Thursday, October 25, 2012

Dengarkan, Pahami.

Saya merasa sangat beruntung bisa 'tersasar' dan sampai di dunia komunikasi. Salah satu kajian komunikasi yang saya pelajari adalah komunikasi antarbudaya. Komunikasi terjadi pada suatu latar budaya (ya ampun, kok kayak lagi kuliah ya hehehee). Inti yang saya tangkap sih, bagaimana kita bisa mencapai komunikasi yang efektif walaupun berbicara dengan logat yang berbeda atau pola pikir yang berbeda (karena pengaruh budaya). Bagaimana caranya? Yang pasti harus ada mutual understanding alias saling memahami.

Kalau kata teman saya, kita gak boleh cupat. Maksudnya, jangan menganggap diri kita selalu benar dan orang lain salah. Bila ada cara padang seperti itu, dijamin ngobrol ngalur ngidul 5 jam juga tidak akan ada hasilnya.

Banyak orang pandai berbicara. Satu kalimat terpancing, bisa memunculkan 15 menit pidato. Wow, mungkin dia berbakat jadi orator. Hehehe... Namun, jarang dari kita belajar mendengarkan dan berpikir objektif terhadap permasalahan. Saya sendiri masih lemah dalam mendengarkan orang lain. Lihat saja tingkat kecerewetan saya yang sudah akut. Huft! Tapi saya selalu berusaha mendengarkan dan berempati. Tujuan utamanya sih, supaya lawan bicara merasa nyaman dan lebih terbuka, nantinya pembicaraan pasti semakin asyik :)

Tadi siang (25/10) saya diajak oleh teman dari fakultas lain untuk mendirikan UKM Kewirausahaan di kampus. Hemm.. kampus saya ini memang ganjil. Memasukkan kata "Enterpreneurship" dalam visi misi Universitas, Fakultas, dan Program Studi namun belum ada fasilitas bisnis mahasiswa untuk berkembang (Kopma pun belum ada). Saya pun berusaha berkontribusi dalam pencetusan nama UKM.

"Teman-teman, gue mau menyumbangkan ide buat nama UKM Kewirausahaan ini. Namanya 'YoungPreneur'. Young itu artinya muda, Preneur itu dari kata enterpreneur. Bagaimana teman-teman? Ada komentar atau ide lain?", ujar saya.

Forum terdiam, tak ada suara. Lamaaaa banget tuh, sampai salah satu teman berbicara.

"Bagus tuh namanya" ujar Eryo, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unisma.

"Namanya bagus, ya. Tapi kenapa harus bahasa Inggris? Seakan-akan kita gak bangga sama budaya kita sendiri. Lagian hati-hati lho, dengan nama bahasa Inggris. Kita pakai bahasa Indonesia aja, lah.." sahut Ucok, mahasiswa Psikologi Unisma (komentarnya sih, panjang banget. Tapi saya ringkas jadi intinya aja ya segini hehehe).

Aku mengatur nafas. Berusaha tenang menghadapi kritik di forum itu memang bukan hal yang mudah. Walaupun sebenarnya lucu, hanya karena kendala bahasa tapi 'sebegitunya'.

"Boleh juga. Mungkin lo punya ide, Cok?" tanya saya. Ucok diam, matanya mulai berputar dan melihat ke arah lain.

"Ya, saya sih ikut temen-temen aja deh! Ga masalah" jawab Ucok.

That's it! Seketika saya merasa kesal karena bersuara, berkomentar, namun tidak solutif. Hal ini seringkali terjadi di forum-forum kampus saya. Begitu banyak mahasiswa yang pandai berbicara, namun tidak praktis dan tidak memberikan solusi. Terlalu banyak protes tanpa aksi, mungkin bisa dibilang berprasangka juga.

Forum pun mencari alternatif nama lain. Saya kembali menyumbangkan ide untuk bahasa Indonesia (sesuai yang forum sepakati). Akhirnya, nama UKM Kewirausahaan kami adalah Wiramuda Patriot dan akan melakukan launching nama dengan kegiatan mini bazaar.

Pelajaran hari ini adalah tetap dengarkan orang yang mengkritik kamu, atur nafas, berikan penjelasan bila perlu namun tetap dengan nada tenang. Cobalah pahami cara berpikir orang lain (inget Six Thinking Hats), dan mulai berempati. Jangan merasa benar sendiri, utamakan win-win solution dan tetap hargai kesepakatan forum (makanya perjuangkan opsi kita, hehehe...).

Ssst... saya nulis ini di tengah kuliah Penulisan Public Relations, lho! Jangan bilang-bilang dosennya, ya. Hehehe..

Alhamdulillah, what a grateful day!

Friday, October 5, 2012

Pakai Social Media, Siapa Takut?!

Halo-halo blog..

Mungkin teman-teman baik di dunia nyata dan dunia maya sempat saya mohon-mohon untuk vote beberapa waktu lalu. Yap, itu adalah voting untuk Social Media Carnival (SMC). SMC 2012 adalah suatu kegiatan camp pemuda untuk belajar optimisasi social media guna kegiatan kepemudaan. Kebetulan saya terpilih mejadi top 75 calon partisipan dari seluruh Indonesia. Akhirnya melalui tahap voting selama beberapa hari, saya berhasil menjadi top 50. Yeayy.. thanks guys!!

Vote me, Vote me
I was so grateful, bisa bertemu 16 teman-teman baru (meskipun bertemu lagi dengan beberapa teman conference) yang hebat-hebat. Empat hari camp (1 s.d. 4 Oktober) di Graha Wisata Ragunan Jakarta terasa begitu cepat dan menyenangkan. Tiap hari bertemu pembicara-pembicara keren, berdiskusi, dan juga ikut company trip ke Kompas TV. Wahahaha, ilmunya berguna banget.
 
#SMC2012

With friends and Supper-Speakers

Habis olahraga dan sarapan di depan wisma

Tahu gak sih, kalau selama ini kita suka melihat twitter dari akun yang followernya banyak dan rajin bikin kultwit itu sebenarnya...... BISA DI-TIMER! Yap, pakai aplikasi Hootsuite dan bisa auto schedule twit kamu. Wacks, selama ini aku ditipu ternyata! Gak habis pikir sih, setiap detik si penanggung jawab akun harus mengtwit tepat waktu and all the time. Wehehe, jadi kepikiran auto schedule twit bisa dijadikan alat pencitraan. Setel aja twit sholat malam jam 3 pagi, disangkanya biar kita rajin sholat malam gitu (dih, ngapain juga ya sholat dijadikan twit, alay pisan *jedugin kepala ke tembok).

Yang paling berkesan di camp itu ketika 17 orang itu harus ikut format kompetisi kecil "Social Media Carnival". Kami semua dibagi menjadi 4 kelompok, dan kelompok saya yang paling banyak orangnya. Kelompok "Sandi Campers" (begitu kita menamakannya, karena kakak LO kita bernama Sandika), terdiri dari Maula si kepala suku, Debby, Lina, Angga, dan saya tentunya.
Ssst... Sandi Campers lagi rapat nih!

Sandi Campers itu awalnya awur-awuran banget, deh! Maula sibuk dengan penghargaan MBM Challenge-nya, dan yang lain juga cuek menentukan konsep. Akhirnya di hari kedua camp, kita baru menemukan konsep blog yang akan kita buat. Kita akan membuat blog 'Gerakan Satu Hati', berhubung GSH juga belum punya blog. Disaat orang lain sudah membuat desain blog dan konten-kontennya, kami masih santai jajan siomay di depan wisma. Hahaha.. baru lah ketika hari ketiga sepulang dari Kompas TV kami sukses lemburrrr sampai jam 3 pagi. Bahkan ketika sarapan pagi pun, Maula masih membenahi desain blog-nya. Lina berhasil membuat video GSH yang camik banget. Wah, jadi keren deh!
Sandi Campers Presentasi

Tiba saatnya untuk presentasi dan penilaian hasil kerja kelompok kami. Sandi Campers mendapat urutan ke-3 untuk presentasi. Sampai akhirnya, tiba saat pengumuman... dan WOW, kami berhasil mendapat BEST GROUP PROJECT *dancing*.

Best Group Project for Sandi Campers

Jadi inget kata-kata Maula ketika pertama kali Sandi Campers ditemukan :
"Kita harus bikin target. Target minimal kita ya, jadi pemenang.."
Hahahaha, ternyata kata-kata tersebut benar jadi do'a ya. Thanks, YEP!, SMC 2012, & Sandi Campers! I'll never forget us and days we had :)