Jumat, 08 April 2016

Cara Mengurus Surat Nikah Tanpa Calo

Standard
Saat mau menikah, segala hal dilakukan untuk satu tujuan : menghemat budget. Hehehehe... Pokoknya gimana deh, caranya biar ada yang bisa dihemat. Mulai dari ngiter berhari-hari nyari vendor pun gak masalah, yang penting bisa dapat harga yang lebih murah dan fasilitas yang (syukur-syukur) bisa memenuhi keinginan akan pernikahan impian.

Seperti yang pernah saya bilang di postingan yang mana tau, lupa hahaha bahwa ketika lingkungan kamu tahu kamu bakal nikah, maka sekonyong-konyong semuanya datang nawarin ina-ini. Dari saudara, teman, sampai tetangga. Dari nawarin catering sampai nawarin urus surat pencatatan nikah.

YAPS! URUS SURAT!

Pengalaman pribadi saya, begitu Pak RT tahu kalau saya mau nikah, saya langsung ditawarin urus surat. Terima beres 1,1 juta. (Calon) suami saya waktu itu juga ditawarin terima beres 1,2 juta. Beda wilayah bisa beda-beda ya, tergantung calonya mungkin. Hwahahahaaha :D

Berbekal pengalaman di kelurahan tempat saya tinggal yang menyenangkan, setidaknya saya jadi optimis bahwa ngurus surat nikahnya gak susah bin ribet. Jadi ya udah, saya kuatkan niat dari awal bahwa : SAYA MAU URUS SURAT NIKAH SENDIRI.

Jeng jeng....

Berikut saya rangkum langkah-langkahnya dari awal ya. Kondisinya : saya dan suami satu Kota Bekasi, hanya beda kecamatan. Saya Bekasi Selatan, suami Jatiasih. Nikahnya di gedung dekat rumah saya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

Foto diambil dari nikahan sendiri
dieditnya pakai picfont.com

Step 1 : Urus Surat Numpang Nikah (Laki-laki)

Meskipun masih dalam satu kota dan hanya beda kecamatan, suami harus tetap urus surat numpang nikah. Pertama-tama urus pengantar RT, RW dulu. Kemudian ke kelurahan. Persyaratannya cuma KK sama KTP aja kok. Suami karena sibuk kerja jadi bayar pemuda setempat aja buat ngurus. Rp 150.000 terima beres, prosesnya dua hari jadi. Lumayan cepet ya.

Hasil berkas yang sudah diurus adalah N1, N2 dan N4 dari kelurahan.

Step 2 : Urus Pengantar RT RW (Perempuan)

Setelah memegang N1, N2, dan N4 calon suami, saya baru urus berkas. Pertama ke RT cuma bawa KTP sama KK, nanti dari RT-nya membuat surat pengantar untuk mengurus pernikahan. Bayar 10.000 buat administrasi RT. Langsung jadi.

Kedua, saya ke Pak RW buat minta cap doang di surat pengantar. Langsung jadi juga, kebetulan rumah pak RT sama pak RW tinggal jalan kaki. Bayar 10.000 lagi buat administrasi RW.


Step 3 : Urus N1, N2, N4 ke Kelurahan (Perempuan)

Besoknya saya ke kelurahan untuk dapetin N1, N2, N4.

Di kelurahan ada beberapa syarat yang dilengkapin :
1. Pengantar RT-RW
2. Fotokopi KK
3. Fotkopi KTP
4. Fotokopi Akta Kelahiran
5. Fotokopi Surat tanda lunas PBB tahun ini
6. Bawa materai
7. N1, N2, N4 suami (cuma dipinjam, nanti dikembalikan lagi)
8. KTP suami
9. KK suami

Materai digunakan untuk tanda tangan surat pernyataan bahwa kita belum pernah menikah dan mau menikah dengan si ini dari sini (makanya butuh data dari calon suami juga). Pengurusannya alhamdulillah cuma satu jam dan biayanya 40.000.

Tuh kan, cepet gak ribet di kelurahan saya mah. Hahaha...


Step 4 : Berkas Lengkap, Saatnya ke KUA 

Mumpung cuti, saya langsung ke KUA Bekasi Selatan di hari yang sama saat ke kelurahan. Sebelum saya ke KUA, saya telepon dulu KUA-nya untuk menanyakan syarat-syarat berkas. Setiap KUA bisa jadi beda lho syaratnya. Saya sama sepupu yang di Jakarta Pusat aja beda. Jadi daripada googling gak pasti, mending langsung telepon KUA-nya aja. Sekalian tanya biayanya juga boleh, jadi kita bisa siap uang cash buat langsung bayar biaya nikahnya.

Berkas-berkas yang dibutuhkan di sini adalah :
1. N1, N2, N4 calon suami
2. N1, N2, N4 calon istri
3. Fotokopi KTP suami
4. Fotokopi KTP istri
5. Fotokopi KK suami
6. Fotokopi KK istri
7. Akta kelahiran istri
8. Ijazah terakhir istri
9. Pas foto suami istri 4x6 5 lembar (background biru)
10. Pas foto 2x3 5 lembar (background biru)

Inget ya gaes, setiap KUA bisa aja beda syaratnya. Jadi silakan dikroscek ke KUA masing-masing ya.

Setelah menyerahkan berkas dalam satu map, kita ditanya tanggal, jam, dan mahar pernikahannya. Jadi saat ke KUA sudah tahu mau mahar apa. Nanti tentang mahar (dan bedanya dengan seserahan) saya bahas di lain postingan ya.

Nah... Keselnya di KUA, kita mesti cepet-cepetan 'booking' jadwal bapak penghulu. Saya juga deg-degan banget waktu nikah itu ternyata di tanggal yang banyak orang lain nikah juga. Alhasil akad nikah yang jam 09.00 saya ajukan pun belum bisa langsung disetujui oleh pihak KUA. Oleh karena itu, ngurus surat nikahnya jangan mepet-mepet ya. Sedih nanti kalau di undangan akadnya sudah diumumkan jam 09.00 ternyata jadinya jam 10.00. Kasihan tamu yang mau datang saat akad, otomatis jam resepsi juga harus molor.

Step 5 : Bayar Biaya Nikah

Nikah gratis?
Woi, kata siapa nikah gratis?

Lihat dong itu ada tanda asteriks-nya, syarat dan ketentuan berlaku. Hahahaha...

Nikahnya GRATIS kalau....
1. Nikahnya di kantor KUA-nya langsung
2. Nikahnya di jam kerja, yaitu Senin-Jum'at jam 08.00 - 16.00

Kalau kamu nikahnya di rumah, di gedung, dan atau di luar jam kerja maka... bayar lah.

Di berbagai KUA sudah dipajang banner yang berisi bahwa biaya nikah di luar kantor Rp 600.000. Ini benar kok, disetorkan melalui bank yang ditunjuk. Kalau di KUA Bekasi Selatan melalui Bank BJB atau BRI. Kebetulan di sebrang kantor KUA ada BRI, jadi saya langsung setor. Rapi deh!

Tapi, saat menyerahkan bukti setoran bank sang petugas KUA pun bilang
"Nanti penghulunya diamplopin ya neng"

Het dah... sama bae -_-"

Step 6 : Tahap Akhir Pengurusan Surat

Sekitar dua minggu kemudian, kami dihubungi untuk ke KUA lagi. Katanya untuk verifikasi data buku nikah. Saya dan calon suami pun datang ke sana dan bertemu dengan kepala KUA.

Kepala KUA memegang selembar kertas yang sudah diprint, berisi data-data kami.

"Benar nama kamu Angelina Jolie?"
"Benar kamu lahir di Rawa Betik?"
"Benar kamu anak dari Johny Depp?"
"Benar kamu lulusan kampus mejikubiniu?"
"Benar ini mas kawinnya berlian Titanic?"

Gitu melulu sampai datanya habis. Sekalian dikoreksi kalau ada yang salah katanya. Soalnya di buku nikah nanti tidak boleh ada revisi dan coretan. Harus benar-benar fixed. Setelah itu kami mendapat nasihat pernikahan dari kepala KUA. Ya, ngertilah... agak-agak berbau 17+ gitu yang jelas aneh buat seorang cewek yang belum nikah kayak saya waktu itu. Hahahaha :D

OKEH JANGAN DIKHAYALIN NASIHATNYA APA!


Tambahan : Tentang Penghulu Pas Hari H

Penanganan terhadap penghulu ini beda-beda ya geis. Ada yang dijemput, ada yang dateng sendiri. H-1 acara saya konfirmasi ke KUA apakah perlu dijemput atau tidak. Kata bapak penghulunya, tidak usah, nanti bisa datang sendiri. Kebetulan gedung yang saya gunakan punya kepala Departemen Agama Bekasi jadi orang KUA sudah familiar karena biasa digunakan untuk seminar manasik haji jama'ah Kota Bekasi.

Plis, jangan telat ya pak...

Saat hari H alhamdulillah penghulu datang tepat waktu dan akad langsung berjalan pukul 09.00 kurang sedikit. Hanya setengah jam dari awal sambutan sampai akad kelar dan nasihat pernikahan. Cepet banget! Nasihat pernikahan diberikan oleh petugas KUA. Cuma 5 menit kok.. Soalnya kalau lama nanti kuliah dhuha :D

Untuk bapak penghulu, kami menyiapkan uang transport Rp 100.000, satu buah parsel buah, dan satu box nasi. Bapak penghulu gak bisa lama-lama, karena jadwal akad nikah lainnya sudah menanti. Oh iya, buku nikah langsung dikasih saat itu juga. Hore!!! Langsung dibawa kemana-mana apalagi pas mlipir nginep ke hotel ya, biar gak dikirain pasangan mesum hahahahaa

Oh iya uang Rp 100.000 saya dapat dari teman sesama di Bekasi Selatan yang baru nikah. Katanya dia kasih Rp 100.000 ke penghulu, ya sudah saya ikutan saja ya. Huehehehe...




Jadi kalau ditotal biaya dari awal, kira-kira habis segini :
Surat numpang nikah suami Rp 150.000
RT RW Rp 20.000
Kelurahan Rp 40.000
KUA Rp 600.000
Transport Penghulu Rp 100.000

Semuanya Rp 910.000. Yah, tambahkan beberapa untuk fotokopi berkas, beli materai, dan beli es teh saat ngurus berkas. Lumayan hemat 200 ribuan kan, daripada pakai calo. 200 ribu buat souvenir atau undangan lumayan lhoooo ^_^

Selama ada waktu, ada tenaga, bisa cuti, urus berkah sendiri why not?



50 komentar:

  1. aku dulu juga ngurus sendiri,selagi bisa dijabanin hehehe...meskipun harus sering bolak balik Jombang-Malang..
    lama nggak kesini,apa kabar penganti baru?? #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mba hanaaaa.... kangen pisan ih hehehe
      alhamdulillah baik dan happy jadi pengantin baru hehehe
      *eh

      Hapus
  2. Aku jugaaakkk waktu nikah urus sendiri.... Dari pada bengong hehehhehe lumayan deg degan karena nikahan kami direncanakan super kilat... Daftar dan nunggu surat surat dr pihak suami sempat ada kendala hehhee tapi alhamdulillah asal sabar dan syarat dipenuhi semha lancarrrr hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya alhamdulillah gak pakai drama nunggu jam akad dari penghulu kayak saya mba hehehehe... itu rasanya degdegan warbiyasak :D

      Hapus
  3. Aku kemarin diurus terima jadi sama petugas desa mbak. Haha. Ga sempet sih, akunya di luar kota

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau di luar kota mending minta tolong diurusin mba, karena lumayan ongkos dan waktunyaa hehhee

      Hapus
  4. Aku kemarin diurus terima jadi sama petugas desa mbak. Haha. Ga sempet sih, akunya di luar kota

    BalasHapus
  5. oh ini akad nya gak di KUA ya? kalau aku ke KUA jadinya gratis

    BalasHapus
  6. Akuuh. Ga butuh calo kak..
    Ku butuh calonnya aku #prang~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kuliahmu sudah kelar kabarin aku ya dek, tak kenalkan nanti hahaha :D

      Hapus
  7. Kalau hanya beda 100 ribu mending di urusin sendiri aja ya mbak Widy, lagian kan biar ada pengalaman juga ngurusin data-data penting lagi hihi. moga langgeng ya pernikahannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah keuntungannya lagi bisa buat pengalaman dan bahan nulis artikel ini hehehe. Aamiin, makasih mba :)

      Hapus
  8. Terima kasih informasinya ya, Mbak :)
    Berguna banget nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih mba Lia, semoga bermanfaat yaah :)

      Hapus
  9. Jadi keinget dulu juga ngurus2 persiapan nikah sendiri hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti seru dan berkesan ya mba kalo diinget2 hihihihi

      Hapus
  10. Bisa jadi rujukan nih mbak :D
    semuanya ini harus di urus sama calon suami dan calon istri ya? apa bisa diwakilin sm orangtua gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok kalau ngurusnya diwakilkan. Cuma mungkin agak bolak balik aja seperti pas harus ttd surat pernyataan belum pernah menikah di kelurahan.

      Hapus
  11. Bermanfaat sekali infonya hihihii
    Hampir sama syarat2nya.
    Awalnya kaget pas dikasih tau harus bawa fotocopy ijazah terakhir *mo lamar kerja apa lamar anak orang?* hahaha ternyata googling rata rata memang pakai fc ijazah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya awalnya juga bingung, ngapain pake ijazah terakhir hahaha... ternyata maksudnya untuk kroscek ejaan nama kita dari akta kelahiran s.d ijazah kudu sama

      Hapus
  12. Mau nanya dong kak widdy dimintain ktp orang tua ga waktu itu?

    BalasHapus
  13. Mau nanya dong kak widdy dimintain ktp orang tua ga waktu itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. diminta KTP bapak sebagai wali kak

      Hapus
  14. Bacanya sambil tegang nahan nafas..

    nice info.. smbil berharap ad revolusi dri negara dlm pengurusan nikah, lebih ringkas gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. lumayan masih bolak-balik ya ehehehehehe.... yang terpenting dari semuanya jangan ada diperlama/dipersulit oleh petugas sih

      Hapus
  15. thanks mbak sharingnya, kebetulan aku dan calon suami sama-sama belum punya waktu buat ngurus surat. Alhasil kita minta bantuan sana-sini, tp malah biayanya besar banget, sampai ada uang panjer penghulu. Sedangkan cari-cari info uang nikah di luar KUA, rp 600rb itu adalah uang bayar dan transportasi penghulu di hari libur. Bedanya emang ga langsung masuk kantong penghulu, harus ke kas negara dulu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya 600rb itu nantinya untuk KUA & Penghulu juga, cuma lewat negara dan distandarisasi aja se-Indonesia. Jadi biayanya sama.

      He'em.... kalo minta tolong orang suka lebih mahal. Tapi ya hitung2 kita bayar waktunya dia sih yang gak bisa kita gantikan.

      Hapus
  16. Nice sharing mba.. Informatif.
    Btw. Butuh bukti imunisasi TT gitu ga ya? Thank youu

    BalasHapus
  17. Nice sharing mba.. Informatif.
    Btw. Butuh bukti imunisasi TT gitu ga ya? Thank youu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada KUA yang mewajibkan TT, ada juga yang enggak. Beda-beda juga syaratnya hehehe (pusing yaaa beda-beda).

      Btw aku juga imunisasi TT kok. Caranya gampang, tinggal bawa KTP ke puskesmas terdekat. Sebelumnya tanya juga imunisasi TT hari apa, karena pelayanannya hanya 1x seminggu di setiap puskesmas.

      Pas hari imunisasi TT, bawa KTP, daftar ke KIA, bilang mau imuniasasi TT. Suntiknya gratis kok, nanti dapat kartu sebagai tanda kita sudah imunisasi TT.

      Pas hamil TT lagi -_-

      Hapus
  18. Balasan
    1. Ini syarat di kelurahan sih. Tiap kelurahan beda-beda. Cuma kalau di Kota Bekasi mulai 2016 kudu wajib ada surat tanda lunas PBB. Tujuannya untuk tertib administrasi aja.

      Kota Bekasi lagi galak urusan PBB. Gak bayar PBB, berkas kependudukan gak bisa diurus :(

      Hapus
  19. Aku urus ke RT/RW gratisss... ga pake bayar 10rb hihihi, kebetulan aku di jakarta, mungkin takut sama pa ahok kali ya minta" dana admin :D

    BalasHapus
  20. iya kayaknya sekarang Jakarta lebih 'galak' kalo masalah duit administrasi apalagi gratifikasi.

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Baru mau ke rt minta surat pengantar,,:-D makasih artikelnya sangat membantu

    BalasHapus
  23. kalo yang jomblo gini boleh buat surat nikah gak ya? :D

    BalasHapus
  24. Mba kalo ada berkas yg kurang tepat gimana ya ? KK ku masih KK lama belom pemekaran , kira kira di persulit ga ya .. :( apalagi nikahnya sebentar lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung ke kelurahan aja kak, tanya kalau berkasnya seperti ini gimana. Lebih baik cepat-cepat, biasanya orang kelurahan bisa bantu atau kasih solusi.

      Semoga lancar persiapannya ya :)

      Hapus
  25. Mba kalo ada berkas yg kurang tepat gimana ya ? KK ku masih KK lama belom pemekaran , kira kira di persulit ga ya .. :( apalagi nikahnya sebentar lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bos udah nikah belum? Share ilmunya dong

      Hapus
  26. Kalo posisi sy kebetulan lg dluar negeri trus pengen urus surat nikah harus pulang dulu kah atau bisa diwakilkan .contoh dari ngurus surat pengantar rt/rw.. Dst. Makasih

    BalasHapus
  27. kalau posisi saya gini. saya mau nikah tetapi numpang nikah di rumah bu'de saya. ini saya minta surat pengantar dr rt dan lurah berdasarkan ktp saya dan minta surat ket numpang nikah juga kah? jadi double gtukah.? saya bingung ga mengerti . hiks mohon dibantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak uda nikah kah? Boleh kasi jawaban? Ini mo ngurus surat dipersulit sama pegawai desa yang udah bersekongkol dengan pegawai swasta caloh

      Hapus
  28. Please jawab aq mbak. Kalo ngurus wali hakim apakah sidang terlebih dahulu terus dibuatkan surat dari kelurahan?

    BalasHapus
  29. mbak ngurus surat nikah baiknya 4bulan sbelum hari-H atau 3bulan sebelum hari-H ... rencana nikah nya bulan 8 ,baik nya mengurus surat dibulan berapa ,,

    BalasHapus
  30. Hi kak widya, mau tanya baiknya dokumen2 itu smua d urus H- berpa bulan ya ??
    Mohon pencerahanny hihi 😁

    BalasHapus
  31. kak saya lewat mudin di tarik biaya 150. beda kecamatan terus mudin dari pihak perempuan di tarik uang 250. apa itu normal? munurut kakak mudin ini calo apa bukan. terimakasih

    BalasHapus
  32. Kak aku mau tanya untuk surat pengantar PM 1 itu selain di tanda tangan dan cap lurah. Ada juga camat apa itu perlu ditanda tangan juga atau kosong saja ya? Karena di surat saya ada 3 tempat tanda tangan saya, lurah dan camat.

    BalasHapus