Kamis, 04 Mei 2017

Oh, Ternyata Begini Kebiasaan Belanja Para Ibu!

Standard
Beberapa hari lalu saya mengadakan giveaway di Facebook dan Instagram dalam rangka sewindu blog tersayang. Cie... Sudah 8 tahun. Dari jaman lulus SMA sampai sekarang sudah punya anak. Dari jaman alay sampai jaman mamak gamis. Hehehehe.... Plis, jangan buka arsip tulisan saya saat awal-awal punya blog. Nanti ilfeel :D

Kembali lagi ke giveaway, kemarin saya iseng membuat pertanyaan seputar kebiasaan belanja atau pemakaian popok dari para ibu-ibu. Sejak melahirkan, saya suka lempar pertanyaan ke status seputar perawatan anak sih, eh rame. Lumayan, selain berbagi ilmu juga bisa berbagi rekomendasi. Tenang... saya masih belum merencanakan mengganti blog ini jadi blog parenting kok. Ini masih wedding dan personal blog (bilang aja temanya acakadut, wid! wkwkwk - ngakak onlen).

Giveaway kali ini menantang para peserta untuk bercerita tentang kebiasaan dirinya atau orang terdekatnya dalam membeli perlengkapan bayi. Dari jawaban para peserta, saya menemukan banyak hal menarik. Jawaban para peserta saya rangkum dalam bentuk persentase data di bawah ini :

Materi Giveaway Kali ini

Kebiasaan Membeli Perlengkapan Bayi

Ternyata 45% peserta lebih menyukai membeli perlengkapan bayi secara offline. Alasannya ada yang ingin pegang langsung produknya, ada yang takut salah ukuran, sampai ada yang malas transfer. Hehehe... Kalau soal salah ukuran sih, saya juga pernah tuh! Beli celana anak 3 potong, ternyata ukurannya kekecilan. Sediiih... Padahal bahannya bagus tapi kekecilan. Yasudah lah ya :D

31% peserta memilih membelanjakan perlengkapan bayinya secara online, dengan alasan simpel, banyak pilihan, mencari harga termurah, dan sangat membantu di tengah kesibukan kerjanya. Ini IYA BANGET. IYA BANGET. Saya tipikal agak malas ke luar rumah buat beli perlengkapan bayi, jadi kalau sudah tahu barangnya mending beli online saja.


Kebiasaan Belanja Online

Perlengkapan bayi apa yang paling sering dibelanjakan secara online? Ternyata persentase paling banyak adalah pakaian bayi sebesar 37%. Diikuti oleh mainan sebanyak 31%, dan popok sebanyak 27%. Kalau saya yang mana? Saya doyan belanja ketiganya secara online. Oh iya, ada yang menjawab beli buku online juga. Saya juga suka beli buku bayi secara online. Soalnya belum tentu buku yang kita cari ada di toko buku terdekat. Apalagi kalau beli online sering dapat harga lebih murah daripada di toko buku. Hehehe...

Nah, saat para peserta ditanyakan suka belanja online di mana, persentase terbesarnya adalah Shopee dan Tokopedia. Keduanya meraih jumlah suara sama sebanyak 22%. Diikuti Lazada sebesar 18%. Ada juga beberapa e-commerce lain yang disebutkan, seperti Tororo, Orami, Blibli, dan Buka Lapak. Kalau kamu suka belanja online di mana? Saya suka Shopee dan Tokopedia. Hemm... dua market place itu emang RATJUN!


Kebiasaan Stok Popok

Saat para peserta ditanya apakah mereka membeli popok dalam jumlah banyak atau sedikit, maka 63% menjawab membeli popok dalam jumlah banyak. Mereka lebih senang membeli popok dalam jumlah banyak untuk stok (sebulan ke depan misalnya). 31% peserta menjawab lebih suka membeli popok dalam kemasan sedang atau kecil. Kalau saya kadang keduanya. Kalau lagi ada promo, iseng ah beli satu. Kalau lagi hilaf karena popok favorite lagi diskon suka stok banyak.


Kebiasaan Gonta-Ganti Popok

Awalnya saya bingung, apakah hanya saya yang suka gonta-ganti merk popok untuk si kecil? Ternyata kebanyakan peserta rata-rata pernah mencoba 2 - 3 popok sebelum menemukan popok yang pas untuk si kecil. Kayaknya saya lebih ya, hahahaaha... Sekarang sih sudah mulai menemukan popok yang cocok. Nah, menurut cerita para peserta jika mereka sudah nyaman dengan 1 popok maka akan loyal.

Ssstttt.... tapi banyak juga peserta yang masih hobi kejar promo popok dan tidak keberatan untuk beli popok apa saja yang penting lagi diskon. Apakah saya juga? SAMAAAAAA :))


Kalau ada yang promo, kenapa harus beli yang mahal. Begitu prinsip saya :p
Eh, tapi kebetulan merk popok kesukaan saya suka diskon deh. Jadi gak boncos di kantong, deh..



Setelah melakukan penjurian berdasarkan story telling dan runutan menjawab pertanyaan, maka berikut saya umumkan nama-nama pemenangnya. Selamat untuk :

FACEBOOK
Fitri Chotimah, mendapatkan 1 cookware set
Fitria Ratna Ambarsari, mendapatkan 1 food container set 
Ravica Imellianda, mendapatkan 1 lunch bag & ice pack

INSTAGRAM
@hm_zwan , mendapatkan 1 cookware set
@inunkpratama , mendapatkan 1 food container set
@vidiniwafiati, mendapatkan 1 lunch bag & ice pack

Sekali lagi selamat untuk para pemenang. Nanti akan saya hubungi langsung melalui pesan untuk komunikasi selanjutnya.

Terima kasih banyak juga kepada teman-teman dengan antusias luar biasa yang telah ikut berpartisipasi dalam Giveaway ini. Terima kasih juga untuk doanya buat saya dan blog www.widydarma.com ini, semoga terus dapat konsisten menulis dan tulisannya bermanfaat bagi para pembaca.


With love,
Bunda Yasmin









Rabu, 19 April 2017

Rekomendasi Toko Bayi di Bekasi

Standard
Saya mulai belanja perlengkapan bayi sejak usia kandungan 7 bulan. Awalnya juga 'buta banget' mau belanja kemana, secara ini kehamilan pertama saya. Waktu itu sih, saya gak browsing. Modal nekat aja nanya teman dan sisanya nyari sendiri sekalian jalan-jalan. Kan, katanya kalau hamil tua harus jalan-jalan yes? Jadilah hobi saya saat menjelang persalinan adalah belanja ke mall sekalian hunting toko bayi.

Setelah melahirkan, tetap aja suka jalan ke toko bayi. Malah makin suka ke baby shop tuh, malahan! Wkwkwkwk. Alasan. Padahal sih, cuma kantong asi yang habis. Tapi kepinginnya belanja ini itu pas sampai toko bayi.

Berhubung hasil browsing rekomendasi toko bayi masih sedikit di Google, jadi saya kepingin berbagi pengalaman aja. Siapa tahu bisa bermanfaat bagi para mommies yang sedang mempersiapkan kelahiran, apalagi kalau anak pertama kayak saya. Hehehe..

Rekomendasi Toko Bayi / Baby Shop di Bekasi
Foto diedit di picfont(dot)com


1. Audrey Baby Shop, Revo Town

Ini toko bayi yang saya kunjungi pertama kali hasil rekomendasi teman. Ternyata ini masih menjadi toko favorit saya sampai detik ini. Lokasinya di Revo Town lantai paling bawah, sebelah Matahari Dept. Store. Kalau dibilang lengkap, saya boleh kasih testimoni di sini lengkap banget untuk perlengkapan bayi newborn. Segala macam baju harian, gurita, popok, jumpsuit, piyama, detergen bayi, tissue, stroller (tapi ga banyak pilihan), kasur, karpet bayi, pompa asi, perlengkapan asi, dll... segala macam ada. Perlengkapan MPASI pun lengkap.

Soal harga, di Audrey juga murah. Saya sudah bandingkan dengan beberapa toko bayi sejauh ini Audrey paling murah. Saya aja ngincer Philips Hand Blender yang di toko lain bisa 700rb di sana cuma 650rb. Asik kan murahnya? :D

Tapi tetep ya, karena lengkap.. jadi saya kalau ke sana pasti gak sadar belanjanya banyak. HAHAHAAAAAASEDIIIIIHHHHH -_-

Fyi Audrey Baby Shop ini adalah cabang dari ITC Cempaka Mas dan ITC Kuningan. Mungkin mommies yang ada di Jakarta bisa cuss ke sana kalau mau ke Audrey Baby Shop. Oh iya, kokoh owner-nya juga ramah. Pramuniaganya banyak dan kita bisa nanya-nanya, gak dicuekin pokoknya.


2. Happy Baby Shop, Mega Bekasi & Revo Town

Ada juga yang terkenal Happy Baby Shop. Kalau di Mega Bekasi Hypermall lokasinya depan Bread Life/Pizza Hut. Kalau di Revo Town depan Carefour. Kayaknya gak terlalu besar tokonya tapi cukup lengkap. Harga beda tipis sama Audrey, masih make sense lah bedanya. Cuma ya dasar diriku sudah jiwa mamak-mamak jadi biar lebih murah sedikit juga dikejar. Wkwkwkwk..

Yang saya suka dari Happy Baby Shop adalah ada etalase baju bayi 100rb dapat 3 pcs dan 115rb dapat 3 pcs. Semacam bisa pilih model baju beda-beda tapi dapat harga agak murah gitu. 

3. Tasya Baby Shop, Kalimalang

Kalau suka lewat Kalimalang arah Bekasi, pasti suka lihat toko bayi Tasya. Lokasinya di dekat pertigaan Transito/Jl. H. Naman. Di lihat dari luar kayaknya sepi, dan memang beneran sepi sih hehehe. Cuma saya suka ke sini karena banyak pilihan stroller dan strollernya murah-murah.

Ada stroller dari 350rb sampai jutaan. Kasur bayi bagus mulai 700rb. Bouncer & rocking chair juga suka diskon di sana. Sama banyak mainan bayi diskon-diskon. Saya bikin member di sini, setiap transaksi dapat diskon 5% kalau member.

4. Zaky Baby Store, Galaxy

Kalau di atas sudah ngomongin perlengkapan bayi, stroller, dan mainan. Kali ini saya menemukan toko bayi untuk pakaian fashion (yang agak bermodel gitu). Saya rekomendasikan Zaky Baby Store. Lokasinya di dekat patung kuda 1 Galaxy, belok kiri, dekat Double U Steak.

Zaky Baby Store tempatnya berupa ruko dua lantai. Lantai bawah untuk baju anak, lantai atas untuk baju & perlengkapan bayi. Saya suka di sini bajunya lucu dan murah, tapi bahannya bagus. Saya beli setelan untuk hairan merk Poco Pico yang di-online dijual 90rban, di sini cuma 48 ribu. Jauh banget ya buibuuukk!!!

Di sini gak cuma bisa beli perlengkapan bayi, tapi juga bisa sewa. Ada penyewaan stroller, bouncer, dan kursi makan bayi. Sewa stroller 150rb/bulan, kalau bouncer/kursi makan sih kemarin lihat ada yang 50rb/bulan. Fyi, toko ini juga bisa beli online. Googling aja Zaky Baby Store nanti ada webnya.

5. Heritage, Grand Galaxy City

Ini sebenarnya kayak dept.store gitu sih cuma pas di bagian baju anak dan bayinya lucu-lucu. Beneran lucu-lucu, bahannya bagus. Tapi mahal (untuk ukuran dompet saya).

Hahahaha... ga jadi deh. Ucing lah pala bunda ni kalau baju bayi aja bisa 100-200ribuan. Kalah gamis mamaknya :p


Sekian rekomendasi kali ini, sekarang 5 dulu ya. Sok silahkan para mommies yang mau komentar dan kasih rekomendasi toko bayinya, siapa tahu saya bisa mampir hehehe. Saya sebenarnya masih punya beberapa list toko bayi lagi yang ingin dikunjungi tapi belum sempat.

- Nanda's Mom & Baby Jl. Sultan Agung, Medan Satria (baru buka, kayaknya bagus)
- Baby shop rekomendasi teman di Jl. Bintara Raya dekat RS Selasih Medika
- Baby shop di Jl. Pengasinan Raya Pondok Hijau Permai Bekasi Timur

Semoga lain waktu bisa nulis rekomendasi toko bayi lagi yaaaaa. Aaaamiin....

Rabu, 08 Maret 2017

Ketagihan Nonton Webseries SORE, Istri dari Masa Depan

Standard
Me Time saya sekarang jadi supermahal. Gimana gak mahal, masih punya bayi umur 2 bulan, masih kerja freelance, dan masih jualan undangan. Hehehe.. Jadi super-duper-lebih sibuk dibanding saat hamil. Sebenarnya saya sama seperti working mom, bedanya selalu bisa nengokin anak kapanpun dan selalu ada terus saat bayinya rewel (kayak sekarang, heugh!).

Berhubung sang bayik lagi jalan-jalan sore sama pengasuhnya, jadi Bundanya bisa curi waktu sebentar buat nulis blog. Beneran deh, dari kemarin pengen banget nulis tentang webseries ini. Nontonnya juga colong-colongan pas anak bobok siang, atau tengah malem pas pumping. Sumfe, niat ya =))

Sore, Istri dari Masa Depan
Foto : Instagram @tropicanaslim

Saya memang pecinta film drama, serial kadang-kadang. Kebanyakan drama barat, kayak He's Just Not That Into You (yang diputer sampai sekian kalinya), Forrest Gump (apalagi), dan lain-lain. Kalau drama Indonesia paling suka banget Rectoverso. Dan lagi, kalau saya suka filmnya, saya akan selalu senang nonton meskipun sudah pernah nonton berkali-kali sebelumnya. Anaknya setia ya, huahahaha...

Naaaah, beberapa minggu belakangan ini saya nonton webseries SORE. Ini emang webseries buatan Tropicana Slim sih, untuk mempromosikan produk Stevia. Tapi percaya deh, meskipun saya pernah jadi anak Nutrifood, postingan ini bener-bener mau berbagi tentang webseriesnya. Jadi bukan tulisan yang disponsorin ya hehehe :p

Awalnya nonton ini karena penasaran sama teaser-nya yang di-share sama temen Nutrifood. Lah, gimana enggak? Yang main Tika Bravani sama Dion Wiyoko. Okeh, keduanya saya suka. Kayaknya bagus ni, filmnya. Tapi ya, namanya ibu-ibu menyusui yak, banyak lupa! Saya baru ngikutin webseries saat udah episode 4. HUAHAHAH KEMANA AJA BUUUU????

Gawatnya, setelah saya marathon episode 1-4, saya jadi gak sabar nunggu hari Rabu. Webseriesnya upload di channel Youtube Tropicana Slim tiap hari Rabu. Greget nunggunya. Hiks... DAKU TERACUNI!


SORE, Istri dari Masa Depan

Ceritanya, kokoh Dion ni tinggal di Itali. Gak tau Itali sebelah mana, pokoknya pemandangannya bagus. Hehe... Gaya hidupnya jelek banget, kayak makan junk food, ngerokok, minum miras, jarang olahraga, gak mandi (kayaknya, tapi tetep ganteng kok.. oke cus lanjut). Nah, tiba-tiba ia kedatangan seorang perempuan bernama Sore (Tika Bravani) di flatnya yang bilang 'aku istri dari masa depan'.

Kalau gue kedatangan cowok yang tau-tau masuk ke flat dan ngaku suami masa depan mah bakal gue usir hahahaha :p

Perjuangan Sore juga gak mudah agar koh Dion bisa menerima kehadirannya. Sore hadir di kehidupan masa lalu suaminya agar bisa mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat. 


Di episode 6, karena koh Dion susah diingatkan untuk tidak kerja larut malam, Sore sambil nangis bilang "Jangan buat aku terlalu sayang sama kamu tapi kamu meninggal duluan" :(

Sampai episode 7 saya tonton barusan masih belum jelas apakah koh Dion bisa berubah jadi lebih sehat dan apakah Sore bisa kembali ke waktu semula tanpa konsekuensi yang mengancam nyawanya karena sudah melakukan time travelling.

Can't wait to the next Wednesday
Foto : Instagram @tropicanaslim


Yang jelas webseries ini masih seru banget diikutin. Liat aja komen-komennya di Youtube bikin ngakak plus ngarep hahaha. Selain alur cerita yang bagus, webseriesnya juga didukung dengan kualitas gambar yang ciamik. Serasa nonton film mahal. Ntaps (y)

Mbaiklah, selamat menunggu Rabu berikutnya!
#GakSabar

Rabu, 14 Desember 2016

Ibuku (Gak) Cool

Standard
Setiap memasuki bulan Desember, semuanya jadi ceria. Ceria karena bonus tahunan, ceria karena liburan panjang, ada juga yang ceria karena Hari Ibu. Saya juga ikut ceria, soalnya insyaAlloh bulan ini akan menjadi ibu. Hehehe... (doakan ya, masih nunggu tanggal launching nih!)

Bicara soal ibu, pasti kebanyakan postingan hari Ibu bikin terharu dan sedih-sedih gitu. Ya emang sih, pasti Ibunda banyak banget jasanya selama hidup kita. Gak ada beliau, kita gak akan hidup sesehat dan sebahagia ini. Ya gak?

Namun kali ini, saya ingin mengangkat sisi lain dari Ibunda saya yang gak cool. Gak keren. Pisan. Tapi bikin saya bahagia dan selalu ketawa tiap ingat hal-hal kecil tentang beliau. Saya jadi bersyukur terlahir di keluarga yang humoris dan selalu punya candaan tersendiri. Berikut hal-hal unik yang pernah (atau sering) ibu saya lakukan sampai detik ini.

Foto : diedit di picfont(dot)com


Menagih Piring Detergen

Satu hal yang Ibu gak pernah lupa adalah belanja detergen yang ada piringnya. Ajaibnya, beliau selalu ingat untuk menagih hadiah piring cantik tersebut ke kasir. Kalau saya lupa, beliau suka sedih. Hiks... Makanya kalau mau nitip belanja detergen, Ibu gak pernah lupa mengingatkan anak-anaknya.

"Neng, tolong beliin detergen ke minimarket ya"
"Oke.."
"Neng, jangan lupa!"
"Apaan, Bu?"
"PIRINGNYA YA..."
"OKEEE SIPPPPPPPPPPP"

Berburu Barang Gratis

Kami berdua (saya dan Ibu) suka belanja bulanan bareng. Alasannya? Soalnya kalau belanja sama suami, suami suka merengut lihat troli. Hahahahaa... Jadi enakan sama Ibu aja, sekalian quality time di sela-sela profesi istri imut menggemaskan.

Ibu paling semangat kalau ada diskonan di swalayan, apalagi yang ada hadiah produknya gitu. Namun kadang ibu kurang teliti baca promonya, jadi suka terjebak sendiri. Entah karena faktor usia atau faktor kalap ya.

"Neng, Ibu mau beli susu Pro****** ini ah. Beli 2 dus ada gratisannya 1 dus. Asik.."

Begitu ke counter penukaran hadiah, gratisannya cuma 1 sachet susu. Bukan 1 dus. Sedih :'(
Ternyata ibu salah baca.


Belanja Online

Sebenarnya ibu gak bisa belanja online. Bisanya cuma buka Facebook sama kirim foto di Whatsapp aja. Tapi Ibu suka kepingin barang-barang online, biasanya beliau kasih lihat ke saya barang yang diinginkannya. Nanti minta tolong saya bantu transaksi sampai pengiriman.

Termasuk Harbolnas kemarin, ibu juga kepingin beli sesuatu. Mumpung diskon katanya.

"Neng, Ibu mau nitip belanja Harbolnas dong!"
"Ibu mau belanja apaan?"
"Sendal jepit, neng"
"MASYA ALLOH.... BESOK KITA BELI AJA DI PERUM YOK BU"

Yakaleee buuu, Harbolnas belanjanya sendal jepit -_-


Curhatan Murid

Ibu adalah seorang guru sekolah menengah kejuruan. Ya... ngerti lah anak-anak SMK dengan usia remaja dan kebanyakan adalah perempuan pasti lagi merasakan masa galau-galaunya. Belum lagi saya sering dengar cerita ibu tentang problematika anak-anak muridnya yang gak jauh-jauh dari cowok. 

Kadang saya merasa, masa remaja saya galaunya gak gitu-gitu amat. Abege sekarang kok kayaknya lebih galau. Huahahahaha.... Ibu termasuk guru yang disenangi murid-muridnya, bahkan sampai dicurhatin. Nah, nanti ibu cerita lagi curhatan muridnya ke saya :D

"Neng, tadi ada murid ibu cerita. Dia diomelin orang tuanya, karena cowoknya datang ke rumah"
"Trus ibu bilang gimana?"
"Ya ibu bilang, 'Wajar dong, orang tua kamu marah-marah. Kamu kan masih sekolah, jangan pacar-pacaran'"
"HAHAHAHA..."

Saya ketawa garing.
Nih ya, buat murid-murid ibu. Ga usah curhat ke ibu saya soal cowok deh. Soalnya Ibu gak bakal dukung kalian pacaran. Wong sama pacar anak-anaknya aja galak :D


Belajar Bahasa Gaul

Berada di lingkungan anak-anak remaja membuat Ibu suka terpapar bahasa gaul. 
Bahasa gaul yang gak ibu mengerti tentunya.
Biasanya sampai di rumah, ibu suka nanya bahasa gaul itu ke saya.

"Mager apaan, Neng?"
"Males gerak"
"Ooh, males gerak. Tadi murid ibu, ibu suruh kerjain tugas bilangnya mager. Kirain mereka mau mager pohon"

Yes, nyokap gue kadang emang se-lugu-itu.


Hadiah Ulang Tahun

Ulang tahun ibu ke-51 tahun 2016 ini memang agak berbeda, karena ini tahun pertama ibu punya satu menantu. Menantu laki-laki dari anak perempuan satu-satunya ini (alias saya). 

Pagi hari saat mengucapkan ulang tahun saya bertanya "Bu, mau kado apaan?". Karena emang kebetulan belum nyiapin kado. Hahahaha....

"Ibu mau CUCU aja, Neng"

SUMFAAAAAAA.... INI PERMINTAAN KADO TER-ABSURD -_-"

Yagimana yak, saat itu daku pun belum hamil. Masih usaha genjot sana-sini namun test pack masih belum strip dua. Hahahaha...

Malamnya, kami sekeluarga makan bersama. Kebiasaan kami di keluarga memang begitu, kalau ada yang ulang tahun jarang pakai kue-kuean, mending malamnya makan enak. Hehehehe... Lumayan cyin, budget beli kue yang 200 ribuan bisa buat makan pizza atau seafood kan?

Alhamdulillah di malam itu saya dan suami bisa memberikan kado yang ibu inginkan. Kami pun memberikan CUCU. Yes, CUCU CAPI kotak warna biru ukuran satu liter.

Kami semua tertawa geli di meja makan. Gak tahu harus menertawakan nasib saat itu atau sekotak susu di atas meja. Namun ibu tetap berharap dan berdoa semoga di ulang tahun pada 2017 sudah ada cucu. InsyaAlloh ada ya buuuuu :*


Ibu dan CUCU CAPI saat ulang tahun
Dokumentasi : Pribadi

Makasih ya Bu, selalu menemani hari-hari Widy dari brojol sampai segede ini.
Semoga Ibu bahagia terus, sehat terus, gak stress karena perilaku anak-anaknya apalagi kalau lagi pada bercanda (secara adik saya kalau bercandain ibu jauh lebih parah ngeselinnya).

Semoga anak-anak Ibu bisa jadi lahan kebaikan ibu sampai kapanpun,
Semoga bisa jadi nenek yang legendaris buat cucu-cucunya kelak.

Salam sambel kentang enak buatan ibu!

Selasa, 15 November 2016

Bolehkah Mencantumkan Nama Percetakan di Undangan Pesanan?

Standard
Beberapa waktu lalu ada yang berkomentar di tulisan saya dan membuat saya 'tersentil'. Ia bertanya apakah boleh percetakan mencantumkan namanya di bagian belakang undangan?

JEDERR!!!!

Kayak kesamber geledek ya, agak menyindir gitu berhubung saya dan suami juga tukang bikin undangan. Hehehe... Boleh gak, ya? Heem.....

Boleh gak yaaa?
Foto : Facebook Undangan Murah Bekasi edited by picfont(dot)com 


Pencantuman Nama Percetakan di Undangan

Sebenarnya dalam tulisan kali ini saya juga (serius) kepingin bertanya kepada teman-teman, jika teman-teman pesan undangan dan dicantumkan nama percetakan di bagian belakang undangannya, apakah teman-teman keberatan?

Di satu sisi, pencantuman nama percetakan ini berguna juga sih. Misalnya ada teman yang tertarik dengan model undangan tersebut atau sedang mencari referensi percetakan pembuat undangan, maka nama dan kontak yang ada bisa jadi referensi. Eh, tapi kok ini malah menguntungkan percetakannya ya? Lalu, keuntungan untuk customer-nya apa dong? *jadi galau*

Di sisi lain, pencantuman nama dan kontak percetakan bisa agak menganggu dan mempersempit 'layout', meski bagaimanapun tergantung percetakannya membuat desain undangannya sih. Hehehe...

Salah satu produk dari undanganbekasi.com
Foto : Percetakan Widy

Etika Pencantuman Nama Percetakan di Undangan

Lalu, apakah boleh mencantumkan nama percetakan di undangan pesanan?

Menurut hasil diskusi saya dan suami (ini opini saja ya, gak saklek kok hehe), boleh-boleh saja namun harus tetap ada etikanya. Ini masalah komunikasi sih, sebenarnya.

Jika percetakan ingin mencantumkan nama dan kontaknya, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu kepada customer. Biar bagaimanapun juga, produk yang dipesan nantinya akan jadi milik mereka. Apalagi jika desainnya berasal dari customer-nya, kita yang membantu merealisasikan keinginannya juga harus menghargai idenya. Permohonan izin ini sebenarnya biar nyaman di kedua pihak aja sih, kan gak semua customer berkenan ada 'promosi' percetakan di undangannya. 

Yap, pencantuman nama dan kontak percetakan juga merupakan bentuk promosi. Malah yang komentar di tulisan saya bilang 'Harusnya kan, kita dapat diskon ya mba?'. 

Nah, lho! Siap gak dengan konsekuensinya? Pemesan mempersilahkan pencantuman nama percetakan, namun percetakan juga memberikan diskon. Adil? Ya, adil sih kalau begini. Hehehe...


Undangan amplop desain terbaru yang harganya cuma Rp 1.200/pcs
Foto : undanganbekasi.com


Di undanganbekasi.com sendiri, kami memilih untuk tidak mencantumkan nama dan kontak percetakan dalam setiap pembuatan undangan. Sekalipun hanya berupa nama website kami. Meski begitu, alhamdulillah kami tidak jarang mendapat customer yang mengetahui produk kami dari undangan temannya. Mungkin dia nanya 'kamu bikin undangan di mana?'. Ada juga customer yang membawa temannya, sepupunya, atau saudaranya untuk memesan undangan ke tempat kami.

Kami berusaha mencari bentuk promosi dan publikasi alternatif selain mencantumkan nama percetakan di undangan pesanan customer. Dengan membuat hati kedua pihak nyaman dan tentram semoga membuat jualan semakin berkah. Aaamiiin....

Selasa, 25 Oktober 2016

Kisah Persahabatan Jaman SMA yang 4L

Standard
Kalau biasanya saya menulis tentang seluk-beluk dunia persiapan pernikahan, kali ini boleh ya postingannya curhat dikit (boong deh, curhat banyak sampe bawah). Hahaha.... Jadi persiapkan mata Anda supaya gak pegel baca curhatan saya ya.

Saya jadi kepikiran menulis artikel ini karena ucapan iseng ibunda yang heran dengan kelakuan muridnya. "Widy, ibu heran deh sama si A,B,C. Mereka itu sahabatan bertiga, satu geng gitu. Kemana-mana bertiga. Dari pagi sampai sore, ada aja yang bahan obrolannya. Sampai ibu tanya, apa sih yang kalian obrolin kok gak habis-habis? Katanya pulpen di atas meja aja bisa jadi bahan obrolan mereka. Ajaib ya, kayak kamu sama geng SMF kamu tuh!"

HUAHAHAHAHAHAHA...
Tiba-tiba saya langsung flashback ke masa remaja dulu.

Siap-siap curhat :D
Gambar oleh picfont(dot)com

Kisah Persahabatan Jaman SMA

Kalau orang-orang ngalamin jaman SMA, saya enggak. Agak beda dikit ya, saya masuk SMF (Sekolah Menengah Farmasi) yang isinya kata orang anak-anak pinter. Tapi gak tahu kenapa saya malah dapat temen yang sifatnya ada-ada aja :D Yaudah, anggap aja jaman SMA ya. Hehe...

Gak terasa sudah 12 tahun kami bersahabat. Terhitung mulai dari hari pertama masuk sekolah (Pra-Orientasi) sampai detik ini juga masih bersahabat. Kalau boleh bilang, mereka adalah sahabat paling awet yang saya punya.

Geng kami bernama 'Cremyund' atau paling enaknya dibaca kremian. Gak ngerti kenapa nama jijik ini dipilih, mungkin karena anak-anaknya gak bisa diem. Kami terdiri dari 9 orang, ada Tasya, Yuli, Widy, Lia, Vika, Niken, Nova, Risya, dan Yayah. 6 dari 9 personilnya sudah menikah, ada juga yang sudah punya krucil, namun alhamdulillah masih tetap main bareng sampai emak-emak begini :D

Sahabatan 4L (Lu Lagi, Lu Lagi...)

Sahabatan saya sama Cremyund ini adalah tipe 4L, alias 'Lu Lagi.. Lu Lagi..'.

Dulu jaman sekolah, kita berangkat sekolah bareng karena rumahnya sama-sama di Bekasi. Jadi kalau naik bus kota suka ketemu. Duduk sebelahan, istirahat bergerombol, sholat bareng, pulang sekolah ya pasti bareng karena busnya satu jurusan. Gak cukup di situ, kita se-geng juga pernah ngekost bareng. Jangan ditanya belajar apa enggak, soalnya udah pasti kegiatan utamanya adalah gosip a.k.a ghibah. Belajar itu kegiatan sampingannya hahaha... Nyuci, nyapu, ngepel aja sambil ngomongin orang :p

Trus kita puas gitu dengan ketemu 6 hari dalam seminggu selama 24 jam?

Enggak. Weekend kita masih pulang ke rumah bareng, hangout bareng, ngebolang bareng, nyasar bareng. Sampai di rumah pun masih SMS-an dan telfonan bareng sampai tengah malam. Pakai conference call indos*t yang Rp 1,-/per menit.

SEGITUNYA.
IYA, SEGITU GUE GAK BISA HIDUP TANPA MEREKA SAAT REMAJA. Huft....

Jangan ditanya kita pas remaja pada punya pacar apa enggak. Ada sih yang punya pacar, tapi kebanyakan ga awet. Yagimana mau perhatian sama pacar kalau masa remajanya habis sama sahabat yang model begini :D


Sahabatan 4L Jaman Emak-Emak

Meskipun udah jarang banget ketemu, tapi kita masih bisa bersua lewat dunia maya. Thanks Facebook, Path, dan Instagram :*

Setidaknya, meskipun ada beberapa yang di luar kota karena ikut suami, kita masih bisa bertukar kabar satu sama lain, berbagi gosip juga tentu. Gosipin temen-temen seangkatan, kakak kelas, atau adek kelas *lah :D Kalau sekarang suka lihat postingan lucu foto/video anak-anaknya.

Selain bertukar kabar (dan gosip), kita juga masih suka memberikan perhatian gak penting satu sama lain, kayak :

Lanjutan ke bawahnya sudah bisa dipastikan isinya gosip atau ledek-ledekan




Saya pun menjelaskan ke ibunda :

"Aku juga dulu begitu, bu"
"Iya ya, kamu dulu begitu tuh sama geng-gengan kamu. Apa aja diobrolin sampe tengah malem"
"Namanya juga abege.."
"Ih, gak kebayang kalau sampai dewasa masih suka ngobrol begitu ya"
"Lho, aku tiap hari chatting sama Tasya loh"
"Hah? Tiap hari?"
"Iya, ada aja yang diobrolin"
"Apaan?"
"Ya... apa aja. Hahahahahaha"

Kemudian ibu negara memandang saya dengan ajaib.




Sabtu, 22 Oktober 2016

Tips Mempersiapkan Mental Jelang Pernikahan

Standard
Mempersiapkan mental menjelang pernikahan memang tidak segampang makan gorengan pake cabe, terus minum. Hahahaha apasih perumpamaannya. Yang jelas mempersiapkan mental untuk menikah itu memang butuh banyak perenungan, diresapi dengan baik-baik, dan jangan baperan!

YAPS! JANGAN BAPER PLIS....

Menyongsong momen penting dalam hidup kita kayak lamaran, pernikahan, atau punya anak memang membuat hati jadi lebih sensitif. Tentu kita ingin semua yang terbaik soalnya ini momen yang luar biasa.

Sudah siap mental untuk menikah?
Gambar oleh picfont.com

Berbekal pengalaman dan petuah orang-orang (yang sudah saya seleksi hahaha), berikut rangkuman tips untuk para calon pengantin mempersiapkan mentalnya menjelang pernikahan.

1. (Mencari) Tahu Kewajiban dan Hak sebagai Suami/Istri

Sebelum menikah, pasti akan banyak sekali hal yang dikompromikan. Salah satunya adalah uraian peran dan tanggung jawab sebagai suami istri. Kenapa saya tulis kewajiban dulu? Ya, karena kita harus menjalankan kewajiban dulu baru menuntut hak. Kalau kebalik, bisa-bisa menuntut hak mulu tapi malas melakukan kewajiban hehehe...

Apa sih, kewajiban dan hak suami istri? Kalau itu cari sendiri yak, nanti kalau tak tulis saya alih profesi jadi guru PPKN. Bhay :D

2. Menyeleksi Pendapat/Saran yang Masuk

Saat ada anggota keluarga atau teman yang mau menikah, pasti semuanya ikut bahagia. Tapi gak tahu ya, kalau mantan kamu. Hahahahaha... *plakkkssss

Oleh karena itu jangan heran akan banyak (buangetttt) masukan atau saran yang mampir ke telinga kamu atau calon kamu. Semua masukan mereka sebenarnya memang untuk kebaikan kita kok, namun kita juga harus pintar menyeleksinya. Kenapa? Karena kondisi kita dan pemberi saran belum tentu sama, jadi diambil saran-saran yang cocok dengan kita dan pasangan aja. Kalau gak cocok, ya jangan digunakan apalagi dipaksakan.

3. Jangan Biarkan Ada yang Mendominasi, kecuali....

JANGAN BIARKAN ADA YANG MENDOMINASI, KECUALI DIA YANG BIAYAIN PERNIKAHAN KITA

HAHAHAHAHA

Kalau masih dalam tahap memberi saran tapi gak ikut ribet sih, gak apa-apa ya. Namun terkadang ada lho, yang mau nikah siapa, eh yang (sok) ribet siapa. Padahal bukan wedding organizer yang resmi ditunjuk juga. Panitia keluarga yang ditunjuk juga seharusnya membantu, mengikuti arahan sang pembuat hajat, bukannya bikin ribet apalagi sampai mendominasi atau mengambil keputusan.

Jadi kalau misalnya ada kakak kamu yang ribet sama pernikahan kamu, kasih pengertian aja bahwa ini adalah hajatan kamu. Karena kalau ada pihak yang mendominasi begini pasti keluarga besan juga kurang nyaman deh! Coba bayangkan, bagaimana jika posisinya keluarga besan kamu yang ribet? Keluarga kamu juga pasti gak nyaman kan?

Tapi kalau dia yang biayain pernikahan kamu, wajar aja kalau jadi dia yang ribet. Kan uang dia :D
*langsung nyinyir*

4. Tidak Ada Pesta Pernikahan yang Sempurna

Ini nasihat pamungkas yang didapat dari ibu pemilik gedung tempat pernikahan saya. Nasihat yang ampuh membuat hati saya jadi super-elastis alias gak baperan menjelang hari pernikahan.

"Lanjut aja neng, biarin apa kata orang. Pelaminannya gimana lah, riasannya gimana lah. Di mata orang gak ada pesta pernikahan yang sempurna. Pasti ada aja kurangnya. Yang penting kita berusaha yang terbaik, menjamu tamu dengan cara yang baik, persiapannya yang baik juga. Perkara apa kata orang mah, bagen bae (biarin aja - bahasa asli Bekasi) neng..."

Iya juga, sih! Saya sempat pusing pas mandorin dekorasi H-1 ternyata sarung gazebonya hijau-ungu. Gak matching sama pelaminan saya yang hijau-gold. Dinasihatin seperti itu saya jadi semangat lagi. Bodo amat ah, mau gak matching apa gimana. Yang penting jalan terus, BESOK SAH! Hahahahaa...


Jadi sebenarnya persiapan mental yang bisa kita lakukan cuma ada dua sih, intinya. Pertama, mawas diri. Kedua, gak baper sama omongan orang. Jangan lupa siapkan stok sabar yang unlimited menjelang pernikahan, soalnya setelah pernikahan stok sabarnya harus lebih-lebih unlimited lagi (lah!). Hehehehe....


Selamat berbahagia menjelang pernikahan ^_^