Sunday, August 25, 2019

5 Kesalahan Calon Pengantin dalam Mempersiapkan Pernikahan

Siapa sih, yang mau hari bahagianya menjadi kacau balau? Setiap orang pasti ingin hari pernikahan menjadi hari yang paling spesial dan sesempurna mungkin. Segala daya upaya dikerahkan supaya terwujud pernikahan impian. Sama, saya juga begitu. Saat menikah dengan suami di bulan Januari 2016, saya berusaha mempersiapkan sebaik mungkin. Namun apa daya, karena kurang pengalaman (ya iya dong, baru pertama kali menikah :D) ditambah kurangnya rekomendasi, ada beberapa pelaksaan yang kurang juga.

Di pertengahan 2015, akhirnya saya memutuskan untuk mulai menjalin hubungan serius dengan seorang pria (yang saat ini sudah menjadi suami hehe). Pria tersebut melamar saya di tanggal 17 Oktober 2015, beliau meminta langsung ke ayah saya yang ada di kampung halaman. Persiapan pernikahan pun dilakukan. Mungkin terhitung lumayan singkat, kami hanya mempersiapkan pernikahan selama 3-4 bulan. Tepat di tanggal 30 Januari 2016, kami resmi sebagai pasangan suami istri di mata agama dan negara.

Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang kendala yang saya hadapi saat mempersiapkan pernikahan. Sepertinya hal tersebut juga banyak dialami oleh pasangan calon pengantin yang lain. Semoga apa yang saya tuliskan di sini dapat menjadi pelajaran berharga untuk menentukan langkah bagi yang sedang mempersiapkan pernikahan. Yuk, simak! Apa saja sih, kesalahan yang suka dilakukan calon pengantin saat mempersiapkan pernikahan?


5 Kesalahan Calon Pengantin dalam Mempersiapkan Pernikahan
Foto : Canva



1. Tidak Menghitung Jumlah Tamu dengan Benar

Kesalahan pertama yang kami lakukan adalah tidak menghitung jumlah tamu dengan benar. Kalau bisa, hitung lah jumlah tamu sedetil mungkin, bila perlu langsung buat daftar nama tamu yang akan diundang dalam sebuah dokumen Microsoft Excel. Selain memudahkan menghitung jumlah tamu, proses pengetikan label nama undangan juga akan lebih cepat. Masih bingung cara menyaring tamu undangan yang perlu dan tidak perlu diundang? Simak tulisan saya di bawah ini.

Baca : Tips Menentukan Tamu Undangan Pernikahan

Jumlah tamu undangan adalah hal yang paling penting dari persiapan pernikahan, karena akan menentukan banyak hal :
- Kapasitas gedung / ruangan
- Jumlah porsi makanan & gubukan
- Jumlah undangan
- Jumlah souvenir

Yang saya alami, saya melewatkan banyak orang yang harus diundang (duh, maaf yaaa.. huhuhu). Bahkan ada yang tidak terundang karena undangan tidak cukup. Awalnya saya hanya pesan 500 undangan, setelah dihitung-hitung kok kurang. Akhirnya malah nambah 100 pcs undangan.

Coba bayangkan, bagaimana jika kita tidak menghitung jumlah tamu dengan benar sebelum melakukan 'deal' dengan para vendor? Semua vendor butuh waktu untuk mempersiapkan layanan sesuai jumlah yang disepakati. Tentu catering akan kaget jika awalnya hanya memesan untuk 500 porsi, tiba-tiba naik jadi 800 porsi. Apa yang terjadi jika sudah pesan gedung untuk kapasitas 500 orang, tapi di hari H harus dihadiri lebih dari kapasitas tersebut? Pasti gedung akan terasa sesak bukan? Tamu menjadi tidak nyaman. Bayangkan juga jika undangan dan souvenir kurang 100 pcs atau 50 pcs. Apakah mereka mau mengerjakan dengan jumlah sedikit? Kebanyakan tidak mau. Beberapa ada yang mau, namun dengan harga yang jauh lebih mahal dari undangan yang kita pesan di awal. Jadi, pastikan jumlah tamu sudah dihitung sedetil mungkin ya!

2. Tidak Menghadiri Wedding Exhibition

Saat saya menikah dulu, saya belum kenal wedding exhibition. Apa sih, itu? Apa penting menghadiri wedding exhibition? Saya pribadi baru mengenal wedding exhibition saat sudah menikah, sedang hamil anak pertama di usia 5 bulan (sekitar Agustus-September 2016). Ada Bekasi Wedding Exhibition yang diselenggarakan di Grand Galaxy Convention Hall. Kebetulan dekat dengan rumah, jadi saya mampir. Ternyata oh, ternyata.. Acaranya keren banget! Duh, nyesel berat saat persiapan pernikahan gak ke wedding exhibition. Huhuhu...

Antusias masyarakat menghadiri Bekasi Wedding Exhibition
Foto : JEE
 
Wedding Exhibition berisi pameran dari berbagai vendor pernikahan. Ada dekorasi, catering, gaun pengantin, rias pengantin, hiburan, undangan pernikahan, souvenir, photobooth, foto dan video, sampai cincin pernikahan dan travel penyedia paket bulan madu pun ada. Lengkap deh, pokoknya! Dengan menghadiri wedding exhibition, kita bisa menghemat banyak waktu dan tenaga. Tidak perlu muter ke sana-sini mencari vendor pernikahan yang kita mau, karena pilihannya pun sudah banyak. Bahkan vendor catering pun menyediakan test food. Jadi kita bisa cicip hidangan mereka, apakah enak? Apakah cocok? Satu lagi, banyak promo yang diberikan oleh para vendor saat pameran berlangsung. Entah potongan harga, sampai bonus jumlah porsi makanan. Lumayan banget, kan?

Saran saya, bagi pasangan yang sedang mempersiapkan pernikahan, wajib banget datang ke wedding exhibition. Wajib, kudu, mesti! Nyesel deh, kalau gak datang. Jangan lupa ajak pasangan dan orang tua/calon mertua. Bersama-sama cari vendor yang benar-benar sreg.

Bekasi Wedding Exhibition sudah memasuki penyelenggaraan ke-7 lho! 13-15 September mendatang akan ada lagi pameran pernikahan di gedung pernikahan terbesar di Bekasi. Tidak hanya melihat indah dan meriahnya wedding exhibition, kita juga dapat melihat dan merasakan langsung megahnya fasilitas dari Grand Galaxy Convention Hall. Hall mewah ini berlokasi di mall Grand Galaxy Park. Lokasinya strategis, bisa diakses dari berbagai jalur tol, seperti tol Jakarta - Cikampek, tol Becakayu, dan tol JORR. Kapasitas ruangannya pun sangat besar, bisa menampung hingga 2500 orang. Desain interiornya mewah, seperti ballroom di hotel berbintang. Toiletnya juga bagus, ruang ganti pengantin dan keluarga juga tersedia. Memang layak jika Grand Galaxy Convention Hall mengklaim gedung pernikahan terbesar di Bekasi. Ukuran dan fasilitasnya sudah mencerminkan predikatnya itu.

Interior Grand Galaxy Convention Hall yang mewah
Foto : JEE
Pre-function hall dari Grand Galaxy Convention Hall.
Ini pintu masuk menuju hall utama.
Foto : JEE

3. Memilih Vendor Satu per Satu

Kesalahan lain yang saya lakukan (dan kemungkinan besar juga banyak dilakukan oleh calon pegantin lainnya) adalah memilih vendor satu per satu. Ya ampun, ini sebenarnya akar masalah dari persiapan pernikahan itu menjadi sangat melelahkan. Cari vendor catering sendiri, dekorasi beda, fotografi beda lagi, make-up cari vendor lagi. Setelah saya menjalani persiapan pernikahan, saya jadi tahu, ternyata yang saya lakukan itu salah dan bikin capek gak kira-kira.

Selain menguras tenaga, mencari vendor secara terpisah juga efektif meningkatkan budget pernikahan. Hehehe.. Alias jadi lebih boros, gaes! Trus, solusinya bagaimana?

CARI PAKET PERNIKAHAN

Udah, itu solusi paling manjur. Hemat tenaga, hemat waktu, hemat uang, mengurangi stress. Kalau kita mengambil vendor yang berbeda, susah loh mengkoordinir mereka. Apalagi jika sebelumnya para vendor belum pernah terlibat dalam project bersamaan. Komunikasi mereka pun jadi kurang efektif. Solusinya adalah menunjuk sebuah vendor yang memiliki paket lengkap dalam persiapan pernikahan, seperti Grand Galaxy Convention Hall contohnya. Grand Galaxy Convention Hall memiliki banyak vendor kredibel yang telah bekerja sama. Hal ini setidaknya menjadi garansi bahwa pernikahan kita akan ditangani oleh pihak yang profesional. Calon pengantin tinggal menceritakan dan mengarahkan garis besar konsep yang diinginkan, lalu biarkan tim Jakarta Event Enterprise (JEE) dari Grand Galaxy Convention Hall yang akan bekerja 'menerjemahkan' keinginan calon pengantin. Dengan adanya satu komando, maka pelaksanaan pekerjaan vendor pun menjadi lebih mudah. Kita tinggal duduk manis bagai raja dan ratu sungguhan, deh :)

Para calon pengantin sedang berkonsultasi dengan vendor saat pelaksanaan Bekasi Wedding Exhibition
Foto : JEE

4. Tidak Mencari Rekam Jejak/Rekomendasi Vendor

Kalau tadi saya menjelaskan bahwa lebih baik mengambil paket pernikahan, lalu bagaimana kita memilih vendor terbaik dari daftar vendor yang sudah bekerja sama? Jawaban saya adalah cari rekam jejak atau rekomendasi orang yang telah menggunakan sebelumnya. Kita bisa menelusuri rekam jejak mereka di Google atau sosial media yang mereka miliki. Bisa juga semisal saat menghadiri pernikahan teman dan kita terkesan akan hasil kerja vendornya, kita boleh lho tanya dia pakai vendor siapa? Atau biasanya tersedia kartu nama di meja makanan saat resepsi. Ini bisa kita simpan, semisal kita memang suka dengan hasil kerja vendornya.

Ada lagi cara yang paling ampuh mencari vendor yang bagus, yaitu datang ke wedding exhibition. Tuh kan, memang krusial banget bagi para calon pengantin ke wedding exhibition! Di sana kita bisa cicip langsung makanannya, lihat dekorasinya, lihat gaunnya, lihat kualitas make up-nya, lihat fisik souvenir atau undangannya, pokoknya kita bisa merasakan langsung produk dan layanan para vendor dalam satu pameran.

Test food catering di Bekasi Wedding Exhibition
Foto : JEE

Pernah nih, ada relasi nikah di gedung mewah, tapi makanannya kurang enak. Hati saya langsung bertanya-tanya, apa gak cari rekomendasi vendor yang paling bagus? Padahal setahu saya gedung tersebut punya banyak rekanan vendor catering yang enak. Sayang banget, kan? Makanya, mumpung ada wedding exhibition mending datang deh. Jangan sampai tunjuk vendor ibarat kucing dalam karung. Kita gak tahu kualitas mereka seperti apa.

5. Memesan Undangan Terlalu Mepet

Saya ingat sekali, saking keasyikan mencari vendor pernikahan, saya sampai lupa menyiapkan satu hal yang sangat penting. Saya lupa bikin undangan :D

H-3 minggu saya ditanya sama orang tua, "mana undangannya?". Dengan setengah panik saya cuma bisa jawab "oh iya, lupa bu, belum bikin!". Hehehehe.. Namanya juga banyak pikiran :))

Akhirnya saya dan suami membuat undangan secepat kilat. Untungnya saya dan suami punya percetakan undangan, jadi waktu produksi bisa cari yang tercepat. Cuma ya itu, modelnya gak bisa macem-macem. Simpel saja, yang penting ada wujudnya itu undangan. Heuheuheu.. Kalau bisa diputar waktu, saya ingin sekali punya undangan pernikahan dengan desain yang anggun, cantik, elegan, yah.. setidaknya lebih bagus dari undangan saya dulu.

Oleh karena itu, jangan sampai pesan undangan dalam waktu yang mepet ya teman-teman. Ini penting sekali. Biasanya percetakan punya jumlah slot pengerjaan undangan dalam satu waktu, jangan sampai kamu gak kebagian slot produksi. Apalagi kalau nikahnya di musim kawin (seperti bulan Syawal, bulan haji, atau bulan maulid). Akhir tahun dan awal tahun juga ramai lho, yang pesan undangan.

Baca : Kapan Waktu yang Tepat untuk Pesan Undangan?

Saat kamu ingin merencakan pernikahan, segera cari model yang diinginkan, lalu kontak vendor undangan dan tanyakan berapa lama waktu pengerjaannya? Jangan lupa cari juga rekam jejak dari vendor undangan tersebut, kredibel atau tidak? Ada review jelek atau tidak. Penting lho! Caranya, kamu bisa Googling vendor undangan di kota kamu, lalu cari rating yang terbaik. Jangan sampai membuat undangan dalam waktu mepet ya, teman-teman. Kemungkinannya cuma dua kalau bikin undangan mepet waktu, dikasih harga mahal sama percetakan atau ditolak.

Bekasi Wedding Exhibition ke-7 akan berlangsung bulan September mendatang.
Foto : JEE

Demikian pengalaman yang saya alami selama persiapan pernikahan. Semoga teman-teman bisa mengambil pelajaran sehingga terhindar dari berbagai kendala saat mempersiapkan hari bahagianya. Tulisan ini saya ikutkan dalam giveaway pernikahan yang diselenggarakan oleh Mba Liswanti Pertiwi (@bantunikahan) bekerja sama dengan Grand Galaxy Convention Hall. Yuk, ikutan giveaway-nya dan jangan lupa datang ke Bekasi Wedding Exhibition bulan September mendatang ya!

10 comments :

  1. Wah kudu banget di noted nih mba, biar nanti pas nikah ke 5 kesalahan tersebut gak ada hehe. Doakan jodoh nya dulu hinggap dihati hehe. Makasih yah mba udah berbagi ;)

    ReplyDelete
  2. Saya dulu pas nyiapin pernikahan juga nggak kepikiran untuk datang ke wedding exibition karena saat itu di Malang belum begitu familiar dan jarang diadakan. Akhirnya jadi pakai beberapa vendor mulai dari undangan, video, souvenir dll.

    ReplyDelete
  3. Infonya bermanfaat banget nget nget ini buat aku yang sedang menuju ke sana..
    Waw ternyata yah mengatur pernikahan itu amazing.. hahaha

    ReplyDelete
  4. infonya penting nih buat yang mau mempersiapakan pernikahan. Iya sih, dulu aku vendor beda2 jd ngak kompak deh, untung lancar pas hari H

    ReplyDelete
  5. Saya menikah di Bandung, suami saya membawa keluarga besarnya dari Surabaya, 6 tahun yang lalu. Sebelum menikah, saya datang ke beberapa wedding exhibition untuk belajar vendor. Dari semua exhibition itu, cuma satu vendor yang akhirnya saya gunakan, yaitu servis gaun pengantin untuk prewed.

    Saya akhirnya menggunakan wedding organizer. Mereka yang memilihkan katering, perias, fotografer wedding, bahkan sampai menguruskan ke KUA.
    Yang saya kerjakan hanya mencari fotografer prewed. Itu karena kami melakukan prewed di kota yang berbeda dengan lokasi pernikahannya.
    Dan mengetikkan nama undangan. Karena kan cuma kami yang tahu nama tamunya.

    Memang jatuhnya pakai wedding organizer itu lebih banyak biayanya. Tapi sepadan banget, karena kami jadi nggak stress menyiapkan pernikahan ini. Pada hari H, saya segar seharian sehingga bisa menyambut tamu tanpa beban pikiran. Malah sesudah hari H, saya dan seluruh keluarga langsung bekerja di kantor masing-masing tanpa harus memikirkan tetek bengek lagi.

    ReplyDelete
  6. Baca beginian bikin pikiran saya melayang pada masa-masa 13 tahun lalu saat persiapan nikah. Gedebag gedebug karena kami masing2 kerja di Jakarta sementara pernikahan diadakan di Bali dan Kendari. Mepet banget mudiknya, sehari sebelum hari H
    Tidak layak ditiru, tapi jadi pelajaran bahwa pernikahan itu harus dipersiapkan sebaik mungkin

    ReplyDelete
  7. Semuanya iyaaaa banget terutama poin 1. Eterus soal nggak memperkirakan jumlah tamu undangan, duuwww bisa bikin kacau pas acara ini sih.

    Kalau saya sih, semuanya memang harus on budget dulu baru bisa punya track jalan. Nah, sisanya, temukan di wedding exhibition.

    ReplyDelete
  8. Permasalahan yg cukup pelik adalah catering yg tak sesuai jumlah tamu. Ini saya sering alami, ketika datang biasanya sore, makanannya pun habis.
    Mungkin ini harus jadi pertimbangan utama ketika menggelar pesta pernikahan nanti

    ReplyDelete
  9. yah kakak, gimana dong kalau calon mempelainya baru ketemu mendadak, hahah... ya pesen undangannya cepet-cepetan.
    eh aku ga pernah datang ke wedding exhibition tapi suka perhatikan kalau ke kondangan siapa yang jadi WO-nya, cateringnya apa.

    ReplyDelete
  10. Menghadapi wedding exhibition padahal penting banget ya. Soalnya bisa muncul banyak ide.

    ReplyDelete