantakan, atau supaya lebih aman dari cuaca panas dan hujan.

Ketiga, sebaiknya jangan langsung mendakwa (atau menggeneralisir) kalau semua yang nikah di gedung itu bermewah-mewah. Soalnya gak semua gedung mahal, atau harus pakai vendor yang mewah-mewah. Ada juga kok yang biayanya hampir sama kayak nikahan di rumah. Yak, kembali lagi ke poin dua, keputusan tiap orang atau pasangan beda-beda yes. Hahahaha :D

Keempat, gak ada yang salah sama tinggal di kontrakan. Bisa jadi pengantin barunya mau mandiri, lebih pilih tinggal di kontrakan daripada serumah sama mertua. Kembali lagi ke poin satu ya, semua orang membuat keputusan berdasarkan kondisinya, bukan kondisi kita yang komentar ini.

Kelima, percaya deh... kita gak tahu kondisi keuangan seseorang. Kembali lagi ke poin satu, lalu ingat bahwa kita juga harus menghargai keputusan seseorang. Ada yang rela tinggal di rumah orang tua dulu demi melengkapi tabungan beli rumah sendiri. Ada yang mendingan ngontrak biar mandiri sekalian gak ngerepotin orang tua. Ada yang nikah langsung ada rumah sendiri, alhamdulillah.

Keenam, mengingatkan nikah sederhana itu baik. Namun lebih baik lagi, kalau gak nyinyir tentunya. Bhahahahaha

Jadi mendingan jangan gampang nyinyirin pengantin baru yang lagi berusaha merajut hidup.
Hidupnya bukan hidup kita.
Kondisinya beda dengan kondisi kita.
Bisa jadi banyakan duit dia daripada duit kita.
Mereka mah sibuk nyari duit, kita sibuk komentar.

Rugiiiiiiihihihihihihihihihihihihi :D


Jumat, 22 April 2016

Sulitnya Menikah Sederhana di Indonesia

Standard
Akhir-akhir ini saya sering (hampir tiap hari malah), melihat tulisan di media sosial yang menghimbau untuk menyelenggarakan pernikahan sederhana. Belum lagi tulisan pernikahan Mark Zuckerberg yang hanya dihadiri oleh 100 orang saja. Begitu intim dan sederhana. Walaupun tetap saja sih, harga gaun istrinya $ 4,700. Kalau di Indonesia bisa bikin pesta di gedung tuh bwahahahaha...

Sulitnya menikah sederhana di Indonesia, hem... Sulit ya :D 


Nikah sederhana...
Siapa sih, yang gak mau nikah sederhana? Siapa coba?

Tapi ya... sederhana dalam persepsi orang bisa beda-beda. Mungkin bagi Zuckerberg gaun $ 4,700 itu sederhana, bagi saya itu mewah. Begitu juga persepsi kita dengan orang tua saat merencanakan pernikahan.

Pernikahan Mark Zuckerberg, yang punya Facebook
Sumber 


Duh, kepingin deh bikin pesta pernikahan di kebun yang private ngundang 100 orang aja.


Namun sepertinya para calon pengantin harus menahan diri saat mengajukan ide ini ke orang tua, karena jawaban mereka akan :

"Lho, temen bisnis Bapak gimana? Temen arisan Ibu gimana? Keluarga besar kita aja udah lebih dari 100 orang, belum terhitung besan. Kamu gak mikirin yang itu?"


Udah terjawab kan? Satu kalimat langsung skakmat. Gak perlu diberi penjelasan panjang lagi.
Soalnya saya pernah ngalamin juga waktu mau ngasih ide nikah yang 'kecil-kecilan' aja. Hehehe...

Ada juga alasan lain (yang menurut saya sih, mengada-ada) seperti, kalau cuma kecil-kecilan takutnya udah gak perawan lah, atau alasan karena sang calon pengantin adalah anak perempuan satu-satunya. Hehehe ya males juga sih, kalau nikah jadi omongan orang -_-

Terus gimana dong?

Di Indonesia memang sulit sekali untuk menikah sederhana. Secara tidak langsung, kita juga harus berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar, terutama keluarga (apalagi kalau jumlahnya banyak).

Kembali lagi kepada pengertian dan saling bahu-membahu dalam penyelenggaraan pernikahan. Karena gak bisa kalau semuanya hanya keputusan calon pengantin saja. Gak bisa juga kalau semuanya keputusan orang tua wanita saja, atau keluarga besan saja. Semuanya harus berdiskusi, berembuk untuk keputusan terbaik.

Apabila calon pengantin laki-laki keberatan untuk mengadakan pesta atau resepsi, hal tersebut harus disampaikan secara terbuka kepada keluarga perempuan. Berkata jujur jauh lebih baik daripada memaksakan diri untuk berpesta.

Kalau calon mertua tetep kekeuh mau pesta, gimana?
Pilihannya cuma dua, lobby terus atau cari calon istri lain.

Kalau keluarga bisa menerima kemampuan dari calon menantu, banyak-banyak bersyukur lah karena yang tipe seperti itu sulit ditemui. Hohohohoho :D


MANGAATTTT KAKAAAA BENTAR LAGI MUSIM KONDANGAN CIAT ^_^

Jumat, 08 April 2016

Cara Mengurus Surat Nikah Tanpa Calo

Standard
Saat mau menikah, segala hal dilakukan untuk satu tujuan : menghemat budget. Hehehehe... Pokoknya gimana deh, caranya biar ada yang bisa dihemat. Mulai dari ngiter berhari-hari nyari vendor pun gak masalah, yang penting bisa dapat harga yang lebih murah dan fasilitas yang (syukur-syukur) bisa memenuhi keinginan akan pernikahan impian.

Seperti yang pernah saya bilang di postingan yang mana tau, lupa hahaha bahwa ketika lingkungan kamu tahu kamu bakal nikah, maka sekonyong-konyong semuanya datang nawarin ina-ini. Dari saudara, teman, sampai tetangga. Dari nawarin catering sampai nawarin urus surat pencatatan nikah.

YAPS! URUS SURAT!

Pengalaman pribadi saya, begitu Pak RT tahu kalau saya mau nikah, saya langsung ditawarin urus surat. Terima beres 1,1 juta. (Calon) suami saya waktu itu juga ditawarin terima beres 1,2 juta. Beda wilayah bisa beda-beda ya, tergantung calonya mungkin. Hwahahahaaha :D

Berbekal pengalaman di kelurahan tempat saya tinggal yang menyenangkan, setidaknya saya jadi optimis bahwa ngurus surat nikahnya gak susah bin ribet. Jadi ya udah, saya kuatkan niat dari awal bahwa : SAYA MAU URUS SURAT NIKAH SENDIRI.

Jeng jeng....

Berikut saya rangkum langkah-langkahnya dari awal ya. Kondisinya : saya dan suami satu Kota Bekasi, hanya beda kecamatan. Saya Bekasi Selatan, suami Jatiasih. Nikahnya di gedung dekat rumah saya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

Foto diambil dari nikahan sendiri
dieditnya pakai picfont.com

Step 1 : Urus Surat Numpang Nikah (Laki-laki)

Meskipun masih dalam satu kota dan hanya beda kecamatan, suami harus tetap urus surat numpang nikah. Pertama-tama urus pengantar RT, RW dulu. Kemudian ke kelurahan. Persyaratannya cuma KK sama KTP aja kok. Suami karena sibuk kerja jadi bayar pemuda setempat aja buat ngurus. Rp 150.000 terima beres, prosesnya dua hari jadi. Lumayan cepet ya.

Hasil berkas yang sudah diurus adalah N1, N2 dan N4 dari kelurahan.

Step 2 : Urus Pengantar RT RW (Perempuan)

Setelah memegang N1, N2, dan N4 calon suami, saya baru urus berkas. Pertama ke RT cuma bawa KTP sama KK, nanti dari RT-nya membuat surat pengantar untuk mengurus pernikahan. Bayar 10.000 buat administrasi RT. Langsung jadi.

Kedua, saya ke Pak RW buat minta cap doang di surat pengantar. Langsung jadi juga, kebetulan rumah pak RT sama pak RW tinggal jalan kaki. Bayar 10.000 lagi buat administrasi RW.


Step 3 : Urus N1, N2, N4 ke Kelurahan (Perempuan)

Besoknya saya ke kelurahan untuk dapetin N1, N2, N4.

Di kelurahan ada beberapa syarat yang dilengkapin :
1. Pengantar RT-RW
2. Fotokopi KK
3. Fotkopi KTP
4. Fotokopi Akta Kelahiran
5. Fotokopi Surat tanda lunas PBB tahun ini
6. Bawa materai
7. N1, N2, N4 suami (cuma dipinjam, nanti dikembalikan lagi)
8. KTP suami
9. KK suami

Materai digunakan untuk tanda tangan surat pernyataan bahwa kita belum pernah menikah dan mau menikah dengan si ini dari sini (makanya butuh data dari calon suami juga). Pengurusannya alhamdulillah cuma satu jam dan biayanya 40.000.

Tuh kan, cepet gak ribet di kelurahan saya mah. Hahaha...


Step 4 : Berkas Lengkap, Saatnya ke KUA 

Mumpung cuti, saya langsung ke KUA Bekasi Selatan di hari yang sama saat ke kelurahan. Sebelum saya ke KUA, saya telepon dulu KUA-nya untuk menanyakan syarat-syarat berkas. Setiap KUA bisa jadi beda lho syaratnya. Saya sama sepupu yang di Jakarta Pusat aja beda. Jadi daripada googling gak pasti, mending langsung telepon KUA-nya aja. Sekalian tanya biayanya juga boleh, jadi kita bisa siap uang cash buat langsung bayar biaya nikahnya.

Berkas-berkas yang dibutuhkan di sini adalah :
1. N1, N2, N4 calon suami
2. N1, N2, N4 calon istri
3. Fotokopi KTP suami
4. Fotokopi KTP istri
5. Fotokopi KK suami
6. Fotokopi KK istri
7. Akta kelahiran istri
8. Ijazah terakhir istri
9. Pas foto suami istri 4x6 5 lembar (background biru)
10. Pas foto 2x3 5 lembar (background biru)

Inget ya gaes, setiap KUA bisa aja beda syaratnya. Jadi silakan dikroscek ke KUA masing-masing ya.

Setelah menyerahkan berkas dalam satu map, kita ditanya tanggal, jam, dan mahar pernikahannya. Jadi saat ke KUA sudah tahu mau mahar apa. Nanti tentang mahar (dan bedanya dengan seserahan) saya bahas di lain postingan ya.

Nah... Keselnya di KUA, kita mesti cepet-cepetan 'booking' jadwal bapak penghulu. Saya juga deg-degan banget waktu nikah itu ternyata di tanggal yang banyak orang lain nikah juga. Alhasil akad nikah yang jam 09.00 saya ajukan pun belum bisa langsung disetujui oleh pihak KUA. Oleh karena itu, ngurus surat nikahnya jangan mepet-mepet ya. Sedih nanti kalau di undangan akadnya sudah diumumkan jam 09.00 ternyata jadinya jam 10.00. Kasihan tamu yang mau datang saat akad, otomatis jam resepsi juga harus molor.

Step 5 : Bayar Biaya Nikah

Nikah gratis?
Woi, kata siapa nikah gratis?

Lihat dong itu ada tanda asteriks-nya, syarat dan ketentuan berlaku. Hahahaha...

Nikahnya GRATIS kalau....
1. Nikahnya di kantor KUA-nya langsung
2. Nikahnya di jam kerja, yaitu Senin-Jum'at jam 08.00 - 16.00

Kalau kamu nikahnya di rumah, di gedung, dan atau di luar jam kerja maka... bayar lah.

Di berbagai KUA sudah dipajang banner yang berisi bahwa biaya nikah di luar kantor Rp 600.000. Ini benar kok, disetorkan melalui bank yang ditunjuk. Kalau di KUA Bekasi Selatan melalui Bank BJB atau BRI. Kebetulan di sebrang kantor KUA ada BRI, jadi saya langsung setor. Rapi deh!

Tapi, saat menyerahkan bukti setoran bank sang petugas KUA pun bilang
"Nanti penghulunya diamplopin ya neng"

Het dah... sama bae -_-"

Step 6 : Tahap Akhir Pengurusan Surat

Sekitar dua minggu kemudian, kami dihubungi untuk ke KUA lagi. Katanya untuk verifikasi data buku nikah. Saya dan calon suami pun datang ke sana dan bertemu dengan kepala KUA.

Kepala KUA memegang selembar kertas yang sudah diprint, berisi data-data kami.

"Benar nama kamu Angelina Jolie?"
"Benar kamu lahir di Rawa Betik?"
"Benar kamu anak dari Johny Depp?"
"Benar kamu lulusan kampus mejikubiniu?"
"Benar ini mas kawinnya berlian Titanic?"

Gitu melulu sampai datanya habis. Sekalian dikoreksi kalau ada yang salah katanya. Soalnya di buku nikah nanti tidak boleh ada revisi dan coretan. Harus benar-benar fixed. Setelah itu kami mendapat nasihat pernikahan dari kepala KUA. Ya, ngertilah... agak-agak berbau 17+ gitu yang jelas aneh buat seorang cewek yang belum nikah kayak saya waktu itu. Hahahaha :D

OKEH JANGAN DIKHAYALIN NASIHATNYA APA!


Tambahan : Tentang Penghulu Pas Hari H

Penanganan terhadap penghulu ini beda-beda ya geis. Ada yang dijemput, ada yang dateng sendiri. H-1 acara saya konfirmasi ke KUA apakah perlu dijemput atau tidak. Kata bapak penghulunya, tidak usah, nanti bisa datang sendiri. Kebetulan gedung yang saya gunakan punya kepala Departemen Agama Bekasi jadi orang KUA sudah familiar karena biasa digunakan untuk seminar manasik haji jama'ah Kota Bekasi.

Plis, jangan telat ya pak...

Saat hari H alhamdulillah penghulu datang tepat waktu dan akad langsung berjalan pukul 09.00 kurang sedikit. Hanya setengah jam dari awal sambutan sampai akad kelar dan nasihat pernikahan. Cepet banget! Nasihat pernikahan diberikan oleh petugas KUA. Cuma 5 menit kok.. Soalnya kalau lama nanti kuliah dhuha :D

Untuk bapak penghulu, kami menyiapkan uang transport Rp 100.000, satu buah parsel buah, dan satu box nasi. Bapak penghulu gak bisa lama-lama, karena jadwal akad nikah lainnya sudah menanti. Oh iya, buku nikah langsung dikasih saat itu juga. Hore!!! Langsung dibawa kemana-mana apalagi pas mlipir nginep ke hotel ya, biar gak dikirain pasangan mesum hahahahaa

Oh iya uang Rp 100.000 saya dapat dari teman sesama di Bekasi Selatan yang baru nikah. Katanya dia kasih Rp 100.000 ke penghulu, ya sudah saya ikutan saja ya. Huehehehe...




Jadi kalau ditotal biaya dari awal, kira-kira habis segini :
Surat numpang nikah suami Rp 150.000
RT RW Rp 20.000
Kelurahan Rp 40.000
KUA Rp 600.000
Transport Penghulu Rp 100.000

Semuanya Rp 910.000. Yah, tambahkan beberapa untuk fotokopi berkas, beli materai, dan beli es teh saat ngurus berkas. Lumayan hemat 200 ribuan kan, daripada pakai calo. 200 ribu buat souvenir atau undangan lumayan lhoooo ^_^

Selama ada waktu, ada tenaga, bisa cuti, urus berkah sendiri why not?